SEMIOTIKA PESAN MORAL DALAM FIM “DUA GARIS BIRU” TEORI ROLAND BARTHES KARYA GINA S.NOER

Published: Sep 19, 2026

Abstract:

This study aims to reveal the moral messages in the film Dua Garis Biru using Roland Barthes’ semiotics. The film depicts the complexity of problems faced by teenagers after premarital pregnancy, highlighting the tensions between expectations, responsibility, and social consequences. Employing Barthes’ semiotic theory, this research investigates how both verbal and visual signs form profound meanings related to morality, social norms, and cultural pressures. Through two stages of analysis—denotation (literal meaning) and connotation (interpretative meaning)—the study identifies both direct meanings and complex interpretations reflecting societal moral values. The results show that the film conveys a strong moral message about the importance of personal and social responsibility in facing the consequences of an action. Furthermore, the film illustrates how society tends to judge individuals’ life choices. This research provides insight that film can serve as an effective medium for conveying moral messages through the use of richly meaningful signs.

Penelitian ini bertujuan mengungkap pesan moral dalam film Dua Garis Biru menggunakan semiotika Roland Barthes. Film ini menggambarkan kompleksitas masalah yang dihadapi remaja setelah hamil di luar nikah, menyoroti pertentangan antara harapan, tanggung jawab, dan dampak sosial. Dengan teori Barthes, penelitian menyelidiki bagaimana tanda verbal dan visual membentuk makna mendalam terkait moralitas, norma sosial, dan tekanan budaya. Melalui dua tahap analisis—denotasi (makna literal) dan konotasi (makna interpretatif)—penelitian mengidentifikasi makna langsung maupun interpretasi kompleks yang merefleksikan nilai moral masyarakat. Hasil analisis menunjukkan bahwa film ini menyampaikan pesan moral kuat tentang pentingnya tanggung jawab pribadi dan sosial dalam menghadapi konsekuensi tindakan. Selain itu, film menggambarkan kecenderungan masyarakat memberikan penilaian terhadap pilihan hidup individu. Penelitian ini memberikan wawasan bahwa film dapat berfungsi sebagai sarana efektif menyampaikan pesan moral melalui tanda-tanda yang kaya makna.

Keywords:
1. Semiotika
2. Pesan moral
3. Roland Barthes
4. Film Dua Garis Biru
5. Tanda
Authors:
1 . Dwi Kurnia Sahfitri
2 . Imas Juidah
https://orcid.org/0000-0003-4738-8535
How to Cite
Sahfitri, D. K., & Juidah, I. (2026). SEMIOTIKA PESAN MORAL DALAM FIM “DUA GARIS BIRU” TEORI ROLAND BARTHES KARYA GINA S.NOER . J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 14(2), 1–8. https://doi.org/10.23960/simbol.v14i2.1798

Downloads

Download data is not yet available.
References

    Nassarudin, M. dkk. (2018). Adat Melayu Riau Karya Tenas Effendy Suntingan Makmur Hendrik Dan Kawan-Kawan. Jurnal Aksara: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 2(1), 165-175.

    Antaranews.com. (2019). Film Dua Garis Biru gambarkan program remaja BKKBN. Diakses dari https://www.antaranews.com.

    Barthes, R. (1967). Elements of Semiology. London: Hill and Wang/Cape.

    Barthes, Roland. 2007. Membedah Mitos-Mitos Budaya Massa: Semiotika atau Sosiologi Tanda, Simbol dan Representasi.Yogyakarta: Jalasutra.

    Bertens, K. (2013). Etika. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

    BKKBN. (2019). Antisipasi Pernikahan Dini, Film Dua Garis Biru Dapat Dukungan BKKBN. Jakarta: Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.

    Bluestone, G. (1957). Novels into Film. Baltimore: Johns Hopkins Press.

    Bouzida, F. (2014, September). The semiology analysis in media studies: Roland Barthes Approach. In Proceedings of SOCIOINT14-International Conference on Social Sciences and Humanities (Vol. 8, No. 10, pp. 1001-1007).

    Claudia, N. (2018). Analisis Nilai Moral dalam Novel Menjadi Tua dan Tersisih Karya Vannny Chrisma W (Doctoral dissertation, Universitas Islam Riau).

    Effendy, O. U. (1986). Dinamika Komunikasi. Bandung: Remadja Karya.

    Effendy, Onong Uchjana. (2009). Ilmu Komunikasi Teori dan Praktik. Bandung: Rosda

    Eneste, P. (1991). Novel dan Film. Ende: Nusa Indah.

    Fiantika, F. R. (2022). 1.6 Tujuan Penelitian Kualitatif. Metodologi Penelitian Kualitatif, 12

    Ginanti, N. (2020). Analisis Semiotika Pesan Moral Dalam Film “Dua Garis Biru” (Doctoral dissertation, Universitas Islam Kalimantan MAB).

    Jannah, M., & Yuliawati, J. (2022). Pengaruh Kompetensi SDM dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan Di Era Revolusi 4.0. Journal of Syntax Literate, 7(6).

    Karison, E., & Setiawan, H. W. (2022). Moral Messages in Bradley Cooper “A Star is Born” Movie. Enjelia Karison: 177010065 (Doctoral dissertation, Sastra Inggris).

    Kartika, T. (2016). Sinematografi. Bandung: Penerbit ITB.

    Kurniawan, Semiologi Roland Barthes, Indonesiatera, Magelang, 2001 Barthes, Roland. 2004. Mitologi, Kreasi Wacana, Yogyakarta.

    Lestari, T. & Rahmawati, N. (2020). Representasi pendidikan karakter di film Dua Garis Biru berdasarkan perspektif Thomas Lickona. Jurnal Ilmiah Pendidikan Karakter, 8(1), 18–30.

    Mastoah, I. (2016). Nilai Moral dan Nilai Budaya dalam Novel Sang Pemimpi Karya Andrea Hirata. Primary: Jurnal Keilmuan dan Kependidikan Dasar, 8(1), 43-56.

    McQuail, D. (1997). Audience Analysis. London: Sage Publications.

    Pertiwi, M., Ri’aeni, I., & Yusron, A. (2020). Analisis Resepsi Interpretasi Penonton terhadap Konflik Keluarga dalam Film" Dua Garis Biru". Jurnal Audiens, 1(1), 1-8.

    Sani, A. (1992). Sudut Pandang. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

    Sintiani, S., Junita, A., & Meutia, T. (2023). Analisis Pencegahan Fraud Di Jurnal Indonesia yang Terbit Pada Tahun 2020. MUQADDIMAH: Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Bisnis, 1(1), 190-200

    Sobur, A. (2003). Semiotika Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.

    Sri Wahyuningsih, (2009). “Film dan Dakwah”. Surabaya: Media Sahabat Cendikia.

    Wirianto, R., & Girsang, L. R. (2016). Representasi Rasisme Pada Film “12 Years a Slave” (Analisis Semiotika Roland Barthes). Semiotika Jurnal Komunikasi, 10(1), 180–206.

  1. Nassarudin, M. dkk. (2018). Adat Melayu Riau Karya Tenas Effendy Suntingan Makmur Hendrik Dan Kawan-Kawan. Jurnal Aksara: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 2(1), 165-175.
  2. Antaranews.com. (2019). Film Dua Garis Biru gambarkan program remaja BKKBN. Diakses dari https://www.antaranews.com.
  3. Barthes, R. (1967). Elements of Semiology. London: Hill and Wang/Cape.
  4. Barthes, Roland. 2007. Membedah Mitos-Mitos Budaya Massa: Semiotika atau Sosiologi Tanda, Simbol dan Representasi.Yogyakarta: Jalasutra.
  5. Bertens, K. (2013). Etika. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
  6. BKKBN. (2019). Antisipasi Pernikahan Dini, Film Dua Garis Biru Dapat Dukungan BKKBN. Jakarta: Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.
  7. Bluestone, G. (1957). Novels into Film. Baltimore: Johns Hopkins Press.
  8. Bouzida, F. (2014, September). The semiology analysis in media studies: Roland Barthes Approach. In Proceedings of SOCIOINT14-International Conference on Social Sciences and Humanities (Vol. 8, No. 10, pp. 1001-1007).
  9. Claudia, N. (2018). Analisis Nilai Moral dalam Novel Menjadi Tua dan Tersisih Karya Vannny Chrisma W (Doctoral dissertation, Universitas Islam Riau).
  10. Effendy, O. U. (1986). Dinamika Komunikasi. Bandung: Remadja Karya.
  11. Effendy, Onong Uchjana. (2009). Ilmu Komunikasi Teori dan Praktik. Bandung: Rosda
  12. Eneste, P. (1991). Novel dan Film. Ende: Nusa Indah.
  13. Fiantika, F. R. (2022). 1.6 Tujuan Penelitian Kualitatif. Metodologi Penelitian Kualitatif, 12
  14. Ginanti, N. (2020). Analisis Semiotika Pesan Moral Dalam Film “Dua Garis Biru” (Doctoral dissertation, Universitas Islam Kalimantan MAB).
  15. Jannah, M., & Yuliawati, J. (2022). Pengaruh Kompetensi SDM dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan Di Era Revolusi 4.0. Journal of Syntax Literate, 7(6).
  16. Karison, E., & Setiawan, H. W. (2022). Moral Messages in Bradley Cooper “A Star is Born” Movie. Enjelia Karison: 177010065 (Doctoral dissertation, Sastra Inggris).
  17. Kartika, T. (2016). Sinematografi. Bandung: Penerbit ITB.
  18. Kurniawan, Semiologi Roland Barthes, Indonesiatera, Magelang, 2001 Barthes, Roland. 2004. Mitologi, Kreasi Wacana, Yogyakarta.
  19. Lestari, T. & Rahmawati, N. (2020). Representasi pendidikan karakter di film Dua Garis Biru berdasarkan perspektif Thomas Lickona. Jurnal Ilmiah Pendidikan Karakter, 8(1), 18–30.
  20. Mastoah, I. (2016). Nilai Moral dan Nilai Budaya dalam Novel Sang Pemimpi Karya Andrea Hirata. Primary: Jurnal Keilmuan dan Kependidikan Dasar, 8(1), 43-56.
  21. McQuail, D. (1997). Audience Analysis. London: Sage Publications.
  22. Pertiwi, M., Ri’aeni, I., & Yusron, A. (2020). Analisis Resepsi Interpretasi Penonton terhadap Konflik Keluarga dalam Film" Dua Garis Biru". Jurnal Audiens, 1(1), 1-8.
  23. Sani, A. (1992). Sudut Pandang. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
  24. Sintiani, S., Junita, A., & Meutia, T. (2023). Analisis Pencegahan Fraud Di Jurnal Indonesia yang Terbit Pada Tahun 2020. MUQADDIMAH: Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Bisnis, 1(1), 190-200
  25. Sobur, A. (2003). Semiotika Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
  26. Sri Wahyuningsih, (2009). “Film dan Dakwah”. Surabaya: Media Sahabat Cendikia.
  27. Wirianto, R., & Girsang, L. R. (2016). Representasi Rasisme Pada Film “12 Years a Slave” (Analisis Semiotika Roland Barthes). Semiotika Jurnal Komunikasi, 10(1), 180–206.