TINDAK KESANTUNAN MODERATIF DALAM KOLOM KOMENTAR INSTAGRAM: KAJIAN PRAGMATIK WACANA POLITIK

Published: Apr 26, 2026

Abstract:

This study examines moderate politeness practices in the comments section of the Instagram account pinterpolitik as part of digital political discourse. This study uses a descriptive qualitative approach with a pragmatic discourse analysis method, based on Leech's politeness principle theory. The data consists of 18 netizen comments collected from political posts on the account pinterpolitik between October 2025 and January 2026. The analysis focuses on three dominant politeness maxims: the maxim of tact, the maxim of agreement, and the maxim of praise. The results show that netizens tend to apply moderate politeness strategies through implicit criticism, argumentative agreement, and affective and rational praise. These strategies serve to minimize potential conflict, maintain face among interlocutors, and build social legitimacy for political figures and policies. These findings confirm that moderate politeness plays a role as an adaptive mechanism in digital political discourse, enabling the expression of critical attitudes without being confrontational, while contributing to the creation of a more ethical and dialogical digital public space.

Penelitian ini mengkaji tindak kesantunan moderatif dalam kolom komentar akun Instagram pinterpolitik sebagai bagian dari wacana politik digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis wacana pragmatik, berlandaskan teori prinsip kesantunan Leech. Data berupa 18 komentar warganet yang dikumpulkan dari unggahan politik akun pinterpolitik pada periode Oktober 2025–Januari 2026. Analisis difokuskan pada tiga maksim kesantunan yang dominan, yaitu maksim kebijaksanaan, maksim persetujuan, dan maksim pujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warganet cenderung menerapkan strategi kesantunan moderatif melalui kritik implisit, persetujuan argumentatif, serta pujian afektif dan rasional. Strategi tersebut berfungsi untuk meminimalkan potensi konflik, menjaga muka mitra tutur, serta membangun legitimasi sosial terhadap figur maupun kebijakan politik. Temuan ini menegaskan bahwa kesantunan moderatif berperan sebagai mekanisme adaptif dalam wacana politik digital yang memungkinkan penyampaian sikap kritis tanpa bersifat konfrontatif, sekaligus berkontribusi pada terciptanya ruang publik digital yang lebih etis dan dialogis.

Keywords:
1. kesantunan moderatif
2. pragmatik
3. wacana politik
4. instagram
5. kolom komentar
Authors:
1 . Nadia Putri Prastikha
2 . Harun Joko Prayitno
How to Cite
Prastikha, N. P., & Prayitno, H. J. (2026). TINDAK KESANTUNAN MODERATIF DALAM KOLOM KOMENTAR INSTAGRAM: KAJIAN PRAGMATIK WACANA POLITIK. J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 14(1), 314–332. https://doi.org/10.23960/simbol.v14i1.1774

Downloads

Download data is not yet available.
References

    Amelia, D., & Anwar, K. (2021). Language Politeness in Digital Communication: A Pragmatic Analysis. Journal of Language and Literature Studies, 12(2), 144–153.

    Amalia, F. (2021). Kesantunan dalam Komentar Netizen: Analisis Pragmatik. Jurnal Bahasa dan Komunikasi, 7(1), 101–112.

    Alfitri, & Rahmawati, D. (2021). Strategi Wacana Politik Netizen di Media Sosial. Jurnal Linguistik Digital, 6(2), 55–69.

    Arifin, Z., & Rahmawati, D. (2021). Hate Speech in Social Media: A Sociopragmatic Study. Linguistics and Communication Journal, 8(1), 33–47.

    Brown, P., & Levinson, S. (1987). Politeness: Some Universals in Language Usage. Cambridge: Cambridge University Press.

    Cahyani, N. A. (2023). Kesantunan Berbahasa dalam Interaksi Digital: Kajian Pragmatik. Jurnal Linguistik Nusantara, 5(1), 89–100.

    Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Sage Publications.

    Daulay, H., Siregar, M., & Harahap, R. (2022). Kesantunan berbahasa dalam wacana politik di media sosial. Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra, 17(2), 145–156.

    Farahdiba, I. (2021). Strategi Kesantunan Moderatif dalam Wacana Kritik Sosial di Media Sosial. Bahasa dan Seni, 49(1), 54–66.

    Fitriani, D., & Hartono, R. (2022). Pragmatik Kesantunan dalam Debat Politik Online. Jurnal Bahasa dan Politik, 10(2), 134–148.

    Hasibuan, R., & Wahyuni, S. (2020). Pola Komunikasi Politik Warganet di Instagram. Jurnal Ilmu Komunikasi, 14(2), 181–192.

    Herring, S. C. (2007). A Faceted Classification Scheme for Computer-Mediated Discourse. Language@Internet, 4(1).

    Hidayati, R. (2023). Wacana Politik Digital dan Literasi Media. Jurnal Komunikasi dan Budaya, 8(1), 77–89.

    Ilhami, F., & Siregar, R. (2021). Pragmatik Digital dan Pola Kesantunan Netizen Indonesia. Jurnal Ilmu Bahasa, 6(2), 44–58.

    Kartikasari, M., & Santoso, B. (2021). Strategi Kesantunan Netizen dalam Komentar Sosial Politik. Jurnal Wacana Online, 9(1), 22–34.

    Leech, G. (2014). The Pragmatics of Politeness. Oxford University Press.

    Lestari, R., & Diani, A. (2023). Ujaran Kebencian dan Ketimpangan Gender dalam Media Sosial. Jurnal Gender dan Wacana, 7(2), 118–132.

    Maulidiyah, S. (2022). Pragmatik Digital dan Perilaku Verbal Netizen: Studi Kasus Instagram. Jurnal Pragmatik Indonesia, 3(2), 77–90.

    Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif (ed. revisi). Remaja Rosdakarya.

    Musyawir. (2024). Strategi kesantunan berbahasa netizen dalam diskursus politik di media sosial. Jurnal Linguistik Indonesia, 42(1), 55–68.

    Nasrullah, R. (2015). Media Sosial: Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

    Nugroho, A., & Santoso, A. (2022). Partisipasi Politik Digital di Era Post-Truth. Jurnal Sosial dan Politik, 14(1), 66–79.

    Nurhayati, E., & Yusuf, A. (2023). Diskursus Kesantunan dalam Media Sosial Politik. Jurnal Bahasa dan Budaya, 11(1), 22–37.

    Oktaviani, D., & Hermagustiana, I. (2022). Strategi Bahasa Netizen dalam Kolom Komentar Tokoh Politik. Jurnal Bahasa dan Sastra, 16(1), 45–59.

    Pratama, R. D., & Fauzia, S. (2020). Agresi Verbal dalam Komentar Media Sosial. Jurnal Komunikasi Digital, 9(2), 202–215.

    Purwanto, A., & Ariyani, F. (2020). Netizen dan Strategi Wacana Moderatif dalam Komentar Instagram. Jurnal Semiotic, 14(2), 91–105.

    Putri, A. S., & Santosa, R. (2021). Analisis Pragmatik Kesantunan dalam Forum Komentar Politik. Jurnal Bahasa dan Politik, 2(2), 60–72.

    Rahayu, N., & Pranata, A. (2023). Tindak Tutur dan Kesantunan dalam Komentar Instagram Politik. Jurnal Pragmatik Sosial, 7(1), 50–65.

    Rizky, A. & Rohmah, M. (2022). Kesantunan Digital dan Literasi Politik Masyarakat Muda. Jurnal Literasi Digital, 4(1), 77–89.

    Rukmini, D., & Suganda, R. (2019). Kesantunan dalam Wacana Kritik Daring. Jurnal Bahasa dan Budaya Digital, 3(2), 109–124.

    Saputra, H., & Zulfa, F. (2020). Praktik Diskursif di Media Sosial Politik. Jurnal Analisis Wacana, 5(1), 35–49.

    Sari, M., & Hapsari, R. (2023). Pragmatik dan Kesantunan dalam Wacana Twitter Politik Indonesia. Jurnal Komunikasi Digital, 10(1), 13–27.

    Setiawan, H., & Indriani, S. (2022). Citra Diri dan Kesantunan dalam Komentar Politik di Instagram. Jurnal Wacana Politik Digital, 5(1), 33–49.

    Suri, A., & Noviyanti, E. (2024). Kesantunan berbahasa dalam komunikasi digital: Analisis pragmatik pada komentar media sosial. Jurnal Bahasa dan Komunikasi, 9(1), 1–12.

    Tsur, O., & Rappoport, A. (2012). What’s in a Hashtag? Content-based Prediction of the Spread of Ideas in Microblogging Communities. WSDM.

    Utami, R. S. (2020). Tindak Tutur Kesantunan dalam Interaksi Mahasiswa di Media Sosial. Jurnal Linguistik dan Pendidikan Bahasa, 4(2), 55–70.

    Wahyuni, S., & Nurlaili, N. (2023). Kekasaran Verbal dalam Komentar Politik di Media Sosial. Jurnal Bahasa, Sastra, dan Teknologi, 8(2), 55–70.

    Wardani, D. P., Nugroho, A., & Rahmawati, L. (2024). Pola interaksi dan kesantunan dalam komentar politik di media sosial. Jurnal Pragmatik Indonesia, 6(2), 101–115.

    Watts, R. J. (2003). Politeness. Cambridge University Press.

    Wijayanti, S., & Anggraini, F. (2020). Wacana Politik dan Strategi Kesantunan dalam Komentar Publik. Jurnal Komunikasi Indonesia, 9(1), 44–59.

    Wulandari, F., Nugroho, D., & Mahendra, B. (2023). Strategi Mitigasi dalam Wacana Kritik Netizen. Jurnal Bahasa, Sastra, dan Media, 6(2), 89–101.

    Yuliana, R., Handayani, A., & Zainuddin, M. (2022). Analisis Linguistik terhadap Ujaran Kebencian Politik. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 13(3), 213–229.

    Yule, G. (2014). The Study of Language (5th ed.). Cambridge: Cambridge University Press.

    Zappavigna, M. (2015). Searchable Talk: The Linguistic Functions of Hashtags. Social Semiotics, 25(3), 274–291.

    Zhao, W. X., Jiang, J., Weng, J., He, J., Lim, E. P., Yan, H., & Li, X. (2018). Comparing Twitter and Traditional Media Using Topic Models. Advances in Information Retrieval, 338–349.

    Tannen, D. (2005). Conversational Style: Analyzing Talk Among Friends. Oxford University Press.

  1. Amelia, D., & Anwar, K. (2021). Language Politeness in Digital Communication: A Pragmatic Analysis. Journal of Language and Literature Studies, 12(2), 144–153.
  2. Amalia, F. (2021). Kesantunan dalam Komentar Netizen: Analisis Pragmatik. Jurnal Bahasa dan Komunikasi, 7(1), 101–112.
  3. Alfitri, & Rahmawati, D. (2021). Strategi Wacana Politik Netizen di Media Sosial. Jurnal Linguistik Digital, 6(2), 55–69.
  4. Arifin, Z., & Rahmawati, D. (2021). Hate Speech in Social Media: A Sociopragmatic Study. Linguistics and Communication Journal, 8(1), 33–47.
  5. Brown, P., & Levinson, S. (1987). Politeness: Some Universals in Language Usage. Cambridge: Cambridge University Press.
  6. Cahyani, N. A. (2023). Kesantunan Berbahasa dalam Interaksi Digital: Kajian Pragmatik. Jurnal Linguistik Nusantara, 5(1), 89–100.
  7. Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Sage Publications.
  8. Daulay, H., Siregar, M., & Harahap, R. (2022). Kesantunan berbahasa dalam wacana politik di media sosial. Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra, 17(2), 145–156.
  9. Farahdiba, I. (2021). Strategi Kesantunan Moderatif dalam Wacana Kritik Sosial di Media Sosial. Bahasa dan Seni, 49(1), 54–66.
  10. Fitriani, D., & Hartono, R. (2022). Pragmatik Kesantunan dalam Debat Politik Online. Jurnal Bahasa dan Politik, 10(2), 134–148.
  11. Hasibuan, R., & Wahyuni, S. (2020). Pola Komunikasi Politik Warganet di Instagram. Jurnal Ilmu Komunikasi, 14(2), 181–192.
  12. Herring, S. C. (2007). A Faceted Classification Scheme for Computer-Mediated Discourse. Language@Internet, 4(1).
  13. Hidayati, R. (2023). Wacana Politik Digital dan Literasi Media. Jurnal Komunikasi dan Budaya, 8(1), 77–89.
  14. Ilhami, F., & Siregar, R. (2021). Pragmatik Digital dan Pola Kesantunan Netizen Indonesia. Jurnal Ilmu Bahasa, 6(2), 44–58.
  15. Kartikasari, M., & Santoso, B. (2021). Strategi Kesantunan Netizen dalam Komentar Sosial Politik. Jurnal Wacana Online, 9(1), 22–34.
  16. Leech, G. (2014). The Pragmatics of Politeness. Oxford University Press.
  17. Lestari, R., & Diani, A. (2023). Ujaran Kebencian dan Ketimpangan Gender dalam Media Sosial. Jurnal Gender dan Wacana, 7(2), 118–132.
  18. Maulidiyah, S. (2022). Pragmatik Digital dan Perilaku Verbal Netizen: Studi Kasus Instagram. Jurnal Pragmatik Indonesia, 3(2), 77–90.
  19. Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif (ed. revisi). Remaja Rosdakarya.
  20. Musyawir. (2024). Strategi kesantunan berbahasa netizen dalam diskursus politik di media sosial. Jurnal Linguistik Indonesia, 42(1), 55–68.
  21. Nasrullah, R. (2015). Media Sosial: Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
  22. Nugroho, A., & Santoso, A. (2022). Partisipasi Politik Digital di Era Post-Truth. Jurnal Sosial dan Politik, 14(1), 66–79.
  23. Nurhayati, E., & Yusuf, A. (2023). Diskursus Kesantunan dalam Media Sosial Politik. Jurnal Bahasa dan Budaya, 11(1), 22–37.
  24. Oktaviani, D., & Hermagustiana, I. (2022). Strategi Bahasa Netizen dalam Kolom Komentar Tokoh Politik. Jurnal Bahasa dan Sastra, 16(1), 45–59.
  25. Pratama, R. D., & Fauzia, S. (2020). Agresi Verbal dalam Komentar Media Sosial. Jurnal Komunikasi Digital, 9(2), 202–215.
  26. Purwanto, A., & Ariyani, F. (2020). Netizen dan Strategi Wacana Moderatif dalam Komentar Instagram. Jurnal Semiotic, 14(2), 91–105.
  27. Putri, A. S., & Santosa, R. (2021). Analisis Pragmatik Kesantunan dalam Forum Komentar Politik. Jurnal Bahasa dan Politik, 2(2), 60–72.
  28. Rahayu, N., & Pranata, A. (2023). Tindak Tutur dan Kesantunan dalam Komentar Instagram Politik. Jurnal Pragmatik Sosial, 7(1), 50–65.
  29. Rizky, A. & Rohmah, M. (2022). Kesantunan Digital dan Literasi Politik Masyarakat Muda. Jurnal Literasi Digital, 4(1), 77–89.
  30. Rukmini, D., & Suganda, R. (2019). Kesantunan dalam Wacana Kritik Daring. Jurnal Bahasa dan Budaya Digital, 3(2), 109–124.
  31. Saputra, H., & Zulfa, F. (2020). Praktik Diskursif di Media Sosial Politik. Jurnal Analisis Wacana, 5(1), 35–49.
  32. Sari, M., & Hapsari, R. (2023). Pragmatik dan Kesantunan dalam Wacana Twitter Politik Indonesia. Jurnal Komunikasi Digital, 10(1), 13–27.
  33. Setiawan, H., & Indriani, S. (2022). Citra Diri dan Kesantunan dalam Komentar Politik di Instagram. Jurnal Wacana Politik Digital, 5(1), 33–49.
  34. Suri, A., & Noviyanti, E. (2024). Kesantunan berbahasa dalam komunikasi digital: Analisis pragmatik pada komentar media sosial. Jurnal Bahasa dan Komunikasi, 9(1), 1–12.
  35. Tsur, O., & Rappoport, A. (2012). What’s in a Hashtag? Content-based Prediction of the Spread of Ideas in Microblogging Communities. WSDM.
  36. Utami, R. S. (2020). Tindak Tutur Kesantunan dalam Interaksi Mahasiswa di Media Sosial. Jurnal Linguistik dan Pendidikan Bahasa, 4(2), 55–70.
  37. Wahyuni, S., & Nurlaili, N. (2023). Kekasaran Verbal dalam Komentar Politik di Media Sosial. Jurnal Bahasa, Sastra, dan Teknologi, 8(2), 55–70.
  38. Wardani, D. P., Nugroho, A., & Rahmawati, L. (2024). Pola interaksi dan kesantunan dalam komentar politik di media sosial. Jurnal Pragmatik Indonesia, 6(2), 101–115.
  39. Watts, R. J. (2003). Politeness. Cambridge University Press.
  40. Wijayanti, S., & Anggraini, F. (2020). Wacana Politik dan Strategi Kesantunan dalam Komentar Publik. Jurnal Komunikasi Indonesia, 9(1), 44–59.
  41. Wulandari, F., Nugroho, D., & Mahendra, B. (2023). Strategi Mitigasi dalam Wacana Kritik Netizen. Jurnal Bahasa, Sastra, dan Media, 6(2), 89–101.
  42. Yuliana, R., Handayani, A., & Zainuddin, M. (2022). Analisis Linguistik terhadap Ujaran Kebencian Politik. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 13(3), 213–229.
  43. Yule, G. (2014). The Study of Language (5th ed.). Cambridge: Cambridge University Press.
  44. Zappavigna, M. (2015). Searchable Talk: The Linguistic Functions of Hashtags. Social Semiotics, 25(3), 274–291.
  45. Zhao, W. X., Jiang, J., Weng, J., He, J., Lim, E. P., Yan, H., & Li, X. (2018). Comparing Twitter and Traditional Media Using Topic Models. Advances in Information Retrieval, 338–349.
  46. Tannen, D. (2005). Conversational Style: Analyzing Talk Among Friends. Oxford University Press.