ANALISIS TINDAK TUTUR KOMISIF DAN DIREKTIF DALAM PIDATO PRESIDEN PRABOWO SUBIANTO PADA PERINGATAN NUZULUL QURAN 1447 H
Abstract:
This study is motivated by the importance of analyzing speech acts in public communication, particularly state addresses as a means of conveying messages, exerting influence, and strengthening the relationship between leaders and the public. The subject of this study is President Prabowo Subianto’s speech at the Nuzulul Quran Commemoration 1447 H, which is rich in persuasive, religious, and moral discourse. This descriptive qualitative study aims to describe the forms and functions of directive and commissive speech acts in the speech. Data consisting of the president’s remarks uploaded to YouTube were collected through the listen-and-record technique and then analyzed using an interactive analysis model. The results indicate the dominance of two types of speech acts: directive (8 instances), which include requesting, inviting, commanding, advising, and prohibiting (with the function of inviting being the most dominant); and commissive (4 instances), which include committing, promising, and guaranteeing. The dominance of directive speech acts is oriented toward fostering collective awareness and encouraging public participation, while commissive speech acts serve to strengthen public trust in the government’s commitments. The use of these two types of speech acts has proven to be an effective communication strategy for conveying moral messages, fostering optimism, and reinforcing the legitimacy of national leadership.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kajian tindak tutur dalam komunikasi publik, khususnya pidato kenegaraan sebagai sarana penyampaian pesan, pembentukan pengaruh, dan penguatan hubungan antara pemimpin dan masyarakat. Objek penelitian ini adalah pidato Presiden Prabowo Subianto pada Peringatan Nuzulul Quran 1447 H yang kaya akan tuturan persuasif, religius, dan moral. Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan mendeskripsikan bentuk serta fungsi tindak tutur direktif dan komisif dalam pidato tersebut. Data berupa tuturan presiden yang diunggah di platform YouTube dikumpulkan melalui teknik simak dan catat, lalu dianalisis menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan adanya dominasi dua jenis tindak tutur: direktif (8 data) yang meliputi bentuk meminta, mengajak, memerintah, menasihati, dan melarang (dengan fungsi mengajak paling dominan); serta komisif (4 data) yang meliputi bentuk berkomitmen, berjanji, dan menjamin. Dominasi tindak tutur direktif berorientasi pada pembentukan kesadaran kolektif dan dorongan partisipasi publik, sedangkan tindak tutur komisif berfungsi memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap komitmen pemerintah. Penggunaan kedua tindak tutur ini terbukti menjadi strategi komunikasi efektif untuk menyampaikan pesan moral, memupuk optimisme, serta memperkokoh legitimasi kepemimpinan nasional.
Most read articles by the same author(s)
- Alya Mey Saputri, Alber Alber, SISTEM SAPAAN BAHASA MELAYU RIAU DESA MUARO SENTAJO KECAMATAN SENTAJO RAYA KABUPATEN KUANTAN SINGINGI , JURNAL SELAKSA MAKNA: Vol. 2 No. 3 (2026): JURNAL SELAKSA MAKNA
- Alfa Ramadandika, Alber Alber, FENOMENA ALIH KODE DAN CAMPUR KODE PODCAST CINTA LAURA: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK , JURNAL SELAKSA MAKNA: Vol. 2 No. 3 (2026): JURNAL SELAKSA MAKNA
- Dani Arli Ramayani, Alber Alber, Kesalahan Bahasa Tataran Morfologi pada Makalah Mahasiswa Bahasa Indonesia Universitas Islam Riau , JURNAL SELAKSA MAKNA: Vol. 2 No. 3 (2026): JURNAL SELAKSA MAKNA
- Ririn Rahmadhani, Alber Alber, Analisis Makna Denotatif dan Konotatif dalam Jurnal Puisi Cinta:Kajian Semantik , JURNAL SELAKSA MAKNA: Vol. 2 No. 3 (2026): JURNAL SELAKSA MAKNA
- Rona Ayyasy, Alber Alber, Reduplikasi Bahasa Banjar di Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir , JURNAL SELAKSA MAKNA: Vol. 2 No. 3 (2026): JURNAL SELAKSA MAKNA
