KONFLIK PSIKOLOGIS DALAM RELASI KELUARGA MELALUI DIALOG NASKAH DRAMA AYAHKU PULANG KARYA USMAR ISMAIL

Published: Apr 27, 2026

Abstract:

This study examines psychological conflict constructed through dialogue in the drama script Ayahku Pulang by Usmar Ismail. The research aims to describe the forms of psychological conflict experienced by the characters and to explain the function of dialogue in developing dramatic tension. This study employed a qualitative descriptive method using a literary psychology approach. The data source was the drama script Ayahku Pulang, while the data consisted of dialogues and dramatic situations reflecting inner conflict and interpersonal tension among the characters. Data were collected through documentation techniques and analyzed textually. The findings reveal that the psychological conflict centers on the trauma of neglect experienced by Gunarto due to the absence of a father figure within the family. This trauma is manifested through dialogues of rejection, anger, and resistance toward the father’s return. In this script, dialogue functions not only as a means of communication but also as a medium for expressing emotional wounds, power relations, and the failure of family reconciliation. Therefore, dialogue becomes the central element in representing psychological conflict profoundly within the drama.

Penelitian ini mengangkat konflik psikologis yang dibangun melalui dialog dalam naskah drama Ayahku Pulang karya Usmar Ismail. Penelitian bertujuan mendeskripsikan bentuk konflik psikologis tokoh serta menjelaskan fungsi dialog dalam membangun ketegangan dramatik. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra. Sumber data penelitian berupa naskah drama Ayahku Pulang, sedangkan data penelitian berupa dialog dan situasi dramatik yang menunjukkan konflik batin serta pertentangan antartokoh. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dan dianalisis secara tekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik psikologis berpusat pada trauma pengabaian yang dialami tokoh Gunarto akibat absennya figur ayah dalam keluarga. Trauma tersebut termanifestasi melalui dialog-dialog penolakan, kemarahan, dan resistensi terhadap kepulangan ayah. Dialog dalam naskah ini tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai medium pengungkapan luka batin, relasi kuasa, dan kegagalan rekonsiliasi keluarga. Dengan demikian, dialog menjadi unsur utama dalam merepresentasikan konflik psikologis secara mendalam dalam drama tersebut.

Keywords:
1. drama script
2. psychological conflict
3. dialogue
4. Indonesian literature
5. literary analysis
Authors:
Widaniaty Octaviani Nur Ramadanty
How to Cite
Ramadanty, W. O. N. (2026). KONFLIK PSIKOLOGIS DALAM RELASI KELUARGA MELALUI DIALOG NASKAH DRAMA AYAHKU PULANG KARYA USMAR ISMAIL . J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 14(1), 426–432. https://doi.org/10.23960/simbol.v14i1.1590

Downloads

Download data is not yet available.
References

    Anggraini, N., Azhar, S. F., & Nugroho, R. A. (2024). Konflik batin tokoh Jumena dalam naskah drama Sumur Tanpa Dasar karya Arifin C. Noer: Tinjauan psikologi sastra. BASINDO: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya.

    Endraswara, S. (2008). Metode Penelitian Psikologi Sastra. Yogyakarta: MedPress.

    Endraswara, S. (2011). Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: CAPS.

    Fitriani, R. (2021). Representasi konflik keluarga dalam drama Indonesia. J-Symbol: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, Universitas Lampung.

    Hasanuddin, W. S. (2009). Drama: Karya dalam Dua Dimensi (Kajian Teori, Sejarah, dan Analisis). Bandung: Angkasa.

    Herlina, D., & Saputra, A. (2022). Dialog sebagai pembentuk konflik dalam naskah drama modern. J-Symbol: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, Universitas Lampung.

    Hidayat, R. (2018). Konflik dan struktur dramatik dalam naskah drama Indonesia. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 18(1), 45–56.

    Ismail, U. (1950). Ayahku Pulang. Jakarta: Pustaka Rakyat.

    Kurniawan, H. (2017). Psikologi Sastra: Teori dan Praktik. Bandung: Alfabeta.

    Lestari, P. (2020). Relasi kuasa dalam keluarga pada drama Indonesia. Jurnal Poetika, 8(1), 55–64.

    Mulyawati, H. Z., & Devi, W. S. (2022). Konflik batin peran utama dalam naskah drama Sampek Engtay karya N. Riantiarno: Kajian psikologi sastra. Matapena: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 5(2).

    Nurgiyantoro, B. (2015). Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

    Nurhayati, S. (2018). Kekerasan simbolik dalam wacana sastra. Jurnal Bahasa dan Seni, 46(2), 134–145.

    Pradopo, R. D. (2012). Beberapa Teori Sastra, Metode Kritik, dan Penerapannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

    Putra, R. A. (2019). Trauma psikologis tokoh dalam karya sastra Indonesia. Jurnal Humaniora, 31(2), 198–207.

    Putri, A. D., & Yuliani, S. (2021). Konflik psikologis tokoh dalam naskah drama Indonesia modern: Kajian psikologi sastra. Jurnal Sastra Indonesia, 10(2), 112–120.

    Rahmania, A., Heryanti, D., Fandanu, D. N., Tresnawati, G., Nurlatipah, S., & Nurkamila, S. (2025). Analisis kajian psikologis konflik batin tokoh utama dalam naskah drama Mastodon dan Burung Kondor karya W.S. Rendra. Bastra: Jurnal Bahasa dan Sastra, 10(3), 812–818.

    Ratna, N. K. (2011). Psikologi Sastra: Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

    Santosa, P. (2016). Bahasa, dialog, dan konflik dalam drama. Jurnal Bahasa dan Sastra, 16(1), 1–10.

    Setiawan, D. (2021). Konflik batin dan resistensi tokoh dalam drama Indonesia. Jurnal Kajian Sastra, 5(2), 89–99.

    Suni, I. A. A. (2020). Konflik batin psikologis dalam naskah drama Badai Sepanjang Malam karya Max Arifin. Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 3(1), 74–81.

    Suryani, N. (2020). Representasi keluarga disfungsional dalam sastra Indonesia. Jurnal Ilmu Budaya, 8(1), 23–35.

    Wahyuni, S. (2019). Konflik psikologis tokoh dalam karya sastra Indonesia modern. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 9(1), 33–42.

    Yulistiani, T., & Pratiwi, D. (2020). Kajian psikologi sastra terhadap konflik batin tokoh dalam naskah drama. Jurnal Metamorfosa, 8(2), 101–110.

  1. Anggraini, N., Azhar, S. F., & Nugroho, R. A. (2024). Konflik batin tokoh Jumena dalam naskah drama Sumur Tanpa Dasar karya Arifin C. Noer: Tinjauan psikologi sastra. BASINDO: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya.
  2. Endraswara, S. (2008). Metode Penelitian Psikologi Sastra. Yogyakarta: MedPress.
  3. Endraswara, S. (2011). Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: CAPS.
  4. Fitriani, R. (2021). Representasi konflik keluarga dalam drama Indonesia. J-Symbol: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, Universitas Lampung.
  5. Hasanuddin, W. S. (2009). Drama: Karya dalam Dua Dimensi (Kajian Teori, Sejarah, dan Analisis). Bandung: Angkasa.
  6. Herlina, D., & Saputra, A. (2022). Dialog sebagai pembentuk konflik dalam naskah drama modern. J-Symbol: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, Universitas Lampung.
  7. Hidayat, R. (2018). Konflik dan struktur dramatik dalam naskah drama Indonesia. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 18(1), 45–56.
  8. Ismail, U. (1950). Ayahku Pulang. Jakarta: Pustaka Rakyat.
  9. Kurniawan, H. (2017). Psikologi Sastra: Teori dan Praktik. Bandung: Alfabeta.
  10. Lestari, P. (2020). Relasi kuasa dalam keluarga pada drama Indonesia. Jurnal Poetika, 8(1), 55–64.
  11. Mulyawati, H. Z., & Devi, W. S. (2022). Konflik batin peran utama dalam naskah drama Sampek Engtay karya N. Riantiarno: Kajian psikologi sastra. Matapena: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 5(2).
  12. Nurgiyantoro, B. (2015). Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
  13. Nurhayati, S. (2018). Kekerasan simbolik dalam wacana sastra. Jurnal Bahasa dan Seni, 46(2), 134–145.
  14. Pradopo, R. D. (2012). Beberapa Teori Sastra, Metode Kritik, dan Penerapannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  15. Putra, R. A. (2019). Trauma psikologis tokoh dalam karya sastra Indonesia. Jurnal Humaniora, 31(2), 198–207.
  16. Putri, A. D., & Yuliani, S. (2021). Konflik psikologis tokoh dalam naskah drama Indonesia modern: Kajian psikologi sastra. Jurnal Sastra Indonesia, 10(2), 112–120.
  17. Rahmania, A., Heryanti, D., Fandanu, D. N., Tresnawati, G., Nurlatipah, S., & Nurkamila, S. (2025). Analisis kajian psikologis konflik batin tokoh utama dalam naskah drama Mastodon dan Burung Kondor karya W.S. Rendra. Bastra: Jurnal Bahasa dan Sastra, 10(3), 812–818.
  18. Ratna, N. K. (2011). Psikologi Sastra: Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  19. Santosa, P. (2016). Bahasa, dialog, dan konflik dalam drama. Jurnal Bahasa dan Sastra, 16(1), 1–10.
  20. Setiawan, D. (2021). Konflik batin dan resistensi tokoh dalam drama Indonesia. Jurnal Kajian Sastra, 5(2), 89–99.
  21. Suni, I. A. A. (2020). Konflik batin psikologis dalam naskah drama Badai Sepanjang Malam karya Max Arifin. Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 3(1), 74–81.
  22. Suryani, N. (2020). Representasi keluarga disfungsional dalam sastra Indonesia. Jurnal Ilmu Budaya, 8(1), 23–35.
  23. Wahyuni, S. (2019). Konflik psikologis tokoh dalam karya sastra Indonesia modern. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 9(1), 33–42.
  24. Yulistiani, T., & Pratiwi, D. (2020). Kajian psikologi sastra terhadap konflik batin tokoh dalam naskah drama. Jurnal Metamorfosa, 8(2), 101–110.