Jurnal Buana Kata: Pendidikan, Bahasa, dan Ilmu Komunikasi

Jurnal Buana Kata: Pendidikan, Bahasa, dan Ilmu Komunikasi merupakan wadah ilmiah yang menyajikan hasil-hasil penelitian dibidang pendidikan, ilmu bahasa, dan komunikasi. Jurnal Buana Kata: Pendidikan, Bahasa, dan Ilmu Komunikasi terbit empat kali dalam satu tahun, pada bulan Januari, April, Juli, dan Oktober. Jurnal Buana Kata diterbitkan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lampung, melalui Laboratorium Pembelajaran ... Readmore

Jurnal Buana Kata: Pendidikan, Bahasa, dan Ilmu Komunikasi merupakan wadah ilmiah yang menyajikan hasil-hasil penelitian dibidang pendidikan, ilmu bahasa, dan komunikasi. Jurnal Buana Kata: Pendidikan, Bahasa, dan Ilmu Komunikasi terbit empat kali dalam satu tahun, pada bulan Januari, April, Juli, dan Oktober. Jurnal Buana Kata diterbitkan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lampung, melalui Laboratorium Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia.

E-ISSN: 3109-1229

Diterbitkan
2025-07-18

Articles

MENELAAH MODEL DESAIN PEMBELAJARAN: PERSPEKTIF BANATHY, DICK & CAREY, SERTA PPSI DALAM KONTEKS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH DASAR

Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Dasar memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, nilai moral, dan spiritual peserta didik sejak dini. Untuk mencapai tujuan tersebut secara efektif, diperlukan pendekatan desain pembelajaran yang tepat dan sistematis. Artikel ini mengkaji tiga model desain pembelajaran Banathy, Dick & Carey, serta Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI) dalam konteks pembelajaran PAI di SD. Masing-masing model dianalisis dari segi karakteristik, struktur pengembangan, dan relevansinya terhadap kebutuhan pendidikan dasar. Model Banathy menekankan pendekatan sistem terbuka yang kontekstual, Dick & Carey menghadirkan desain yang terstruktur dan berbasis tujuan, sementara PPSI lebih dekat dengan praktik operasional di Indonesia. Kajian ini memberikan panduan bagi guru PAI dalam memilih atau mengadaptasi model yang paling sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan tujuan kurikulum. Hasil analisis menunjukkan bahwa integrasi pendekatan dari ketiga model dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran PAI yang bersifat holistik dan bermakna.   Islamic Religious Education (PAI) in Elementary Schools has a strategic role in shaping the character, moral values, and spirituality of students from an early age. To achieve these goals effectively, an appropriate and systematic learning design approach is needed. This article examines three learning design models, Banathy, Dick & Carey, and the Instructional System Development Procedure (PPSI) in the context of PAI learning in elementary schools. Each model is analyzed in terms of its characteristics, development structure, and relevance to the needs of elementary education. The Banathy model emphasizes a contextual open system approach, Dick & Carey presents a structured and goal-based design, while PPSI is closer to operational practices in Indonesia. This study provides guidance for PAI teachers in choosing or adapting the model that best suits the needs of students and curriculum objectives. The results of the analysis show that the integration of approaches from the three models can increase the effectiveness of holistic and meaningful PAI learning.

DESAIN SUMBER PEMBELAJARAN PAI DENGAN MODEL PROJECT BASED LEARNING

Penulisan Artikel ini membahas tentang sebuah inovasi dalam mendesain sumber pembelajaran PAI untuk meningkatkan suatu pemahaman para peserta didik dengan model pembelajaran Project Based Learning (PBL), selain itu juga bertujuan untuk menggambarkan bagaimana cara mendesain sumber pembelajaran khususnya Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan model pembelajaran PJBL pada pembelajaran agama Islam. PJBL diharapkan mampu mendorong siswa untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran dalam memecahkan masalah, berkolaborasi hingga menghasilkan karya nyata yang relevan dengan materi agama Islam. Adapun cara yang dapat dilakukan dalam mendesain sumber pembelajaran PAI dapat menggunakan pendekatan ADDIE (Analysis-Design-Development-Implementation-Evaluation) pendekatan ini merupakan salah satu pendekatan yang inovatif dan cukup relevan dalam mendesain sumber pembelajaran agama Islam. Adapun hasil dari penulisan artikel dengan model Project Based Learning ini yakni dapat mengenalkan keunggulan dari pembelajaran PBL ini yang bertujuan untuk meningkatkan kolaborasi keterlibatan siswa secara langsung dalam pembuatan proyek pembelajaran hingga mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan juga kolaboratif dalam kelompok hingga membentuk sikap tanggung jawab peserta didik dalam menyelesaikan tugas proyek yang diberikan. ada beberapa langkah juga yang perlu diperhatikan dalam mendesain sumber pembelajaran yakni: Menganalisis kebutuhan, mendesain media pembelajaran yang akan digunakan, mengembangkan sumber pembelajaran, implementasi sumber pembelajaran, dan yang terakhir evaluasi sumber pembelajaran.   The writing of this Article discusses an innovation in designing PAI learning resources to improve the understanding of students with the Project Based Learning (PBL) learning model, and also aims to describe how to design learning resources, especially Islamic Religious Education with the PJBL learning model in Islamic religion learning. PJBL is expected to encourage students to be more active in the learning process in solving problems, collaborating to produce real work relevant to Islamic religious material. The way that can be done in designing PAI learning resources can use the ADDIE approach (Analysis-Design-Development-Implementation-Evaluation) this approach is one of the innovative and quite relevant approaches in designing Islamic learning resources. As for the results of writing articles with this Project Based Learning model, it can introduce the advantages of PBL learning which aims to increase the collaboration of direct student involvement in making learning projects to develop critical thinking skills and also collaborative in groups to form an attitude of responsibility of students in completing the project tasks given. There are also several steps that need to be considered in designing learning resources, namely: Analyzing needs, designing learning media to be used, developing learning resources, implementing learning resources, and finally evaluating learning resources.

ANALISIS JALUR EFISIENSI PEMASARAN BUNGA SEDAP MALAM DI BERKAH BUNGA REMBANG PASURUAN DALAM PERSAINGAN PASAR LOKAL DAN REGIONAL

Tuberose (Polianthes tuberosa L.) is a floricultural commodity with high economic value and growing market demand. This study aims to analyze marketing channels, marketing margins, farmer share, and marketing efficiency at Berkah Bunga Rembang, Pasuruan Regency. A descriptive qualitative method was used, using interviews, observation, and documentation. The results revealed three main marketing channels: producer → consumer, producer → retailer → consumer, and producer → collector → retailer → consumer. The direct channel provides the highest farmer share of over 80% with minimal margins, making it the most efficient. While the long-distance channel reduces farmer share to below 50% despite absorbing larger volumes, the main constraints are limited logistics without refrigeration facilities and low utilization of digital marketing. Overall, the marketing of tuberose at Berkah Bunga Rembang is relatively efficient through direct and short-distance channels, but distribution improvements and digitalization are needed to increase competitiveness in the regional market.   Bunga sedap malam (Polianthes tuberosa L.) merupakan komoditas florikultura bernilai ekonomi tinggi dengan permintaan pasar yang terus meningkat. Penelitian ini bertujuan menganalisis saluran pemasaran, marjin pemasaran, farmer’s share, dan tingkat efisiensi pemasaran pada usaha Berkah Bunga Rembang, Kabupaten Pasuruan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan tiga saluran pemasaran utama, yaitu produsen → konsumen, produsen → pengecer → konsumen, dan produsen → pengepul → pengecer → konsumen. Saluran langsung memberikan farmer’s share tertinggi lebih dari 80% dengan marjin minimal sehingga paling efisien, sedangkan saluran panjang menurunkan farmer’s share hingga di bawah 50% meskipun menyerap volume lebih besar. Kendala utama terletak pada keterbatasan logistik tanpa fasilitas pendingin dan rendahnya pemanfaatan pemasaran digital. Secara keseluruhan, pemasaran bunga sedap malam di Berkah Bunga Rembang relatif efisien melalui saluran langsung dan pendek, namun perlu perbaikan distribusi dan digitalisasi untuk meningkatkan daya saing di pasar regional.

PROBLEMATIKA IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA MUHAMMADIYAH 1 BOARDING SCHOOL WELERI

The purpose of this study is to describe the problems that occur in the implementation of the independent curriculum in Islamic boarding schools, SMA Muhammadiyah 1 Weleri, especially in learning Indonesian. This study uses a qualitative approach and descriptive methods. Data collection in this study used interview techniques and previous literature reviews. The problems discussed are the problems of implementing the independent curriculum in learning Indonesian in Islamic boarding schools, namely SMA Muhammadiyah 1 Weleri (Muhammadiyah Boarding School). The results of this study based on interviews and studies of previous research are the findings of problems in the implementation of the independent curriculum in learning Indonesian in Islamic boarding schools, namely digitalization and adaptation to the change in the independent curriculum which tends to be slow.   Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan permasalahan-permasalahan yang terjadi pada penerapan kurikulum merdeka di sekolah berbasis pesantren SMA Muhammadiyah 1 Weleri khususnya pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan teknik wawancara dan kajian pustaka terdahulu. Permasalahan yang dibahas adalah problematika penerapan kurikulum merdeka pada pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah berbasis pesantren yakni SMA Muhammadiyah 1 Weleri (Muhammadiyah Boarding School). Hasil penelitian ini berdasarkan wawancara dan kajian terhadap penelitian terdahulu adalah ditemukannya permasalahan dalam implementasi kurikulum merdeka pada pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah berbasis pesantren yakni digitalisasi dan adaptasi terhadap pergantian kurikulum merdeka yang cenderung lambat.

TANTANGAN PENERAPAN NILAI PROFIL PANCASILA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA KURIKULUM MERDEKA BELAJAR (STUDY LITERATURE)

This study aims to analyze the challenges and solutions in implementing Pancasila values through Indonesian language education in the Merdeka Curriculum. The method employed is a literature review of relevant sources. The findings indicate that Indonesian language education can serve as an effective medium for instilling Pancasila values such as mutual cooperation, justice, and unity through project-based and literacy-focused approaches. However, challenges such as limited teacher competencies, lack of creative teaching materials, and technological literacy remain significant barriers. The proposed solutions include continuous teacher training, development of teaching materials based on national values, and interactive media. These efforts aim to shape Pancasila Students who are critical thinkers, of strong character, and capable of facing the challenges0 of the modern era.   Penelitian ini bertujuan menganalisis tantangan dan solusi dalam penerapan nilai-nilai Pancasila melalui pembelajaran Bahasa Indonesia pada Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka terhadap sumber-sumber relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia dapat menjadi media efektif untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila seperti gotong royong, keadilan, dan persatuan melalui pendekatan berbasis proyek dan literasi. Namun, tantangan seperti keterbatasan kompetensi guru, kurangnya bahan ajar kreatif, dan literasi teknologi menjadi kendala utama. Solusi yang diusulkan oleh peneliti meliputi pelatihan guru berkelanjutan, pengembangan bahan ajar berbasis nilai kebangsaan, dan media interaktif. Upaya ini bertujuan membentuk Pelajar Pancasila yang kritis, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan era modern.

Situs Pengindeks