PENGEMBANGAN STORYNOMICS TOURISM SEBAGAI DIFERENSIASI KOMUNIKASI PEMASARAN

Published: Sep 24, 2026

Abstract:

This study aims to analyze storynomics tourism as a differentiation strategy in marketing communication through the tourism profile video of Marriott Hotel featured on the Instagram account @lampungmarriottresort. The research employed a qualitative descriptive approach with a case study design focusing on tourism communication based on the storynomics tourism concept. Data were collected through in-depth interviews with the account manager, direct observation, and documentation of internal communication materials, including digital messages and work records. The data were analyzed thematically to identify patterns, techniques, and challenges in building audience engagement. The findings indicate that the implementation of storynomics tourism in the Marriott Lampung tourism profile video is effective as a marketing communication differentiation strategy by strengthening destination image, enhancing the attractiveness of digital promotion, and creating emotional engagement with audiences through visual narratives highlighting natural beauty, local culture, tourism experiences, and the hotel's identity. Its development strategy integrates storytelling, local cultural values, tourism experiences, and digital technology in producing authentic and value-added promotional content. Furthermore, a storynomics tourism message design that combines emotional elements, destination identity, and tourism experiences within a well-structured.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis storynomics tourism sebagai strategi diferensiasi dalam komunikasi pemasaran melalui video profil pariwisata Marriott Hotel yang ditampilkan pada akun Instagram @lampungmarriottresort. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus yang berfokus pada komunikasi pariwisata berbasis konsep storynomics tourism. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pengelola akun, observasi langsung, serta dokumentasi terhadap berbagai materi komunikasi internal, termasuk pesan-pesan digital dan catatan kerja. Data dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola, teknik, serta tantangan dalam membangun keterlibatan audiens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi storynomics tourism dalam video profil pariwisata Marriott Lampung efektif sebagai strategi diferensiasi komunikasi pemasaran karena mampu memperkuat citra destinasi, meningkatkan daya tarik promosi digital, serta menciptakan keterikatan emosional dengan audiens melalui narasi visual yang menampilkan keindahan alam, budaya lokal, pengalaman wisata, dan identitas hotel. Strategi pengembangannya mengintegrasikan storytelling, nilai-nilai budaya lokal, pengalaman wisata, serta teknologi digital dalam menghasilkan konten promosi yang autentik dan bernilai tambah. Selain itu, desain pesan storynomics tourism yang memadukan unsur emosional, identitas destinasi, dan pengalaman wisata dalam narasi visual yang terstruktur.

Keywords:
1. Tourism Communication
2. Storynomics tourism
3. Instagram
Authors:
1 . Lulu Zaharani Krisna Widodo
2 . Noning Verawati
3 . Budhi Waskito
How to Cite
Widodo, L. Z. K., Verawati, N., & Waskito, B. (2026). PENGEMBANGAN STORYNOMICS TOURISM SEBAGAI DIFERENSIASI KOMUNIKASI PEMASARAN . J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 14(2), 730–750. https://doi.org/10.23960/simbol.v14i2.2178

Downloads

Download data is not yet available.
References

    Akasse, A., & Ramansyah, W. (2023). Social media marketing communication through Instagram to increase tourist visit intention. Jurnal Komunikasi Indonesia, 12(2)

    Braun, V., & Clarke, V. (2020). Thematic analysis: A practical guide. SAGE Publications.

    Camoiras-Rodríguez, Z., & Varela-Neira, C. (2024). Social media management strategies and digital marketing performance: A systematic literature review. Journal of Business Research, 176, 114602.

    Herlina. (2022). Pemanfaatan Instagram sebagai media komunikasi pemasaran pariwisata di era digital. Jurnal Komunikasi Pembangunan, 20(2), 165–178.

    Kabohang, R., Suryanto, A., & Prasetyo, D. (2025). Pengaruh storynomics tourism terhadap minat berkunjung wisatawan di Kampung Pitu Desa Wisata Nglanggeran. Jurnal Kepariwisataan Indonesia, 20(1), 55–69.

    Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. (2021). Storynomics tourism: Pedoman implementasi pengembangan destinasi wisata berbasis narasi. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.

    Kurniawati, D., Hidayat, R., & Putra, A. (2024). Digital communication theory in the new media era: User participation and interactive communication. Jurnal Ilmu Komunikasi, 22(1), 45–60.

    McKee, R., & Gerace, T. (2018). Storynomics: Story-driven marketing in the post-advertising world. Twelve.

    Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). SAGE Publications.

    Nurhadi. (2021). Teori Media Massa dalam Era Komunikasi Digital. Jurnal Kajian Komunikasi, 9(2), 120–135.

    Pasaribu, D., & Ginting, R. (2022). Storynomics tourism sebagai strategi komunikasi pemasaran destinasi wisata. Jurnal Pariwisata Nusantara, 4(1), 21–34.

    Sulistia, R., Handayani, S., & Pratama, I. (2025). Implementasi storynomics tourism dalam penguatan citra destinasi wisata berbasis budaya lokal. Jurnal Destinasi Pariwisata, 13(1), 88–101.

    Syahputri, N. (2024). Instagram Reels sebagai media komunikasi pemasaran hotel dalam meningkatkan brand engagement. Jurnal Hospitality dan Pariwisata, 8(2), 97–111.

  1. Akasse, A., & Ramansyah, W. (2023). Social media marketing communication through Instagram to increase tourist visit intention. Jurnal Komunikasi Indonesia, 12(2)
  2. Braun, V., & Clarke, V. (2020). Thematic analysis: A practical guide. SAGE Publications.
  3. Camoiras-Rodríguez, Z., & Varela-Neira, C. (2024). Social media management strategies and digital marketing performance: A systematic literature review. Journal of Business Research, 176, 114602.
  4. Herlina. (2022). Pemanfaatan Instagram sebagai media komunikasi pemasaran pariwisata di era digital. Jurnal Komunikasi Pembangunan, 20(2), 165–178.
  5. Kabohang, R., Suryanto, A., & Prasetyo, D. (2025). Pengaruh storynomics tourism terhadap minat berkunjung wisatawan di Kampung Pitu Desa Wisata Nglanggeran. Jurnal Kepariwisataan Indonesia, 20(1), 55–69.
  6. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. (2021). Storynomics tourism: Pedoman implementasi pengembangan destinasi wisata berbasis narasi. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.
  7. Kurniawati, D., Hidayat, R., & Putra, A. (2024). Digital communication theory in the new media era: User participation and interactive communication. Jurnal Ilmu Komunikasi, 22(1), 45–60.
  8. McKee, R., & Gerace, T. (2018). Storynomics: Story-driven marketing in the post-advertising world. Twelve.
  9. Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). SAGE Publications.
  10. Nurhadi. (2021). Teori Media Massa dalam Era Komunikasi Digital. Jurnal Kajian Komunikasi, 9(2), 120–135.
  11. Pasaribu, D., & Ginting, R. (2022). Storynomics tourism sebagai strategi komunikasi pemasaran destinasi wisata. Jurnal Pariwisata Nusantara, 4(1), 21–34.
  12. Sulistia, R., Handayani, S., & Pratama, I. (2025). Implementasi storynomics tourism dalam penguatan citra destinasi wisata berbasis budaya lokal. Jurnal Destinasi Pariwisata, 13(1), 88–101.
  13. Syahputri, N. (2024). Instagram Reels sebagai media komunikasi pemasaran hotel dalam meningkatkan brand engagement. Jurnal Hospitality dan Pariwisata, 8(2), 97–111.