UPAYA MELESTARKAN BUDAYA LAMPUNG SERUIT SEBAGAI SIMBOL KEBERSAMAAN DALAM BUDAYA KULINER LAMPUNG
Abstrak:
Seruit adalah salah satu kuliner khas Lampung yang memiliki nilai filosofis mendalam terkait kebersamaan dan keharmonisan sosial. Tradisi ini bukan hanya mengutamakan cita rasa, tetapi juga mencerminkan semangat gotong royong dan penghormatan terhadap leluhur. Seruit menjadi simbol penting dalam kehidupan sosial masyarakat Lampung, terutama dalam acara adat dan pertemuan keluarga. Namun, dalam era modernisasi dan globalisasi, tradisi ini menghadapi tantangan besar, seperti perubahan gaya hidup dan berkurangnya minat generasi muda terhadap kuliner tradisional. Untuk itu, pelestarian seruit memerlukan berbagai upaya yang melibatkan masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta. Upaya ini bisa dilakukan dengan mengenalkan seruit melalui media sosial, pengembangan produk seruit modern, serta mengadakan festival kuliner. Pelestarian seruit juga membuka peluang bagi pengembangan ekonomi daerah, khususnya dalam sektor pariwisata dan kuliner. Seruit berpotensi menjadi ikon budaya Lampung yang mendunia, memperkenalkan budaya lokal sambil meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Keberlanjutan tradisi seruit dapat memperkokoh identitas budaya Lampung dalam menghadapi tantangan zaman.
Seruit is a traditional dish from Lampung, Indonesia, that holds profound philosophical values related to social harmony and togetherness. This tradition not only emphasizes flavor but also reflects the spirit of mutual cooperation and respect for ancestors. Seruit serves as a vital symbol in the social life of the Lampung community, particularly in traditional ceremonies and family gatherings. However, in the face of modernization and globalization, this tradition faces significant challenges, such as lifestyle changes and a decreasing interest among younger generations in traditional cuisine. Therefore, the preservation of seruit requires various efforts involving society, the government, and the private sector. These efforts could include promoting seruit through social media, developing modern seruit products, and organizing culinary festivals. The preservation of seruit also presents opportunities for local economic development, particularly in tourism and culinary sectors. Seruit has the potential to become a global cultural icon of Lampung, introducing local culture while improving community welfare. The continuity of the seruit tradition strengthens the cultural identity of Lampung in the face of modern challenges.
Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama
- Fannisa Humaira, Annisa Az-Zahra Rahmawati, Rahmat Prayogi, Septia Uswatun Hasanah, SEJARAH DAN PERAN TARI SIGEH PENGUNTEN SEBAGAI TRADISI DAN IDENTITAS KEBUDAYAAN LAMPUNG , JURNAL SELAKSA MAKNA: Vol 1 No 1 (2025): JURNAL SELAKSA MAKNA
- Septia Riskika, Puja Bidi Ratu, Rahmat Prayogi, Dwi Hayati, ANALISIS MAKNA PUISI “TIRAM” DAN “TIRAMKU JAMA NIKU” PADA BUKU SAMPIAN , JURNAL SELAKSA MAKNA: Vol 1 No 1 (2025): JURNAL SELAKSA MAKNA
- Dira Saputra, M. Evan Firnanda, Rahmat Prayogi, Bambang Riadi, ANALISIS KONTRASTIF KATA SAPAAN/PANGGILAN DALAM KELUARGA PADA MASYARAKAT LAMPUNG DIALEK A/O , JURNAL SELAKSA MAKNA: Vol 1 No 1 (2025): JURNAL SELAKSA MAKNA
- Aldo Kurniawan, Ratna Rahayu Ronalta, Rahmat Prayogi, Betnawati Betnawati, EKSPLORASI SENI GITAR TUNGGAL DI KELURAHAN KOMERING AGUNG , JURNAL SELAKSA MAKNA: Vol 1 No 1 (2025): JURNAL SELAKSA MAKNA
