Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya

Saka Bahasa merupakan jurnal kajian dan penelitian yang berfokus pada pendidikan, bahasa, sastra, dan budaya. Setiap artikel di Saka Bahasa telah melewati proses telaah pustaka dan penyuntingan sehingga memenuhi standar publikasi ilmiah. Saka Bahasa terbit pada bulan Juli dan Desember setiap tahunnya. E-ISSN: 3110-5920

Readmore

Saka Bahasa merupakan jurnal kajian dan penelitian yang berfokus pada pendidikan, bahasa, sastra, dan budaya. Setiap artikel di Saka Bahasa telah melewati proses telaah pustaka dan penyuntingan sehingga memenuhi standar publikasi ilmiah. Saka Bahasa terbit pada bulan Juli dan Desember setiap tahunnya. E-ISSN: 3110-5920

Published
2026-08-19

Articles

ABREVIASI DALAM KOLOM KOMENTAR DI MEDIA SOSIAL TIKTOK TENTANG GAYA HIDUP

The rapid advancement of digital technology has transformed human communication. Social media platforms such as TikTok, Instagram, Facebook, and Twitter have become primary channels for interaction, information sharing, and building social connections at both individual and global community levels. This study aims to describe the types and formation processes of abbreviations and to analyze the lifestyle representations found in TikTok comment sections. A qualitative approach with a descriptive method was employed. Data consisting of abbreviations were collected from comment sections using "listen-and-note" techniques and subsequently analyzed using Kridalaksana’s (2007) theory of abbreviation. The study identified 237 instances of abbreviations across five categories: singkatan (standard abbreviations/initialisms) with 153 entries, acronyms with 24, contractions with 43, clippings with 13, and letter symbols with 4. These abbreviations were formed through various processes, including the retention of specific letters or syllables, the omission of certain parts, the retention of one or more letters from each word, and the creation of a new, unified word. The use of these forms reflects a TikTok user lifestyle characterized by communicativeness, practicality, and an engagement with digital trends, while also demonstrating a closeness to popular culture and social media slang. Thus, abbreviations in TikTok comment sections represent not only linguistic efficiency but also a manifestation of the identity and lifestyle of the digital community.   Pesatnya perkembangan teknologi digital telah mengubah cara manusia berkomunikasi. Media sosial seperti tiktok, instragram, facebook, dan twitter kini menjadi salah satu sarana utama untuk berinteraksi, berbagi informasi, serta membangun hubungan sosial di tingkat individu maupun komunitas global. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis dan proses pembentukan abreviasi serta menganalisis representasi gaya hidup yang terdapat dalam kolom komentar di media sosial tiktok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data berupa abreviasi dikumpulkan melalui teknik simak dan catat dari kolom komentar kemudian di analisis menggunakan teori abreviasi dan Kridalaksana (2007). Hasil penelitian mengidentifikasi 237 data abreviasi yang terdiri atas lima jenis. Temuan menunjukkan bahwa jenis abreviasi singkatan dengan 153 data, akronim dengan 24 data, kontraksi dengan 43 data, penggalan dengan 13 data dan lambang huruf dengan 4 data. Abreviasi tersebut terbentuk melalui beberapa proses, antara lain pengekalan huruf atau suku kata, penghilangan bagian tertentu, pengekalan satu atau beberapa huruf setiap kata dan pembentukan satu kesatuan kata baru. Penggunaan bentuk-bentuk tersebut merepresentasikan gaya hidup pengguna tiktok yang komunikatif, praktis, mengikuti perkembangan trend digital, serta menunjukkan kedekatan dengan  budaya populer dan bahasa pergaulan di media sosial. Dengan demikian, abreviasi dalam kolom komentar tiktok tidak hanya merupakan bentuk efisiensi berbahasa, tetapi juga menjadi salah satu bentuk representasi identitas dan gaya hidup masyarakat digital.

PENGGUNAAN NOMINA BAHASA INDONESIA DALAM BERITA ONLINE DAN KOMENTAR NETIZEN DI TIKTOK

Language serves as a tool for conveying information, ideas, expressions, and the speaker's emotions. This study aims to describe the use of Indonesian nouns in online news and in netizen comments on TikTok, as well as to compare their usage across these two contexts. This is a qualitative study employing a descriptive method. The data consist of words and phrases representing the use of Indonesian nouns, sourced from two distinct digital platforms. Data collection utilized the "listen and note" technique, and analysis was grounded in morphological theory specifically regarding noun usage as outlined by Lestari (2028). A total of 303 instances of noun usage were identified: 156 in online news and 147 in netizen comments on TikTok. Noun usage in online news was dominated by nouns indicating time (79 instances) and measurement (35 instances), reflecting the need to maintain the factual and objective nature of news reporting. Conversely, noun usage in netizen comments on TikTok was dominated by kinship terms (42 instances) and profanities (39 instances), serving to express emotion and foster a sense of familiarity. These findings indicate that online news prioritizes data accuracy, whereas netizen comments on TikTok prioritize interpersonal connection and self-expression.   Bahasa adalah salah satu alat untuk menyampaikan informasi, gagasan, ekspresi dan emosional pembicara. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan nomina bahasa Indonesia dalam berita online dengan komentar netizen di TikTok, dan Perbandingan penggunaan nomina bahasa Indonesia dalam berita online dengan komentar netizen di TikTok. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian ini berupa kata dan frasa yang termasuk penggunaan nomina bahasa Indonesia. Sumber data penelitian ini diambil dari dua platform digital yang berbeda. Teknik penelitian ini adalah teknik simak dan catat. Data penelitian dinalisis berdasarkan teori morfologi khususnya penggunaan nomina, Lestari (2028). Hasil penelitian ditemukan sebanyak 303 data penggunaan nomina, terdiri atas 156 data dalam berita online dan 147 data dalam komentar netizen di TikTok. Penggunaan nomina dalam berita online  didominasi oleh nomina penunjuk waktu sebanyak 79 data dan ukuran sebanyak 35 data. Hal ini untuk menjaga sifat faktual dan objektif berita. Penggunaan nomina dalam Komentar netizen di TikTok didominasi oleh nomina sapaan kekerabatan sebanyak 42 data dan makian sebanyak 39 data. Hal ini untukmengekspresikan emosi dan membangun keakraban. Temuan ini menunjukkan bahwa berita online mengejar keakuratan data, sementara komentar netizen di TikTok mengejar keterhubungan dan ekspresi diri.

EFEKTIVITAS NUMBER RODS DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGURUTKAN ANGKA PADA ANAK DISABILITAS INTELEKTUAL RINGAN KELAS 3

This research was based on the low ability to order numbers 1–10 in a third-grade student with mild intellectual disability (initials AMA) at SLB Kasih Ummi Padang. In the initial assessment, the student scored only 33.33% in the "Needs Guidance" category, despite reaching 100% in writing and naming numbers. This study aimed to demonstrate the effectiveness of number rods in improving the student's ability to order numbers 1–10. Using a quantitative approach, the study employed a Single Subject Research (SSR) method with an A-B-A design. Data were collected through performance tests and analyzed using visual analysis techniques via graphs, covering both baseline and inter-condition analysis. Inter-condition analysis revealed a low overlap percentage: 16.67% between phases A1 and B, and 50% between phases B and A2, indicating a significant intervention effect on improving the number-ordering ability. Based on these findings, it can be concluded that number rods are effective in improving the ability to order numbers 1–10. This media can also serve as an alternative concrete learning tool, particularly for children with visual and tactile-manipulative learning styles.   Penelitian ini dasari karena rendahnya kemampuan mengurutkan angka 1-10 pada seorang murid disabilitas intelektual ringan kelas III berinisial AMA di SLB Kasih Ummi Padang, yang pada asesmen awal hanya memperoleh nilai 33,33% dengan kategori “Perlu Bimbingan”, meskipun kemampuan menulis dan menyebutkan angka telah mencapai 100%. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efektivitas media number rods dalam meningkatkan kemampuan mengurutkan angka 1-10. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode single subject research (SSR) desain A-B-A. Data dikumpulkan melalui tes unjuk kerja dan dianalisis menggunakan teknik analisis visual dalam bentuk grafik yang meliputi analisis dalam kondisi dan antar kondisi. Berdasarkan hasil analisis antar kondisi menunjukkan persentase overlap yang rendah, yaitu 16,67% antara fase A1 dan B, serta 50% antara fase B dan A2, yang mengindikasikan besarnya pengaruh intervensi terhadap peningkatan kemampuan mengurutkan angka. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa media number rods efektif dalam meningkatkan kemampuan mengurutkan angka 1-10 pada anak disabilitas intelektual ringan. Dapat juga dijadikan salah satu alternatif media pembelajaran konkret, khususnya bagi anak dengan gaya belajar visual, taktil-manipulatif.

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA SUKU KATA BERPOLA KV MELALUI MEDIA PAPAN RODA PINTAR PADA MURID DISABILITAS INTELEKTUAL RINGAN (Single Subject Research Kelas IV Fase A di SLB Negeri 1 Padang)

The study aimed to improve the ability of fourth grade students (Phase A) with mild intellectual disabilities at SLB Negeri 1 Padang to read CV patterned syllables using this Smart Wheel Board. A quantitative approach was employed, utilizing an experimental method known as Single Subject Research (SSR) with an A-B design. Data were collected through documentation, observation, and performance tests, then processed and analyzed using visual analysis techniques (graphing). The research results indicate that during the baseline phase (A) conducted over three sessions a consistent score of 25% was obtained in each session; consequently, the data were deemed stable, and the observation phase concluded to proceed with the intervention phase (B). Subsequently, during the intervention phase (B), which spanned seven sessions, scores gradually rose from 40% to 80%; this progressive shift demonstrates a positive change in the students' ability to perform early reading of CV patterned syllables. Based on these findings, it can be concluded that the ability of students with mild intellectual disabilities at SLB Negeri 1 Padang to read CV patterned syllables (specifically those featuring bilabial consonants) improved following the use of the Smart Wheel Board learning aid.   Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca suku kata berpola KV melalui media papan roda pintar pada murid disabilitas intelektual ringan kelas IV fase A di SLB Negeri 1 Padang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini kuantitatif dengan metode  eksperimen berbentuk Single Subject Research (SSR) dengan menggunakan desain A-B. Data penelitian ini dikumpulkan melalui dokumentasi, observasi, dan tes perbuatan, kemudian diolah dan dianalisis dengan teknik analisis visual berbentuk grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pada tahap baseline (A) dilakukan selama 3 pertemuan dengan memperoleh hasil setiap pertemuan 25% sehingga dinyatakan stabil, pengamatan dihentikan dan dilanjutkan dengan pelaksanaan intervensi (B). Selanjutnya pada intervensi (B) yang dilakukan selama 7 pertemuan, skor yang  dihasilkan secara bertahap memperoleh hasil 40% - 80%, perubahan bertahap menunjukkan adanya perubahan positif pada kemampuan membaca permulaan suku kata berpola KV. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kemampuan membaca permulaan suku kata berpola KV dengan konsonan Bilabial pada murid disabilitas intelektual ringan di SLB Negeri 1 Padang mengalami peningkatan setelah penggunaan media papan roda pintar.

TINDAK TUTUR EKSPRESIF PADA PODCAST BERTEMA MOTIVASI DAN PENGEMBANGAN DIRI DI APLIKASI YOUTUBE

This study aims to describe the types of expressive speech acts, speech strategies, and the contexts in which speech strategies are used in podcasts themed around motivation and self-development on YouTube. This study employs a qualitative approach with a descriptive method. The data sources consist of six podcast videos from the YouTube channels of Timothy Ronald, Raditya Dika, and Denny Sumargo. The research data consist of utterances containing expressive speech acts produced by both hosts and guests. The data were collected using listening and note-taking techniques and then analyzed based on the types of expressive speech acts, speech strategies, and speech contexts. The results show that seven types of expressive speech acts were identified, namely thanking, apologizing, praising, criticizing, insulting, expressing happiness, and expressing anger. Praising was the most frequently found type, while apologizing was the least frequent. The speech strategies identified were BTTTBB, BSS, BTTDBBKP, and BTTDBBKN, with BTTTBB being the most dominant strategy. Speech contexts were classified into five categories: (+K-S), (+K+S), (-K+S), (-K-S), and (=K-S), with the (-K+S) context being the most frequently found. The results indicate that expressive speech acts in podcasts are influenced not only by the speaker’s purpose in expressing attitudes and feelings but also by speech strategies and the power and solidarity relationships between the speaker and the hearer.   Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis tindak tutur ekspresif, strategi bertutur, dan konteks penggunaan strategi bertutur dalam podcast bertema motivasi dan pengembangan diri di YouTube. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data berupa enam video podcast pada kanal YouTube Timothy Ronald, Raditya Dika, dan Denny Sumargo. Data penelitian berupa tuturan yang mengandung tindak tutur ekspresif yang disampaikan oleh host maupun bintang tamu. Data dikumpulkan dengan teknik simak dan catat, kemudian dianalisis berdasarkan jenis tindak tutur ekspresif, strategi bertutur, dan konteks tutur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan tujuh jenis tindak tutur ekspresif, yaitu mengucapkan terima kasih, meminta maaf, memuji, mengkritik, menghina, mengungkapkan rasa senang, dan mengungkapkan rasa marah. Jenis yang paling banyak ditemukan adalah memuji, sedangkan yang paling sedikit adalah meminta maaf. Strategi bertutur yang ditemukan meliputi BTTTBB, BSS, BTTDBBKP, dan BTTDBBKN, dengan BTTTBB sebagai strategi yang paling dominan. Konteks tutur diklasifikasikan ke dalam lima kategori, yaitu (+K-S), (+K+S), (-K+S), (-K-S), dan (=K-S), dengan konteks (-K+S) paling banyak ditemukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur ekspresif dalam podcast tidak hanya dipengaruhi oleh tujuan penyampaian sikap dan perasaan penutur, tetapi juga oleh strategi bertutur serta hubungan kekuasaan dan keakraban antara penutur dan mitra tutur.

HERMENEUTIK DALAM TEKS MANUSKRIP SYAIR SUNGGING: KAJIAN FILOLOGI DAN SEMIOTIKA RIFFATERRE

This study aims to describe the manuscript, present its transliteration and translation, and reveal the meanings of Syair Sungging through a hermeneutic reading based on Michael Riffaterre's semiotic theory. The research object is manuscript W248, preserved at the National Library of Indonesia. This study employs philological and descriptive qualitative methods. The philological method includes manuscript description, transliteration, and translation using the standard edition method, while textual analysis applies hermeneutic reading. The findings show that the manuscript consists of 144 pages, including 127 pages of poetic text. The transliteration and translation facilitate understanding of the text. The hermeneutic reading reveals themes of power, injustice, suffering, love, honor, and changing fortunes. The closing section also emphasizes the spiritual essence of religious practices. Thus, Syair Sungging portrays not only romance and royal life but also human experiences and their consequences.   Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manuskrip, menyajikan hasil alih aksara dan alih bahasa, serta mengungkap makna teks Syair Sungging melalui pembacaan hermeneutik berdasarkan teori semiotika Michael Riffaterre. Objek penelitian adalah manuskrip Syair Sungging bernomor W248, koleksi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode filologi dan deskriptif kualitatif. Metode filologi meliputi deskripsi manuskrip, alih aksara, dan alih bahasa dengan penyuntingan edisi standar, sedangkan analisis teks dilakukan melalui pembacaan hermeneutik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manuskrip terdiri atas 144 halaman, dengan 127 halaman berisi teks syair. Hasil alih aksara dan alih bahasa memudahkan pemahaman terhadap isi teks. Pembacaan hermeneutik mengungkap makna kekuasaan, ketidakadilan, penderitaan, cinta, kehormatan, dan perubahan nasib melalui perjalanan para tokoh. Bagian penutup juga memuat nasihat mengenai hakikat ibadah. Dengan demikian, Syair Sungging tidak hanya mengisahkan percintaan dan kehidupan kerajaan, tetapi juga menggambarkan persoalan kehidupan manusia serta akibat dari tindakan yang dilakukannya.

Indexer Sites