LEKSIKON NAMA TEMPAT DAN MAKANAN KHAS LAMPUNG DALAM PERSPEKTIF MORFOLOGIS

Published: Apr 28, 2025

Abstract:

Lexicons related to the naming of places and traditional foods in Lampung culture are the main objects of study in this research. Data is sourced from interviews and the examination of manuscripts related to the history and culture of Lampung. This research aims to analyze the origins of the names of settlements and traditional foods in Lampung from a morphological perspective. The research is conducted using a qualitative descriptive method by examining the structure, form, and word formation processes in the names of places and traditional foods in Tanjung Harapan Village, Kotabumi District, North Lampung. Data is collected through document studies, observation, and linguistic analysis. Data are analyzed using morphological studies and analysis of word form and meaning. The results of the research show that the majority of place names and traditional foods in Lampung are monomorphemic root words consisting of a single free morpheme, for example: desa (village), tanjung, harapan (hope), gang (alley), bangau (egret), tugu (monument), payan, mas, way, rarem, lembah (valley), bambu (bamboo), kuning (yellow), as well as food names such as seruit and pindang. The dominant morphological processes are affixation, compounding, and reduplication in some words. Phoneme elision phenomena are also found in the affixation process of verbs, such as in menyeruit.

Leksikon yang berkaitan dengan penamaan tempat dan makanan khas budaya Lampung menjadi objek kajian utama di dalam penelitian ini. Data bersumber dari wawancara dan telaah naskah yang berkaitan dengan sejarah dan budaya Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis asal-usul nama tempat tinggal dan makanan khas di Lampung dari perspektif morfologi. Penelitian dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan mengkaji struktur, bentuk, dan proses pembentukan kata pada nama-nama tempat dan makanan khas di Desa Tanjung Harapan, Kabupaten Kotabumi, Lampung Utara. Data dikumpulkan melalui studi dokumen, observasi, dan analisis linguistik. Data dianalisis menggunakan kajian morfologis, analisis terhadap bentuk dan makna kata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar nama tempat dan makanan khas Lampung merupakan kata dasar monomorfemis yang terdiri dari satu morfem bebas, misalnya desa, tanjung, harapan, gang, bangau, tugu, payan, mas, way, rarem, lembah, bambu, kuning, serta nama makanan seperti seruit dan pindang. Proses morfologis yang dominan adalah afiksasi, komposisi atau pemajemukan, serta reduplikasi pada beberapa kata. Fenomena peluluhan fonem juga ditemukan pada proses afiksasi kata kerja, seperti pada menyeruit.

Keywords:
1. food
2. lexicon
3. morphology
4. place
Authors:
1 . Megaria Megaria
2 . Farida Ariyani
3 . Ulfa Dwi Nurhaya
How to Cite
Megaria, M., Ariyani, F., & Nurhaya, U. D. (2025). LEKSIKON NAMA TEMPAT DAN MAKANAN KHAS LAMPUNG DALAM PERSPEKTIF MORFOLOGIS. J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 13(1), 639–655. https://doi.org/10.23960/simbol.v13i1.871

Downloads

Download data is not yet available.
References

    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2016). Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi ke-5). Jakarta: Balai Pustaka.

    Chaer, A. (2008). Morfologi bahasa Indonesia: pendekatan proses. Rineka Cipta.

    Tarigan, H.G. 2009. Pengajaran Morfologi. Bandung: Angkasa.

    Kridalaksana, H. (2008). Kamus Linguistik (Keempat). Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

    Kridalaksana, Harimurti. 1984. Kata dan Kalimat dalam Linguistik Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

    Kridalaksana, Harimurti. Kata dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2004.

    Kridalaksana, Harimurti. 1993. Pengantar Linguistik Indonesia*. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

    Muslich, Masnur 2010 Tatabentuk Bahasa Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara.

    Khoiriyah, F, Fahri, A, Bramantio, B, & Sumargono, S (2019). Sejarah toponimi daerah transmigrasi provinsi Lampung melalui tuturan tradisi lisan. Agastya: Jurnal Sejarah dan …

    Khoiriyah, F (2019). Toponimi kampung-kampung transmigrasi di Lampung. (No Title), cir.nii.ac.jp, https://cir.nii.ac.jp/crid/1130856418424809230

    DONA, O (2023). TOPONIMI PEKON KRESNOMULYO DI KECAMATAN AMBARAWA KABUPATEN PRINGSEWU LAMPUNG., Keguruan dan Ilmu Pendidikan

    Hartina, S (2022). Toponimi dalam Legenda Pallawagau dan I Tenribali= Toponimi in the Legend of Pallawagau and I Tenribali., repository.unhas.ac.id, https://repository.unhas.ac.id/id/eprint/14396/2/F021171305_skripsi_Bab%201-2.pdf

    Sari, LR, & Karsiwan, K (2022). Toponimi Daerah Metro Sebagai Sumber Belajar IPS di Sekolah. SOCIAL …, e-journal.ejournal.metrouniv.ac.id, https://www.e-journal.ejournal.metrouniv.ac.id/social-pedagogy/article/view/4865

    Aditya, D (2020). Penamaan objek wisata di wilayah Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Deskripsi Bahasa, journal.ugm.ac.id, https://journal.ugm.ac.id/v3/DB/article/view/4091

    Mardhoniawati, A (2016). Toponimi Desa-Desa di Provinsi Lampung Sebuah Kajian Linguistik Antropologi. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada

    Khoiriyah, FF, & Bramantio, A B. dan Sumargono. 2019. Sejarah Toponimi Daerah Transmigrasi Provinsi Lampung Melalui Tuturan Tradisi Lisan. Jurnal Agastya

    Mardhoniawati, A (2016). Toponimi desa-desa di Lampung: Sebuah kajian linguistik antropologi [Unpublished master's thesis]. Universitas Gadjah Mada.

    Sudaryanto. (2015). Metode dan aneka teknik analisis bahasa: Pengantar penelitian wahana kebudayaan secara linguistis. Sanata Dharma University Press.12.

  1. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2016). Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi ke-5). Jakarta: Balai Pustaka.
  2. Chaer, A. (2008). Morfologi bahasa Indonesia: pendekatan proses. Rineka Cipta.
  3. Tarigan, H.G. 2009. Pengajaran Morfologi. Bandung: Angkasa.
  4. Kridalaksana, H. (2008). Kamus Linguistik (Keempat). Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
  5. Kridalaksana, Harimurti. 1984. Kata dan Kalimat dalam Linguistik Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
  6. Kridalaksana, Harimurti. Kata dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2004.
  7. Kridalaksana, Harimurti. 1993. Pengantar Linguistik Indonesia*. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
  8. Muslich, Masnur 2010 Tatabentuk Bahasa Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara.
  9. Khoiriyah, F, Fahri, A, Bramantio, B, & Sumargono, S (2019). Sejarah toponimi daerah transmigrasi provinsi Lampung melalui tuturan tradisi lisan. Agastya: Jurnal Sejarah dan …
  10. Khoiriyah, F (2019). Toponimi kampung-kampung transmigrasi di Lampung. (No Title), cir.nii.ac.jp, https://cir.nii.ac.jp/crid/1130856418424809230
  11. DONA, O (2023). TOPONIMI PEKON KRESNOMULYO DI KECAMATAN AMBARAWA KABUPATEN PRINGSEWU LAMPUNG., Keguruan dan Ilmu Pendidikan
  12. Hartina, S (2022). Toponimi dalam Legenda Pallawagau dan I Tenribali= Toponimi in the Legend of Pallawagau and I Tenribali., repository.unhas.ac.id, https://repository.unhas.ac.id/id/eprint/14396/2/F021171305_skripsi_Bab%201-2.pdf
  13. Sari, LR, & Karsiwan, K (2022). Toponimi Daerah Metro Sebagai Sumber Belajar IPS di Sekolah. SOCIAL …, e-journal.ejournal.metrouniv.ac.id, https://www.e-journal.ejournal.metrouniv.ac.id/social-pedagogy/article/view/4865
  14. Aditya, D (2020). Penamaan objek wisata di wilayah Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Deskripsi Bahasa, journal.ugm.ac.id, https://journal.ugm.ac.id/v3/DB/article/view/4091
  15. Mardhoniawati, A (2016). Toponimi Desa-Desa di Provinsi Lampung Sebuah Kajian Linguistik Antropologi. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada
  16. Khoiriyah, FF, & Bramantio, A B. dan Sumargono. 2019. Sejarah Toponimi Daerah Transmigrasi Provinsi Lampung Melalui Tuturan Tradisi Lisan. Jurnal Agastya
  17. Mardhoniawati, A (2016). Toponimi desa-desa di Lampung: Sebuah kajian linguistik antropologi [Unpublished master's thesis]. Universitas Gadjah Mada.
  18. Sudaryanto. (2015). Metode dan aneka teknik analisis bahasa: Pengantar penelitian wahana kebudayaan secara linguistis. Sanata Dharma University Press.12.