The integration of technology in music education has become a critical issue in the implementation of the Merdeka Curriculum, which emphasizes contextual, flexible, and student-centered learning. Technology has the potential to enrich the music learning process through various software, online applications, and digital media; however, its implementation still faces several challenges. This study aims to explore the use of technology in music education, identify the obstacles encountered, and formulate solutions that have been implemented in schools applying the Merdeka Curriculum. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through observations, interviews, and documentation involving music teachers, students, and education experts. The findings show that the main challenges include limited infrastructure, low digital literacy among teachers, and unequal access among students. Nevertheless, teacher training in technology, the use of accessible online platforms, and collaboration between schools and communities have proven to be effective solutions in enhancing technology-based music learning. This study highlights the importance of ongoing institutional and policy support to ensure that technology can be holistically integrated into music education—not only in technical aspects but also in developing students’ musical expression.
Integrasi teknologi dalam pembelajaran musik menjadi isu penting dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran kontekstual, fleksibel, dan berpusat pada peserta didik. Teknologi berpotensi memperkaya proses belajar musik melalui berbagai perangkat lunak, aplikasi daring, dan media digital, namun pelaksanaannya masih menghadapi berbagai tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran musik, mengidentifikasi hambatan yang dihadapi, serta merumuskan solusi yang telah diterapkan di sekolah-sekolah yang mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dari guru musik, siswa, dan ahli pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala utama meliputi keterbatasan infrastruktur, rendahnya literasi digital guru, dan kesenjangan akses antar siswa. Namun, pelatihan teknologi bagi guru, pemanfaatan platform daring yang mudah diakses, serta kolaborasi antar sekolah dan komunitas menjadi solusi efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran musik berbasis teknologi. Studi ini menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan dari institusi dan kebijakan pendidikan untuk memastikan teknologi dapat diintegrasikan secara holistik dalam pembelajaran musik—tidak hanya pada aspek teknis, tetapi juga dalam pengembangan ekspresi musikal peserta didik.