JURNAL SELAKSA MAKNA

Jurnal Selaksa Makna merupakan wadah ilmiah yang khusus menyajikan hasil kajian koseptual/teoretis dan penelitian bidang pendidikan, bahasa, sastra, dan pembelajaran. Jurnal Selaksa Makna terbit empat kali dalam satu tahun, pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal Selaksa Makna diterbitkan oleh FKIP Universitas Lampung, melalui Program Studi Pendidikan Bahasa Lampung.

E-ISSN: 3089-9796

Readmore

Jurnal Selaksa Makna merupakan wadah ilmiah yang khusus menyajikan hasil kajian koseptual/teoretis dan penelitian bidang pendidikan, bahasa, sastra, dan pembelajaran. Jurnal Selaksa Makna terbit empat kali dalam satu tahun, pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal Selaksa Makna diterbitkan oleh FKIP Universitas Lampung, melalui Program Studi Pendidikan Bahasa Lampung.

E-ISSN: 3089-9796

Published
2025-10-17

Articles

TRANSFORMASI PENILAIAN DI ERA KURIKULUM MERDEKA: STRATEGI INOVATIF ASESMEN SUMATIF DI SMK SWASTA

  The implementation of the Merdeka Curriculum has significantly reshaped the national education system, particularly in terms of assessment practices within vocational high schools (Sekolah Menengah Kejuruan or SMK). This study aims to describe the ongoing transformation of assessment practices and to explore innovative strategies adopted by teachers in conducting summative assessments in private vocational schools. A qualitative descriptive method using a case study approach was employed in several private SMKs that have implemented the Merdeka Curriculum. Data were gathered through classroom observations, teacher interviews, and documentation analysis of assessment instruments. The findings reveal a paradigm shift from traditional, results-oriented evaluation toward an authentic assessment system that holistically measures students’ learning processes, performance outcomes, and attitudes. Innovative strategies identified include project-based assessments aligned with real-world contexts, digital portfolios, performance-based evaluations, and the integration of digital technologies such as Google Forms, Quizizz, and electronic rubrics. These innovations have fostered greater student motivation, engagement, and transparency in the assessment process. Nevertheless, several challenges persist, such as limited teacher competence in designing creative instruments and inadequate technological support in some schools. Continuous professional development and strong institutional policies are therefore essential to enhance teachers’ capacity in implementing meaningful and competency-based assessments. Overall, the transformation of summative assessment within the Merdeka Curriculum represents a strategic step toward more adaptive, contextual, and learner-centered education in the 21st century.   Perubahan sistem pendidikan nasional melalui penerapan Kurikulum Merdeka telah membawa dampak signifikan terhadap paradigma penilaian, terutama pada pelaksanaan asesmen sumatif di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses transformasi penilaian yang terjadi serta menelaah berbagai strategi inovatif yang digunakan guru dalam mengimplementasikan asesmen sumatif di SMK Swasta. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada beberapa SMK Swasta yang telah menerapkan Kurikulum Merdeka. Data diperoleh melalui observasi kegiatan pembelajaran, wawancara dengan guru mata pelajaran, dan analisis dokumen instrumen penilaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi pergeseran orientasi penilaian dari pola tradisional yang menitikberatkan pada hasil akhir menuju sistem penilaian autentik yang menilai proses, produk, serta sikap peserta didik secara holistik. Strategi inovatif yang diterapkan mencakup penerapan proyek berbasis dunia kerja, portofolio digital, penilaian berbasis performa, serta pemanfaatan teknologi digital seperti Google Form, Quizizz, dan e-rubrik sebagai alat bantu asesmen. Transformasi ini berdampak positif terhadap peningkatan motivasi, keterlibatan aktif siswa, serta transparansi dalam proses evaluasi hasil belajar. Namun demikian, beberapa kendala ditemukan, seperti rendahnya kemampuan sebagian guru dalam merancang instrumen inovatif dan keterbatasan fasilitas teknologi di sekolah. Oleh sebab itu, dibutuhkan dukungan kebijakan sekolah serta pelatihan berkelanjutan untuk memperkuat kapasitas guru dalam menyusun asesmen yang kreatif, objektif, dan relevan dengan kebutuhan abad ke-21. Secara keseluruhan, transformasi asesmen sumatif di era Kurikulum Merdeka mencerminkan upaya nyata untuk mewujudkan pembelajaran yang lebih adaptif, kontekstual, dan berpihak pada pengembangan kompetensi peserta didik secara menyeluruh.

NOMINA PADA JUDUL BERITA MENGENAI BAHLIL LAHADALIA DALAM PLATFORM BERITA ONLINE

The development of digital media has influenced journalistic practices, particularly in the construction of online news headlines that prioritize conciseness and informational density. One dominant linguistic element in online news headlines is the use of nouns. This study aims to (1) identify the forms of nouns used in online news headlines concerning the Indonesian Minister of Energy and Mineral Resources, Bahlil Lahadalia, and (2) analyze the syntactic functions of nouns within these headlines. This research adopts a qualitative descriptive approach. The data consist of 40 online news headlines featuring Bahlil Lahadalia as the main news figure, collected from four national online media outlets: Tempo, Kompas, CNN Indonesia, and Detik. Data were collected using observation and note-taking techniques and analyzed using Miles and Huberman’s interactive model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that all headlines employ nouns as the primary elements in headline construction. In terms of form, the nouns are categorized into basic nouns, affixed nouns, compound nouns, and abbreviated nouns. Syntactically, nouns function as subjects, objects, complements, and nominal predicates in news headlines. These findings indicate that nouns play a crucial role in structuring headlines and shaping the representation of public figures and events in digital media discourse.   ​Perkembangan media digital mendorong perubahan dalam praktik jurnalistik, khususnya pada penyusunan judul berita daring yang dituntut ringkas, padat, dan informatif. Salah satu unsur kebahasaan yang dominan dalam judul berita daring adalah penggunaan nomina. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi bentuk-bentuk nomina yang digunakan dalam judul berita daring mengenai Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan (2) menganalisis fungsi nomina dalam struktur judul berita tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data penelitian berupa 40 judul berita daring yang memuat nama Bahlil Lahadalia sebagai tokoh utama, yang bersumber dari empat media nasional, yaitu Tempo, Kompas, CNN Indonesia, dan Detik. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dan teknik catat, sedangkan analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh judul berita memanfaatkan nomina sebagai unsur utama pembentuk struktur judul. Dari segi bentuk, nomina yang ditemukan meliputi nomina dasar, nomina berafiks, nomina majemuk, dan nomina hasil pemendekan (abreviasi). Secara sintaksis, nomina mengisi fungsi subjek, objek, pelengkap, dan predikat nominal dalam judul berita. Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan nomina dalam judul berita daring berperan penting dalam memadatkan informasi serta membangun representasi tokoh dan peristiwa dalam wacana media digital.

PERSEPSI SISWA TERHADAP KOMUNIKASI GURU DALAM MEMBANGUN LINGKUNGAN BELAJAR YANG INKLUSIF DI SMA YPI TUNAS BANGSA PALEMBANG

  This study aims to describe students' perceptions of how teachers communicate in creating an inclusive learning environment at SMA YPI Tunas Bangsa Palembang. Inclusive education requires equal learning opportunities for all students, making teachers' communication skills a key factor in building a classroom atmosphere that is open, empathetic, and respectful of differences. This study uses a qualitative method with a descriptive approach through interviews and documentation of students from diverse backgrounds. The results show that teacher communication is considered effective, clear, and adaptive, with the use of easily understood language and examples relevant to everyday life. Teachers are also seen as patient, responsive, and non-judgmental, creating a learning environment that is comfortable, safe, and pressure-free. Two-way interaction between teachers and students has been proven to enhance motivation and active participation in learning.   Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan persepsi siswa mengenai cara guru berkomunikasi dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif di SMA YPI Tunas Bangsa Palembang. Pendidikan inklusif menuntut adanya kesempatan belajar yang adil bagi seluruh siswa, sehingga kemampuan komunikasi guru menjadi faktor utama dalam membangun suasana kelas yang terbuka, empatik, dan menghargai perbedaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui wawancara dan dokumentasi terhadap siswa yang memiliki latar belakang beragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi guru dianggap efektif, jelas, dan adaptif, dengan penggunaan bahasa yang mudah dimengerti serta contoh yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Guru juga dinilai sabar, responsif, dan tidak menghakimi, sehingga tercipta suasana belajar yang nyaman, aman, dan tanpa tekanan. Interaksi dua arah antara guru dan siswa terbukti meningkatkan motivasi serta partisipasi aktif dalam pembelajaran.

ANALISIS AFIKSASI DAN MAKNA GRAMATIKAL DALAM ALBUM LAGU ARTI UNTUK CINTA KARYA TIARA ANDINI: KAJIAN MORFOLOGI

This study aims to analyse the process of affixation and grammatical meaning found in the lyrics of songs on Tiara Andini's album Arti Untuk Cinta using morphological analysis. The affixation studied includes prefixes, suffixes, and confixes that play a role in forming grammatical meaning in the words of song lyrics. The method used in this study is a qualitative descriptive method with data collection techniques in the form of reading, listening, and note-taking. The research data was obtained from four songs in the album Arti Untuk Cinta, namely Cintanya Aku, Diam-diam, Padamu Luka, and Bahaya. The results showed that there were 36 affixed words, with prefixes being the most dominant type of affixation with 24 data, while suffixes and confixes each amounted to 6 data. The affixation process produced grammatical meanings that served to clarify the meaning, refine the style of language, and strengthen the emotional expression in the song lyrics. Thus, affixation played an important role in building the beauty of language and the message conveyed in the song lyrics on Tiara Andini's album Arti Untuk Cinta.   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses afiksasi serta makna gramatikal yang terdapat dalam lirik lagu pada album Arti Untuk Cinta karya Tiara Andini dengan menggunakan kajian morfologi. Afiksasi yang dikaji meliputi prefiks, sufiks, dan konfiks yang berperan dalam pembentukan makna gramatikal pada kata-kata dalam lirik lagu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa teknik baca, simak, dan catat. Data penelitian diperoleh dari empat lagu dalam album Arti Untuk Cinta, yaitu Cintanya Aku, Diam-diam, Padamu Luka, dan Bahaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 36 data kata berafiksasi, dengan prefiks sebagai jenis afiksasi yang paling dominan sebanyak 24 data, sedangkan sufiks dan konfiks masing-masing berjumlah 6 data. Proses afiksasi tersebut menghasilkan makna gramatikal yang berfungsi memperjelas makna, memperhalus gaya bahasa, serta memperkuat ekspresi emosional dalam lirik lagu. Dengan demikian, afiksasi berperan penting dalam membangun keindahan bahasa dan pesan yang ingin disampaikan dalam lirik lagu pada album Arti Untuk Cinta karya TiaraAndini.

REPRESENTASI KESADARAN MANUSIA TERHADAP ALAM DALAM LIRIK LAGU SUNDA KARYA MANG KOKO TINJAUAN EKOKRITIK

Abstract: Ecocriticism is a study of the relationship between literature and the environment that questions the causes of environmental damage due to development carried out by humans. The study also reviews the perspective of literary involvement and commitment in preventing environmental damage by humans. This study aims to reveal the representation of human awareness of nature in the lyrics of Mang Koko's songs through an ecocritical approach. The objects of study include three traditional Sundanese songs, including Tanah Sunda, Cinta Nusa, and Pasundan Eksiganda, which contain local ecological and cultural values. This study uses a qualitative method with a descriptive-analytical approach. Data were collected through literature studies and text analysis of song lyrics. The analysis was carried out using traditional ecocritical theory, which views the relationship between humans and nature within the framework of ethics, culture, and spirituality. The results of this study conclude that Mang Koko's Sundanese songs have well represented objective facts about how humans should protect the environment. All three reflect the Sundanese worldview that positions nature not as an object of exploitation, but as a life partner that must be protected and respected. Thus, Mang Koko's songs can be understood as a form of ecological awareness wrapped in traditional artistic expression, as well as being an important medium in the formation of environmental values ​​based on local wisdom.   Ekokritik merupakan telaah atas relasi antara sastra dan lingkungan hidup yang mempertanyakan sebab kerusakan alam akibat pembangunan yang dilakukan oleh manusia. Telaah tersebut sekaligus meninjau perspektif keterlibatan dan komitmen sastra dalam mencegah kerusakan alam oleh manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap representasi kesadaran manusia terhadap alam dalam lirik lagu-lagu karya Mang Koko melalui pendekatan ekokritik. Objek kajian meliputi tiga lagu tradisional Sunda, diantaranya Tanah Sunda, Cinta Nusa, dan Pasundan Eksiganda, yang memiliki muatan nilai-nilai ekologis dan budaya lokal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis-deskriptif. Data dikumpulkan melalui studi pustaka dan analisis teks terhadap lirik lagu. Analisis dilakukan dengan menggunakan teori ekokritik tradisional, yang melihat relasi antara manusia dan alam dalam kerangka etika, budaya, dan spiritualitas. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa lagu-lagu Sunda Karya Mang Koko telah merepresentasikan dengan baik fakta-fakta objektif bagaimana manusia seharusnya menjaga lingkungan. Ketiganya mencerminkan pandangan dunia Sunda yang memosisikan alam bukan sebagai objek eksploitasi, melainkan sebagai mitra hidup yang harus dijaga dan dihormati. Dengan demikian, lagu-lagu Mang Koko dapat dipahami sebagai bentuk kesadaran ekologis yang dibungkus dalam ekspresi seni tradisional, serta menjadi media penting dalam pembentukan nilai-nilai lingkungan berbasis kearifan lokal.

Indexer Sites