ANALISIS CULTURE SHOCK PADA PENDATANG BARU DALAM PENYESUAIAN PENGGUNAAN LOGAT DAERAH LAMPUNG
Abstrak:
Penelitian ini dikaji untuk mengetahui bagaimana pengalaman culture shock atau gegar budaya yang dialami oleh pendatang baru di Lampung, khususnya dalam penyesuaian penggunaan logat daerah setempat. Culture shock merupakan kondisi psikologis di mana seseorang mengalami tekanan dan keterkejutan saat berhadapan dengan lingkungan dan budaya yang berbeda dari yang biasa mereka kenal. Masalah ini menarik untuk diteliti karena penggunaan logat yang berbeda dari bahasa asal sering kali memicu tantangan bagi pendatang, baik dalam aspek komunikasi maupun interaksi sosial, sehingga memperlambat proses adaptasi mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pendatang baru yang tinggal di Lampung dalam kurun waktu kurang dari dua tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendatang baru hampir selalu mengalami culture shock atau gegar budaya dengan berbagai tingkat dan bentuk, di mana mereka kerap merasa cemas, bingung, dalam berinteraksi dan berkomunikasi. Meski begitu, dengan proses adaptasi yang baik dan dukungan lingkungan, mereka secara bertahap dapat menyesuaikan diri dengan budaya dan logat bahasa baru.
This research was studied to find out how culture shock is experienced by newcomers in Lampung, especially in adjusting the use of local accents. Culture shock is a psychological condition in which a person experiences pressure and shock when dealing with an environment and culture that is different from what they are used to. This issue is interesting to study because the use of accents that are different from the language of origin often triggers challenges for migrants, both in aspects of communication and social interaction, thus slowing down their adaptation process. This research uses a qualitative method with a case study approach. Data was collected through in-depth interviews with newcomers who lived in Lampung for less than two years. The results showed that newcomers almost always experience culture shock with various levels and forms, where they often feel anxious, confused, in interacting and communicating. Even so, with a good adaptation process and environmental support, they can gradually adjust to the new culture and language accent.
Alfansyur, A., & Mariyani. (2020). Seni Mengelola Data : Penerapan Triangulasi Teknik , Sumber Dan Waktu pada Penelitian Pendidikan Sosial. Historis, 5(2), 146–150.
Astrini, A. R. (2017). UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta. Perancangan Program Acara Televisi Feature Eps. Suling Gamelan Yogyakarta, 1–109.
Belakang, L. (2021). Adaptasi komunikasi mahasiswa agar tidak mengalami gegar budaya di universitas tulang bawang lampung. 1(1), 13–17.
Chafsoh, A. M. (2020). Munculnya Culture shock Pada Mahasiswa Baru Dalam Perkuliahan Daring Selama Pandemi Covid-19. Jurnal Sejarah Artikel, 1(1), 1–11.
Dwi Kristanto, Y., & Sri Padmi, R. (2020). Analisis data kualitatif: Penerapan analisis jejaring untuk analisis tematik yang cepat , transparan , dan teliti. Jurnal Koridor, 1(5), 1–21.
Gunawan, B. (2022). Bhasier gunawan.
Hadiniyati, G., Annisa, D. T., Nugroho, C., & Lestari, D. M. (2023). Gegar Budaya Mahasiswa Indonesia dalam Komunikasi Antarbudaya di Luar Negeri. Jurnal Pekommas, 8(2), 217–230. https://doi.org/10.56873/jpkm.v8i2.5090
Hartono, H. (2016). PERANAN MULOK BAHASA LAMPUNG DALAM UPAYA PELESTARIAN BAHASA DAN BUDAYA LAMPUNG(Studi Kasus di SMP Negeri 20 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2015/2016). https://lens.org/154-225-804-483-098
Mahennaro, A., & Mahendra P., A. I. (2022). Culture shock (Cultural Show) of Lampung Students in Yogyakarta. Daengku: Journal of Humanities and Social Sciences Innovation, 3(1), 55–60. https://doi.org/10.35877/454RI.daengku1387
Mulyadi, M. (2013). Penelitian Kuantitatif Dan Kualitatif Serta Pemikiran Dasar Menggabungkannya. Jurnal Studi Komunikasi Dan Media, 15(1), 128. https://doi.org/10.31445/jskm.2011.150106
Pawestri, A. G. (2020). Membangun Identitas Budaya Banyumasan Melalui Dialek Ngapak Di Media Sosial. Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 19(2), 255–266. https://doi.org/10.17509/bs_jpbsp.v19i2.24791
Pebrian Diandra, F., Hapsari, A. T., & Santoso, B. (2024). Fenomena Culture shock pada Mahasiswa Perantauan di Yogyakarta. JKOMDIS : Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Media Sosial, 4(2), 557–565. https://doi.org/10.47233/jkomdis.v4i2.1874
Primasari, W. (2014). Pengelolaan Kecemasan dan Ketidakpastian Diri Dalam Berkomunikasi Studi Kasus Mahasiswa Perantau UNISMA Bekasi. 12(April), 26–38.
Puspitasari, V., Rufi’i, & Walujo, D. A. (2020). Pengembangan Perangkat Pembelajaran dengan Model Diferensiasi Menggunakan Book Creator untuk Pembelajaran BIPA di Kelas yang Memiliki Kemampuan Beragam. Jurnal Education and Development Institut, 8(4), 310–319.
Rohaini, R., Wahyuningdiah, K., & Ariani, N. D. (2020). The Challenges of Legal Protection on Traditional Cultural Expressions of Lampung. Fiat Justisia: Jurnal Ilmu Hukum, 14(3), 221–232. https://doi.org/10.25041/fiatjustisia.v14no3.1853
SOFIA, E. (2015). Pemakaian Bahasa Lampung Di Daerah Rajabasa. Lokabasa, 6(1), 38–52. https://doi.org/10.17509/jlb.v6i1.3140
Ulpa, M. (2014). Akomodasi Komunikasi Dalam Interaksi Antarbudaya Studi Pada Himpunan Pelajar Patani Di Indonesia Dalam Mengomunikasikan Identitas Budaya. 99.
Wayan, S. N. (2009). Menggali Nilai Kearifan lokal Budaya Jawa Lewat Ungkapan (Bebasan, Saloka, dan Peribahasa). Jurnal Ilmu-Ilmu Bahasa Dan Sastra, 5(1), 28–37. https://oneshare.id
- Alfansyur, A., & Mariyani. (2020). Seni Mengelola Data : Penerapan Triangulasi Teknik , Sumber Dan Waktu pada Penelitian Pendidikan Sosial. Historis, 5(2), 146–150.
- Astrini, A. R. (2017). UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta. Perancangan Program Acara Televisi Feature Eps. Suling Gamelan Yogyakarta, 1–109.
- Belakang, L. (2021). Adaptasi komunikasi mahasiswa agar tidak mengalami gegar budaya di universitas tulang bawang lampung. 1(1), 13–17.
- Chafsoh, A. M. (2020). Munculnya Culture shock Pada Mahasiswa Baru Dalam Perkuliahan Daring Selama Pandemi Covid-19. Jurnal Sejarah Artikel, 1(1), 1–11.
- Dwi Kristanto, Y., & Sri Padmi, R. (2020). Analisis data kualitatif: Penerapan analisis jejaring untuk analisis tematik yang cepat , transparan , dan teliti. Jurnal Koridor, 1(5), 1–21.
- Gunawan, B. (2022). Bhasier gunawan.
- Hadiniyati, G., Annisa, D. T., Nugroho, C., & Lestari, D. M. (2023). Gegar Budaya Mahasiswa Indonesia dalam Komunikasi Antarbudaya di Luar Negeri. Jurnal Pekommas, 8(2), 217–230. https://doi.org/10.56873/jpkm.v8i2.5090
- Hartono, H. (2016). PERANAN MULOK BAHASA LAMPUNG DALAM UPAYA PELESTARIAN BAHASA DAN BUDAYA LAMPUNG(Studi Kasus di SMP Negeri 20 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2015/2016). https://lens.org/154-225-804-483-098
- Mahennaro, A., & Mahendra P., A. I. (2022). Culture shock (Cultural Show) of Lampung Students in Yogyakarta. Daengku: Journal of Humanities and Social Sciences Innovation, 3(1), 55–60. https://doi.org/10.35877/454RI.daengku1387
- Mulyadi, M. (2013). Penelitian Kuantitatif Dan Kualitatif Serta Pemikiran Dasar Menggabungkannya. Jurnal Studi Komunikasi Dan Media, 15(1), 128. https://doi.org/10.31445/jskm.2011.150106
- Pawestri, A. G. (2020). Membangun Identitas Budaya Banyumasan Melalui Dialek Ngapak Di Media Sosial. Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 19(2), 255–266. https://doi.org/10.17509/bs_jpbsp.v19i2.24791
- Pebrian Diandra, F., Hapsari, A. T., & Santoso, B. (2024). Fenomena Culture shock pada Mahasiswa Perantauan di Yogyakarta. JKOMDIS : Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Media Sosial, 4(2), 557–565. https://doi.org/10.47233/jkomdis.v4i2.1874
- Primasari, W. (2014). Pengelolaan Kecemasan dan Ketidakpastian Diri Dalam Berkomunikasi Studi Kasus Mahasiswa Perantau UNISMA Bekasi. 12(April), 26–38.
- Puspitasari, V., Rufi’i, & Walujo, D. A. (2020). Pengembangan Perangkat Pembelajaran dengan Model Diferensiasi Menggunakan Book Creator untuk Pembelajaran BIPA di Kelas yang Memiliki Kemampuan Beragam. Jurnal Education and Development Institut, 8(4), 310–319.
- Rohaini, R., Wahyuningdiah, K., & Ariani, N. D. (2020). The Challenges of Legal Protection on Traditional Cultural Expressions of Lampung. Fiat Justisia: Jurnal Ilmu Hukum, 14(3), 221–232. https://doi.org/10.25041/fiatjustisia.v14no3.1853
- SOFIA, E. (2015). Pemakaian Bahasa Lampung Di Daerah Rajabasa. Lokabasa, 6(1), 38–52. https://doi.org/10.17509/jlb.v6i1.3140
- Ulpa, M. (2014). Akomodasi Komunikasi Dalam Interaksi Antarbudaya Studi Pada Himpunan Pelajar Patani Di Indonesia Dalam Mengomunikasikan Identitas Budaya. 99.
- Wayan, S. N. (2009). Menggali Nilai Kearifan lokal Budaya Jawa Lewat Ungkapan (Bebasan, Saloka, dan Peribahasa). Jurnal Ilmu-Ilmu Bahasa Dan Sastra, 5(1), 28–37. https://oneshare.id
