NILAI BUDAYA DALAM CERITA RAKYAT LAMPUNG DUA CERITA TANGGAMUS TEMPO DULU: BANDAR NEGERI SEMUONG DAN MANTRA TELUK SEMAKA SERTA IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN SASTRA INDONESIA DI SMA

Published: Sep 26, 2026

Abstract:

Folklore as part of regional literary heritage contains cultural values that reflect the worldview, norms, customs, and ways of life of the supporting community. These cultural values are passed down from generation to generation and become an important part of community life. One folklore that contains cultural values is Dua Cerita Tanggamus Tempo Dulu: Bandar Negeri Semuong dan Mantra Teluk Semaka. Therefore, this study aims to describe the cultural values contained in the Lampung folklore and their implications for the teaching of Indonesian Literature in senior high schools. This study employed a qualitative approach with a descriptive analysis method. The data sources were the Lampung folklore texts Bandar Negeri Semuong and Mantra Teluk Semaka published by the Language Office of Lampung Province. Data were collected through documentation study by reading, marking, and classifying quotations containing cultural values. The results showed that 93 data of cultural values were found, including religious, ethical, and social values. These findings indicate that Lampung folklore is relevant as teaching material in Indonesian Literature learning at senior high schools because it can support the understanding of cultural values, character building, and the enhancement of appreciation for local culture.

Cerita rakyat sebagai bagian dari khazanah sastra daerah mengandung nilai budaya yang merefleksikan pandangan hidup, norma, adat istiadat, serta sikap hidup masyarakat pendukungnya. Nilai budaya diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Salah satu cerita rakyat yang mengandung nilai budaya adalah Dua Cerita Tanggamus Tempo Dulu: Bandar Negeri Semuong dan Mantra Teluk Semaka. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai budaya yang terkandung dalam cerita rakyat Lampung tersebut serta implikasinya dalam pembelajaran Sastra Indonesia di SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Sumber data berupa teks cerita rakyat Lampung Bandar Negeri Semuong dan Mantra Teluk Semaka yang dibukukan oleh Kantor Bahasa Provinsi Lampung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dengan membaca, menandai, dan mengklasifikasikan kutipan yang mengandung nilai budaya. Hasil penelitian menunjukkan ditemukan 93 data nilai budaya meliputi nilai religius, etika, dan sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa cerita rakyat Lampung relevan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran Sastra Indonesia di SMA karena dapat mendukung pemahaman nilai budaya, pembentukan karakter, serta peningkatan apresiasi terhadap budaya lokal.

Keywords:
1. Nilai budaya
2. Cerita rakyat lampung
3. Pembelajaran sastra
Authors:
1 . Sindi Silfiyani
2 . Eka Sofia Agustina
3 . Rian Andri Prasetya
4 . Munaris
How to Cite
Silfiyani, S., Sofia Agustina, E. ., Andri Prasetya, R. ., & Munaris. (2026). NILAI BUDAYA DALAM CERITA RAKYAT LAMPUNG DUA CERITA TANGGAMUS TEMPO DULU: BANDAR NEGERI SEMUONG DAN MANTRA TELUK SEMAKA SERTA IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN SASTRA INDONESIA DI SMA. J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 14(2), 808–822. https://doi.org/10.23960/simbol.v14i2.1911

Downloads

Download data is not yet available.
References

    Agustina, E. S. (2023). Paradigma Pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Kurikulum Merdeka. Prosiding Pertemuan Ilmiah Bahasa Dan Sastra Indonesia, Untukmu Guruku. https://doi.org/https://conference.upgris.ac.id/index.php/snl/article/download/4931/3676

    Agustina, E. S., Ariyani, F., Zamzanah, S., & Prasetya, R. A. (2020). Cerita Rakyat Lampung Di Kampung Tua Negara Batin Kecamatan Negara Batin Kabupaten Way Kanan Provinsi Lampung. 11(2), 136–147. https://doi.org/https://doi.org/10.17509/jlb.v11i2

    Agustina, E. S., Ariyanib, F., Fuadc, M., Prasetya, R. A., & Liswati, K. N. (2023). The Corpus of Lampung’s Following Stories in 2013 Curriculum Text Learning Prospects. AAIP Publishing LLC, Vol. 2621,. https://doi.org/https://doi.org/10.1063/5.0142627

    Batubara, A., & Nurizzati, N. (2020). Struktur dan Fungsi Sosial Cerita Rakyat Legenda Asal Usul Kampung Batunabotar. Jurnal Bahasa Dan Sastra, 8(1), 1. https://doi.org/10.24036/81088680

    Danandjaja, J. (1986). Folklor Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng, dan Lain lain. Pustaka Utama Grafitipers.

    Djamaris, E., Sunardjo, N., & Jaruki, M. (1993). Nilai Budaya dalam Beberapa Karya Sastra Nusantara:Sastra Daerah di Sumatra. In Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dan Kebudayaan (Vol. 44, Issue 8). https://doi.org/10.1088/1751-8113/44/8/085201

    Dojosantoso. (1969). Unsur Religius Dalam Sastra Jawa. Aneka Ilmu.

    Endraswara, S. (2013). Folklor nusantara: hakikat, bentuk dan fungsi. Folklor Nusantara: Hakikat, Bentuk Dan Fungsi, 1–298.

    Fadel Muhamad. (2023). Nilai-nilai Budaya dalam Cerita Rakyat Legenda Terjadinya Pusentasi Pusat Laut. Skripsi Universitas Tadulako.

    Jauhari, H. (2018). Folklor Bahan Kajian Ilmu Budaya, Sastra, dan Sejarah. Yrama Widya.

    Kamelia, Hakim, E. O., Octavia, E., & Prianto, Y. (2023). Peran Sastra dalam Membentuk Identitas Kultural dan Sosial Budaya. Serina Sosial Humaniora, 1(3), 140–144. https://doi.org/https://doi.org/10.24912/jssh.v1i3.28633

    Koentjaraningrat. (1985). Kebudayaan, mentalitas dan pembangunan. Gramedia Pustaka Utama. http://books.google.com/books?id=94QpZ-x1l7QC&pgis=1

    Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Rineka Cipta.

    Masnunah, M., Saputra, S., & Wandiyo, W. (2023). Nilai Moral Dan Nilai Budaya Cerita Rakyat Populer 34 Provinsi Karya Widya Ross Kajian Sosiologi Sastra. … : Journal Of Social Science …, 3(6), 5837–5846. https://doi.org/https://jinnovative.org/index.php/Innovative/article/view/6956

    Rukayah, R. (2018). Eksistensi Cerita Rakyat Sebagai Media Pembentukan Karakter Siswa Sekolah Dasar. JIKAP PGSD: Jurnal Ilmiah Ilmu Kependidikan, 2(2), 32. https://doi.org/10.26858/jkp.v2i2.6860

    Sakillah, S., Fitri, F., & Zulfahita, Z. (2021). nilai budaya dalam cerita rakyat masyarakat Melayu Kabupaten Mempawah. Kalangwan Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa Dan Sastra, 11(2), 119. https://doi.org/10.25078/klgw.v11i2.2119

    Saputri, A. (2022). Nilai Budaya Dalam Kumpulan Cerita Rakyat Sumatera Selatan Dan Implikasinya Dalampembelajaran Sastra Di Sma. Skripsi Universitas Lampung.

    Simanjuntak, M. M. (2021). Analisis Nilai Budaya Dalam Cerita Rakyat “Mado-Mado Nias.” Jurnal Bahasa, 10(4), 137. https://doi.org/10.24114/kjb.v10i4.30770

    Siregar. (2021). Nilai Etika dan Moral dalam Karya Sastra sebagai Media Pembentukan Karakter. Indonesian Journal of Language and Literature Education. https://journal.unj.ac.id/unj/index.php/ijle/article/view/22252

    Siti Stalis Fiana Darazah. (2022). Analisis Nilai-Nilai Budaya dalam Legenda Bukit Perak Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Kelas X SMA. Skripsi Universitas Jambi.

    Sukmana, E. (2018). Aspek Sosial Budaya dalam Cerita Rakyat Enyeng di Desa Cipancar. Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 5(1), 18. https://doi.org/10.33603/deiksis.v5i1.838

    Suwondo, T., Riyadi, S., Priyoprabowo, D., & Mp, S. (1994). Nilai-Nilai Budaya Susastra Jawa. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Nusantara (Javanologi).

    Wasil, F. R. F. M. W., & Jumiyati, S. (2022). Metodologi Penelitian Kualitatif. In Metodologi Penelitian Kualitatif. In Rake Sarasin (Yuliatri N, Issue March). PT. Global Eksekutif Teknologi.

    Wellek, R., Budianta, M., & Warren, A. (1993). Teori Kesusastraan. Gramedia.

    Winarsih, K., Priyadi, T., & Wartiningsih, A. (2022). Nilai-Nilai Budaya Dalam Antologi Kunang-Kunang Cerita Rakyat Selakau Timur. Pendidikan Dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK), 11(2), 1–10. https://doi.org/10.26418/jppk.v11i2.52996

  1. Agustina, E. S. (2023). Paradigma Pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Kurikulum Merdeka. Prosiding Pertemuan Ilmiah Bahasa Dan Sastra Indonesia, Untukmu Guruku. https://doi.org/https://conference.upgris.ac.id/index.php/snl/article/download/4931/3676
  2. Agustina, E. S., Ariyani, F., Zamzanah, S., & Prasetya, R. A. (2020). Cerita Rakyat Lampung Di Kampung Tua Negara Batin Kecamatan Negara Batin Kabupaten Way Kanan Provinsi Lampung. 11(2), 136–147. https://doi.org/https://doi.org/10.17509/jlb.v11i2
  3. Agustina, E. S., Ariyanib, F., Fuadc, M., Prasetya, R. A., & Liswati, K. N. (2023). The Corpus of Lampung’s Following Stories in 2013 Curriculum Text Learning Prospects. AAIP Publishing LLC, Vol. 2621,. https://doi.org/https://doi.org/10.1063/5.0142627
  4. Batubara, A., & Nurizzati, N. (2020). Struktur dan Fungsi Sosial Cerita Rakyat Legenda Asal Usul Kampung Batunabotar. Jurnal Bahasa Dan Sastra, 8(1), 1. https://doi.org/10.24036/81088680
  5. Danandjaja, J. (1986). Folklor Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng, dan Lain lain. Pustaka Utama Grafitipers.
  6. Djamaris, E., Sunardjo, N., & Jaruki, M. (1993). Nilai Budaya dalam Beberapa Karya Sastra Nusantara:Sastra Daerah di Sumatra. In Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dan Kebudayaan (Vol. 44, Issue 8). https://doi.org/10.1088/1751-8113/44/8/085201
  7. Dojosantoso. (1969). Unsur Religius Dalam Sastra Jawa. Aneka Ilmu.
  8. Endraswara, S. (2013). Folklor nusantara: hakikat, bentuk dan fungsi. Folklor Nusantara: Hakikat, Bentuk Dan Fungsi, 1–298.
  9. Fadel Muhamad. (2023). Nilai-nilai Budaya dalam Cerita Rakyat Legenda Terjadinya Pusentasi Pusat Laut. Skripsi Universitas Tadulako.
  10. Jauhari, H. (2018). Folklor Bahan Kajian Ilmu Budaya, Sastra, dan Sejarah. Yrama Widya.
  11. Kamelia, Hakim, E. O., Octavia, E., & Prianto, Y. (2023). Peran Sastra dalam Membentuk Identitas Kultural dan Sosial Budaya. Serina Sosial Humaniora, 1(3), 140–144. https://doi.org/https://doi.org/10.24912/jssh.v1i3.28633
  12. Koentjaraningrat. (1985). Kebudayaan, mentalitas dan pembangunan. Gramedia Pustaka Utama. http://books.google.com/books?id=94QpZ-x1l7QC&pgis=1
  13. Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Rineka Cipta.
  14. Masnunah, M., Saputra, S., & Wandiyo, W. (2023). Nilai Moral Dan Nilai Budaya Cerita Rakyat Populer 34 Provinsi Karya Widya Ross Kajian Sosiologi Sastra. … : Journal Of Social Science …, 3(6), 5837–5846. https://doi.org/https://jinnovative.org/index.php/Innovative/article/view/6956
  15. Rukayah, R. (2018). Eksistensi Cerita Rakyat Sebagai Media Pembentukan Karakter Siswa Sekolah Dasar. JIKAP PGSD: Jurnal Ilmiah Ilmu Kependidikan, 2(2), 32. https://doi.org/10.26858/jkp.v2i2.6860
  16. Sakillah, S., Fitri, F., & Zulfahita, Z. (2021). nilai budaya dalam cerita rakyat masyarakat Melayu Kabupaten Mempawah. Kalangwan Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa Dan Sastra, 11(2), 119. https://doi.org/10.25078/klgw.v11i2.2119
  17. Saputri, A. (2022). Nilai Budaya Dalam Kumpulan Cerita Rakyat Sumatera Selatan Dan Implikasinya Dalampembelajaran Sastra Di Sma. Skripsi Universitas Lampung.
  18. Simanjuntak, M. M. (2021). Analisis Nilai Budaya Dalam Cerita Rakyat “Mado-Mado Nias.” Jurnal Bahasa, 10(4), 137. https://doi.org/10.24114/kjb.v10i4.30770
  19. Siregar. (2021). Nilai Etika dan Moral dalam Karya Sastra sebagai Media Pembentukan Karakter. Indonesian Journal of Language and Literature Education. https://journal.unj.ac.id/unj/index.php/ijle/article/view/22252
  20. Siti Stalis Fiana Darazah. (2022). Analisis Nilai-Nilai Budaya dalam Legenda Bukit Perak Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Kelas X SMA. Skripsi Universitas Jambi.
  21. Sukmana, E. (2018). Aspek Sosial Budaya dalam Cerita Rakyat Enyeng di Desa Cipancar. Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 5(1), 18. https://doi.org/10.33603/deiksis.v5i1.838
  22. Suwondo, T., Riyadi, S., Priyoprabowo, D., & Mp, S. (1994). Nilai-Nilai Budaya Susastra Jawa. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Nusantara (Javanologi).
  23. Wasil, F. R. F. M. W., & Jumiyati, S. (2022). Metodologi Penelitian Kualitatif. In Metodologi Penelitian Kualitatif. In Rake Sarasin (Yuliatri N, Issue March). PT. Global Eksekutif Teknologi.
  24. Wellek, R., Budianta, M., & Warren, A. (1993). Teori Kesusastraan. Gramedia.
  25. Winarsih, K., Priyadi, T., & Wartiningsih, A. (2022). Nilai-Nilai Budaya Dalam Antologi Kunang-Kunang Cerita Rakyat Selakau Timur. Pendidikan Dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK), 11(2), 1–10. https://doi.org/10.26418/jppk.v11i2.52996

Most read articles by the same author(s)