Oriental: Jurnal Kajian Mutu Pendidikan

Oriental: Jurnal Kajian Mutu Pendidikan adalah jurnal ilmiah yang memuat artikel hasil penelitian, telaah teoretis, maupun praktik baik yang berfokus pada peningkatan mutu pendidikan. Nama "Oriental" mencerminkan peran jurnal ini sebagai wahana orientasi akademik menuju sistem pendidikan yang lebih bermutu, inovatif, dan berkelanjutan.

Jurnal ini mengedepankan: (1) Kajian tentang mutu proses dan hasil pembelajaran, (2) Evaluasi dan pengembangan Readmore

Oriental: Jurnal Kajian Mutu Pendidikan adalah jurnal ilmiah yang memuat artikel hasil penelitian, telaah teoretis, maupun praktik baik yang berfokus pada peningkatan mutu pendidikan. Nama "Oriental" mencerminkan peran jurnal ini sebagai wahana orientasi akademik menuju sistem pendidikan yang lebih bermutu, inovatif, dan berkelanjutan.

Jurnal ini mengedepankan: (1) Kajian tentang mutu proses dan hasil pembelajaran, (2) Evaluasi dan pengembangan kurikulum dan kebijakan pendidikan, (3) Inovasi dalam manajemen pendidikan, (4) Penerapan teknologi dan metodologi pengajaran yang efektif, (5) Analisis linguistik terapan dalam konteks pembelajaran bahasa.

Published
2025-03-27

Artikel

TRADISI SASTRA LISAN PISA’AN LAMPUNG DI TIYUH NEGERI BESAR KABUPATEN WAY KANAN

Analyze and study literature that examines the study of Lampung literary expressions. Literature from Lampung is a work of art created based on creativity. The writer's creativity in finding and choosing material or topics is very important. Without creativity, it is impossible to obtain a quality literary work. The aim of this research is to describe the values ​​of Lampung literary education and their influence on learning Lampung literary expressions in elementary schools. This research method is descriptive research with a qualitative approach. The research results show that Lampung oral literature is communicative. This means that elementary school students can understand literary works. The form or pattern is structured, the thoughts expressed do not jump around. And Lampung oral literature such as puzzles can entertain elementary school children who read and listen to it. Lampung oral literature can increase elementary school students' understanding and knowledge about Lampung culture and can be used as a means to strengthen the character of elementary school students in the area. Lampung. Muli Mekhanai knew how to recite, express and develop the Pisaan oral tradition. Menganalisisdan mengkaji kepustakaan Menjelajahi kajian ekspresisastra di Lampung.Sastra Lampung merupakankarya seni yang berbasiskreativitas. Kreativitas penulis dalammencari danmemilih bahan dan topiksangatlah penting. Tanpa kreativitas mustahil dapat dihasilkankarya sastra yang bermutu.Tujuan penelitian ini adalahuntuk menjelaskan nilai pendidikansastra lampung dan pengaruhnya terhadap pembelajaran ekspresisastra lampung di sekolah dasar. Metode penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sastra lisan Lampung mempunyai dayakomunikatif. Artinya,siswa sekolah dasar punsudah bisamemahami karya sastra. Bentuk danpolanya terstruktur danpemikiran yang diungkapkan tidak melompat-lompat. Sastralisan Lampungseperti teka-teki jugadapat menghibur siswasekolah dasar saatmembaca dan mendengarkan.Sastra lisan lampung dapat meningkatkan pemahaman dan pengetahuan siswa sekolah dasar terhadapbudaya lampung,serta dapat dijadikan sarana untuk memperkuat karakter siswa sekolah dasar setempat. Ramping. Muri Mekanitahu caramelafalkan, mengekspresikan dan mengembangkan tradisi lisan Pisan.

ANALISIS UNSUR MAKNA HAHIWANG “BITIAN”

This research is an analysis of Lampung oral literature with a focus on one of the oral literary works in Lampung language, namely Hahiwang "Bitian". This research aims to analyze the meaning contained in it, as well as to understand and explore the meaning in the oral literature work Hahiwang "Bitian" by Mamak Lawok. Analyzing the meaning in Hahiwang is explored through a qualitative approach with literature study as the main technique. This research was conducted with the aim of providing a deeper understanding of Lampung oral literature, especially Hahiwang "Bitian". The results obtained from this study describe texts that communicate social expressions, apologies, and thoughts about culture and art.   Penelitian ini merupakan analisis sastra lisan Lampung dengan fokus pada salah satu karya sastra lisan dalam bahasa Lampung, yaitu Hahiwang "Bitian”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna yang terkandung di dalamnya, serta memahami dan menggali makna dalam karya sastra lisan Hahiwang "Bitian" karya Mamak Lawok tersebut. Menganalisis makna dalam Hahiwang ini digali melalui pendekatan kualitatif dengan studi literatur sebagai teknik utama. Penelitian ini di lakukan dengan tujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang sastra lisan Lampung, khususnya Hahiwang "Bitian". Hasil yang di dapatkan dari penelitian ini menggambarkan teks yang mengkomunikasikan ekspresi sosial, permintaan maaf, dan pemikiran tentang budaya dan seni.

IMPLEMENTASI NENGAH NYAPPUR DALAM TRADISI CANGGET AGUNG MASYARAKAT LAMPUNG

This research aims at the form, shape and application of the value of nengah nyappur contained in Pi'il Pesenggiri, especially in the context of the grand cangget tradition in Lampung society. The research method applied to this research study is qualitative with a descriptive approach. The data used by researchers in researching the cangget agung tradition is obtained from a collection of various literature/sources such as journals, articles and books. Literature study is the data collection technique chosen with the qualitative data analysis method. The results of this study state / reveal that there is a value contained in Pi'il Pesenggiri, namely nengah nyappur as well as the realisation of the value of nengah nyappur when there is or takes place the great cangget tradition / traditional events of Lampung people. This grand cangget tradition has a meaning as a Lampung traditional ceremony party and a form of effort to preserve Lampung culture, especially in customs, traditions and culture for the Lampung Pepadun tribe in Lampung Province.   Penelitian ini memiliki tujuan sebagai wujud, bentuk dan penerapan nilai nengah nyappur yang terdapat dalam Pi'il Pesenggiri, terutama dalam konteks tradisi cangget agung pada masyarakat Lampung. Metode penelitian yang diterapkan pada studi penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian tradisi cangget agung didapatkan dari kumpulan berbagai literatur/sumber seperti jurnal, artikel dan buku. Studi pustaka adalah teknik pengumpulan data yang dipilih dengan metode analisis data kualitatif. Hasil penelitian ini menyatakan/mengungkapkan bahwa adanya nilai yang terkandung dalam Pi'il Pesenggiri yaitu nengah nyappur sekaligus terealisasinya nilai Nengah Nyappur ketika ada atau berlangsung tradisi cangget agung/acara adat masyarakat Lampung. Tradisi cangget agung ini punya makna sebagai pesta upacara adat Lampung dan bentuk upaya pelestarian kebudayaan Lampung khususnya dalam adat istiada, tradisi dan budaya untuk masyarakat suku Lampung Pepadun di Provinsi Lampung.

ANALISIS RAGAM GERAK TARI NYAMBAI KIPAS PADA ACARA NAYUH MASYRAKAT LAMPUNG SAIBATIN

This research study was conducted to determine the variety of movements contained in a dance. In this case, the dance that is the topic of discussion or being analyzed is the Nyambai Kipas Dance of the Lampung Saibatin community during the Nayuh (wedding) event which is contained in a video of the Nyambai Kipas Dance performance in the kakiciran tradition in Tanjung Way Batang village on the second night of Shawwal 2023. This research uses a descriptive approach to analyze and explain the various dance movements in the Nyambai Kipas Dance contained in a video of the dance performance at the kakiciran event. This research uses a descriptive approach in the form of a literature review (literature study) with two additional techniques, namely viewing and note-taking techniques whose main data source is a video of the Nyambai Kipas Dance performance at the Kakicirin event in Tanjung Way Batang village on the second night of Shawwal 2023. Based on the analysis in You can get the results of basic dance movements and various dance movements as follows: (a) head movements. (b) hand movements, (c) leg movements and, (d) body movements; (a) lapah mejong, (b) inner worship, (c) shadowed eagle, (d) putogh, (e) kiser, (f) sirok, (g) sesayak, (h) ngelik and, (i) mampang cotton.   Studi ini dilakukan dalam upaya mengetahui keberagaman pergerakan yang terdapat dalam sebuah tari. Dalam hal ini tati yang menjadi topik pembahasan atau yang dianalisis adalah Tari Nyambai masyarakat Lampung Saibatin dalam acara Nayuh (pernikahan) yang terdapat dalam sebuah video pertunjukan Tari Nyambai Kipas pada tradisi kakiciran di desa Tanjung Way Batang malam dua syawal tahun 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif guna menganalisis dan menjelaskan ragam gerak tari dalam Tari Nyambai Kipas yang terdapat dalam sebuah video pertunjukan tari pada acara kakiciran. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif berupa literatur review (studi pustaka) dengan dua teknik tambahan yaitu teknik melihat dan mencatat yang sumber data pokoknya dari sebuah video pertunjukan Tari Nyambai Kipas pada acara Kakicirin di desa Tanjung Way Batang pada malam dua Syawal tahun 2023. Berdasarkan analisis di dapat hasil gerak dasar tari dan ragam gerak tari sebagai berikut: (a) pergerakan kepala. (b) pergerakan tangan, (c) pergerakan kaki dan, (d) pergerakan badan;  (a) lapah mejong, (b) sembah batin, (c) elang berbayang, (d) putogh, (e) kiser, (f) sirok, (g) sesayak, (h) ngelik dan, (i) mampang kapas.

MENGENAL TRADISI UPACARA BEGAWI CAKAK PEPADUN SEBAGAI PILAR IDENTITAS LOKAL

This research aims to identify the "Begawi Cakak Pepadun" ceremonial tradition as a pillar of local identity. The research method used in this research uses a qualitative approach, namely literature study. Retrieval and collection of data sources come from related journal articles and compiled from the Google Scholar database which is the written work of previous researchers. The research results show that the "Begawi" ceremonial tradition is still often carried out in Lampung tribal communities, Begawi is one of the traditional ceremonial traditions carried out when someone wants to take a traditional title. This research discusses the key aspects inherent in the Begawi Ceremony, highlighting its values, traditions and role in maintaining the identity of the Lampung people. Apart from that, the Begawi Adat is a cultural heritage passed down from generation to generation and the current generation can make the Begawi tradition a pillar of local identity. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tradisi upacara “Begawi Cakak Pepadun ” sebagai pilar identitas lokal. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yakni studi pustaka. Pengambilan dan pengumpulan sumber data  berasal dari artikel jurnal terkait dan dihimpun dari database Google Scholar yang merupakan karya tulis dari peneliti-peneliti sebelumnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa tradisi upacara “Begawi Cakak Pepadun “ masih sering dilakukan pada masyarakat suku lampung, Begawi  merupakan salah satu  tradisi upacara adat yang dilakukan ketika seseorang ingin mengambil gelar adat. penelitian ini membahas aspek-aspek  yang melekat pada Upacara Begawi , menyoroti nilai-nilai, tradisi, makna, serta peranannya dalam mempertahankan identitas masyarakat Lampung. Selain itu, Begawi Adat  merupakan warisan budaya turun temurun dan generasi saat ini dapat menjadikan tradisi Begawi  sebagai pilar identitas lokal.

Indexer Sites