ANALISIS STILISTIKA SEMANTIK PADA LAGU “GAJAH” KARYA TULUS

Published: Sep 26, 2026

Abstract:

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan gaya bahasa (majas) serta makna denotatif dan konotatif yang terdapat dalam lirik lagu “Gajah” karya Tulus, sekaligus menganalisis keterkaitan antara gaya bahasa dengan makna yang disampaikan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Sumber data diperoleh dari lirik lagu “Gajah” yang dipopulerkan oleh Tulus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam lagu tersebut ditemukan beberapa jenis gaya bahasa, seperti personifikasi, metafora, hiperbola, repetisi, aliterasi, dan asonansi. Makna denotatif dalam lagu menggambarkan seekor Gajah yang memiliki kelebihan dan kekurangan, sedangkan makna konotatifnya mengandung pesan tentang penerimaan diri, rasa bangga terhadap diri sendiri, kekuatan, serta motivasi dalam menghadapi tindakan bullying. Dengan demikian, gaya bahasa dan makna memiliki hubungan yang erat karena penggunaan gaya bahasa mampu memperkuat penyampaian pesan emosional dari pencipta lagu.

This study aims to describe the use of figurative language (figurative language) and the denotative and connotative meanings contained in the lyrics of the song "Gajah" by Tulus, while also analyzing the relationship between figurative language and the meaning conveyed. This study uses a qualitative descriptive method with a literature study approach. Data sources were obtained from the lyrics of the song "Gajah" popularized by Tulus. The results of this study indicate that the song contains several types of figurative language, such as personification, metaphor, hyperbole, repetition, alliteration, and assonance. The denotative meaning in the song depicts an elephant with advantages and disadvantages, while the connotative meaning conveys messages about self-acceptance, pride in oneself, strength, and motivation in facing bullying. Thus, figurative language and meaning are closely related because the use of figurative language can strengthen the emotional message conveyed by the songwriter.

Keywords:
1. stilistika semantic
2. gaya bahasa
3. makna denotatif
4. makna konotatif
5. lagu “Gajah”, Tulus
Authors:
1 . Dwi Anggraeni
2 . Imas Juidah
How to Cite
Anggraeni, D., & Juidah, I. (2026). ANALISIS STILISTIKA SEMANTIK PADA LAGU “GAJAH” KARYA TULUS. J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 14(2), 823–828. https://doi.org/10.23960/simbol.v14i2.2053

Downloads

Download data is not yet available.
References

    A. Teeuw. (2013). Sastra dan Ilmu Sastra: Pengantar Teori Sastra. Bandung: Pustaka Jaya.

    Aulia, F. (2023). Penggunaan Gaya Bahasa Pada Lirik Lagu Dalam Album Monokrom Karya Tulus. Pragmatik: Jurnal Rumpun Ilmu Bahasa dan Pendidikan, 1(3), 01-05.

    Chaer, Abdul. (2018). Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Jakarta:Rineka Cipta.

    E. Kosasih. (2012). Dasar-Dasar Keterampilan Bersastra. Bandung: Yrama Widya

    Gorys Keraf. (1994). Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

    Graham Hough. (1972). Style and Stylistics. London: Routledge & Kegan Paul.

    Henry Guntur Tarigan. (1985). Pengajaran Gaya Bahasa. Bandung: Angkasa.

    Henry Guntur Tarigan. (2013). Pengajaran Gaya Bahasa. Bandung: Angkasa.

    J. W. M. Verhaar. (2018). Asas-Asas Linguistik Umum. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

    Julianto, I. R. (2023). Teknik Akrostik Sebagai Inovasi Pembelajaran Keterampilan Menulis Puisi Di Sekolah Dasar (Studi Literatur). Jurnal Ilmu Pendidikan Sekolah Dasar, 10(1), 44–56. https://doi.org/https://doi.org/10.19184/jipsd.v10i1.37979.

    Julianto. (2023). Kajian Gaya Bahasa dalam Karya Sastra. Jurnal Bahasa dan Sastra.

    Keraf, G. (2000). Gaya Bahasa. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

    M. Atar Semi. (1988). Anatomi Sastra. Padang: Angkasa Raya.

    René Wellek, & Austin Warren. (2014). Teori Kesusastraan (Terjemahan Melani Budianta). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

    Sudjiman, Panuti. 1993, Bunga Rampai Stilistika. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.

    Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

    Suwardi Endraswara. (2003). Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Widyatama.

    Tarigan, Henry Guntur. 1985. Pengajaran Gaya Bahasa. Bandung: Angkasa.

    Van Zoest, A. (1993). Semiotika: Tentang tanda, cara kerjanya, dan apa yang kita lakukan dengannya. Jakarta: Yayasan Sumber Agung.

    Wulandari, Sanjaya, Anggraini & Khairunnisa. (2020). Skema Aktan dan Struktur Fungsional A.J. Greimas dalam Cerita Asal Mulo Jambi Tulo dan Jambi Kecik. Pena Literasi: Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia. 3 (1).

  1. A. Teeuw. (2013). Sastra dan Ilmu Sastra: Pengantar Teori Sastra. Bandung: Pustaka Jaya.
  2. Aulia, F. (2023). Penggunaan Gaya Bahasa Pada Lirik Lagu Dalam Album Monokrom Karya Tulus. Pragmatik: Jurnal Rumpun Ilmu Bahasa dan Pendidikan, 1(3), 01-05.
  3. Chaer, Abdul. (2018). Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Jakarta:Rineka Cipta.
  4. E. Kosasih. (2012). Dasar-Dasar Keterampilan Bersastra. Bandung: Yrama Widya
  5. Gorys Keraf. (1994). Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
  6. Graham Hough. (1972). Style and Stylistics. London: Routledge & Kegan Paul.
  7. Henry Guntur Tarigan. (1985). Pengajaran Gaya Bahasa. Bandung: Angkasa.
  8. Henry Guntur Tarigan. (2013). Pengajaran Gaya Bahasa. Bandung: Angkasa.
  9. J. W. M. Verhaar. (2018). Asas-Asas Linguistik Umum. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
  10. Julianto, I. R. (2023). Teknik Akrostik Sebagai Inovasi Pembelajaran Keterampilan Menulis Puisi Di Sekolah Dasar (Studi Literatur). Jurnal Ilmu Pendidikan Sekolah Dasar, 10(1), 44–56. https://doi.org/https://doi.org/10.19184/jipsd.v10i1.37979.
  11. Julianto. (2023). Kajian Gaya Bahasa dalam Karya Sastra. Jurnal Bahasa dan Sastra.
  12. Keraf, G. (2000). Gaya Bahasa. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
  13. M. Atar Semi. (1988). Anatomi Sastra. Padang: Angkasa Raya.
  14. René Wellek, & Austin Warren. (2014). Teori Kesusastraan (Terjemahan Melani Budianta). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
  15. Sudjiman, Panuti. 1993, Bunga Rampai Stilistika. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.
  16. Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
  17. Suwardi Endraswara. (2003). Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Widyatama.
  18. Tarigan, Henry Guntur. 1985. Pengajaran Gaya Bahasa. Bandung: Angkasa.
  19. Van Zoest, A. (1993). Semiotika: Tentang tanda, cara kerjanya, dan apa yang kita lakukan dengannya. Jakarta: Yayasan Sumber Agung.
  20. Wulandari, Sanjaya, Anggraini & Khairunnisa. (2020). Skema Aktan dan Struktur Fungsional A.J. Greimas dalam Cerita Asal Mulo Jambi Tulo dan Jambi Kecik. Pena Literasi: Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia. 3 (1).