PELATIHAN ANSAMBEL MUSIK SEKOLAH BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER DI SMP NEGERI 41 BANDAR LAMPUNG

Published: Apr 26, 2026

Abstract:

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan musikal peserta didik sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter melalui pelatihan ansambel musik sekolah di SMP Negeri 41 Bandar Lampung. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahap observasi, penyampaian materi, demonstrasi, praktik ansambel musik, pendampingan, dan evaluasi. Peserta kegiatan berjumlah 20 siswa yang mengikuti pelatihan secara langsung dan didampingi oleh tim pengabdian dari Program Studi Pendidikan Musik FKIP Universitas Lampung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan ansambel musik mampu meningkatkan kemampuan peserta dalam memainkan alat musik secara individu maupun kelompok. Selain itu, terjadi perkembangan karakter positif yang ditunjukkan melalui meningkatnya sikap disiplin, tanggung jawab, kerja sama, toleransi, serta rasa percaya diri peserta selama proses latihan berlangsung. Kegiatan ini membuktikan bahwa pembelajaran ansambel musik dapat menjadi sarana yang efektif dalam mengintegrasikan pengembangan keterampilan musikal dan pendidikan karakter secara bersamaan. Dengan demikian, pelatihan ansambel musik berbasis pendidikan karakter dapat dijadikan sebagai alternatif model pembelajaran seni musik yang mendukung pengembangan kompetensi dan karakter peserta didik secara holistik.

This Community Service Program (PkM) aimed to improve students’ musical skills while instilling character values through school ensemble music training at SMP Negeri 41 Bandar Lampung. The implementation method consisted of several stages, including observation, material presentation, demonstration, ensemble music practice, mentoring, and evaluation. The participants were 20 students who took part in the training directly and were guided by the community service team from the Music Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung. The results showed that ensemble music training was able to improve participants’ abilities in playing musical instruments both individually and in groups. In addition, positive character development was observed through increased discipline, responsibility, cooperation, tolerance, and self-confidence during the training process. This activity demonstrates that ensemble music learning can serve as an effective medium for integrating musical skill development and character education simultaneously. Therefore, character-based ensemble music training can be considered an alternative music learning model that supports the holistic development of students’ competencies and character.

Keywords:
1. music ensemble
2. character education
3. music education
4. community service
Authors:
1 . Prisma Tejapermana
2 . Erizal Barnawi
3 . Water Zalin Zalukhu
4 . Atikah Ramadhani
5 . Denisya Anta Adilla
How to Cite
Tejapermana, P., Barnawi, E., Zalukhu, W. Z., Ramadhani, A., & Adilla, D. A. (2026). PELATIHAN ANSAMBEL MUSIK SEKOLAH BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER DI SMP NEGERI 41 BANDAR LAMPUNG. Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(1), 67–74. https://doi.org/10.23960/ela.v5i1.1986
References

    Ahmat Yani, A., & Lumbantoruan, J. (2023). Pembelajaran ansambel musik di kelas IX SMP YTKA Solok Selatan. Jurnal Sendratasik, 12(1), 86–95. https://doi.org/10.24036/js.v12i1.119990

    Fuadah, U. S., Respati, R., & Halimah, M. (2017). Bahan ajar musik ansambel untuk siswa sekolah dasar. Indonesian Journal of Primary Education, 1(1), 29–38.

    Hamalik, O. (2017). Proses belajar mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.

    Hidayat, R., & Abdillah. (2019). Ilmu pendidikan: Konsep, teori, dan aplikasinya. Medan: Lembaga Peduli Pengembangan Pendidikan Indonesia (LPPPI).

    Irawati, D., Masitoh, S., & Nursalim, M. (2022). Filsafat pendidikan Ki Hajar Dewantara sebagai landasan pendidikan vokasi di era Kurikulum Merdeka. Jurnal Pendidikan Mandala, 7(4), 13010–13018.

    Isnaini, H., & Fanreza, R. (2024). Pentingnya pendidikan karakter di sekolah. Semantik: Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya, 2(4), 114–123.

    Julius, L. J., dkk. (2000). Kerajinan tangan dan kesenian. Jakarta: Yudhistira.

    Lickona, T. (2015). Character matters: Persoalan karakter, bagaimana membantu anak mengembangkan penilaian yang baik, integritas, dan kebajikan penting lainnya. Jakarta: Bumi Aksara.

    Nurhayati, H., & Handayani, N. W. L. (2021). Pendidikan karakter dalam pembelajaran dasar. Jurnal Basicedu, 5(5), 524–532.

  1. Ahmat Yani, A., & Lumbantoruan, J. (2023). Pembelajaran ansambel musik di kelas IX SMP YTKA Solok Selatan. Jurnal Sendratasik, 12(1), 86–95. https://doi.org/10.24036/js.v12i1.119990
  2. Fuadah, U. S., Respati, R., & Halimah, M. (2017). Bahan ajar musik ansambel untuk siswa sekolah dasar. Indonesian Journal of Primary Education, 1(1), 29–38.
  3. Hamalik, O. (2017). Proses belajar mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.
  4. Hidayat, R., & Abdillah. (2019). Ilmu pendidikan: Konsep, teori, dan aplikasinya. Medan: Lembaga Peduli Pengembangan Pendidikan Indonesia (LPPPI).
  5. Irawati, D., Masitoh, S., & Nursalim, M. (2022). Filsafat pendidikan Ki Hajar Dewantara sebagai landasan pendidikan vokasi di era Kurikulum Merdeka. Jurnal Pendidikan Mandala, 7(4), 13010–13018.
  6. Isnaini, H., & Fanreza, R. (2024). Pentingnya pendidikan karakter di sekolah. Semantik: Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya, 2(4), 114–123.
  7. Julius, L. J., dkk. (2000). Kerajinan tangan dan kesenian. Jakarta: Yudhistira.
  8. Lickona, T. (2015). Character matters: Persoalan karakter, bagaimana membantu anak mengembangkan penilaian yang baik, integritas, dan kebajikan penting lainnya. Jakarta: Bumi Aksara.
  9. Nurhayati, H., & Handayani, N. W. L. (2021). Pendidikan karakter dalam pembelajaran dasar. Jurnal Basicedu, 5(5), 524–532.