Reduplikasi Bahasa Banjar di Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir
Abstract:
This study aims to examine and describe the use of reduplication in the Tembilahan dialect of the Banjar language in Indragiri Hilir Regency, focusing on its form, formation process, and semantic meaning. This study employs a qualitative descriptive approach. The method used is a descriptive method with a morphological analysis approach. The data sources are native speakers of the Banjar language residing in Tembilahan. The research data, consisting of words and phrases containing reduplicative elements, were obtained from native speakers through data collection techniques such as conversation or interviews and note-taking. The data analysis technique in this study employs the qualitative data analysis model developed by Miles and Huberman. The results indicate that there are four types of reduplication used productively in the Tembilahan dialect of the Banjar language: full reduplication (8 instances), partial reduplication (9 instances), reduplication with affixation (6 instances), and reduplication with phonemic change (3 instances). Partial reduplication is the most dominant type found in everyday speech, reflecting the speakers’ adherence to the principle of linguistic efficiency. Each type of reduplication serves specific semantic functions, such as marking plurality, forming new lexical items, and enriching the semantic variation of utterances through morphological and phonological interactions.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan penggunaan reduplikasi dalam bahasa Banjar dialek Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, yang berfokus pada bentuk, proses pembentukan, dan makna semantisnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kajian morfologi. Sumber data adalah penutur asli bahasa banjar yang berdomisili Tembilaha. Data penelitian berupa kata, dan frasa yang mengandung unsur pengulangan diperoleh dari penutur asli melalui teknik pengumpulan data menggunakan teknik cakap atau wawancara dan teknik catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis data kualitatif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat jenis reduplikasi yang digunakan secara produktif dalam bahasa Banjar dialek Tembilahan, yaitu reduplikasi seluruh (8 data), reduplikasi sebagian (9 data), reduplikasi dengan penambahan afiks (6 data), dan reduplikasi dengan perubahan fonem (3 data). Reduplikasi sebagian menjadi jenis yang paling dominan ditemukan dalam tuturan sehari-hari, yang mencerminkan adanya prinsip efisiensi berbahasa oleh penutur. Setiap jenis reduplikasi tersebut memiliki fungsi semantis spesifik seperti penanda makna jamak, pembentuk leksikal baru, serta memperkaya variasi makna tuturan melalui interaksi morfologis dan fonologis.
Most read articles by the same author(s)
- Alya Mey Saputri, Alber Alber, SISTEM SAPAAN BAHASA MELAYU RIAU DESA MUARO SENTAJO KECAMATAN SENTAJO RAYA KABUPATEN KUANTAN SINGINGI , JURNAL SELAKSA MAKNA: Vol. 2 No. 3 (2026): JURNAL SELAKSA MAKNA
- Alfa Ramadandika, Alber Alber, FENOMENA ALIH KODE DAN CAMPUR KODE PODCAST CINTA LAURA: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK , JURNAL SELAKSA MAKNA: Vol. 2 No. 3 (2026): JURNAL SELAKSA MAKNA
- Dani Arli Ramayani, Alber Alber, Kesalahan Bahasa Tataran Morfologi pada Makalah Mahasiswa Bahasa Indonesia Universitas Islam Riau , JURNAL SELAKSA MAKNA: Vol. 2 No. 3 (2026): JURNAL SELAKSA MAKNA
- Ririn Rahmadhani, Alber Alber, Analisis Makna Denotatif dan Konotatif dalam Jurnal Puisi Cinta:Kajian Semantik , JURNAL SELAKSA MAKNA: Vol. 2 No. 3 (2026): JURNAL SELAKSA MAKNA
- Meilani Meilani, Alber Alber, ANALISIS TINDAK TUTUR KOMISIF DAN DIREKTIF DALAM PIDATO PRESIDEN PRABOWO SUBIANTO PADA PERINGATAN NUZULUL QURAN 1447 H , JURNAL SELAKSA MAKNA: Vol. 2 No. 3 (2026): JURNAL SELAKSA MAKNA
