FEMINISME EKSISTENSIAL TOKOH KINAN DALAM PENYELESAIAN PERSELINGKUHAN PADA DRAMA SERIAL LAYANGAN PUTUS KARYA BENNI SETIAWAN

Published: Apr 27, 2026

Abstract:

This study aims to examine the manifestation of existential feminism in the main character, Kinan, in the drama series Layangan Putus by Benni Setiawan, particularly in the context of resolving the problem of infidelity. This series, adapted from a viral story on social media, tells the story of the destruction of Kinan and Aris's household due to the presence of a third person. The method used is a drama study with an existential feminist approach, focusing on text analysis and key scenes, especially in episodes 6B and 8B. The results show that Kinan fights for her rights and self-respect as a woman by breaking down her husband's (Aris') superiority, making decisive major decisions (divorce and criminal charges), and breaking out of patriarchal hegemony in the household. Kinan represents women who strive for their right to live freely and with dignity, despite being under pressure and failing in marriage. Besides Kinan, the character Lydia is also highlighted as a representation of women who work and voice their opinions as a form of liberal feminism. This study concludes that the Layangan Putus series as a whole depicts the struggle for feminism in the personal sphere of the household, affirming that women, including married women, have the right to equality and dignity.

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji wujud feminisme eksistensial pada tokoh utama, Kinan, dalam drama serial Layangan Putus karya Benni Setiawan, khususnya dalam konteks penyelesaian masalah perselingkuhan. Serial ini, yang diadaptasi dari kisah viral di media sosial, menceritakan kehancuran rumah tangga Kinan dan Aris akibat hadirnya orang ketiga. Metode yang digunakan adalah kajian drama dengan pendekatan feminisme eksistensial, berfokus pada analisis teks dan adegan-adegan kunci, khususnya dalam episode 6B dan 8B. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kinan memperjuangkan hak dan harga dirinya sebagai perempuan dengan cara mendobrak superioritas suami (Aris), mengambil keputusan besar secara tegas (perceraian dan tuntutan pidana), serta keluar dari hegemoni patriarkat dalam rumah tangga. Kinan merepresentasikan perempuan yang berusaha mendapatkan haknya untuk hidup bebas dan bermartabat, meskipun berada dalam tekanan dan kegagalan pernikahan. Selain Kinan, tokoh Lydia juga disoroti sebagai representasi perempuan yang bekerja dan menyuarakan pendapat sebagai bentuk feminisme liberal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa serial Layangan Putus secara keseluruhan menggambarkan perjuangan feminisme dalam lingkup personal rumah tangga, menegaskan bahwa perempuan, termasuk yang sudah menikah, berhak atas kesetaraan dan martabat.

Keywords:
1. Existential Feminism
2. Kinan
3. Layangan Putus
4. Infidelity
5. Subordination
Authors:
1 . Resa Dewi Sri Wahyuni
2 . Ardi Mulyadi Haryadi
3 . Winka Nadia
How to Cite
Wahyuni, R. D. S., Haryadi , A. M. ., & Nadia , W. (2026). FEMINISME EKSISTENSIAL TOKOH KINAN DALAM PENYELESAIAN PERSELINGKUHAN PADA DRAMA SERIAL LAYANGAN PUTUS KARYA BENNI SETIAWAN. J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 14(1), 439–445. https://doi.org/10.23960/simbol.v14i1.1367

Downloads

Download data is not yet available.
References

    Agustin, C. D., & Asih, D. A. N. (2025). Dinamika keterwakilan perempuan dalam politik. Transgenera: Jurnal Ilmu Sosial, Politik, dan Humaniora, 2(1). https://doi.org/10.35457/transgenera.v2i1.4133

    Boang Manalu, A. G. (2025). Melawan lupa, merawat resistensi: Politik tubuh, agensi, dan ingatan gerakan perempuan. Jurnal Perempuan, 30(1). https://doi.org/10.34309/jp.v30i1

    Hamdy, M. K., & Hudri, M. (2022). Gender based violence: The relationship of law and patriarchy in Indonesia. EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial, 11(2), 73–85. https://doi.org/10.15408/empati.v11i2.29751

    Hadisiswati, I., Rohmawati, R., Ahsan, A. F., & Fitriani, E. L. (2024). Empowering students as agents of change in preventing and addressing gender-based violence through legal education. Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 21(1). https://doi.org/10.20414/transformasi.v21i1.13103

    Haryani, E., & Saputro, M. E. (2023). Women’s agency in resolving religious conflict in Indonesia. SMART: Journal of Sharia, Tradition, and Modernity. https://doi.org/10.24042/xeg3b797

    Kusuma, A. S. (2022). Implementasi agenda Women, Peace and Security di Indonesia. Indonesian Journal of International Relations, 6(2), 265–284. https://doi.org/10.32787/ijir.v6i2.390

    Pratiwi, A. M. (2023). Partisipasi dan agensi perempuan muda dalam advokasi UU TPKS. Jurnal Perempuan, 28(2), 117–131. https://doi.org/10.34309/jp.v28i2.842

    Pratiwi, K. I., & Angela, D. (2024). Perempuan dan politik: Analisis kesetaraan gender dalam film Barbie. Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 7(3), 249–262. https://doi.org/10.37329/ganaya.v7i3.3394

    Putri, F. D., & Poerwandari, E. K. (2023). Konstruksi kesalehan, posisi, dan agensi perempuan dalam wacana keagamaan. Musãwa: Jurnal Studi Gender dan Islam, 22(2).

    Sugiarti., & Lestari, F. A. (2023). Representation of femininity in Indonesian folklore. Kembara: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 9(2), 387–399. https://doi.org/10.22219/kembara.v9i2.25220

    Winarti, R. (2023). Tantangan peran wanita dalam demokrasi masa kini. Jurnal Iman dan Spiritualitas, 3(2), 307–318. https://doi.org/10.15575/jis.v3i2.28035

    Anwar, K., Solihah, S. D. M., & Nafsiyah, N. (2025). Konsep rumah tangga berkeadilan gender dalam perspektif KH. Abdurrahman Wahid. Jurnal Keislaman, 8(1), 205–220. https://doi.org/10.54298/jk.v8i1.371

    Djalaluddin, M. M., Dalip, M., & Habbab, M. C. (2023). Analisis kesetaraan gender dalam perspektif hukum keluarga Islam: Studi terhadap peran perempuan sebagai kepala keluarga. Jurnal de Jure, 15(2), 1007. https://doi.org/10.36277/jurnaldejure.v15i2.1007

    Firda, A. L., Diana, N. Z., & Yulianti, Y. (2021). Beban ganda perempuan dalam rumah tangga di Soka Gunungkidul: Pandangan feminis dan Islam. EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial, 10(1), 1–15. https://doi.org/10.15408/empati.v10i1.19223

    Hamdy, M. K., & Hudri, M. (2022). Gender based violence: The relationship of law and patriarchy in Indonesia. EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial, 11(2), 73–85. https://doi.org/10.15408/empati.v11i2.29751

    Manggala, Y., & Pierewan, A. C. (2022). Pengaruh gender terhadap pengambilan keputusan rumah tangga Indonesia. E-Societas: Jurnal Pendidikan Sosiologi, 7(2), 12525. https://doi.org/10.21831/e-societas.v7i2.12525

    Meisa, E. A. D., & Anzari, P. P. (2021). Perspektif feminisme dalam kepemimpinan perempuan di Indonesia. Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial, 1(6), 711–719.https://doi.org/10.17977/um063v1i6p711-719

    Zakki, A., Kurniawan, I. D., Soehartono, H., Yulianti, S. W., & Septiningsih, I. (2022). Kajian feminisme terhadap perempuan dalam Undang-Undang Perkawinan. Jurnal Global Citizen: Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan, 9(2). https://doi.org/10.33061/jgz.v9i2.4532

    Santika, Cut & Fajrinur. 2022. Perjuangan Hak Asasi Manusia dalam Novel Si Anak Badai Karya Tere Liye. Universitas Islam Kebangsaan Indonesia. Jurnal Pembelajaran Dan Matematika Sigma (Jpms) Issn : 2460-593x Vol. 8, No. 2 (2022). Diakses pada tanggal 09 September 2022.

    Rohman, S., & Wicaksono, A. (2018). Tentang sastra: Orkestrasi teori dan pembelajarannya.

    Garudhawaca. Arivia, G. (2006). Feminisme Sebuah Kata Hati. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.

    Wahyudi, Tri. 2017. Membaca Kemungkinan Film sebagai Objek Penelitian Sastra.. Jurnal Parafrase. Vol. 17. No. 02. Oktober 2017. Halaman 33-38. [Online]. Tersedia pada http://jurnal.untagsby.ac.id/index.php/parafrase/article/view/1369/1144 [02 Juli 2022].

    Eda, Friskha Dwita. (2020). Representasi Feminisme dalam Film A Separation (Analisis Semiotika). Skripsi Universitas Hasanuddin Makassar.

    Darojah, R. U. 2011. Peningkatan Kemampuan Berbicara Melaporkan dengan Media Film Animasi pada Siswa Kelas VIII SMPN 12 Yogyakarta. Skripsi. UNY, Yogayakarta. http://eprints.uny.ac.id/1296/1/Ridan_07201241029.pdf.Diakses tanggal 3 Juli 2022.

    Subhan, Z. (2004). Kekerasan Terhadap Perempuan. Yogyakarta: Pustaka Pesantren.Ardianto,

    Fiske, J. (1987). Television Culture: Popular Pleasures and Politics. London: Routledge.

    Ridwan, Fauzi & Muhammad Adji. 2019. Representasi Feminisme pada Tokoh Utama dalam Film Crazy Rich Asian: Kajian Semiotika. Universitas Padjajaran. Jurnal Salaka. Diakses tanggal 30 Agustus 2022.

    Sarah, Rima. 2022. Representation of Feminism on The Character Of Enola Holmes In The Enola Holmes Film: John Fiske's Semiotics Analysis. Universitas Sunan Gunung Jati. diakses pada tanggal 08 Agustus 2022.

  1. Agustin, C. D., & Asih, D. A. N. (2025). Dinamika keterwakilan perempuan dalam politik. Transgenera: Jurnal Ilmu Sosial, Politik, dan Humaniora, 2(1). https://doi.org/10.35457/transgenera.v2i1.4133
  2. Boang Manalu, A. G. (2025). Melawan lupa, merawat resistensi: Politik tubuh, agensi, dan ingatan gerakan perempuan. Jurnal Perempuan, 30(1). https://doi.org/10.34309/jp.v30i1
  3. Hamdy, M. K., & Hudri, M. (2022). Gender based violence: The relationship of law and patriarchy in Indonesia. EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial, 11(2), 73–85. https://doi.org/10.15408/empati.v11i2.29751
  4. Hadisiswati, I., Rohmawati, R., Ahsan, A. F., & Fitriani, E. L. (2024). Empowering students as agents of change in preventing and addressing gender-based violence through legal education. Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 21(1). https://doi.org/10.20414/transformasi.v21i1.13103
  5. Haryani, E., & Saputro, M. E. (2023). Women’s agency in resolving religious conflict in Indonesia. SMART: Journal of Sharia, Tradition, and Modernity. https://doi.org/10.24042/xeg3b797
  6. Kusuma, A. S. (2022). Implementasi agenda Women, Peace and Security di Indonesia. Indonesian Journal of International Relations, 6(2), 265–284. https://doi.org/10.32787/ijir.v6i2.390
  7. Pratiwi, A. M. (2023). Partisipasi dan agensi perempuan muda dalam advokasi UU TPKS. Jurnal Perempuan, 28(2), 117–131. https://doi.org/10.34309/jp.v28i2.842
  8. Pratiwi, K. I., & Angela, D. (2024). Perempuan dan politik: Analisis kesetaraan gender dalam film Barbie. Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 7(3), 249–262. https://doi.org/10.37329/ganaya.v7i3.3394
  9. Putri, F. D., & Poerwandari, E. K. (2023). Konstruksi kesalehan, posisi, dan agensi perempuan dalam wacana keagamaan. Musãwa: Jurnal Studi Gender dan Islam, 22(2).
  10. Sugiarti., & Lestari, F. A. (2023). Representation of femininity in Indonesian folklore. Kembara: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 9(2), 387–399. https://doi.org/10.22219/kembara.v9i2.25220
  11. Winarti, R. (2023). Tantangan peran wanita dalam demokrasi masa kini. Jurnal Iman dan Spiritualitas, 3(2), 307–318. https://doi.org/10.15575/jis.v3i2.28035
  12. Anwar, K., Solihah, S. D. M., & Nafsiyah, N. (2025). Konsep rumah tangga berkeadilan gender dalam perspektif KH. Abdurrahman Wahid. Jurnal Keislaman, 8(1), 205–220. https://doi.org/10.54298/jk.v8i1.371
  13. Djalaluddin, M. M., Dalip, M., & Habbab, M. C. (2023). Analisis kesetaraan gender dalam perspektif hukum keluarga Islam: Studi terhadap peran perempuan sebagai kepala keluarga. Jurnal de Jure, 15(2), 1007. https://doi.org/10.36277/jurnaldejure.v15i2.1007
  14. Firda, A. L., Diana, N. Z., & Yulianti, Y. (2021). Beban ganda perempuan dalam rumah tangga di Soka Gunungkidul: Pandangan feminis dan Islam. EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial, 10(1), 1–15. https://doi.org/10.15408/empati.v10i1.19223
  15. Hamdy, M. K., & Hudri, M. (2022). Gender based violence: The relationship of law and patriarchy in Indonesia. EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial, 11(2), 73–85. https://doi.org/10.15408/empati.v11i2.29751
  16. Manggala, Y., & Pierewan, A. C. (2022). Pengaruh gender terhadap pengambilan keputusan rumah tangga Indonesia. E-Societas: Jurnal Pendidikan Sosiologi, 7(2), 12525. https://doi.org/10.21831/e-societas.v7i2.12525
  17. Meisa, E. A. D., & Anzari, P. P. (2021). Perspektif feminisme dalam kepemimpinan perempuan di Indonesia. Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial, 1(6), 711–719.https://doi.org/10.17977/um063v1i6p711-719
  18. Zakki, A., Kurniawan, I. D., Soehartono, H., Yulianti, S. W., & Septiningsih, I. (2022). Kajian feminisme terhadap perempuan dalam Undang-Undang Perkawinan. Jurnal Global Citizen: Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan, 9(2). https://doi.org/10.33061/jgz.v9i2.4532
  19. Santika, Cut & Fajrinur. 2022. Perjuangan Hak Asasi Manusia dalam Novel Si Anak Badai Karya Tere Liye. Universitas Islam Kebangsaan Indonesia. Jurnal Pembelajaran Dan Matematika Sigma (Jpms) Issn : 2460-593x Vol. 8, No. 2 (2022). Diakses pada tanggal 09 September 2022.
  20. Rohman, S., & Wicaksono, A. (2018). Tentang sastra: Orkestrasi teori dan pembelajarannya.
  21. Garudhawaca. Arivia, G. (2006). Feminisme Sebuah Kata Hati. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.
  22. Wahyudi, Tri. 2017. Membaca Kemungkinan Film sebagai Objek Penelitian Sastra.. Jurnal Parafrase. Vol. 17. No. 02. Oktober 2017. Halaman 33-38. [Online]. Tersedia pada http://jurnal.untagsby.ac.id/index.php/parafrase/article/view/1369/1144 [02 Juli 2022].
  23. Eda, Friskha Dwita. (2020). Representasi Feminisme dalam Film A Separation (Analisis Semiotika). Skripsi Universitas Hasanuddin Makassar.
  24. Darojah, R. U. 2011. Peningkatan Kemampuan Berbicara Melaporkan dengan Media Film Animasi pada Siswa Kelas VIII SMPN 12 Yogyakarta. Skripsi. UNY, Yogayakarta. http://eprints.uny.ac.id/1296/1/Ridan_07201241029.pdf.Diakses tanggal 3 Juli 2022.
  25. Subhan, Z. (2004). Kekerasan Terhadap Perempuan. Yogyakarta: Pustaka Pesantren.Ardianto,
  26. Fiske, J. (1987). Television Culture: Popular Pleasures and Politics. London: Routledge.
  27. Ridwan, Fauzi & Muhammad Adji. 2019. Representasi Feminisme pada Tokoh Utama dalam Film Crazy Rich Asian: Kajian Semiotika. Universitas Padjajaran. Jurnal Salaka. Diakses tanggal 30 Agustus 2022.
  28. Sarah, Rima. 2022. Representation of Feminism on The Character Of Enola Holmes In The Enola Holmes Film: John Fiske's Semiotics Analysis. Universitas Sunan Gunung Jati. diakses pada tanggal 08 Agustus 2022.