PERAN BUDAYA DALAM MEMBANGUN HUBUNGAN ANTARA SUKU LAMPUNG DAN JAWA DI MESUJI

Published: Jul 5, 2025

Abstract:

This article discusses the role of culture in building relationships between the Lampung and Javanese ethnic groups in Mesuji. Through long-standing interactions, both groups demonstrate how cultural diversity can serve as a strength in creating social harmony. The Lampung people, as the indigenous inhabitants, possess rich traditions and values, while the Javanese, as migrants, bring distinct cultures and customs. The adaptation and integration processes between these two groups are evident in various aspects of daily life, including traditional ceremonies and social activities. This research aims to explore the dynamics of this intercultural relationship and its impact on community harmony in Mesuji.

Artikel ini membahas peran budaya dalam membangun hubungan antara suku Lampung dan Jawa di Mesuji. Melalui interaksi yang telah berlangsung lama, kedua suku ini menunjukkan bagaimana keberagaman budaya dapat menjadi kekuatan dalam menciptakan harmoni sosial. Suku Lampung, sebagai penduduk asli, memiliki tradisi dan nilai-nilai yang kaya, sementara suku Jawa, yang merupakan pendatang, membawa serta budaya dan adat istiadat yang berbeda. Proses adaptasi dan integrasi antara kedua suku ini terlihat dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari, termasuk dalam upacara adat dan kegiatan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika hubungan antarbudaya ini dan dampaknya terhadap keharmonisan masyarakat di Mesuji.

Keywords:
1. Culture
2. Lampung Ethnic Group
3. Javanese Ethnic Group
4. Social Relations
Authors:
1 . Arivia Tri Novita Sari
2 . Suharti Muharidha
3 . Rahmat Prayogi
4 . Bambang Riadi
How to Cite
Sari, A. T. N., Muharidha, S. ., Prayogi, R. ., & Riadi, B. . (2025). PERAN BUDAYA DALAM MEMBANGUN HUBUNGAN ANTARA SUKU LAMPUNG DAN JAWA DI MESUJI. Jurnal Tiyuh Lampung: Pendidikan Bahasa Dan Kebudayaan, 9(1), 55–66. https://doi.org/10.23960/tiyuhlampung.v9i1.806
References

    Ahmad, S., & Saepudin, M. (2023). Moderasi Beragama pada Masyarakat Multietnik dan Transmigrasi.

    De Gani, F. A., & Sembiring, M. Y. G. (2023). Mengenal Identitas dan Integrasi Nasional Indonesia. Indigenous Knowledge, 1(2), 166–178.

    Falakh, M. S. (2023). Strategi Efektif untuk Mempromosikan Pendidikan Multikultural di Lingkungan Sekolah. PenaEmas, 1(1), 76–86.

    Heryadi, H., & Silvana, H. (2013). Komunikasi antarbudaya dalam masyarakat multikultur. Jurnal Kajian Komunikasi, 1(1), 95–108.

    Kusumawati, P. W., Jahrah, S. N. A., Pratama, Y., & Fajarwati, N. K. (2024). Kearifan Lokal Dalam Komunikasi Lintas Budaya. JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH, 2(1), 734–740.

    Liliweri, A. (2005). Prasangka dan konflik; komunikasi lintas budaya masyarakat multikultur. LKiS Pelangi Aksara.

    Muzakki, A. (2017). Introducing Local Genius-Based Harmony Education (Piil Pesenggiri) Among The Indigenous People Of Lampung. Penamas, 30(3), 261–280.

    Riswandie, I. (2023). Perlindungan Hukum Bagi Masyarakat Marginal Dalam Perspektif Asas “Equality Before The Law.” Sultan Adam: Jurnal Hukum Dan Sosial, 1(2), 298–310.

    Samad, D. (2013). Responsi Dan Solusi Integritas Dan Moralitas. Duskisamad Institut Publishing.

    Santoso, G. (2022). Seni dan Kreativitas Sebagai Medium Pemersatu Dalam Masyarakat Multikultural. Jurnal Pendidikan Transformatif, 1(2), 29–38.

    Thahir, M. (2023). Tantangan Dan Strategi Dalam Mengatasi Perbedaan Budaya Dan Agama Di Indonesia. Dakwatun: Jurnal Manajemen Dakwah, 2(1), 132–143.

    Toron, V. B. (2024). Sosiologi Pendidikan. CV. Ruang Tentor.

    UNESCO, L. D. (2009). Berinvestasi dalam Keanekaragaman Budaya dan Dialog Antarbudaya.

    Yani, S. (2022). Komunikasi Antar Budaya Dalam Meningkatkan Ukhuwah Islamiyah Suku Lampung Dan Suku Jawa Di Desa Sungai Badak Kecamatan Mesuji. repository.metrouniv.ac.id. http://repository.metrouniv.ac.id/id/eprint/8893/

  1. Ahmad, S., & Saepudin, M. (2023). Moderasi Beragama pada Masyarakat Multietnik dan Transmigrasi.
  2. De Gani, F. A., & Sembiring, M. Y. G. (2023). Mengenal Identitas dan Integrasi Nasional Indonesia. Indigenous Knowledge, 1(2), 166–178.
  3. Falakh, M. S. (2023). Strategi Efektif untuk Mempromosikan Pendidikan Multikultural di Lingkungan Sekolah. PenaEmas, 1(1), 76–86.
  4. Heryadi, H., & Silvana, H. (2013). Komunikasi antarbudaya dalam masyarakat multikultur. Jurnal Kajian Komunikasi, 1(1), 95–108.
  5. Kusumawati, P. W., Jahrah, S. N. A., Pratama, Y., & Fajarwati, N. K. (2024). Kearifan Lokal Dalam Komunikasi Lintas Budaya. JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH, 2(1), 734–740.
  6. Liliweri, A. (2005). Prasangka dan konflik; komunikasi lintas budaya masyarakat multikultur. LKiS Pelangi Aksara.
  7. Muzakki, A. (2017). Introducing Local Genius-Based Harmony Education (Piil Pesenggiri) Among The Indigenous People Of Lampung. Penamas, 30(3), 261–280.
  8. Riswandie, I. (2023). Perlindungan Hukum Bagi Masyarakat Marginal Dalam Perspektif Asas “Equality Before The Law.” Sultan Adam: Jurnal Hukum Dan Sosial, 1(2), 298–310.
  9. Samad, D. (2013). Responsi Dan Solusi Integritas Dan Moralitas. Duskisamad Institut Publishing.
  10. Santoso, G. (2022). Seni dan Kreativitas Sebagai Medium Pemersatu Dalam Masyarakat Multikultural. Jurnal Pendidikan Transformatif, 1(2), 29–38.
  11. Thahir, M. (2023). Tantangan Dan Strategi Dalam Mengatasi Perbedaan Budaya Dan Agama Di Indonesia. Dakwatun: Jurnal Manajemen Dakwah, 2(1), 132–143.
  12. Toron, V. B. (2024). Sosiologi Pendidikan. CV. Ruang Tentor.
  13. UNESCO, L. D. (2009). Berinvestasi dalam Keanekaragaman Budaya dan Dialog Antarbudaya.
  14. Yani, S. (2022). Komunikasi Antar Budaya Dalam Meningkatkan Ukhuwah Islamiyah Suku Lampung Dan Suku Jawa Di Desa Sungai Badak Kecamatan Mesuji. repository.metrouniv.ac.id. http://repository.metrouniv.ac.id/id/eprint/8893/

Most read articles by the same author(s)