PERBANDINGAN KRISIS IKLIM DALAM NOVELET SUMUR KARYA EKA KURNIAWAN DENGAN NOVEL WEATHERING WITH YOU KARYA SHINKAI MAKOTO SEBAGAI BAHAN AJAR SASTRA DI SMA KELAS XII

Published: Sep 26, 2026

Abstract:

This research aims to describe the representation of the climate crisis in both works and analyze its relevance as a literature teaching material in high school class XII. This research uses a comparative descriptive method with a qualitative approach. The source of research data is in the form of the novel Sumur by Eka Kurniawan and the novel Weathering With You by Shinkai Makoto. Data collection techniques are carried out through literature studies, reading techniques, and note-taking techniques. Data analysis is carried out by identifying, classifying, comparing, interpreting, and describing data according to the research focus. The research results show that both works both represent the climate crisis as an environmental problem that has a wide impact on human life. In the Well, the climate crisis is represented through prolonged drought, reduced rainfall, water crisis, declining agricultural yields, food crisis, and population migration. Meanwhile, in Weathering With You, the climate crisis is represented through continuous extreme rains, floods, erratic seasonal changes, disrupted social activities, and rising food prices due to declining agricultural yields. In addition, the results of the analysis show that both works have a strong relevance as literature teaching materials in high school class XII because they are in accordance with the learning achievements of the Merdeka Curriculum.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi perbandingan krisis iklim dalam novelet Sumur karya Eka Kurniawan dan novel Weathering With You karya Shinkai Makoto serta menganalisis relevansinya sebagai bahan ajar sastra di SMA kelas XII. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif komparatif dengan pendekatan kualitatif. Data penelitian berupa kutipan-kutipan yang merepresentasikan perbandingan krisis iklim dalam kedua karya. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, teknik baca, dan teknik catat. Analisis data dilakukan dengan cara mengidentifikasi, mengklasifikasi, membandingkan, menginterpretasikan, dan mendeskripsikan data sesuai fokus penelitian. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kedua karya sama-sama merepresentasikan krisis iklim sebagai permasalahan lingkungan yang berdampak luas terhadap kehidupan manusia. Dalam Sumur, krisis iklim direpresentasikan melalui kekeringan berkepanjangan, berkurangnya curah hujan, krisis air, penurunan hasil pertanian, krisis pangan, dan migrasi penduduk. Sementara itu, dalam Weathering With You, krisis iklim direpresentasikan melalui hujan ekstrem yang berlangsung terus-menerus, banjir, perubahan musim yang tidak menentu, terganggunya aktivitas sosial, serta kenaikan harga pangan akibat menurunnya hasil pertanian. Selain itu, hasil analisis menunjukkan bahwa kedua karya memiliki relevansi yang kuat sebagai bahan ajar sastra di SMA kelas XII karena sesuai dengan capaian pembelajaran Kurikulum Merdeka.

Keywords:
1. climate crisis
2. comparative literature
3. Sumur novelet
4. Weathering With You novel
Authors:
1 . Nabila Nurhidayah
2 . Ferina Meliasanti
3 . Kurnia Dewi Nurfadillah
How to Cite
Nurhidayah, N., Ferina Meliasanti, & Kurnia Dewi Nurfadillah. (2026). PERBANDINGAN KRISIS IKLIM DALAM NOVELET SUMUR KARYA EKA KURNIAWAN DENGAN NOVEL WEATHERING WITH YOU KARYA SHINKAI MAKOTO SEBAGAI BAHAN AJAR SASTRA DI SMA KELAS XII . J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 14(2), 794–807. https://doi.org/10.23960/simbol.v14i2.2099

Downloads

Download data is not yet available.
References

    Botung, Y. N., Dahlan, D., & Hanum, I. S. (2022). Perbandingan Novel Hujan Bulan Juni Karya Sapardi Djoko Damono dan Film Hujan Bulan Juni Sutradara Reni Nurcahyo HS. Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya, 6(3), 1040-1057. (2024).

    Endraswara, S. (2016). Sastra Ekologis. Yogyakarta: PT Buku Seru.

    Endraswara, S. (2013). Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: PT BUKU SERU.

    Kurniawan, Eka. (2021). Sumur. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

    Iqbal, M. (2023, April 26). Lindungihutan. Diambil kembali dari Apa itu Krisis Iklim? Penyebab dan Dampaknya bagi Kehidupan Kita: https://lindungihutan.com/blog/krisis-iklim-dan-dampaknya /. Diakses 24 April 2026.

    Humairoh, N. I. (2022, November 25). Kompas. Diambil kembali dari Inilah 7 Faktor yang Menyebabkan Terjadinya Perubahan Iklim. https://buku.kompas.com/read/2927/inilah-7-faktor-yang-menyebabkan-terjadinya-perubahan-iklim. Diakses 24 April 2026.

    Larasati, M. M., & Manut, A. M. (2022). Kajian Ekokritik Sastra: Representasi Lingkungan dan Alam dalam 50 Cerpen Tani karya E. Rokajat Asura. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa dan Sastra, 715. https://doi.org/10.30605/onoma.v8i2.1967

    Linda. (2025, November 24). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Diambil kembali dari Mengenal Gas Rumah Kaca, Penyebab Utama Pemanasan Global: https://www.bmkg.go.id/artikel/gas-rumah-kaca.

    Moleong, Lexy J. (2018) Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

    Makoto, Shinkai. (2019) Weathering With You. Jawa Timur: Penerbit Haru.

    Nurgiyantoro, B. (2018). Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

    Nitami, Adya & Hartati, Dian. (2022) Sastra Banding Novel Kemarau karya A.A Navis dengan novel The Dry karya Jane Harper. Sebasa: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 71-75. https://doi.org/10.29408/sb0s.v5i1.5230

    Oktaviani, S., & Ruddin, M. (2024). Representasi Ekokritik Sastra Perspektif Lawrance Buell dalam Novel Menanam adalah Melawan Karya Widodo. Ghâncaran: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, V, 254–268. https://doi.org/10.19105/ghancaran.vi.17210

    Sukmawan, Sony. (2016) Ekokritik Sastra. Malang: UB Press.

    Watts, Jonathan (December 16, 2018). "Global warming should be called global heating, says key scientist". Grist. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal August 24, 2019.

    Yurnaningsih, dkk. (2024) Kritik Lingkungan pada Naskah Dhemit karya Heru Kesawa Murti: Kajian Ekokritik Greg Garrard. Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya. 165-167. http://dx.doi.org/10.30872/jbssb.v10i2.26792

    Zahro, A. (2021). Perbandingan Ekokritik pada Puisi" Pesan dari Situ" karya Muhammad Bintang Yanita Putra dengan Cerpen" Situ Gintung" karya Putu Wijaya (Kajian Sastra Bandingan). CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics), 7(1), 67-78. https://doi.org/10.30872/calls.v7i1.5126

    Linda. (2025, November 24). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Diambil kembali dari Mengenal Gas Rumah Kaca, Penyebab Utama Pemanasan Global: https://www.bmkg.go.id/artikel/gas-rumah-kaca.

  1. Botung, Y. N., Dahlan, D., & Hanum, I. S. (2022). Perbandingan Novel Hujan Bulan Juni Karya Sapardi Djoko Damono dan Film Hujan Bulan Juni Sutradara Reni Nurcahyo HS. Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya, 6(3), 1040-1057. (2024).
  2. Endraswara, S. (2016). Sastra Ekologis. Yogyakarta: PT Buku Seru.
  3. Endraswara, S. (2013). Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: PT BUKU SERU.
  4. Kurniawan, Eka. (2021). Sumur. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
  5. Iqbal, M. (2023, April 26). Lindungihutan. Diambil kembali dari Apa itu Krisis Iklim? Penyebab dan Dampaknya bagi Kehidupan Kita: https://lindungihutan.com/blog/krisis-iklim-dan-dampaknya /. Diakses 24 April 2026.
  6. Humairoh, N. I. (2022, November 25). Kompas. Diambil kembali dari Inilah 7 Faktor yang Menyebabkan Terjadinya Perubahan Iklim. https://buku.kompas.com/read/2927/inilah-7-faktor-yang-menyebabkan-terjadinya-perubahan-iklim. Diakses 24 April 2026.
  7. Larasati, M. M., & Manut, A. M. (2022). Kajian Ekokritik Sastra: Representasi Lingkungan dan Alam dalam 50 Cerpen Tani karya E. Rokajat Asura. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa dan Sastra, 715. https://doi.org/10.30605/onoma.v8i2.1967
  8. Linda. (2025, November 24). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Diambil kembali dari Mengenal Gas Rumah Kaca, Penyebab Utama Pemanasan Global: https://www.bmkg.go.id/artikel/gas-rumah-kaca.
  9. Moleong, Lexy J. (2018) Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
  10. Makoto, Shinkai. (2019) Weathering With You. Jawa Timur: Penerbit Haru.
  11. Nurgiyantoro, B. (2018). Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
  12. Nitami, Adya & Hartati, Dian. (2022) Sastra Banding Novel Kemarau karya A.A Navis dengan novel The Dry karya Jane Harper. Sebasa: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 71-75. https://doi.org/10.29408/sb0s.v5i1.5230
  13. Oktaviani, S., & Ruddin, M. (2024). Representasi Ekokritik Sastra Perspektif Lawrance Buell dalam Novel Menanam adalah Melawan Karya Widodo. Ghâncaran: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, V, 254–268. https://doi.org/10.19105/ghancaran.vi.17210
  14. Sukmawan, Sony. (2016) Ekokritik Sastra. Malang: UB Press.
  15. Watts, Jonathan (December 16, 2018). "Global warming should be called global heating, says key scientist". Grist. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal August 24, 2019.
  16. Yurnaningsih, dkk. (2024) Kritik Lingkungan pada Naskah Dhemit karya Heru Kesawa Murti: Kajian Ekokritik Greg Garrard. Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya. 165-167. http://dx.doi.org/10.30872/jbssb.v10i2.26792
  17. Zahro, A. (2021). Perbandingan Ekokritik pada Puisi" Pesan dari Situ" karya Muhammad Bintang Yanita Putra dengan Cerpen" Situ Gintung" karya Putu Wijaya (Kajian Sastra Bandingan). CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics), 7(1), 67-78. https://doi.org/10.30872/calls.v7i1.5126
  18. Linda. (2025, November 24). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Diambil kembali dari Mengenal Gas Rumah Kaca, Penyebab Utama Pemanasan Global: https://www.bmkg.go.id/artikel/gas-rumah-kaca.