TANTANGAN DAN PELUANG GURU MUSIK DALAM MENGIMPLEMETASIKAN KURIKULUM MERDEKA
Abstract:
The Independent Curriculum is a new paradigm in Indonesian education that emphasizes flexibility, differentiation, and learner-centered learning. In the context of arts education, especially music, this curriculum provides challenges and opportunities for teachers. This study aims to identify the various challenges and opportunities faced by music teachers in implementing the Independent Curriculum. The research was conducted using a literature study method. The results of the analysis show that the main challenges include lack of training, limited facilities, low understanding of the curriculum, and difficulties in authentic assessment. However, this curriculum also opens up great opportunities to increase teacher creativity, facilitate project-based learning, and strengthen local cultural identity through music education. This study suggests improving teacher training, strengthening institutional support, and cross-sector collaboration as key strategies.
Kurikulum Merdeka merupakan paradigma baru dalam pendidikan Indonesia yang menekankan fleksibilitas, diferensiasi, dan pembelajaran berpusat pada peserta didik. Dalam konteks pendidikan seni, khususnya musik, kurikulum ini memberikan tantangan dan peluang bagi guru. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai tantangan dan peluang yang dihadapi guru musik dalam menerapkan Kurikulum Merdeka. Penelitian dilakukan dengan metode studi literatur. Hasil analisis menunjukkan bahwa tantangan utama meliputi kurangnya pelatihan, keterbatasan sarana, pemahaman yang rendah terhadap kurikulum, serta kesulitan dalam penilaian autentik. Namun demikian, kurikulum ini juga membuka peluang besar dalam meningkatkan kreativitas guru, memfasilitasi pembelajaran berbasis proyek, dan menguatkan identitas budaya lokal melalui pendidikan musik. Studi ini menyarankan peningkatan pelatihan guru, penguatan dukungan institusional, dan kolaborasi lintas bidang sebagai strategi utama.
Downloads
A Bamford, A. (2006). The Wow Factor: Global research compendium on the impact of the arts in education. Waxmann Verlag.
Brookhart, S. M. (2013). How to create and use rubrics for formative assessment and grading. ASCD.
Dillon, S. (2014). Music, meaning and transformation: Meaningful music making for life. Cambridge Scholars Publishing.
Green, L. (2014). Music, Informal Learning and the School: A New Classroom Pedagogy. Routledge.
Hallam, S. (2010). The power of music: Its impact on the intellectual, social and personal development of children and young people. International Journal of Music Education, 28(3), 269–289.
Kemdikbudristek. (2022). Panduan Implementasi Kurikulum Merdeka. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Muslih, A., & Widodo, H. (2022). Fasilitas Pendidikan Musik dalam Implementasi Kurikulum Merdeka. Jurnal Pendidikan Seni, 18(2), 101–112.
Nugroho, A., & Riyadi, H. (2021). Kesiapan Guru dalam Menghadapi Kurikulum Merdeka. Jurnal Pendidikan Indonesia, 10(3), 245–256.
Supriyadi, E., & Nuraini, L. (2022). Efektivitas Platform Merdeka Mengajar dalam Meningkatkan Kompetensi Guru. Jurnal Teknologi Pendidikan, 14(1), 55–66.
Sulasmono, R. (2022). Integrasi Musik Tradisional dalam Kurikulum Merdeka. Jurnal Seni dan Budaya, 6(1), 25–35.
Wahyuni, D. (2023). Pengembangan Karakter melalui Pendidikan Musik pada Kurikulum Merdeka. Jurnal Pendidikan Karakter, 13(2), 78–90.
Widiastuti, R., & Hidayat, T. (2022). Tantangan Guru Seni dalam Implementasi Kurikulum Merdeka. Jurnal Seni dan Pendidikan, 7(2), 130–141.
Yamin, M. (2020). Pengembangan Komunitas Belajar Guru di Era Digital. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 25(1), 56–67.
Yusuf, H., & Hermawan, A. (2023). Analisis Kesiapan Guru Musik dalam Menghadapi Kurikulum Merdeka. Jurnal Inovasi Pendidikan, 9(1), 44–56.
Arifin, Z. (2022). Peran Guru dalam Pendidikan Abad 21. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 19(3), 210–223.
Widjaja, A. (2021). Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Baru. Jurnal Ilmiah Pendidikan, 12(4), 300–309.
Marlina, T. (2023). Kurikulum Merdeka: Sebuah Transformasi Pendidikan. Jurnal Kurikulum dan Pembelajaran, 18(1), 10–21.
Rachman, S. (2022). Asesmen Autentik dalam Pendidikan Musik. Jurnal Evaluasi Pendidikan, 11(3), 120–132.
Pranowo, B. (2023). Penggunaan Teknologi dalam Pendidikan Seni. Jurnal Teknologi dan Seni, 5(2), 67–79.
- A Bamford, A. (2006). The Wow Factor: Global research compendium on the impact of the arts in education. Waxmann Verlag.
- Brookhart, S. M. (2013). How to create and use rubrics for formative assessment and grading. ASCD.
- Dillon, S. (2014). Music, meaning and transformation: Meaningful music making for life. Cambridge Scholars Publishing.
- Green, L. (2014). Music, Informal Learning and the School: A New Classroom Pedagogy. Routledge.
- Hallam, S. (2010). The power of music: Its impact on the intellectual, social and personal development of children and young people. International Journal of Music Education, 28(3), 269–289.
- Kemdikbudristek. (2022). Panduan Implementasi Kurikulum Merdeka. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Muslih, A., & Widodo, H. (2022). Fasilitas Pendidikan Musik dalam Implementasi Kurikulum Merdeka. Jurnal Pendidikan Seni, 18(2), 101–112.
- Nugroho, A., & Riyadi, H. (2021). Kesiapan Guru dalam Menghadapi Kurikulum Merdeka. Jurnal Pendidikan Indonesia, 10(3), 245–256.
- Supriyadi, E., & Nuraini, L. (2022). Efektivitas Platform Merdeka Mengajar dalam Meningkatkan Kompetensi Guru. Jurnal Teknologi Pendidikan, 14(1), 55–66.
- Sulasmono, R. (2022). Integrasi Musik Tradisional dalam Kurikulum Merdeka. Jurnal Seni dan Budaya, 6(1), 25–35.
- Wahyuni, D. (2023). Pengembangan Karakter melalui Pendidikan Musik pada Kurikulum Merdeka. Jurnal Pendidikan Karakter, 13(2), 78–90.
- Widiastuti, R., & Hidayat, T. (2022). Tantangan Guru Seni dalam Implementasi Kurikulum Merdeka. Jurnal Seni dan Pendidikan, 7(2), 130–141.
- Yamin, M. (2020). Pengembangan Komunitas Belajar Guru di Era Digital. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 25(1), 56–67.
- Yusuf, H., & Hermawan, A. (2023). Analisis Kesiapan Guru Musik dalam Menghadapi Kurikulum Merdeka. Jurnal Inovasi Pendidikan, 9(1), 44–56.
- Arifin, Z. (2022). Peran Guru dalam Pendidikan Abad 21. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 19(3), 210–223.
- Widjaja, A. (2021). Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Baru. Jurnal Ilmiah Pendidikan, 12(4), 300–309.
- Marlina, T. (2023). Kurikulum Merdeka: Sebuah Transformasi Pendidikan. Jurnal Kurikulum dan Pembelajaran, 18(1), 10–21.
- Rachman, S. (2022). Asesmen Autentik dalam Pendidikan Musik. Jurnal Evaluasi Pendidikan, 11(3), 120–132.
- Pranowo, B. (2023). Penggunaan Teknologi dalam Pendidikan Seni. Jurnal Teknologi dan Seni, 5(2), 67–79.
Most read articles by the same author(s)
- Miraclyn Adeline, Maria Sekar Mustikaningrum, Ayu Fiska Dwi Kesumawati, Amelia Putri Raissyah, MAKNA DAN PERAN ALAT MUSIK SHOFAR DALAM IBADAH HARI MINGGU DI GEREJA BETHEL INDONESIA KARTINI , J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia: Vol. 11 No. 2 (2023): J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia