THE ROLE OF RELIGION AND GENDER AS A TOOL OF SOCIAL CONTROL IN TUHAN, IZINKAN AKU BERDOSA (2023)

Diterbitkan: Apr 22, 2026

Abstrak:

This study analyzes the discussion of religion, gender, and power in Hanung Bramantyo's Tuhan, Izinkan Aku Berdosa (2023). The aim is to examine how religion and gender bias shape and exercise power over women, particularly through the character Kiran. A descriptive qualitative research method is used, with data obtained from analyzing selected movie scenes and literature review. Foucault's theory of power, which emphasizes the role of discourse and institutions in exercising power, and Millett's theory of sexual politics, which discusses men's dominance in the public and private space, serve as the analytical framework. In conclusion, religion in this film is not neutral, but legitimizes control over women's bodies, voices and morality. Kirani's journey from religious woman to commercial sex worker represents resistance to a repressive system and criticizes the hypocrisy of social and religious morality that discriminates against women.

Studi ini menganalisis pembahasan tentang agama, gender, dan kekuasaan dalam film Tuhan, Izinkan Aku Berdosa (2023) karya Hanung Bramantyo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana agama dan bias gender membentuk kekuasaan terhadap perempuan, khususnya melalui karakter Kiran. Metode penelitian kualitatif deskriptif digunakan, dengan data diperoleh dari analisis adegan film terpilih dan tinjauan pustaka. Teori kekuasaan Foucault, yang menekankan peran diskursus dan institusi dalam mengeksekusi kekuasaan, serta teori politik seksual Millett, yang membahas dominasi laki-laki di ruang publik dan privat, menjadi kerangka analisis. Kesimpulannya, agama dalam film ini tidak netral, melainkan melegitimasi kontrol atas tubuh, suara, dan moralitas perempuan. Perjalanan Kiran dari seorang wanita religius menjadi pekerja seks komersial mewakili perlawanan terhadap sistem represif dan mengkritik hipokrisasi moralitas sosial dan agama yang mendiskriminasi perempuan.

Penulis:
1 . Kiranti Aulia Mutia Dewi
2 . Naima Afia Dignity Dignity
3 . Senja Alifia Pinandita
Cara Mengutip
Dewi, K. A. M., Dignity, N. A. D., & Pinandita, S. A. (2026). THE ROLE OF RELIGION AND GENDER AS A TOOL OF SOCIAL CONTROL IN TUHAN, IZINKAN AKU BERDOSA (2023). Jurnal Kata: Bahasa, Sastra, Dan Pembelajarannya, 14(1), 17–27. https://doi.org/10.23960/kata.v14i1.764

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.
Referensi

    Kracauer, S., & Hansen, M. (1997). Theory of film: The redemption of physical reality (First Princeton Paperback Printing). Princeton University Press.

    Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). California: SAGE Publications

    Foucault, M. (1978) The History of Sexuality, Volume 1: An Introduction. Pantheon Books, New York.

    Millett, K. (2016). Sexual Politics. Columbia University Press.

    Wagner, C. (1971). Sexual Politics [Review of Sexual Politics, by K. Millett]. The Australian Quarterly, 43(4), 121–125. https://doi.org/10.2307/20634474

    Durkheim, Émile. [1912] 1995. The Elementary Forms of Religious Life. New York: Free Press.

    Connell, R. (2009). Gender (Vol. 14). Polity.

    Damayanti, E., Sudikan, S. Y., & Rengganis, R. (2024). Belenggu Patriarki Dalam Karya-Karya Oka Rusmini: Kajian Feminisme Radikal Kate Millet. Bahtera Indonesia; Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia, 9(1), 278-297.

    Bahardur, I. (2022). Perlawanan Perempuan Terhadap Dominasi Laki-laki: Analisis Pemikiran Feminis Kate Millet Terhadap Novel Lalita Karya Ayu Utami. Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra, 13(2), 223-236.

    Barasa, M., & Riyanto, F. A. (2023). Analisis Teori Kekuasaan Michel Foucault atas Propaganda Media dalam Membangun Diskursus Politik. Malang: Journal of Education, Humanities and Social Sciences, 6(1), 188-195.

    Natasya, N., AbdurRazaq, A., & Muslimin, M. (2024). Analisis Pesan Dakwah Dalam Film Tuhan Izinkan Aku Berdosa. Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan, 2(2), 171-191.

    Kamahi, U. (2017). Teori kekuasaan Michel Foucault: Tantangan bagi sosiologi politik. Jurnal Al-Khitabah, 3(3), 117-133.

    Ikhwan, W. K. (2020). The Form of Power and Sexuality in the Novel Tuhan Izinkan Aku Jadi Pelacur! by Muhidin M. Dahlan.

    Yasid, A., & Syakur, A. (2020). Refleksi Nilai-nilai Eksistensialisme pada Tokoh Nidah Kirani dalam Novel “Tuhan, Ijinkan Aku Menjadi Pelacur! Karya: Muhidin M. Dahlan. Briliant: Jurnal Riset Dan Konseptual, 5(2), 264-272.

    Fladira, C. A., & Ritonga, M. U. (2025). Representasi posisi subjek, objek, dan penonton dalam film Tuhan Izinkan Aku Berdosa: Analisis wacana kritis Sara Mills. Jurnal Pendidikan Ilmiah Transformatif, 9(5).

    Pangesti, A. D. (2024). Analisis relasi kuasa agama pada novel Tuhan Izinkan Aku Menjadi Pelacur (Skripsi Sarjana, Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto). Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto.

  1. Kracauer, S., & Hansen, M. (1997). Theory of film: The redemption of physical reality (First Princeton Paperback Printing). Princeton University Press.
  2. Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). California: SAGE Publications
  3. Foucault, M. (1978) The History of Sexuality, Volume 1: An Introduction. Pantheon Books, New York.
  4. Millett, K. (2016). Sexual Politics. Columbia University Press.
  5. Wagner, C. (1971). Sexual Politics [Review of Sexual Politics, by K. Millett]. The Australian Quarterly, 43(4), 121–125. https://doi.org/10.2307/20634474
  6. Durkheim, Émile. [1912] 1995. The Elementary Forms of Religious Life. New York: Free Press.
  7. Connell, R. (2009). Gender (Vol. 14). Polity.
  8. Damayanti, E., Sudikan, S. Y., & Rengganis, R. (2024). Belenggu Patriarki Dalam Karya-Karya Oka Rusmini: Kajian Feminisme Radikal Kate Millet. Bahtera Indonesia; Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia, 9(1), 278-297.
  9. Bahardur, I. (2022). Perlawanan Perempuan Terhadap Dominasi Laki-laki: Analisis Pemikiran Feminis Kate Millet Terhadap Novel Lalita Karya Ayu Utami. Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra, 13(2), 223-236.
  10. Barasa, M., & Riyanto, F. A. (2023). Analisis Teori Kekuasaan Michel Foucault atas Propaganda Media dalam Membangun Diskursus Politik. Malang: Journal of Education, Humanities and Social Sciences, 6(1), 188-195.
  11. Natasya, N., AbdurRazaq, A., & Muslimin, M. (2024). Analisis Pesan Dakwah Dalam Film Tuhan Izinkan Aku Berdosa. Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan, 2(2), 171-191.
  12. Kamahi, U. (2017). Teori kekuasaan Michel Foucault: Tantangan bagi sosiologi politik. Jurnal Al-Khitabah, 3(3), 117-133.
  13. Ikhwan, W. K. (2020). The Form of Power and Sexuality in the Novel Tuhan Izinkan Aku Jadi Pelacur! by Muhidin M. Dahlan.
  14. Yasid, A., & Syakur, A. (2020). Refleksi Nilai-nilai Eksistensialisme pada Tokoh Nidah Kirani dalam Novel “Tuhan, Ijinkan Aku Menjadi Pelacur! Karya: Muhidin M. Dahlan. Briliant: Jurnal Riset Dan Konseptual, 5(2), 264-272.
  15. Fladira, C. A., & Ritonga, M. U. (2025). Representasi posisi subjek, objek, dan penonton dalam film Tuhan Izinkan Aku Berdosa: Analisis wacana kritis Sara Mills. Jurnal Pendidikan Ilmiah Transformatif, 9(5).
  16. Pangesti, A. D. (2024). Analisis relasi kuasa agama pada novel Tuhan Izinkan Aku Menjadi Pelacur (Skripsi Sarjana, Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto). Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto.