PENDIDIKAN KARAKTER ANAK PADA CERPEN AT-TILMĪŻU WA ASY-SYĀHBALŪṬ DALAM BAḤR AL-ADAB: KAJIAN SASTRA ANAK DENGAN PENDEKATAN PRAGMATIK
Abstract:
Character education plays a crucial role in shaping children’s attitudes from an early age, one of the ways to convey it is through children’s literature. Short stories can present moral messages in a simple way that is close to children’s experiences. This study aims to describe the intrinsic elements, examine moral values, and explain character education in the short story At-Tilmīżu wa asy-Syāhbalūṭ in the Kitab Baḥr al-Adab. Using a pragmatic literary approach with a qualitative descriptive method, the data were obtained through library research and analyzed based on story elements, moral values, and the speech acts of characters. The results show that the short story has a simple structure, characters relatable to children, and a coherent plot. The moral values identified include honesty, patience, responsibility, discipline, humility, and the importance of manners and knowledge. The language and speech acts of the characters convey moral messages subtly. The short story in Kitab Baḥr al-Adab is effective as children’s literature for instilling character education relevant to modern life.
Pendidikan karakter sangat penting dalam membentuk sikap anak sejak usia dini, salah satunya dapat disampaikan melalui sastra anak. Cerpen mampu menghadirkan pesan moral secara sederhana dan dekat dengan pengalaman anak. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan unsur intrinsik, mengkaji nilai moral, serta menjelaskan pendidikan karakter dalam cerpen At-Tilmīżu wa asy-Syāhbalūṭ dalam Kitab Baḥr al-Adab. Menggunakan pendekatan pragmatik sastra dengan metode deskriptif kualitatif, data diperoleh melalui studi pustaka dan dianalisis berdasarkan unsur cerita, nilai moral, dan tindak tutur tokoh. Hasil menunjukkan cerpen memiliki struktur sederhana, tokoh dekat dengan anak, dan alur runtut. Nilai moral yang muncul meliputi kejujuran, kesabaran, tanggung jawab, kedisiplinan, rendah hati, serta pentingnya adab dan ilmu. Bahasa dan tindak tutur tokoh menyampaikan pesan moral secara halus. Cerpen dalam Kitab Baḥr al-Adab efektif sebagai media sastra anak untuk menanamkan pendidikan karakter yang relevan dengan kehidupan modern.
Downloads

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Abrams, M. H. (1999). A glossary of literary terms (7th ed.). Boston: Heinle & Heinle.
Aini, F. Q., Hasibuan, R. Y. A., & Gusmaneli, G. (2024). Pendidikan karakter sebagai landasan pembentukan generasi muda. Dewantara: Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora, 3(4), 54–69. https://doi.org/10.30640/dewantara.v3i4.3321
Endraswara, S. (2013). Metodologi penelitian sastra. Yogyakarta: Center for Academic Publishing Service (CAPS).
Firmansyah, A. A & Murtafi’ah, W. (2025). Analisis Cerpen “Badai yang Reda” Karya Fauzia Andini Menggunakan Pendekatan Pragmatik. Jurnal Penelitian Multidisiplin, 3(4), 11–18. https://doi.org/10.62667/begibung.v3i4.213
Hikmat, A. (2014). Kajian sastra: Teori dan praktik. Jakarta: Grasindo.
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Al-Qur’an dan terjemahannya. Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2018). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penguatan Pendidikan Karakter pada Satuan Pendidikan Formal. Jakarta: Pemerintah Republik Indonesia. https://peraturan.bpk.go.id/Download/129375/Permendikbud%20No%2020%20Tahun%202018.pdf
Khasanah, N. N., Ferawati, & Ghazali, M. I. (2025). Nilai pendidikan karakter dan relevansinya bagi perkembangan moral anak dalam cerita anak Al-fi’ranu Al-lati Ta’kulu Al-hadid Karya Dr. Albir Mutlaq (Kajian Sastra Anak). Nady Al-Adab: Jurnal Bahasa Arab, 22(3), 70–93. https://journal.unhas.ac.id/index.php/naa/article/view/46032
Lafīf min al-Asātiżah. (t.t.). Baḥr al-Adab. Iskandariyah: Al-Fariir al-Shinā‘iyyah.
Menteri Agama Republik Indonesia & Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (1987). Pedoman transliterasi Arab-Latin. Jakarta: Departemen Agama Republik Indonesia.
Muhamadi, S. I. (2015). Pembinaan kejujuran siswa melalui pembelajaran Kitab Baḥr al-Adab. Jurnal Pendidikan Islam, 4(2), 141–160. https://ejournal.uin-suka.ac.id/tarbiyah/jpai/article/view/122-02/799
Nurgiyantoro, B. (2007). Teori pengkajian fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Nurgiyantoro, B. (2013). Sastra anak dan pembentukannya. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Nurgiyantoro, B. (2018). Sastra anak: Pengantar pemahaman dunia anak. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Pradopo, R. D. (1994). Prinsip-prinsip kritik sastra. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Ridlo, A. (2024). Makna al Kitab di dalam Al Qur’an: Makna semantik dalam konteks linguistik Qur’an. Al-Munqidz: Jurnal Kajian Keislaman, 12(2), 52–59. https://jurnal.unugha.ac.id/index.php/amk/article/view/1106/596
Samani, M., & Hariyanto. (2011). Konsep dan model pendidikan karakter. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sarumpaet, R. K. T. (2017). Sastra anak: Teori dan praktik. Jakarta: Obor.
Semi, M. A. (1993). Metode penelitian sastra. Bandung: Angkasa.
Setiawan, A. (2021). Pendidikan Karakter pada Peserta Didik di Masa Pandemi Covid-19 Berbasis Keluarga. Jurnal Ilmiah Mandala Education, 7(1), 319–327. http://ejournal.mandalanursa.org/index.php/JIME/index
Sugiyono. (2020). Metode penelitian kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Suhardi, & Thahirah, A. (2018). Nilai pendidikan karakter pada cerpen Waskat karya Wisran Hadi. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 18(1), 114–122. https://ejournal.upi.edu/index.php/BS_JPBSP/article/view/12151/pdf
Suryadi, R. & Nuryatin, A. (2017). Nilai pendidikan dalam antologi cerpen Senyum Karyamin karya Ahmad Tohari. Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 6(3), 314–322. http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/seloka
Teeuw, A. (1984). Sastra dan ilmu sastra: Pengantar teori sastra. Jakarta: Pustaka Jaya.
Wellek, R., & Warren, A. (2014). Theory of literature. New York: Harcourt, Brace & World.
Wiyatmi. (2019). Pengantar kajian sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
- Abrams, M. H. (1999). A glossary of literary terms (7th ed.). Boston: Heinle & Heinle.
- Aini, F. Q., Hasibuan, R. Y. A., & Gusmaneli, G. (2024). Pendidikan karakter sebagai landasan pembentukan generasi muda. Dewantara: Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora, 3(4), 54–69. https://doi.org/10.30640/dewantara.v3i4.3321
- Endraswara, S. (2013). Metodologi penelitian sastra. Yogyakarta: Center for Academic Publishing Service (CAPS).
- Firmansyah, A. A & Murtafi’ah, W. (2025). Analisis Cerpen “Badai yang Reda” Karya Fauzia Andini Menggunakan Pendekatan Pragmatik. Jurnal Penelitian Multidisiplin, 3(4), 11–18. https://doi.org/10.62667/begibung.v3i4.213
- Hikmat, A. (2014). Kajian sastra: Teori dan praktik. Jakarta: Grasindo.
- Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Al-Qur’an dan terjemahannya. Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.
- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2018). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penguatan Pendidikan Karakter pada Satuan Pendidikan Formal. Jakarta: Pemerintah Republik Indonesia. https://peraturan.bpk.go.id/Download/129375/Permendikbud%20No%2020%20Tahun%202018.pdf
- Khasanah, N. N., Ferawati, & Ghazali, M. I. (2025). Nilai pendidikan karakter dan relevansinya bagi perkembangan moral anak dalam cerita anak Al-fi’ranu Al-lati Ta’kulu Al-hadid Karya Dr. Albir Mutlaq (Kajian Sastra Anak). Nady Al-Adab: Jurnal Bahasa Arab, 22(3), 70–93. https://journal.unhas.ac.id/index.php/naa/article/view/46032
- Lafīf min al-Asātiżah. (t.t.). Baḥr al-Adab. Iskandariyah: Al-Fariir al-Shinā‘iyyah.
- Menteri Agama Republik Indonesia & Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (1987). Pedoman transliterasi Arab-Latin. Jakarta: Departemen Agama Republik Indonesia.
- Muhamadi, S. I. (2015). Pembinaan kejujuran siswa melalui pembelajaran Kitab Baḥr al-Adab. Jurnal Pendidikan Islam, 4(2), 141–160. https://ejournal.uin-suka.ac.id/tarbiyah/jpai/article/view/122-02/799
- Nurgiyantoro, B. (2007). Teori pengkajian fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
- Nurgiyantoro, B. (2013). Sastra anak dan pembentukannya. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
- Nurgiyantoro, B. (2018). Sastra anak: Pengantar pemahaman dunia anak. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
- Pradopo, R. D. (1994). Prinsip-prinsip kritik sastra. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
- Ridlo, A. (2024). Makna al Kitab di dalam Al Qur’an: Makna semantik dalam konteks linguistik Qur’an. Al-Munqidz: Jurnal Kajian Keislaman, 12(2), 52–59. https://jurnal.unugha.ac.id/index.php/amk/article/view/1106/596
- Samani, M., & Hariyanto. (2011). Konsep dan model pendidikan karakter. Bandung: Remaja Rosdakarya.
- Sarumpaet, R. K. T. (2017). Sastra anak: Teori dan praktik. Jakarta: Obor.
- Semi, M. A. (1993). Metode penelitian sastra. Bandung: Angkasa.
- Setiawan, A. (2021). Pendidikan Karakter pada Peserta Didik di Masa Pandemi Covid-19 Berbasis Keluarga. Jurnal Ilmiah Mandala Education, 7(1), 319–327. http://ejournal.mandalanursa.org/index.php/JIME/index
- Sugiyono. (2020). Metode penelitian kualitatif. Bandung: Alfabeta.
- Suhardi, & Thahirah, A. (2018). Nilai pendidikan karakter pada cerpen Waskat karya Wisran Hadi. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 18(1), 114–122. https://ejournal.upi.edu/index.php/BS_JPBSP/article/view/12151/pdf
- Suryadi, R. & Nuryatin, A. (2017). Nilai pendidikan dalam antologi cerpen Senyum Karyamin karya Ahmad Tohari. Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 6(3), 314–322. http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/seloka
- Teeuw, A. (1984). Sastra dan ilmu sastra: Pengantar teori sastra. Jakarta: Pustaka Jaya.
- Wellek, R., & Warren, A. (2014). Theory of literature. New York: Harcourt, Brace & World.
- Wiyatmi. (2019). Pengantar kajian sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.