MUSIKOLOGI KOMPARATIF GITAR KLASIK LAMPUNG PEPADUN (MUSISI CIKDIN SYAHRI SM DAN SUPIRMAN AS)
Abstract:
This study discusses the comparative playing of Lampung Pepadun Classical Guitar by two main musicians, Cikdin Syahri SM from Tulang Bawang and Supirman As from Lampung Abung, who are both known as important actors in the preservation and development of Lampung Classical Guitar. Using a comparative musicology approach (Wallin, Merker, and Brown), this study highlights the influence of social, cultural, and psychological contexts in the formation of each musician's musical character, and uses qualitative methods based on interviews, observations, and documentation studies to analyze their playing techniques and knowledge transmission. The results show that Cikdin Syahri SM stands out in the use of ornamentation and complex techniques that are full of socio-cultural values, making music a medium for social criticism and expression of identity. Meanwhile, Supirman As prioritizes a simple and communicative style with a more accessible strumming pattern, so that it is able to reach various levels of society and build emotional connections with the audience. The study also found that the process of inheriting Lampung classical guitar knowledge occurs informally without formal music education institutions, but remains effective in maintaining local traditions and local musical values.
Penelitian ini membahas perbandingan permainan Gitar Klasik Lampung Pepadun oleh dua musisi utama, Cikdin Syahri SM dari Tulang Bawang dan Supirman As dari Lampung Abung, yang sama-sama dikenal sebagai pelaku penting dalam pelestarian dan pengembangan Gitar Klasik Lampung. Dengan menggunakan pendekatan musikologi komparatif (Wallin, Merker, dan Brown), penelitian ini menyoroti pengaruh konteks sosial, budaya, dan psikologis dalam pembentukan karakter musikal masing-masing musisi, serta menggunakan metode kualitatif berbasis wawancara, observasi, dan studi dokumentasi untuk menganalisis teknik permainan dan transmisi pengetahuan mereka. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa Cikdin Syahri SM menonjol dalam penggunaan ornamentasi dan teknik kompleks yang sarat nilai sosial-budaya, menjadikan musik sebagai media kritik sosial dan ekspresi identitas. Sementara itu, Supirman As mengedepankan gaya sederhana dan komunikatif dengan pola petikan yang lebih mudah diakses, sehingga mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat dan membangun koneksi emosional dengan audiens.Penelitian juga menemukan bahwa proses pewarisan pengetahuan gitar klasik Lampung terjadi secara informal tanpa lembaga pendidikan musik formal, namun tetap efektif mempertahankan tradisi lokal dan nilai-nilai musikal setempat.
Downloads
A. Effendi Sanusi (Direktur). (2013, November 18). Gitar Klasik Lampung—Sanak Aghuk [Video recording]. https://www.youtube.com/watch?v=lCn0XYl_X5k.
Barnawi, E., Pamungkas, B., Prayoga, M. R. D., & Yoga, M. (2021). Gitar Klasik Lampung Pesisir: Pola Permainan dan Sistem Penalaannya. Journal of Music Science, Technology, and Industry, 4(2), 233–249. https://doi.org/10.31091/jomsti.v4i2.1795.
Fernández-Barros, A., Duran, D., & Viladot, L. (2023). Peer tutoring in music education: A literature review. International Journal of Music Education, 41(1), 129–140. https://doi.org/10.1177/02557614221087761.
Hidayatullah, R. (2023). Gitar Tunggal Lampung: Enculturation and Ethnopedagogy in Advancing Formal Music Education. Jurnal Seni Musik, 12(1), 86–97. https://doi.org/10.15294/jsm.v12i1.70097.
Irawan, R. (2022). Aktor Lokal, Industri Rekaman Musik, dan Musik Daerah: Peran dan Kontribusi Hila Hambala pada Gitar dan Gambus Tunggal Lampung Pesisir. Journal of Music Science, Technology, and Industry, 5(1), Article 1. https://doi.org/10.31091/jomsti.v5i1.1973.
Lampung Kita Official (Direktur). (2021, Januari 3). Klasik Lampung Cik Din Gabat Gibut [Video recording]. https://www.youtube.com/watch?v=bOxnJJ_uiVM.
Listiani, W., & Rachmawati, R. (2022). Transformasi Taksonomi Bloom dalam Evaluasi Pembelajaran Berbasis HOTS. JURNAL JENDELA PENDIDIKAN, 2(03), 397–402. https://doi.org/10.57008/jjp.v2i03.266.
Saputra, J. H., Yanzi, H., & Nurmalisa, Y. (2014). Peranan Tokoh Adat dalam Melestarikan Adat Mego Pak Tulang Bawang.
Setyoko, A., Putra, B. A., & Rawanggalih, K. S. (2022). Perspektif Etnomusikologi dan Musikologi Komparatif Terhadap Musik Sebagai ”Bahasa Universal”. Sorai: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik, 14(1), 1–11. https://doi.org/10.33153/sorai.v14i1.3594.
Suwardi, S., & Dinata, M. R. K. (2021). Pencegahan Konflik Masyarakat Lokal dengan Pendatang Berdasarkan Prinsip Nemui Nyimah pada Masyarakat Lampung Marga Nunyai. Masalah-Masalah Hukum, 50(1), 1–16. https://doi.org/10.14710/mmh.50.1.2021.1-16.
Widyastuti, R. (2022). Kemampuan Psikomotor dalam Memainkan Alat Musik Melalui Metode Demonstrasi Siswa. JurnalDieksis Id, 2(1), 47–54. https://doi.org/10.54065/dieksis.2.1.2022.83.
Wimbrayardi, W. (2019). Musik Tradisi Sebagai Salah Satu Sumber Pengembangan Karya Cipta. Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik, 1(1), Article 1. https://doi.org/10.24036/musikolastika.v1i1.10.
- A. Effendi Sanusi (Direktur). (2013, November 18). Gitar Klasik Lampung—Sanak Aghuk [Video recording]. https://www.youtube.com/watch?v=lCn0XYl_X5k.
- Barnawi, E., Pamungkas, B., Prayoga, M. R. D., & Yoga, M. (2021). Gitar Klasik Lampung Pesisir: Pola Permainan dan Sistem Penalaannya. Journal of Music Science, Technology, and Industry, 4(2), 233–249. https://doi.org/10.31091/jomsti.v4i2.1795.
- Fernández-Barros, A., Duran, D., & Viladot, L. (2023). Peer tutoring in music education: A literature review. International Journal of Music Education, 41(1), 129–140. https://doi.org/10.1177/02557614221087761.
- Hidayatullah, R. (2023). Gitar Tunggal Lampung: Enculturation and Ethnopedagogy in Advancing Formal Music Education. Jurnal Seni Musik, 12(1), 86–97. https://doi.org/10.15294/jsm.v12i1.70097.
- Irawan, R. (2022). Aktor Lokal, Industri Rekaman Musik, dan Musik Daerah: Peran dan Kontribusi Hila Hambala pada Gitar dan Gambus Tunggal Lampung Pesisir. Journal of Music Science, Technology, and Industry, 5(1), Article 1. https://doi.org/10.31091/jomsti.v5i1.1973.
- Lampung Kita Official (Direktur). (2021, Januari 3). Klasik Lampung Cik Din Gabat Gibut [Video recording]. https://www.youtube.com/watch?v=bOxnJJ_uiVM.
- Listiani, W., & Rachmawati, R. (2022). Transformasi Taksonomi Bloom dalam Evaluasi Pembelajaran Berbasis HOTS. JURNAL JENDELA PENDIDIKAN, 2(03), 397–402. https://doi.org/10.57008/jjp.v2i03.266.
- Saputra, J. H., Yanzi, H., & Nurmalisa, Y. (2014). Peranan Tokoh Adat dalam Melestarikan Adat Mego Pak Tulang Bawang.
- Setyoko, A., Putra, B. A., & Rawanggalih, K. S. (2022). Perspektif Etnomusikologi dan Musikologi Komparatif Terhadap Musik Sebagai ”Bahasa Universal”. Sorai: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik, 14(1), 1–11. https://doi.org/10.33153/sorai.v14i1.3594.
- Suwardi, S., & Dinata, M. R. K. (2021). Pencegahan Konflik Masyarakat Lokal dengan Pendatang Berdasarkan Prinsip Nemui Nyimah pada Masyarakat Lampung Marga Nunyai. Masalah-Masalah Hukum, 50(1), 1–16. https://doi.org/10.14710/mmh.50.1.2021.1-16.
- Widyastuti, R. (2022). Kemampuan Psikomotor dalam Memainkan Alat Musik Melalui Metode Demonstrasi Siswa. JurnalDieksis Id, 2(1), 47–54. https://doi.org/10.54065/dieksis.2.1.2022.83.
- Wimbrayardi, W. (2019). Musik Tradisi Sebagai Salah Satu Sumber Pengembangan Karya Cipta. Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik, 1(1), Article 1. https://doi.org/10.24036/musikolastika.v1i1.10.