JURNAL SELAKSA MAKNA

Jurnal Selaksa Makna merupakan wadah ilmiah yang khusus menyajikan hasil kajian koseptual/teoretis dan penelitian bidang pendidikan, bahasa, sastra, dan pembelajaran. Jurnal Selaksa Makna terbit empat kali dalam satu tahun, pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal Selaksa Makna diterbitkan oleh FKIP Universitas Lampung, melalui Program Studi Pendidikan Bahasa Lampung.

E-ISSN: 3089-9796

Readmore

Jurnal Selaksa Makna merupakan wadah ilmiah yang khusus menyajikan hasil kajian koseptual/teoretis dan penelitian bidang pendidikan, bahasa, sastra, dan pembelajaran. Jurnal Selaksa Makna terbit empat kali dalam satu tahun, pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal Selaksa Makna diterbitkan oleh FKIP Universitas Lampung, melalui Program Studi Pendidikan Bahasa Lampung.

E-ISSN: 3089-9796

Published
2025-08-30

Articles

ANALISIS SEMANTIK: DAMPAK BAHASA EMOSIONAL DI MEDIA SOSIAL TERHADAP PERSEPSI GEN Z

This study examines the semantic analysis of emotional language used on social media and its impact on user perception. This topic was chosen because of the importance of social media as a primary communication platform where emotional expressions shape interactions and influence public opinion. Using a qualitative descriptive approach, data were collected from posts and comments on Instagram that display emotional language through words, emoticons, and figurative meanings. Semantic analysis and coding methods were used to identify and categorize the meanings contained in emotional language. The results of the study show positive and negative impacts: emotional language strengthens interpersonal relationships and user engagement, but also has the potential to cause misunderstandings and conflicts due to ambiguous or excessive expressions. In conclusion, emotional language greatly influences user perceptions and responses to issues on social media, so that its use is needed more wisely and ethically. These findings provide important insights for social media users and linguistic researchers in understanding the dynamics of online communication.   Penelitian ini mengkaji analisis semantik terhadap bahasa emosional yang digunakan di media sosial dan dampaknya terhadap persepsi pengguna. Topik ini dipilih karena pentingnya media sosial sebagai platform komunikasi utama di mana ekspresi emosional membentuk interaksi dan memengaruhi opini publik. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan dari postingan dan komentar di Instagram yang menampilkan bahasa emosional melalui kata-kata, emotikon, dan makna kiasan. Analisis semantik dan metode coding digunakan untuk mengidentifikasi serta mengelompokkan makna yang terkandung dalam bahasa emosional. Hasil penelitian menunjukkan dampak positif dan negatif: bahasa emosional memperkuat hubungan interpersonal dan keterlibatan pengguna, namun juga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan konflik akibat ekspresi yang ambigu atau berlebihan. Kesimpulannya, bahasa emosional sangat memengaruhi persepsi dan respons pengguna terhadap isu-isu di media sosial, sehingga diperlukan penggunaan yang lebih bijak dan etis. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi pengguna media sosial dan peneliti linguistik dalam memahami dinamika komunikasi daring.

PENDEKATAN SEMIOTIKA ; MAKNA LIRIK DI DALAM LAGU CELENGAN RINDU OLEH FIERSA BESARI

Studi ini menggunakan pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure untuk menganalisis lagu Fiersa Besari "Celengan Rindu". Pendekatan ini berfokus pada hubungan antara penanda (signifier) dan petanda (signified) serta gagasan bahwa tanda dipilih secara arbitrer dalam sistem tanda bahasa. Hasil analisis menunjukkan bahwa lirik "Celengan Rindu" memiliki banyak makna konotatif dan denotatif. "Celengan rindu" secara denotatif mengacu pada tempat menyimpan uang, dan "rindu" merujuk pada perasaan kangen. Secara konotatif, kedua kata ini menggambarkan perasaan rindu yang mendalam yang dikumpulkan dan disimpan. Hubungan yang tidak teratur antara penanda dan petanda dalam lagu ini menunjukkan bahwa pilihan kata-kata dalam lirik dipengaruhi oleh norma budaya dan kreativitas penulis.   This study uses Ferdinand de Saussure's semiotic approach to analyze Fiersa Besari's song "Celengan Rindu". This approach focuses on the relationship between the signifier and the signified and the idea that signs are arbitrarily selected in the language sign system. The results of the analysis show that the lyrics of "Celengan Rindu" have many connotative and denotative meanings. "Celengan rindu" denotatively refers to a place to store money, and "rindu" refers to the feeling of missing. Connotatively, these two words describe deep feelings of longing that are collected and stored. The irregular relationship between signifier and signified in this song shows that the choice of words in the lyrics is influenced by cultural norms and the creativity of the writer.

ANALISIS SEMANTIK LIRIK LAGU “SAATNYA KESEMPATAN” KARYA JKT48 SEBAGAI REPRESENTASI SELF-IMPROVEMENTAnalisi Semantik

This study analyses the meaning of the lyrics of the JKT48 song entitled ‘Saatnya Kesempatan’ (Time for Opportunity) as a representation of self-development through a semantic approach. Using a descriptive qualitative method, this study identifies the lexical and contextual meanings in the lyrics transcript to reveal the motivational narrative within it. The results of the analysis show that diction such as opportunity, winner, destiny, goal, and dream serve as symbols of determination, confidence, and perseverance. The use of metaphors and repetition techniques reinforces the main message that listeners should not give up in the face of challenges. Structurally, the lyrics build a coherent emotional flow: starting from readiness to seize opportunities, a process of persistent struggle, to achievements that provide positive affirmation. These findings prove that popular song lyrics do not merely serve as entertainment, but also as a medium for conveying positive values and self-reflection. Academically, this research contributes to the study of contemporary linguistics and culture in understanding how the theme of self-development is represented and accepted by the younger generation through musical works.   Penelitian ini menganalisis makna lirik lagu JKT48 berjudul “Saatnya Kesempatan” sebagai representasi pengembangan diri melalui pendekatan semantik. Melalui metode kualitatif deskriptif, penelitian ini mengidentifikasi makna leksikal dan kontekstual pada transkrip lirik untuk mengungkap narasi motivasi di dalamnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa diksi seperti kesempatan, pemenang, takdir, tujuan, dan mimpi berfungsi sebagai simbol keteguhan, kepercayaan diri, dan ketekunan. Penggunaan metafora dan teknik pengulangan (repetisi) memperkuat pesan utama agar pendengar tidak menyerah menghadapi tantangan. Secara struktural, lirik lagu ini membangun aliran emosional yang koheren: dimulai dari kesiapan mengambil peluang, proses perjuangan yang gigih, hingga pencapaian yang memberikan afirmasi positif. Temuan ini membuktikan bahwa lirik lagu populer tidak sekadar berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi media penyampai nilai positif dan refleksi diri. Secara akademis, penelitian ini berkontribusi pada studi linguistik dan budaya kontemporer dalam memahami bagaimana tema pengembangan diri direpresentasikan dan diterima oleh generasi muda melalui karya musik.

ANALISIS SEMANTIK MAKNA LEKSIKAL DAN GRAMATIKAL DALAM PUISI "DAN KEMATIAN MAKIN AKRAB" KARYA SUBAGIO SASTROWARDOYO

This study does a full semantic analysis of the lexical and grammatical meanings in Subagio Sastrowardoyo's famous poem "Dan Kematian Makin Akrab." Using a method that combines descriptive linguistics and literary hermeneutics, the study carefully looks at how the poet's careful word choices create complex philosophical meanings. The analysis shows three main things: first, the strategic use of lexical items goes beyond their literal meanings to represent existential ideas; second, grammatical changes through affixation and syntactic structures create deep metaphorical meanings; and third, the balance between lexical precision and grammatical manipulation creates a unique poetic discourse that connects language and philosophical thought. The framework for the method incorporates qualitative textual analysis supported by theoretical perspectives from dynamic semantics (Cruse, 2000) and creative grammar (Pateda, 2010). This research contributes significantly to the interdisciplinary study of literature and linguistics by demonstrating how microscopic linguistic analysis can illuminate macroscopic philosophical themes in poetic works.   Penelitian ini menyajikan analisis semantik komprehensif terhadap makna leksikal dan gramatikal dalam puisi penting Subagio Sastrowardoyo "Dan Kematian Makin Akrab". Dengan pendekatan integratif yang memadukan linguistik deskriptif dan hermeneutika sastra, kajian ini mengkaji secara mendalam bagaimana pilihan linguistik penyair yang disengaja membangun makna filosofis berlapis. Analisis mengungkap tiga temuan fundamental: pertama, penggunaan strategis unsur leksikal melampaui makna denotatif untuk mewadahi konsep eksistensial; kedua, transformasi gramatikal melalui afiksasi dan struktur sintaksis menghasilkan pemaknaan metaforis yang mendalam; ketiga, interaksi antara presisi leksikal dan manipulasi gramatikal menciptakan wacana puitis unik yang menjembatani bahasa dan kontemplasi metafisik. Kerangka metodologis mencakup analisis teks kualitatif yang didukung perspektif teoretis dari semantik dinamis (Cruse, 2000) dan gramatika kreatif (Pateda, 2010). Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan bagi kajian interdisipliner sastra dan linguistik dengan menunjukkan bagaimana analisis linguistik mikroskopis dapat menerangi tema filosofis makroskopis dalam karya puisi.

ANALISIS KESALAHAN PENULISAN NOTASI ILMIAH PADA MAKALAH

This study aims to analyze the use of scientific notation in student papers across departments at the Faculty of Da'wah and Communication Sciences (FDIKOM), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Scientific notation includes direct and indirect citations, headnotes, bodynotes, footnotes, and bibliographies, which serve as source markers and indicators of academic integrity. Using a qualitative approach and content analysis method, data were collected from papers in six departments. The analysis involved identifying, classifying, and interpreting notation elements in each paper. Results show that while most papers use direct and indirect citations, consistency and accuracy remain lacking. Headnotes and bodynotes are largely absent, and footnotes appear only in some departments, often with formatting errors. Bibliographies vary in quality, with issues in formatting and alignment with in-text citations. These findings suggest that students’ understanding of scientific notation needs improvement. This research serves as an evaluation tool for academic writing instruction and highlights common notation errors within FDIKOM.   Penelitian ini menganalisis penggunaan notasi ilmiah dalam makalah mahasiswa lintas jurusan di FDIKOM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Notasi ilmiah meliputi kutipan langsung, tidak langsung, headnote, bodynote, footnote, dan daftar pustaka sebagai penanda sumber dan kepatuhan etika akademik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi terhadap makalah dari enam jurusan. Hasil menunjukkan bahwa kutipan langsung dan tidak langsung telah digunakan, namun belum konsisten dalam format dan ketepatan. Headnote dan bodynote jarang ditemukan, sementara footnote hanya muncul di beberapa jurusan dan belum sesuai standar. Daftar pustaka menunjukkan variasi kualitas, dari penulisan minim hingga ketidaksesuaian dengan isi teks. Temuan ini menunjukkan bahwa pemahaman mahasiswa terhadap notasi ilmiah masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini diharapkan menjadi bahan evaluasi dalam pengajaran penulisan akademik serta memberikan gambaran pola kesalahan penulisan notasi ilmiah di lingkungan FDIKOM.

Indexer Sites