Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Education, Language, and Art (ELA) merupakan jurnal ilmiah yang menjadi wadah bagi akademisi dan praktisi dalam mempublikasikan hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dalam bidang pendidikan, bahasa, dan seni/humaniora. Education, Language, and Art (ELA) diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung. Education, Language, and Art (ELA) terbit dua kali setahun yaitu Bulan April dan September.

E-ISSN: 2830-5205

Readmore

Education, Language, and Art (ELA) merupakan jurnal ilmiah yang menjadi wadah bagi akademisi dan praktisi dalam mempublikasikan hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dalam bidang pendidikan, bahasa, dan seni/humaniora. Education, Language, and Art (ELA) diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung. Education, Language, and Art (ELA) terbit dua kali setahun yaitu Bulan April dan September.

E-ISSN: 2830-5205

Published
2026-05-17

Articles

PELATIHAN DAN SIMULASI DELF BAGI MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA PRANCIS UNTUK MENGHADAPI UJIAN SESI NOVEMBER 2025

The lack of motivation and preparation among some students in the French language education program at the University of Lampung in taking the DELF test is a serious problem. This program is designed to improve students' competence in the four main skills tested in DELF: Compréhension orale (listening), Compréhension écrite (reading), Production orale (speaking), and Production écrite (writing). Through a systematic approach, students will be equipped with a deep understanding of the exam format, question-answering techniques, and effective time management strategies. The simulations, which are provided regularly and routinely, have proven to help students achieve higher scores and a better understanding of DELF questions. In the simulations that have taken place, there has been a significant increase in the number of students who passed the post-test compared to the pre-test. In line with the goal of preparing students, the DELF simulations can be said to have been successful in preparing students to take the DELF exam in the November 2025 session.   Kurangnya motivasi dan persiapan sebagian mahasiswa program studi pendidikan bahasa prancis Universitas Lampung dalam mengikuti tes DELF merupakan suatu masalah yang cukup serius. Program ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam empat keterampilan utama yang diuji dalam DELF: Compréhension orale (mendengarkan), Compréhension écrite (membaca), Production orale (berbicara), dan Production écrite (menulis). Melalui pendekatan yang sistematis, mahasiswa akan dibekali dengan pemahaman mendalam mengenai format ujian, teknik pengerjaan soal, serta strategi manajemen waktu yang efektif. Simulasi yang diberikan secara berkala dan rutin terbukti membantu mahasiswa dalam meraih skor dan pemahaman terhadap soal delf. Pada kegiatan simulasi yang telah berlangsung terdapat kenaikan signifikan jumlah mahasiswa yang lolos pada saat post test dibandingkan dengan pretest. Sesuai dengan tujuan memberi kesiapan, simulasi delf dapat dikatakan berhasil untuk mengantarkan mahasiswa mengikuti ujian delf pada sesi November 2025.

PENGABDIAN PROGRAM FUN ENGLISH DAY UNTUK SISWA SDN 2 WAY DADI SUKARAME

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di SDN 2 Way Dadi, Kecamatan Sukarame, Kota Bandar Lampung, dengan peserta siswa kelas IV–VI. Tujuannya untuk meningkatkan minat dan kemampuan dasar Bahasa Inggris siswa melalui pendekatan pembelajaran menyenangkan (Fun Learning) dalam kegiatan English Day. Berdasarkan observasi, siswa masih kesulitan mengingat kosakata dan menggunakan Bahasa Inggris karena metode pembelajaran yang monoton. Oleh sebab itu, kegiatan ini dirancang melalui berbagai aktivitas interaktif seperti permainan edukatif, flashcards, kuis, Who am I? dan acak gambar. Kegiatan meliputi pembukaan, pre-test, pembelajaran inti, kerja kelompok melalui LKPD, dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan motivasi, partisipasi, serta kemampuan siswa dalam memahami dan menggunakan kosakata Bahasa Inggris. Suasana belajar yang aktif dan kolaboratif membuktikan bahwa pendekatan Fun Learning efektif diterapkan di sekolah dasar.   This community service activity was conducted at SDN 2 Way Dadi, Sukarame District, Bandar Lampung City, involving upper-grade students (grades IV–VI). The program aimed to improve students’ interest and basic English skills through a Fun Learning approach in an English Day activity. Based on initial observations, students struggled to recall and use English vocabulary due to monotonous and limited practice methods. Therefore, the activity was designed with various engaging activities such as educational games, flashcards, quizzes, Who am I? and picture-matching exercises. The implementation included an opening session, a pre-test, the main Fun Learning lessons, group tasks using LKPD worksheets, and a post-test. The results showed significant improvement in students’ motivation, participation, and vocabulary mastery. The lively and collaborative learning atmosphere proved that the Fun Learning approach is effective for teaching English at the elementary school level.

MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN ABAD KE-21: EVALUASI PELATIHAN DEEP LEARNING BAGI GURU DI BANDAR LAMPUNG

This community service program aimed to enhance teachers’ competencies in understanding and implementing the Deep Learning approach in meaningful learning. The training was conducted on October 3, 2025, at Hall B of the Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Lampung, and involved 20 teachers from various senior high schools in Bandar Lampung. The training employed a participatory workshop approach encompassing conceptual presentations, instructional material development workshops, microteaching sessions, and reflective activities. Data were collected through observations, post-test assessments, and interviews. The evaluation results showed that 80% of the participants answered all post-test items correctly, 15% answered nine items correctly, and 5% answered eight items correctly. These findings indicate a significant improvement in teachers’ understanding of Deep Learning strategies and their readiness to implement meaningful learning in accordance with the demands of the Merdeka Curriculum. In addition, the training strengthened teachers’ professional awareness in facilitating reflective, contextual, and learner-centered instruction oriented toward the development of 21st-century competencies.   Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam memahami dan menerapkan pendekatan Deep Learning dalam pembelajaran bermakna. Pelatihan dilaksanakan pada 3 Oktober 2025 di Aula B FKIP Universitas Lampung, melibatkan 20 guru dari berbagai SMA di Bandar Lampung. Metode pelatihan menggunakan pendekatan workshop-partisipatif yang meliputi pemaparan konsep, lokakarya penyusunan perangkat ajar, microteaching, dan refleksi. Data diperoleh melalui observasi, post-test, dan wawancara. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 80% peserta menjawab benar seluruh soal post-test, 15% menjawab benar sembilan soal, dan 5% menjawab benar delapan soal. Temuan ini menegaskan peningkatan signifikan pemahaman guru terhadap strategi Deep Learning serta kesiapannya menerapkan pembelajaran bermakna sesuai tuntutan Kurikulum Merdeka. Pelatihan juga memperkuat kesadaran profesional guru dalam menghadirkan pembelajaran yang reflektif, kontekstual, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi abad ke-21.

OPTIMALISASI POTENSI LOKAL MELALUI PELATIHAN PENGOLAHAN NANAS SEBAGAI UPAYA PENGUATAN EKONOMI KELUARGA DI DESA MIDAR

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan potensi lokal melalui pelatihan pengolahan nanas sebagai upaya penguatan ekonomi keluarga di Desa Midar. Sasaran kegiatan adalah kaum perempuan, khususnya ibu rumah tangga, yang memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian keluarga. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis pelatihan praktik langsung yang meliputi tahap observasi potensi kebun nanas, pelatihan pembuatan selai nanas, serta pembuatan bolu lapis selai nanas. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan peserta dalam mengolah produk pangan berbasis nanas serta tumbuhnya kesadaran akan peluang usaha rumah tangga. Produk yang dihasilkan memiliki potensi nilai ekonomi lebih tinggi dibandingkan penjualan buah segar. Program ini berkontribusi terhadap pemberdayaan perempuan melalui penguatan kapasitas keterampilan dan membuka peluang pengembangan usaha kecil berbasis potensi lokal. Keberlanjutan program memerlukan pendampingan lanjutan dalam aspek pemasaran dan pengelolaan usaha agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.   This community service program aims to optimize local potential through pineapple processing training as an effort to strengthen family economic resilience. The program targets women, particularly housewives, who play a strategic role in supporting household income. The method employed is a participatory approach based on hands-on training, including observation of local pineapple resources, training in pineapple jam production, and the preparation of layered pineapple cake. The results indicate an improvement in participants’ skills in processing pineapple-based food products and an increased awareness of small-scale business opportunities. The processed products have higher economic value compared to selling fresh pineapples. This program contributes to women’s empowerment by enhancing practical skills and creating opportunities for home-based enterprises rooted in local resources. Sustainable impact requires continued assistance in marketing and basic business management to ensure long-term economic benefits for the community.

Indexer Sites