EUFEMISME PADA INSTAGRAM TRIBUN LAMPUNG DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA
Abstract:
This study aims to describe the forms of euphemism used in news texts on the Tribun Lampung Instagram account and explain their implications for Indonesian language learning in high school. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. The source of research data is news uploaded on the Tribun Lampung Instagram account. Data collection techniques are carried out through documentation and note-taking techniques, while data analysis uses referential equivalent methods and language form classification techniques. The results of the study show that there are euphemism data consisting of initial forms, acronym forms, the use of loan words, the use of foreign terms, metaphors, and periphrasis forms. The use of euphemisms in the text serves to refine meaning, maintain politeness of language, and convey information more ethically and contextually. The results of this study have implications for Indonesian language learning, in high school, especially in the material for class XI news texts in the Merdeka Curriculum. Implications are carried out through the stages of learning component analysis, mapping of teaching materials, and implications of research results on learning news texts. The use of euphemisms found in news on the Tribun Lampung Instagram account can serve as a concrete example in learning to demonstrate how to use language politely and non-offensively when conveying news text material.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk eufemisme yang digunakan dalam teks berita pada akun Instagram Tribun Lampung serta menjelaskan implikasinya terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data penelitian adalah berita yang diunggah pada akun Instagram Tribun Lampung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik dokumentasi dan teknik catat, sedangkan analisis data menggunakan metode padan referensial dan teknik klasifikasi bentuk bahasa. Hasil penelitian menunjukkan terdapat data eufemisme yang terdiri dari bentuk inisialen, bentuk akronim, penggunaan kata serapan, penggunaan istilah asing, bentuk metafora, dan bentuk perifrasis. Hasil penelitian ini memiliki implikasi terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA, khususnya pada materi teks berita kelas XI dalam Kurikulum Merdeka. Implikasi dilakukan melalui tahap analisis komponen pembelajaran, pemetaan materi ajar, dan implikasi hasil penelitian pada pembelajaran teks berita. Penggunaan eufemisme dalam berita pada akun Instagram Tribun Lampung dapat dijadikan contoh nyata dalam pembelajaran untuk menunjukkan bagaimana bahasa digunakan secara santun dan tidak menyinggung saat meyampaikan materi teks berita.
Downloads

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Agustina. (2016). Pola Penyajian Kegiatan Pembelajaran Berbasis Pendekatan Ilmiah (Saintific Appoarch) dalam Buku Teks Bahasa Indonesia. Media Akademik.
Allan, K., dan Burridge, K. (2006). Forbidden Words: Taboo and the Censoring of Language. Cambridge University Press.
Az‑zahra, S. F., Nadra, N., & Noviatri, N. (2022). Eufimisme dalam pemberitaan krisis kemanusiaan Wamena di media daring. Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 9(2), 261–275.
Aziza, S. N. (2021). Pergeseran Makna dalam Penggunaan Bahasa Gaul di Sosial Media Instagram. Jurnal Semantik, 3(1). https://www.e-journal.stkipsiliwangi.ac.id
Chaer, A., dan Agustina, L. (2010). Sosiolinguistik: Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta.
Djajasudarma, F. (2010). Metode Linguistik: Ancangan Metode Penelitian dan Kajian. Bandung: Refika Aditama.
Eriyanto. (2011). Analisis Framing: Konstruksi, Ideologi, dan Politik Media. Yogyakarta: LKiS.
Handayani, F., dan Rachmawati, I. (2023). Representasi Eufimisme dalam Berita Online: Analisis Wacana Kritis pada Pemberitaan Kriminal. Jurnal Bahasa Dan Media, 12(1), 34–46.
Hermawan, A., dan Gassing, H. (2023). Pengaruh Komentar Netizen terhadap Citra Diri dan Reputasi Sosial Media. Jurnal Semantik, 5(2).
Mahsun. (2017). Metode Penelitian Bahasa: Tahapan, Strategi, Metode, dan Tekniknya. Depok: Rajawali Pers.
Maksum. (2012). Metodologi Penelitian dalam Pendidikan. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Marliah, N., dan Siregar, H. (2022). Penguatan Literasi Kritis dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia melalui Analisis Teks Berita. Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia, 9(2), 89–101.
Oktavia, L. (2021). Strategi Eufimisme dalam Pemberitaan Media Daring: Studi Wacana Kritis. Jurnal Bahasa Dan Sastra, 21(2), 105–117.
Purwaningsih, D., dan Harimurti, A. (2023). Penggunaan Eufimisme dalam Media Sosial Twitter pada Masa Pandemi: Sebuah Kajian Pragmatik. Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Linguistik, 5(1), 45–60.
Putri, A. D., dan Hidayat, M. T. (2024). Instagram sebagai Sumber Informasi Utama Remaja: Studi Persepsi dan Dampaknya terhadap Pola Bahasa. Jurnal Komunikasi Digital, 6(1), 22–35.
Sari, P. dan Utami, I. (2020). Pengaruh Media Sosial terhadap Kemampuan Menulis Teks Berita Siswa SMA. Jurnal Pendidikan Bahasa, 14(1), 55–66.
Setiawan, A. (2022). Bahasa Media Sosial: Antara Kreativitas dan Etika Berbahasa. Jurnal Bahasa Dan Sastra Indonesia, 10(2), 123–134.
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Bandung: Alfabeta.
Sutarman. (2013). Tabu Bahasa dan Eufimisme. Surakarta: Yuma Pustaka.
Wijana, I. D. P., dan Rohmadi, M. (2008). Sosiolinguistik: Kajian teori dan analisis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Yosani, Y. M. A., Ginanjar, B., dan Nurjanah, A. F. (2022). Penggunaan Eufemisme dalam Komentar di Postingan Akun Instagram @nadiemmakarim. Jurnal Hasta Wiyata, 5(2). https://hastawiyata.ub.ac.id
Zaharnika, R. F. A., dan Nazirun, N. (2023). Eufemisme dalam wacana berita online Riau Pos.com. J-LELC: Journal of Language Education, Linguistics, and Culture, 3(1), 63–72. https://doi.org/10.25299/j-lelc.2023.12095.
- Agustina. (2016). Pola Penyajian Kegiatan Pembelajaran Berbasis Pendekatan Ilmiah (Saintific Appoarch) dalam Buku Teks Bahasa Indonesia. Media Akademik.
- Allan, K., dan Burridge, K. (2006). Forbidden Words: Taboo and the Censoring of Language. Cambridge University Press.
- Az‑zahra, S. F., Nadra, N., & Noviatri, N. (2022). Eufimisme dalam pemberitaan krisis kemanusiaan Wamena di media daring. Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 9(2), 261–275.
- Aziza, S. N. (2021). Pergeseran Makna dalam Penggunaan Bahasa Gaul di Sosial Media Instagram. Jurnal Semantik, 3(1). https://www.e-journal.stkipsiliwangi.ac.id
- Chaer, A., dan Agustina, L. (2010). Sosiolinguistik: Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta.
- Djajasudarma, F. (2010). Metode Linguistik: Ancangan Metode Penelitian dan Kajian. Bandung: Refika Aditama.
- Eriyanto. (2011). Analisis Framing: Konstruksi, Ideologi, dan Politik Media. Yogyakarta: LKiS.
- Handayani, F., dan Rachmawati, I. (2023). Representasi Eufimisme dalam Berita Online: Analisis Wacana Kritis pada Pemberitaan Kriminal. Jurnal Bahasa Dan Media, 12(1), 34–46.
- Hermawan, A., dan Gassing, H. (2023). Pengaruh Komentar Netizen terhadap Citra Diri dan Reputasi Sosial Media. Jurnal Semantik, 5(2).
- Mahsun. (2017). Metode Penelitian Bahasa: Tahapan, Strategi, Metode, dan Tekniknya. Depok: Rajawali Pers.
- Maksum. (2012). Metodologi Penelitian dalam Pendidikan. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
- Marliah, N., dan Siregar, H. (2022). Penguatan Literasi Kritis dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia melalui Analisis Teks Berita. Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia, 9(2), 89–101.
- Oktavia, L. (2021). Strategi Eufimisme dalam Pemberitaan Media Daring: Studi Wacana Kritis. Jurnal Bahasa Dan Sastra, 21(2), 105–117.
- Purwaningsih, D., dan Harimurti, A. (2023). Penggunaan Eufimisme dalam Media Sosial Twitter pada Masa Pandemi: Sebuah Kajian Pragmatik. Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Linguistik, 5(1), 45–60.
- Putri, A. D., dan Hidayat, M. T. (2024). Instagram sebagai Sumber Informasi Utama Remaja: Studi Persepsi dan Dampaknya terhadap Pola Bahasa. Jurnal Komunikasi Digital, 6(1), 22–35.
- Sari, P. dan Utami, I. (2020). Pengaruh Media Sosial terhadap Kemampuan Menulis Teks Berita Siswa SMA. Jurnal Pendidikan Bahasa, 14(1), 55–66.
- Setiawan, A. (2022). Bahasa Media Sosial: Antara Kreativitas dan Etika Berbahasa. Jurnal Bahasa Dan Sastra Indonesia, 10(2), 123–134.
- Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
- Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Bandung: Alfabeta.
- Sutarman. (2013). Tabu Bahasa dan Eufimisme. Surakarta: Yuma Pustaka.
- Wijana, I. D. P., dan Rohmadi, M. (2008). Sosiolinguistik: Kajian teori dan analisis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
- Yosani, Y. M. A., Ginanjar, B., dan Nurjanah, A. F. (2022). Penggunaan Eufemisme dalam Komentar di Postingan Akun Instagram @nadiemmakarim. Jurnal Hasta Wiyata, 5(2). https://hastawiyata.ub.ac.id
- Zaharnika, R. F. A., dan Nazirun, N. (2023). Eufemisme dalam wacana berita online Riau Pos.com. J-LELC: Journal of Language Education, Linguistics, and Culture, 3(1), 63–72. https://doi.org/10.25299/j-lelc.2023.12095.
Most read articles by the same author(s)
- Sindi Silfiyani, Eka Sofia Agustina, Rian Andri Prasetya, Munaris, NILAI BUDAYA DALAM CERITA RAKYAT LAMPUNG DUA CERITA TANGGAMUS TEMPO DULU: BANDAR NEGERI SEMUONG DAN MANTRA TELUK SEMAKA SERTA IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN SASTRA INDONESIA DI SMA , J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia: Vol. 14 No. 2 (2026): J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia