Nilai-Nilai Sosial dalam Tradisi Ngantak Bakul Pada Pernikahan Masyarakat Lampung Sai Batin
Abstract:
The Ngantak Bakul tradition in Lampung Sai Batin communities is an important aspect of the marriage ceremony that is rich in social and cultural values. This study aims to reveal the social values contained in the Ngantak Bakul tradition and understand the impact of modernization on its preservation. This research uses a descriptive qualitative approach, data is collected through interviews and literature studies, which are then analyzed to describe the current
situation. The results show that Ngantak Bakul contains social values such as helping and reciprocity, which reflect the value of solidarity and trust between community members. However, modernization and financial limitations have caused a shift in the younger generation, which potentially threatens the understanding and preservation of the
Ngantak Bakul tradition. This research emphasizes the importance of
preserving the Ngantak Bakul tradition as a means of maintaining
cultural identity, and increasing social solidarity in the community. It
also shows that traditions are not just rituals, but also serve to
strengthen universal human values. Tradisi Ngantak Bakul di masyarakat Lampung Sai Batin merupakan aspek penting dalam upacara perkawinan yang kaya akan nilai sosial dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nila-nilai
sosial yang terkandung dalam tradisi Ngantak Bakul dan memahami dampak modernisasi terhadap pelestariannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara dan studi kepustakaan, yang kemudian dianalisis
untuk mendeskripsikan keadaan saat ini. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa Ngantak Bakul mengandung nilai sosial seperti tolong-menolong dan timbal balik, yang mencerminkan nilai solidaritas dan kepercayaan antaranggota masyarakat. Namun, modernisasi dan keterbatasan finansial menyebabakan pergeseran generasi muda, yang berpotensi mengancam pemahamandan pelestarian tradisi Ngantak Bakul. Penelitian ini menekankan pentingnya melestarikan tradisi Ngantak Bakul sebagai sarana untuk menjaga identitas budaya, dan meningkatkan solidaritas sosial di masyarakat. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa tradisi bukan hanya sekedar ritual saja, tetapi juga berfungsi untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan yang universal.
AHMAD, F. (2023). NILAI-NILAI PENDIDIKAN PANCASILA DALAM BUDAYA
KEARIFAN LOKAL NAYUH DALAM PERNIKAHAN ADAT LAMPUNG SAIBATIN.
Amri, M. (2014). Memajukan Kebudayaan Nasional Indonesia. Humaniora, 26(3), 251–265.
Andriansyah. (2017). MAKNA PAKAIAN DAN ATRIBUT PERNIKAHAN ADAT LAMPUNG
DAN HUBUNGANNYA DENGAN SISTEM GELAR ATAU ADOK DALAM
MASYARAKAT ADAT SAIBATIN MARGA WAY LIMA JURAI SEPUTIH (Studi di
Desa Penengahan, Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran, Provinsi
Lampung).
DINA, T. (2024). IMPLEMENTASI SAKAI SAMBAYAN DALAM ADAT ISTIADAT NAYUH
PADA MASYARAKAT MARGA RANAU DI DESA WAY RELAI KECAMATAN BPR
RANAU TENGAH KABUPATEN OKU SELATAN. UIN Raden Intan Lampung.
Fhatoni, A., Mona, M., & Halim, A. (2022). Nilai Pancasila Dalam Budaya Kearifan Lokal
Perkawinan Adat Nayuh. Jurnal Penelitian Ilmu Sosial, 2(3), 1–6.
Firmansyah, M., & Masrun, M. (2021). Esensi perbedaan metode kualitatif dan kuantitatif.
Jurnal Ekonomi Pembangunan, 3(2), 156-.
Hansen, S. (2020). Investigasi teknik wawancara dalam penelitian kualitatif manajemen
konstruksi. Jurnal Teknik Sipil, 27(3), 283.
Hilmi, M., Fabriar, S. R., & Soleha, D. W. (2022). Nilai-Nilai Dakwah dalam Tradisi
Upacara Pernikahan Nayuh. Mawa Izh Jurnal Dakwah Dan Pengembangan Sosial
Kemanusiaan, 13(02), 147–167. https://doi.org/10.32923/maw.v13i02.2498
Indriani, E. D., Dewi, D. A., & Hayat, R. S. (2024). Krisis Budaya Tradisional: Generasi
Muda dan Kesadaran Masyarakat di Era Globalisasi. Indo-MathEdu Intellectuals
Journal, 5(1), 77–85.
Kamil, M. L. (2022). BUDAYA DAN KEBUDAYAAN: TINJAUAN DARI BERBAGAI
PAKAR, WUJUD-WUJUD KEBUDAYAAN, 7 UNSUR KEBUDAYAAN YANG
BERSIFAT UNIVERSAL Abdul. 5(1), 782–791.
Majid, A. (2017). Analisis Data Penelitian Kualitatif. Penerbit Aksara Timur.
Manurung, A. S., Utomo, E., & Gumelar, G. (2023). Implementasi Berpikir Kritis dalam
Upaya Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kreatif Mahasiswa. 5(2), 120–132.
Maryamah, E., & Ratnawati, E. (2018). Akulturasi Islam Dan Budaya Lokal Pada Tradisi
Bongkar Bumi Di Desa Cupang Kecamatan Gempol Kabupaten Cirebon. Edueksos :
Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi, 7(2), 207–220.
https://doi.org/10.24235/edueksos.v7i2.3169
Murjani. (2022). Pergeseran Nilai-nilai Religius dan Sosial dikalangan Remaja para Era Digitalisasi. Educatioanl Journal: General and Specific Research, 2(Februari), 1–18.
Muttaqin, F. A., & Saputra, W. (2019). Budaya Hukum Malu Sebagai Nilai Vital
Terwujudnya Kesadaran Hukum Masyarakat. Al-Syakhsiyyah: Journal of Law &
Family Studies, 1(2), 187–207. https://doi.org/10.21154/syakhsiyyah.v1i2.2026
Nopia, E., Anwar, C., & Kesuma, G. C. (2022). INTERNALISASI NILAI PENDIDIKAN
ISLAM BERBASIS KEARIFAN LOKAL : Analisis Praktik Tradisi Ngejalang Kubokh
dalam Pembentukan Sikap Sosial dan Religius Masyarakat. 3(2).
Panjaitan, A. P., Darmawan, A., Maharani, Purba, I. R., Rachmad, Y., & Simanjuntak, R.
(2014). Korelasi Kebudayaan dan Pendidikan: Membangun Pendidikan Berbasis
Budaya Lokal. Yayasan Pusaka Obor Indonesia.
Sumarto. (2019). Budaya, pemahaman dan penerapannya:“Aspek sistem religi, bahasa,
pengetahuan, sosial, keseninan dan teknologi". LITERASIOLOGI, 1(2), 1–16.
Tiara, S. (2021). TRADISI NAYUH DALAM PERKAWINAN MASYARAKAT
LAMPUNG SAIBATIN PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (Studi Pada Pekon Marang
Kecamatan Pesisir Selatan Kabupaten Pesisir Barat). (Doctoral Dissertation,
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG).
WENGI, Y. (2024). PERTUKARAN SOSIAL PADA TRADISI TAYUHAN DI TINJAU DARI
TEORI PETER BLAU (STUDI DI PEKON BANDAR BARU KECAMATAN SUKAU
KABUPATEN LAMPUNG BARAT). UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
Yusman, F. H. (2023). TRADISI MANJAU-MAJU PERKAWINAN ADAT LAMPUNG
SAIBATIN DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM DI DESA SUKA NEGERI
JAYA KECAMATAN TALANG PADANG KABUPATEN TANGGAMUS.
- AHMAD, F. (2023). NILAI-NILAI PENDIDIKAN PANCASILA DALAM BUDAYA
- KEARIFAN LOKAL NAYUH DALAM PERNIKAHAN ADAT LAMPUNG SAIBATIN.
- Amri, M. (2014). Memajukan Kebudayaan Nasional Indonesia. Humaniora, 26(3), 251–265.
- Andriansyah. (2017). MAKNA PAKAIAN DAN ATRIBUT PERNIKAHAN ADAT LAMPUNG
- DAN HUBUNGANNYA DENGAN SISTEM GELAR ATAU ADOK DALAM
- MASYARAKAT ADAT SAIBATIN MARGA WAY LIMA JURAI SEPUTIH (Studi di
- Desa Penengahan, Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran, Provinsi
- Lampung).
- DINA, T. (2024). IMPLEMENTASI SAKAI SAMBAYAN DALAM ADAT ISTIADAT NAYUH
- PADA MASYARAKAT MARGA RANAU DI DESA WAY RELAI KECAMATAN BPR
- RANAU TENGAH KABUPATEN OKU SELATAN. UIN Raden Intan Lampung.
- Fhatoni, A., Mona, M., & Halim, A. (2022). Nilai Pancasila Dalam Budaya Kearifan Lokal
- Perkawinan Adat Nayuh. Jurnal Penelitian Ilmu Sosial, 2(3), 1–6.
- Firmansyah, M., & Masrun, M. (2021). Esensi perbedaan metode kualitatif dan kuantitatif.
- Jurnal Ekonomi Pembangunan, 3(2), 156-.
- Hansen, S. (2020). Investigasi teknik wawancara dalam penelitian kualitatif manajemen
- konstruksi. Jurnal Teknik Sipil, 27(3), 283.
- Hilmi, M., Fabriar, S. R., & Soleha, D. W. (2022). Nilai-Nilai Dakwah dalam Tradisi
- Upacara Pernikahan Nayuh. Mawa Izh Jurnal Dakwah Dan Pengembangan Sosial
- Kemanusiaan, 13(02), 147–167. https://doi.org/10.32923/maw.v13i02.2498
- Indriani, E. D., Dewi, D. A., & Hayat, R. S. (2024). Krisis Budaya Tradisional: Generasi
- Muda dan Kesadaran Masyarakat di Era Globalisasi. Indo-MathEdu Intellectuals
- Journal, 5(1), 77–85.
- Kamil, M. L. (2022). BUDAYA DAN KEBUDAYAAN: TINJAUAN DARI BERBAGAI
- PAKAR, WUJUD-WUJUD KEBUDAYAAN, 7 UNSUR KEBUDAYAAN YANG
- BERSIFAT UNIVERSAL Abdul. 5(1), 782–791.
- Majid, A. (2017). Analisis Data Penelitian Kualitatif. Penerbit Aksara Timur.
- Manurung, A. S., Utomo, E., & Gumelar, G. (2023). Implementasi Berpikir Kritis dalam
- Upaya Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kreatif Mahasiswa. 5(2), 120–132.
- Maryamah, E., & Ratnawati, E. (2018). Akulturasi Islam Dan Budaya Lokal Pada Tradisi
- Bongkar Bumi Di Desa Cupang Kecamatan Gempol Kabupaten Cirebon. Edueksos :
- Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi, 7(2), 207–220.
- https://doi.org/10.24235/edueksos.v7i2.3169
- Murjani. (2022). Pergeseran Nilai-nilai Religius dan Sosial dikalangan Remaja para Era Digitalisasi. Educatioanl Journal: General and Specific Research, 2(Februari), 1–18.
- Muttaqin, F. A., & Saputra, W. (2019). Budaya Hukum Malu Sebagai Nilai Vital
- Terwujudnya Kesadaran Hukum Masyarakat. Al-Syakhsiyyah: Journal of Law &
- Family Studies, 1(2), 187–207. https://doi.org/10.21154/syakhsiyyah.v1i2.2026
- Nopia, E., Anwar, C., & Kesuma, G. C. (2022). INTERNALISASI NILAI PENDIDIKAN
- ISLAM BERBASIS KEARIFAN LOKAL : Analisis Praktik Tradisi Ngejalang Kubokh
- dalam Pembentukan Sikap Sosial dan Religius Masyarakat. 3(2).
- Panjaitan, A. P., Darmawan, A., Maharani, Purba, I. R., Rachmad, Y., & Simanjuntak, R.
- (2014). Korelasi Kebudayaan dan Pendidikan: Membangun Pendidikan Berbasis
- Budaya Lokal. Yayasan Pusaka Obor Indonesia.
- Sumarto. (2019). Budaya, pemahaman dan penerapannya:“Aspek sistem religi, bahasa,
- pengetahuan, sosial, keseninan dan teknologi". LITERASIOLOGI, 1(2), 1–16.
- Tiara, S. (2021). TRADISI NAYUH DALAM PERKAWINAN MASYARAKAT
- LAMPUNG SAIBATIN PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (Studi Pada Pekon Marang
- Kecamatan Pesisir Selatan Kabupaten Pesisir Barat). (Doctoral Dissertation,
- UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG).
- WENGI, Y. (2024). PERTUKARAN SOSIAL PADA TRADISI TAYUHAN DI TINJAU DARI
- TEORI PETER BLAU (STUDI DI PEKON BANDAR BARU KECAMATAN SUKAU
- KABUPATEN LAMPUNG BARAT). UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
- Yusman, F. H. (2023). TRADISI MANJAU-MAJU PERKAWINAN ADAT LAMPUNG
- SAIBATIN DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM DI DESA SUKA NEGERI
- JAYA KECAMATAN TALANG PADANG KABUPATEN TANGGAMUS.
Most read articles by the same author(s)
- Rizaldi Yosep Kurniawan, Een Filmansah, Rahmat Prayogi, Bambang Riadi, MAKNA TARI SEKURA DARI LIWA LAMPUNG BARAT , Jurnal Tiyuh Lampung: Pendidikan Bahasa dan Kebudayaan: Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Tiyuh Lampung: Pendidikan Bahasa dan Kebudayaan
- Septia Dhalimah, Reni Septi Safitri, Rahmat Prayogi, Bambang Riadi, PERAN WAWANCAN DALAM PELESTARIAN KEBUDAYAAN LAMPUNG PADA PEMBERIAN GELAR ADAT DI PEKON KALIANDA , Jurnal Tiyuh Lampung: Pendidikan Bahasa dan Kebudayaan: Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Tiyuh Lampung: Pendidikan Bahasa dan Kebudayaan
- Arivia Tri Novita Sari, Suharti Muharidha, Rahmat Prayogi, Bambang Riadi, PERAN BUDAYA DALAM MEMBANGUN HUBUNGAN ANTARA SUKU LAMPUNG DAN JAWA DI MESUJI , Jurnal Tiyuh Lampung: Pendidikan Bahasa dan Kebudayaan: Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Tiyuh Lampung: Pendidikan Bahasa dan Kebudayaan
- Dira Saputra, M. Evan Firnanda, Rahmat Prayogi, Bambang Riadi, ANALISIS KONTRASTIF KATA SAPAAN/PANGGILAN DALAM KELUARGA PADA MASYARAKAT LAMPUNG DIALEK A/O , Jurnal Tiyuh Lampung: Pendidikan Bahasa dan Kebudayaan: Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Tiyuh Lampung: Pendidikan Bahasa dan Kebudayaan
- Ima Permata Sari, Rahmat Prayogi, Iqbal Hilal, Nilai-Nilai Kehidupan Budaya Masyarakat Melalui Keindahan Kain Tapis Lampung , Jurnal Tiyuh Lampung: Pendidikan Bahasa dan Kebudayaan: Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Tiyuh Lampung: Pendidikan Bahasa dan Kebudayaan
- Heru Prasetyo, Vivi Baity Nurjanah, Rahmat Prayogi, Muharsyam Dwi Anantama, Analisis Deviasi dan Gaya Bahasa pada Kumpulan Puisi Di Hadapan Rahasia Karya Adimas Immanuel: Kajian Stilistika , Jurnal Tiyuh Lampung: Pendidikan Bahasa dan Kebudayaan: Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Tiyuh Lampung: Pendidikan Bahasa dan Kebudayaan
- Rafli Dwi Ardana, Rahmat Prayogi, Elda Amelia, Analisis Konteks Penggunaan Kosakata Bersinonim dalam Bahasa Lampung Dialek A Way Kanan , Jurnal Tiyuh Lampung: Pendidikan Bahasa dan Kebudayaan: Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Tiyuh Lampung: Pendidikan Bahasa dan Kebudayaan
- I Wayan Mustika , Safei Soleh, Rahmat Prayogi, PEMBELAJARAN TARI KEMBANG MELINTING PADA EKSTRAKULIKULER TARI DI SMAS BINA MULYA GADINGREJO , Jurnal Tiyuh Lampung: Pendidikan Bahasa dan Kebudayaan: Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Tiyuh Lampung: Pendidikan Bahasa dan Kebudayaan
- Irfan Fauzi , Ahmad Arif Budiman , Rahmat Prayogi , Bambang Riadi , ANALISIS MAKNA PADA PEPACCUR ADEK ANJAK LEBEU DALAM BUKU SASTRA LISAN LAMPUNG DIALEK PUBIAN , Jurnal Tiyuh Lampung: Pendidikan Bahasa dan Kebudayaan: Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Tiyuh Lampung: Pendidikan Bahasa dan Kebudayaan
Similar Articles
- Ima Permata Sari, Rahmat Prayogi, Iqbal Hilal, Nilai-Nilai Kehidupan Budaya Masyarakat Melalui Keindahan Kain Tapis Lampung , Jurnal Tiyuh Lampung: Pendidikan Bahasa dan Kebudayaan: Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Tiyuh Lampung: Pendidikan Bahasa dan Kebudayaan
- Sherlia Tamara , Dina Afriliyana, Muhammad Ramdhan Fathin Al Farabi, Mei Fatmila Sari, PERAN TRADISI SEKURA DALAM MEMPERTAHANKAN IDENTITAS BUDAYA MASYARAKAT LAMPUNG , Jurnal Tiyuh Lampung: Pendidikan Bahasa dan Kebudayaan: Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Tiyuh Lampung: Pendidikan Bahasa dan Kebudayaan
- Nabila Anas Tashya, Sifa Mardhotillah, MEMPERTAHANKAN TRADISI KEBUDAYAAN SAKURA DAN NYAMBAI DI LAMPUNG BARAT DALAM ERA MODERNISASI , Jurnal Tiyuh Lampung: Pendidikan Bahasa dan Kebudayaan: Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Tiyuh Lampung: Pendidikan Bahasa dan Kebudayaan
You may also start an advanced similarity search for this article.
