MAKNA DAN PERAN ALAT MUSIK SHOFAR DALAM IBADAH HARI MINGGU DI GEREJA BETHEL INDONESIA KARTINI

Diterbitkan: Sep 20, 2023

Abstrak:

Shofar, an ancient wind instrument made from animal hrns, has deep spiritual meaning in religious traditions and is now adopted in contemporary Christian worship. This study aims to examine the meaning and role of the shofar in Sunday worship at the Indonesian Bethel Church (GBI) Kartini, Bandar Lampung. Using a qualitative interpretive phenomenological approach, data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and audio-visual documentation. The results of the study indicate that the shofar is not only a liturgical instrument, but also a multidimensional symbol that represents a divine call, repentance, historical commemoration, and spiritual transformation. This study also highlights how the meaning of the shofar is contextualized and reinterpreted by worship leaders and congregations, making it a bridge between ancient symbols and modern expressions of faith.

Shofar, alat musik tiup kuno dari tanduk hewan, memiliki makna spiritual yang mendalam dalam tradisi keagamaan dan kini diadopsi dalam ibadah Kristen kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna dan peran shofar dalam ibadah Hari Minggu di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Kartini, Bandar Lampung. Dengan pendekatan kualitatif fenomenologi interpretatif, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi audio-visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa shofar bukan hanya sebagai instrumen liturgi, melainkan simbol multidimensional yang merepresentasikan seruan ilahi, pertobatan, peringatan sejarah, serta transformasi spiritual. Penelitian ini juga menyoroti bagaimana makna shofar dikontekstualisasikan dan diinterpretasi ulang oleh pemimpin ibadah dan jemaat, menjadikannya jembatan antara simbol kuno dan ekspresi iman modern.

Penulis:
1 . Miraclyn Adeline
2 . maria sekar mustikaningrum
3 . Ayu Fiska Dwi Kesumawati
4 . Amelia Putri Raissyah
Cara Mengutip
Adeline, M., mustikaningrum, M. S., Kesumawati, A. F. D., & Raissyah, A. P. (2023). MAKNA DAN PERAN ALAT MUSIK SHOFAR DALAM IBADAH HARI MINGGU DI GEREJA BETHEL INDONESIA KARTINI. J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 11(2), 161–173. https://doi.org/10.23960/simbol.v11i2.874

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.
Referensi

    Pailah, B. F. (2023). Liturgi sebagai instrumen gereja untuk mengupayakan perdamaian di Indonesia: Studi fenomenologi pada Gereja Katolik Indonesia. Jurnal Teologi Kontekstual, 4(1), 22–37.

    Debora N.C. (2019). Teologi ibadah dan Kualitas Penyelenggaraan Ibadah. Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen.

    Sembodo, Midhang Langgeng, and Bambang Sunarto. 2022. “Langen Sekar Pamuji Aliran Baru Dalam Musik Religi Greja Kristen Jada di Surakarta” Sorai: Jurnal Pengkajian Dan Penciptaan Musik 14 (1): 26–34

    Yona Ari Prihandini and Sigit Astono. (2021). Fungsi shofar dalam kebaktian ibadah Kristen di GKJI millenium damai ministry Surakarta. Studi Etnomusikologi. Jurnal Pengkajian dan Penciptaan musik.

    Linda M.L.T. (2023). Peranan musik dalam ibadah gereja. Jurnal ilmiah Musik dan Agama.

    Lanny, Juharnie (2023). Makna musik gereja terhadap nilai religiusitas jemaat GBI Mordhekai. Studi Pertunjukan Musik . Jurnal Penciptaan.

    Yohanes D. B.B. (2013). Musik liturgi inkulturatif di gereja ganjuran Yogyakarta. Studi Seni Drama dan Musik. Jurnal Resital.

    Miller, M. (n.d.). Ancient Symbol, Modern Meaning: The Use of the Shofar in Twentieth- and Twenty-First-Century Music. In J. L. Friedmann & J. Gereboff (Eds.), Qol Tamid: The Shofar in Ritual, History, and Culture. Claremont Press

    Chang, H., & Chen, Y. (2022). The sonic sacred: A phenomenological and semiotic analysis of sound in East Asian Buddhist rituals. Journal of Religious Sound Studies, 7(1), 45-62.

    Kim, S. (2023). Visual semiotics of sacred objects in contemporary worship spaces. Studies in Material Religion, 29(3), 210-225.

    Li, H. (2024). Revisiting the 'ancient' in contemporary religious practices: Materiality and meaning-making.Cultural Anthropology Review, 15(1), 78-95

    Davies, L. (2021). The sounds of transcendence: Auditory phenomena in religious experience. Routledge.

    Thompson, K. (2020). Ritual, rhetoric, and moral transformation: Semiotic approaches to ethical persuasion. Palgrave Macmillan.

    Weiss, R. (2023). Memory and material culture in religious practice: A semiotic reading of sacred objects. Journal of Religious Studies, 48(4), 301- 318.

    Nasution, S. (1988). Metode Penelitian Ilmiah. Bumi Aksara.

    Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta. 106-114.

    Basrowi, R., & Suwandi. (2008). Memahami Penelitian Kualitatif. Rineka Cipta.

    Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

    Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

  1. Pailah, B. F. (2023). Liturgi sebagai instrumen gereja untuk mengupayakan perdamaian di Indonesia: Studi fenomenologi pada Gereja Katolik Indonesia. Jurnal Teologi Kontekstual, 4(1), 22–37.
  2. Debora N.C. (2019). Teologi ibadah dan Kualitas Penyelenggaraan Ibadah. Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen.
  3. Sembodo, Midhang Langgeng, and Bambang Sunarto. 2022. “Langen Sekar Pamuji Aliran Baru Dalam Musik Religi Greja Kristen Jada di Surakarta” Sorai: Jurnal Pengkajian Dan Penciptaan Musik 14 (1): 26–34
  4. Yona Ari Prihandini and Sigit Astono. (2021). Fungsi shofar dalam kebaktian ibadah Kristen di GKJI millenium damai ministry Surakarta. Studi Etnomusikologi. Jurnal Pengkajian dan Penciptaan musik.
  5. Linda M.L.T. (2023). Peranan musik dalam ibadah gereja. Jurnal ilmiah Musik dan Agama.
  6. Lanny, Juharnie (2023). Makna musik gereja terhadap nilai religiusitas jemaat GBI Mordhekai. Studi Pertunjukan Musik . Jurnal Penciptaan.
  7. Yohanes D. B.B. (2013). Musik liturgi inkulturatif di gereja ganjuran Yogyakarta. Studi Seni Drama dan Musik. Jurnal Resital.
  8. Miller, M. (n.d.). Ancient Symbol, Modern Meaning: The Use of the Shofar in Twentieth- and Twenty-First-Century Music. In J. L. Friedmann & J. Gereboff (Eds.), Qol Tamid: The Shofar in Ritual, History, and Culture. Claremont Press
  9. Chang, H., & Chen, Y. (2022). The sonic sacred: A phenomenological and semiotic analysis of sound in East Asian Buddhist rituals. Journal of Religious Sound Studies, 7(1), 45-62.
  10. Kim, S. (2023). Visual semiotics of sacred objects in contemporary worship spaces. Studies in Material Religion, 29(3), 210-225.
  11. Li, H. (2024). Revisiting the 'ancient' in contemporary religious practices: Materiality and meaning-making.Cultural Anthropology Review, 15(1), 78-95
  12. Davies, L. (2021). The sounds of transcendence: Auditory phenomena in religious experience. Routledge.
  13. Thompson, K. (2020). Ritual, rhetoric, and moral transformation: Semiotic approaches to ethical persuasion. Palgrave Macmillan.
  14. Weiss, R. (2023). Memory and material culture in religious practice: A semiotic reading of sacred objects. Journal of Religious Studies, 48(4), 301- 318.
  15. Nasution, S. (1988). Metode Penelitian Ilmiah. Bumi Aksara.
  16. Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta. 106-114.
  17. Basrowi, R., & Suwandi. (2008). Memahami Penelitian Kualitatif. Rineka Cipta.
  18. Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
  19. Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.