Nilai-Nilai Sosial dalam Tradisi Ngantak Bakul Pada Pernikahan Masyarakat Lampung Sai Batin

Published: Oct 17, 2025

Abstract:

The Ngantak Bakul tradition in Lampung Sai Batin communities is an important aspect of the marriage ceremony that is rich in social and cultural values. This study aims to reveal the social values contained in the Ngantak Bakul tradition and understand the impact of modernization on its preservation. This research uses a descriptive qualitative approach, data is collected through interviews and literature studies, which are then analyzed to describe the current
situation. The results show that Ngantak Bakul contains social values such as helping and reciprocity, which reflect the value of solidarity and trust between community members. However, modernization and financial limitations have caused a shift in the younger generation, which potentially threatens the understanding and preservation of the
Ngantak Bakul tradition. This research emphasizes the importance of
preserving the Ngantak Bakul tradition as a means of maintaining
cultural identity, and increasing social solidarity in the community. It
also shows that traditions are not just rituals, but also serve to
strengthen universal human values. Tradisi Ngantak Bakul di masyarakat Lampung Sai Batin merupakan aspek penting dalam upacara perkawinan yang kaya akan nilai sosial dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nila-nilai
sosial yang terkandung dalam tradisi Ngantak Bakul dan memahami dampak modernisasi terhadap pelestariannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara dan studi kepustakaan, yang kemudian dianalisis
untuk mendeskripsikan keadaan saat ini. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa Ngantak Bakul mengandung nilai sosial seperti tolong-menolong dan timbal balik, yang mencerminkan nilai solidaritas dan kepercayaan antaranggota masyarakat. Namun, modernisasi dan keterbatasan finansial menyebabakan pergeseran generasi muda, yang berpotensi mengancam pemahamandan pelestarian tradisi Ngantak Bakul. Penelitian ini menekankan pentingnya melestarikan tradisi Ngantak Bakul sebagai sarana untuk menjaga identitas budaya, dan meningkatkan solidaritas sosial di masyarakat. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa tradisi bukan hanya sekedar ritual saja, tetapi juga berfungsi untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan yang universal.

Keywords:
1. Value
2. Social
3. Tradition
4. culture
Authors:
1 . Lena Wahyuni
2 . Ani Marlisa
3 . Rahmat Prayogi
4 . Bambang Riadi
How to Cite
Wahyuni, L., Marlisa, A., Prayogi, R., & Riadi, B. . (2025). Nilai-Nilai Sosial dalam Tradisi Ngantak Bakul Pada Pernikahan Masyarakat Lampung Sai Batin. Jurnal Tiyuh Lampung: Pendidikan Bahasa Dan Kebudayaan, 9(2), 98–104. https://doi.org/10.23960/tiyuhlampung.v9i2.817
References

    AHMAD, F. (2023). NILAI-NILAI PENDIDIKAN PANCASILA DALAM BUDAYA

    KEARIFAN LOKAL NAYUH DALAM PERNIKAHAN ADAT LAMPUNG SAIBATIN.

    Amri, M. (2014). Memajukan Kebudayaan Nasional Indonesia. Humaniora, 26(3), 251–265.

    Andriansyah. (2017). MAKNA PAKAIAN DAN ATRIBUT PERNIKAHAN ADAT LAMPUNG

    DAN HUBUNGANNYA DENGAN SISTEM GELAR ATAU ADOK DALAM

    MASYARAKAT ADAT SAIBATIN MARGA WAY LIMA JURAI SEPUTIH (Studi di

    Desa Penengahan, Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran, Provinsi

    Lampung).

    DINA, T. (2024). IMPLEMENTASI SAKAI SAMBAYAN DALAM ADAT ISTIADAT NAYUH

    PADA MASYARAKAT MARGA RANAU DI DESA WAY RELAI KECAMATAN BPR

    RANAU TENGAH KABUPATEN OKU SELATAN. UIN Raden Intan Lampung.

    Fhatoni, A., Mona, M., & Halim, A. (2022). Nilai Pancasila Dalam Budaya Kearifan Lokal

    Perkawinan Adat Nayuh. Jurnal Penelitian Ilmu Sosial, 2(3), 1–6.

    Firmansyah, M., & Masrun, M. (2021). Esensi perbedaan metode kualitatif dan kuantitatif.

    Jurnal Ekonomi Pembangunan, 3(2), 156-.

    Hansen, S. (2020). Investigasi teknik wawancara dalam penelitian kualitatif manajemen

    konstruksi. Jurnal Teknik Sipil, 27(3), 283.

    Hilmi, M., Fabriar, S. R., & Soleha, D. W. (2022). Nilai-Nilai Dakwah dalam Tradisi

    Upacara Pernikahan Nayuh. Mawa Izh Jurnal Dakwah Dan Pengembangan Sosial

    Kemanusiaan, 13(02), 147–167. https://doi.org/10.32923/maw.v13i02.2498

    Indriani, E. D., Dewi, D. A., & Hayat, R. S. (2024). Krisis Budaya Tradisional: Generasi

    Muda dan Kesadaran Masyarakat di Era Globalisasi. Indo-MathEdu Intellectuals

    Journal, 5(1), 77–85.

    Kamil, M. L. (2022). BUDAYA DAN KEBUDAYAAN: TINJAUAN DARI BERBAGAI

    PAKAR, WUJUD-WUJUD KEBUDAYAAN, 7 UNSUR KEBUDAYAAN YANG

    BERSIFAT UNIVERSAL Abdul. 5(1), 782–791.

    Majid, A. (2017). Analisis Data Penelitian Kualitatif. Penerbit Aksara Timur.

    Manurung, A. S., Utomo, E., & Gumelar, G. (2023). Implementasi Berpikir Kritis dalam

    Upaya Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kreatif Mahasiswa. 5(2), 120–132.

    Maryamah, E., & Ratnawati, E. (2018). Akulturasi Islam Dan Budaya Lokal Pada Tradisi

    Bongkar Bumi Di Desa Cupang Kecamatan Gempol Kabupaten Cirebon. Edueksos :

    Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi, 7(2), 207–220.

    https://doi.org/10.24235/edueksos.v7i2.3169

    Murjani. (2022). Pergeseran Nilai-nilai Religius dan Sosial dikalangan Remaja para Era Digitalisasi. Educatioanl Journal: General and Specific Research, 2(Februari), 1–18.

    Muttaqin, F. A., & Saputra, W. (2019). Budaya Hukum Malu Sebagai Nilai Vital

    Terwujudnya Kesadaran Hukum Masyarakat. Al-Syakhsiyyah: Journal of Law &

    Family Studies, 1(2), 187–207. https://doi.org/10.21154/syakhsiyyah.v1i2.2026

    Nopia, E., Anwar, C., & Kesuma, G. C. (2022). INTERNALISASI NILAI PENDIDIKAN

    ISLAM BERBASIS KEARIFAN LOKAL : Analisis Praktik Tradisi Ngejalang Kubokh

    dalam Pembentukan Sikap Sosial dan Religius Masyarakat. 3(2).

    Panjaitan, A. P., Darmawan, A., Maharani, Purba, I. R., Rachmad, Y., & Simanjuntak, R.

    (2014). Korelasi Kebudayaan dan Pendidikan: Membangun Pendidikan Berbasis

    Budaya Lokal. Yayasan Pusaka Obor Indonesia.

    Sumarto. (2019). Budaya, pemahaman dan penerapannya:“Aspek sistem religi, bahasa,

    pengetahuan, sosial, keseninan dan teknologi". LITERASIOLOGI, 1(2), 1–16.

    Tiara, S. (2021). TRADISI NAYUH DALAM PERKAWINAN MASYARAKAT

    LAMPUNG SAIBATIN PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (Studi Pada Pekon Marang

    Kecamatan Pesisir Selatan Kabupaten Pesisir Barat). (Doctoral Dissertation,

    UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG).

    WENGI, Y. (2024). PERTUKARAN SOSIAL PADA TRADISI TAYUHAN DI TINJAU DARI

    TEORI PETER BLAU (STUDI DI PEKON BANDAR BARU KECAMATAN SUKAU

    KABUPATEN LAMPUNG BARAT). UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

    Yusman, F. H. (2023). TRADISI MANJAU-MAJU PERKAWINAN ADAT LAMPUNG

    SAIBATIN DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM DI DESA SUKA NEGERI

    JAYA KECAMATAN TALANG PADANG KABUPATEN TANGGAMUS.

  1. AHMAD, F. (2023). NILAI-NILAI PENDIDIKAN PANCASILA DALAM BUDAYA
  2. KEARIFAN LOKAL NAYUH DALAM PERNIKAHAN ADAT LAMPUNG SAIBATIN.
  3. Amri, M. (2014). Memajukan Kebudayaan Nasional Indonesia. Humaniora, 26(3), 251–265.
  4. Andriansyah. (2017). MAKNA PAKAIAN DAN ATRIBUT PERNIKAHAN ADAT LAMPUNG
  5. DAN HUBUNGANNYA DENGAN SISTEM GELAR ATAU ADOK DALAM
  6. MASYARAKAT ADAT SAIBATIN MARGA WAY LIMA JURAI SEPUTIH (Studi di
  7. Desa Penengahan, Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran, Provinsi
  8. Lampung).
  9. DINA, T. (2024). IMPLEMENTASI SAKAI SAMBAYAN DALAM ADAT ISTIADAT NAYUH
  10. PADA MASYARAKAT MARGA RANAU DI DESA WAY RELAI KECAMATAN BPR
  11. RANAU TENGAH KABUPATEN OKU SELATAN. UIN Raden Intan Lampung.
  12. Fhatoni, A., Mona, M., & Halim, A. (2022). Nilai Pancasila Dalam Budaya Kearifan Lokal
  13. Perkawinan Adat Nayuh. Jurnal Penelitian Ilmu Sosial, 2(3), 1–6.
  14. Firmansyah, M., & Masrun, M. (2021). Esensi perbedaan metode kualitatif dan kuantitatif.
  15. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 3(2), 156-.
  16. Hansen, S. (2020). Investigasi teknik wawancara dalam penelitian kualitatif manajemen
  17. konstruksi. Jurnal Teknik Sipil, 27(3), 283.
  18. Hilmi, M., Fabriar, S. R., & Soleha, D. W. (2022). Nilai-Nilai Dakwah dalam Tradisi
  19. Upacara Pernikahan Nayuh. Mawa Izh Jurnal Dakwah Dan Pengembangan Sosial
  20. Kemanusiaan, 13(02), 147–167. https://doi.org/10.32923/maw.v13i02.2498
  21. Indriani, E. D., Dewi, D. A., & Hayat, R. S. (2024). Krisis Budaya Tradisional: Generasi
  22. Muda dan Kesadaran Masyarakat di Era Globalisasi. Indo-MathEdu Intellectuals
  23. Journal, 5(1), 77–85.
  24. Kamil, M. L. (2022). BUDAYA DAN KEBUDAYAAN: TINJAUAN DARI BERBAGAI
  25. PAKAR, WUJUD-WUJUD KEBUDAYAAN, 7 UNSUR KEBUDAYAAN YANG
  26. BERSIFAT UNIVERSAL Abdul. 5(1), 782–791.
  27. Majid, A. (2017). Analisis Data Penelitian Kualitatif. Penerbit Aksara Timur.
  28. Manurung, A. S., Utomo, E., & Gumelar, G. (2023). Implementasi Berpikir Kritis dalam
  29. Upaya Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kreatif Mahasiswa. 5(2), 120–132.
  30. Maryamah, E., & Ratnawati, E. (2018). Akulturasi Islam Dan Budaya Lokal Pada Tradisi
  31. Bongkar Bumi Di Desa Cupang Kecamatan Gempol Kabupaten Cirebon. Edueksos :
  32. Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi, 7(2), 207–220.
  33. https://doi.org/10.24235/edueksos.v7i2.3169
  34. Murjani. (2022). Pergeseran Nilai-nilai Religius dan Sosial dikalangan Remaja para Era Digitalisasi. Educatioanl Journal: General and Specific Research, 2(Februari), 1–18.
  35. Muttaqin, F. A., & Saputra, W. (2019). Budaya Hukum Malu Sebagai Nilai Vital
  36. Terwujudnya Kesadaran Hukum Masyarakat. Al-Syakhsiyyah: Journal of Law &
  37. Family Studies, 1(2), 187–207. https://doi.org/10.21154/syakhsiyyah.v1i2.2026
  38. Nopia, E., Anwar, C., & Kesuma, G. C. (2022). INTERNALISASI NILAI PENDIDIKAN
  39. ISLAM BERBASIS KEARIFAN LOKAL : Analisis Praktik Tradisi Ngejalang Kubokh
  40. dalam Pembentukan Sikap Sosial dan Religius Masyarakat. 3(2).
  41. Panjaitan, A. P., Darmawan, A., Maharani, Purba, I. R., Rachmad, Y., & Simanjuntak, R.
  42. (2014). Korelasi Kebudayaan dan Pendidikan: Membangun Pendidikan Berbasis
  43. Budaya Lokal. Yayasan Pusaka Obor Indonesia.
  44. Sumarto. (2019). Budaya, pemahaman dan penerapannya:“Aspek sistem religi, bahasa,
  45. pengetahuan, sosial, keseninan dan teknologi". LITERASIOLOGI, 1(2), 1–16.
  46. Tiara, S. (2021). TRADISI NAYUH DALAM PERKAWINAN MASYARAKAT
  47. LAMPUNG SAIBATIN PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (Studi Pada Pekon Marang
  48. Kecamatan Pesisir Selatan Kabupaten Pesisir Barat). (Doctoral Dissertation,
  49. UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG).
  50. WENGI, Y. (2024). PERTUKARAN SOSIAL PADA TRADISI TAYUHAN DI TINJAU DARI
  51. TEORI PETER BLAU (STUDI DI PEKON BANDAR BARU KECAMATAN SUKAU
  52. KABUPATEN LAMPUNG BARAT). UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
  53. Yusman, F. H. (2023). TRADISI MANJAU-MAJU PERKAWINAN ADAT LAMPUNG
  54. SAIBATIN DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM DI DESA SUKA NEGERI
  55. JAYA KECAMATAN TALANG PADANG KABUPATEN TANGGAMUS.

Most read articles by the same author(s)