J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia is a biannual journal (April and September) published by the Master of Indonesian Language and Literature Education study program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung.

The journal aims to promote the development of links between research in education, linguistics, applied linguistics, arts, as well as literature and its application in professional and educational settings. Therefore, the journal in... Readmore

J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia is a biannual journal (April and September) published by the Master of Indonesian Language and Literature Education study program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung.

The journal aims to promote the development of links between research in education, linguistics, applied linguistics, arts, as well as literature and its application in professional and educational settings. Therefore, the journal invites researchers, scholars, students to submit their research articles and literature reviews for publication in this journal.

ISSN
2355-4061 (printed) | 2830-5256 (online)
Published
2026-09-19
sinta-4

Articles

SEMIOTIKA PESAN MORAL DALAM FIM “DUA GARIS BIRU” TEORI ROLAND BARTHES KARYA GINA S.NOER

This study aims to reveal the moral messages in the film Dua Garis Biru using Roland Barthes’ semiotics. The film depicts the complexity of problems faced by teenagers after premarital pregnancy, highlighting the tensions between expectations, responsibility, and social consequences. Employing Barthes’ semiotic theory, this research investigates how both verbal and visual signs form profound meanings related to morality, social norms, and cultural pressures. Through two stages of analysis—denotation (literal meaning) and connotation (interpretative meaning)—the study identifies both direct meanings and complex interpretations reflecting societal moral values. The results show that the film conveys a strong moral message about the importance of personal and social responsibility in facing the consequences of an action. Furthermore, the film illustrates how society tends to judge individuals’ life choices. This research provides insight that film can serve as an effective medium for conveying moral messages through the use of richly meaningful signs.   Penelitian ini bertujuan mengungkap pesan moral dalam film Dua Garis Biru menggunakan semiotika Roland Barthes. Film ini menggambarkan kompleksitas masalah yang dihadapi remaja setelah hamil di luar nikah, menyoroti pertentangan antara harapan, tanggung jawab, dan dampak sosial. Dengan teori Barthes, penelitian menyelidiki bagaimana tanda verbal dan visual membentuk makna mendalam terkait moralitas, norma sosial, dan tekanan budaya. Melalui dua tahap analisis—denotasi (makna literal) dan konotasi (makna interpretatif)—penelitian mengidentifikasi makna langsung maupun interpretasi kompleks yang merefleksikan nilai moral masyarakat. Hasil analisis menunjukkan bahwa film ini menyampaikan pesan moral kuat tentang pentingnya tanggung jawab pribadi dan sosial dalam menghadapi konsekuensi tindakan. Selain itu, film menggambarkan kecenderungan masyarakat memberikan penilaian terhadap pilihan hidup individu. Penelitian ini memberikan wawasan bahwa film dapat berfungsi sebagai sarana efektif menyampaikan pesan moral melalui tanda-tanda yang kaya makna.

ANTARA MUSIBAH DAN KELALAIAN: ANALISIS FRAMING PADA PEMBERITAAN RUNTUHNYA PONDOK PESANTREN AL-KHOZINY DI KOMPAS.COM DAN BERITAJATIM.COM

This study aims to describe and compare the framing employed by Kompas.com and Beritajatim.com in reporting the tragedy and its implications for news text learning. The study employed a qualitative approach with a descriptive method and utilized the Pan and Kosicki framing analysis model, which includes syntactic, script, thematic, and rhetorical structures. The research data consisted of news articles concerning the Al-Khoziny Islamic Boarding School tragedy published by both media outlets during September–October 2025. Data were collected through documentation and note-taking techniques, while data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that Kompas.com emphasizes alleged negligence, violations of safety procedures, and legal accountability, whereas Beritajatim.com focuses more on humanitarian aspects, the atmosphere of grief, and the victim evacuation process. These differences in framing demonstrate that each media outlet has its own way of interpreting an event; therefore, readers need to critically evaluate information presented by the mass media.   Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan membandingkan framing yang digunakan oleh Kompas.com dan Beritajatim.com dalam memberitakan tragedi tersebut serta implikasinya terhadap pembelajaran teks berita. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan model analisis framing Pan dan Kosicki yang meliputi struktur sintaktik, skrip, tematik, dan retoris. Data penelitian berupa berita tentang tragedi Pondok Pesantren Al-Khoziny yang diterbitkan oleh kedua media pada periode September - Oktober 2025. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dan teknik baca-catat, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kompas.com lebih menonjolkan aspek dugaan kelalaian, pelanggaran prosedur keselamatan, serta pertanggungjawaban hukum, sedangkan Beritajatim.com lebih menekankan sisi kemanusiaan, suasana duka, dan proses evakuasi korban. Perbedaan framing tersebut menunjukkan bahwa media memiliki cara tersendiri dalam memaknai suatu peristiwa sehingga pembaca perlu bersikap kritis dalam memahami informasi yang disajikan oleh media massa.

INTERFERENSI BAHASA KANGEAN TERHADAP BAHASA INDONESIA DALAM TEKS KULTUM SISWA SMA MUHAMMADIYAH 3 ARJASA SUMENEP

This study aims to describe the forms of Kangean language interference in Indonesian, identify the factors contributing to its occurrence, and explain the functions of such interference in kultum (Islamic short sermon) texts written by students of SMA Muhammadiyah 3 Arjasa. This study employed a qualitative descriptive approach. The primary data consisted of students' kultum texts, while supporting data were obtained through interviews with the Vice Principal for ISMUBA Affairs, an Indonesian language teacher, and an Islamic Education teacher. Data were collected through documentation and interviews and analyzed using an interactive model involving data reduction, data display, conclusion drawing, and verification through technique triangulation. The findings revealed 29 instances of Kangean language interference, comprising 8 morphological, 14 lexical, and 7 syntactic interferences. Morphological interference was characterized by the transfer of Kangean affixation patterns into Indonesian word formation, lexical interference by the use of Kangean vocabulary in Indonesian discourse, and syntactic interference by sentence structures influenced by Kangean grammatical patterns. The occurrence of interference was influenced by bilingualism, the dominance of Kangean as the students' first language, habitual use of the local language, limited mastery of Indonesian vocabulary, and the surrounding social environment.   Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk interferensi bahasa Kangean terhadap bahasa Indonesia, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kemunculannya, serta menjelaskan fungsi interferensi dalam teks kultum siswa SMA Muhammadiyah 3 Arjasa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data utama berupa teks kultum siswa, sedangkan data pendukung diperoleh melalui wawancara dengan Wakil Kepala Sekolah Bidang ISMUBA, guru Bahasa Indonesia, dan guru Pendidikan Agama Islam. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, penarikan simpulan, dan verifikasi melalui triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 29 data interferensi yang terdiri atas 8 interferensi morfologis, 14 interferensi leksikal, dan 7 interferensi sintaktis. Interferensi morfologis ditandai oleh penggunaan pola afiksasi bahasa Kangean dalam pembentukan kata bahasa Indonesia, interferensi leksikal ditandai oleh penggunaan kosakata bahasa Kangean dalam tuturan berbahasa Indonesia, sedangkan interferensi sintaktis tampak pada penggunaan frasa dan kalimat yang masih mengikuti pola sintaksis bahasa Kangean.

PENGGUNAAN BAHASA GAUL DALAM KOLOM KOMENTAR AKUN INSTAGRAM KONTEN KREATOR LAMPUNG @dayintaa

This study aims to identify and describe the forms and meanings of slang used in the comment sections of the Instagram account @dayintaa_ on posts made during May and June. The theoretical framework relies on the views of Kridalaksana (2009) and Muslich (2008). A qualitative approach with a descriptive method was employed. The research data consists of vocabulary classified as slang found in Instagram comments, while the object of study is the use of slang by users on the @dayintaa_ account. Data was sourced from comments on the account, and collection was carried out using the "listen and note" (simak dan catat) method. The analysis revealed 70 instances of slang, comprising 14 abbreviations, 4 loanwords, 7 acronyms, 3 metatheses, 9 contractions, 6 clippings, 3 instances of foreign language usage, 10 improvisations of root words, 2 monophthongizations, and 12 newly coined words. Among these, abbreviations were the most dominant form of slang, as they are considered practical and facilitate faster communication on social media. Furthermore, the emergence of newly coined words demonstrates the creativity of social media users in generating vocabulary variations that align with linguistic evolution in the digital space.   Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi serta mendeskripsikan bentuk dan makna bahasa gaul yang digunakan dalam kolom komentar akun Instagram @dayintaa_ pada unggahan selama bulan Mei dan Juni. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada pendapat Kridalaksana (2009) dan Muslich (2008). Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa kosakata yang tergolong sebagai bahasa gaul dalam kolom komentar Instagram, sedangkan objek penelitian adalah penggunaan bahasa gaul oleh para pengguna pada akun @dayintaa_. Sumber data diperoleh dari komentar-komentar yang terdapat pada akun tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode simak dan catat. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan sebanyak 70 data bahasa gaul yang terdiri atas 14 bentuk singkatan, 4 kata serapan, 7 akronim, 3 metatesis, 9 kontraksi, 6 pemenggalan, 3 penggunaan bahasa asing, 10 improvisasi kata asal, 2 bentuk monoftongisasi, dan 12 bentuk kata baru. Dari seluruh data tersebut, bentuk singkatan merupakan jenis bahasa gaul yang paling dominan digunakan karena dinilai lebih praktis dan mampu mempercepat proses komunikasi di media sosial. Selain itu, kemunculan bentuk-bentuk kata baru juga menunjukkan kreativitas pengguna media sosial dalam menciptakan variasi kosakata yang sesuai dengan perkembangan bahasa di ruang digital.

EFEKTIVITAS MEDIA VIDIO ANIMASI TERHADAP PEMBELAJARAN MENULIS PERMULAAN KELAS II MIN 7 SELUMA

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penggunaan media video animasi terhadap hasil belajar membaca permulaan siswa kelas II MIN 7 Seluma. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Metode eksperimen digunakan untuk mengetahui efektivitas media video animasi terhadap keterampilan menulis permulaan siswa kelas II MIN 7 Seluma. Desain eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah One Group Pretest–Posttest Design, yaitu desain eksperimen sederhana yang melibatkan satu kelompok tanpa kelompok pembanding. Berdasarkan hasil penelitian pada 26 siswa kelas II MIN 7 Seluma, penggunaan media video animasi terbukti efektif meningkatkan kemampuan menulis permulaan siswa. Nilai rata-rata siswa meningkat dari 61,2 pada pretest menjadi 82,4 pada posttest, dengan peningkatan sebesar 21,2 poin. Ketuntasan belajar juga mengalami peningkatan dari 28% (7 siswa) sebelum perlakuan menjadi 72% (19 siswa) setelah pembelajaran menggunakan media video animasi. Hasil analisis N-Gain sebesar 0,55 menunjukkan peningkatan pada kategori sedang. Peningkatan kemampuan terlihat pada aspek ketepatan bentuk huruf, kerapian tulisan, ketepatan penulisan kata, kemampuan menulis kalimat sederhana, serta keterbacaan tulisan. Selain itu, siswa terlihat lebih aktif, fokus, dan antusias selama proses pembelajaran berlangsung. Dengan demikian, media video animasi efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan menulis permulaan siswa kelas rendah   The purpose of this study was to determine the effectiveness of using animated video media on the learning outcomes of second-grade students at MIN 7 Seluma. This study used a quantitative approach with an experimental method. The experimental method was used to determine the effectiveness of animated video media on the beginning writing skills of second-grade students at MIN 7 Seluma. The experimental design used in this study was a One Group Pretest–Posttest Design, a simple experimental design involving one group without a comparison group. Based on the results of the study on 26 second-grade students at MIN 7 Seluma, the use of animated video media was proven effective in improving students' beginning writing skills. The average student score increased from 61.2 in the pretest to 82.4 in the posttest, representing an increase of 21.2 points. Learning completion also increased from 28% (7 students) before treatment to 72% (19 students) after learning using animated video media. The N-Gain analysis results of 0.55 indicated a moderate improvement. Improved skills were evident in letterform accuracy, neatness of writing, word accuracy, simple sentence writing, and legibility. Furthermore, students appeared more active, focused, and enthusiastic during the learning process. Therefore, animated video media is effective in improving the beginning writing skills of lower-grade students.

Indexer Sites