Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Education, Language, and Art (ELA) merupakan jurnal ilmiah yang menjadi wadah bagi akademisi dan praktisi dalam mempublikasikan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat khususnya dalam bidang pendidikan, bahasa, dan seni. Education, Language, and Art (ELA) diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung. Education, Language, and Art (ELA) ter... Readmore

Education, Language, and Art (ELA) merupakan jurnal ilmiah yang menjadi wadah bagi akademisi dan praktisi dalam mempublikasikan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat khususnya dalam bidang pendidikan, bahasa, dan seni. Education, Language, and Art (ELA) diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung. Education, Language, and Art (ELA) terbit dua kali setahun yaitu Bulan April/Mei dan September/Oktober.

E-ISSN: 2830-5205

Readmore
Published
2023-09-30

Articles

PENDAMPINGAN INTEGRASI PENDIDIKAN AKHLAK BERBASIS KETELADANAN DI SMP NURUL IMAN UNTUK PENGUATAN KARAKTER SISWA

Pendidikan akhlak merupakan aspek fundamental dalam pembentukan karakter siswa, terutama di lingkungan sekolah berbasis pesantren. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi guru dan kyai dalam mengintegrasikan pendidikan akhlak berbasis keteladanan ke dalam kurikulum SMP Nurul Iman Krejengan Probolinggo. Metode yang digunakan dalam program ini mencakup pelatihan bagi guru dan kyai tentang strategi penerapan pendidikan akhlak melalui pendekatan keteladanan, pembinaan siswa dalam pembiasaan nilai-nilai karakter Islami, serta evaluasi efektivitas program melalui observasi dan wawancara. Pendampingan ini dilaksanakan dalam beberapa tahap, mulai dari analisis kebutuhan, pelatihan, implementasi di kelas, hingga monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan keteladanan yang diterapkan oleh guru dan kyai mampu meningkatkan kesadaran siswa dalam menerapkan nilai-nilai akhlak di lingkungan sekolah dan kehidupan sehari-hari. Program ini juga memberikan wawasan bagi tenaga pendidik dalam mengoptimalkan perannya sebagai figur teladan dalam pendidikan karakter. Diharapkan pendampingan ini dapat menjadi model yang berkelanjutan dalam membentuk karakter siswa melalui pendidikan berbasis nilai-nilai Islam yang kuat.   Education of morals is a fundamental aspect in the formation of student character, especially in Islamic boarding school environments. This community service program aims to assist teachers and kyai in integrating exemplary-based moral education into the curriculum of SMP Nurul Iman Krejengan Probolinggo. The methods used in this program include training for teachers and kyai on strategies for implementing moral education through an exemplary approach, coaching students in habituating Islamic character values, and evaluating the effectiveness of the program through observation and interviews. This assistance is carried out in several stages, starting from needs analysis, training, implementation in class, to monitoring and evaluation. The results of the activities show that the exemplary approach applied by teachers and kyai is able to increase student awareness in implementing moral values ​​in the school environment and daily life. This program also provides insight for educators in optimizing their role as role models in character education. It is hoped that this assistance can become a sustainable model in forming student character through education based on strong Islamic values.

COOKING CLASS UNTUK MELATIH BAHASA DAN MENGENALKAN BUDAYA PRANCIS BIDANG KULINER PADA SISWA SMK N 3 BANDARLAMPUNG

Cooking Class to Train Language and Introduce French Culture in the Culinary Field for Students of SMK N 3 Bandarlampung. Culture and language have a very close relationship. In learning a language, it is also necessary to understand the culture of the speaking community. French is one of the dominant languages in the field of cooking (culinary) so this language is given to many institutions engaged in tourism and hospitality. SMKN 3 is one of the high schools that offers French as an elective subject. Based on interviews and existing research, it is known that the mastery of French in this school is still lacking, especially those related to hospitality such as the culinary field. Given the large amount of French vocabulary in this field, students especially those studying culinary need to master it. Cooking class is a learning method that can be applied especially for language learning. This method not only emphasizes cognitive mastery but also other aspects. In addition, the method of teaching language through cooking, which is rich in vocabulary in the culinary field, has also proven effective in improving vocabulary mastery and on the other hand fosters the ability to work together and motivation to learn because it is fun. Therefore, through the activity, it is expected that students' mastery of French can improve.   Cooking Class Untuk Melatih Bahasa dan Mengenalkan Budaya Prancis Bidang Kuliner Pada Siswa SMK N 3 Bandarlampung. Budaya dan bahasa memiliki hubungan yang sangat erat. Dalam mempelajari bahasa, diperlukan juga pemahaman budaya dari masyarakat penutur. Bahasa Prancis adalah salah satu bahasa yang dominan dalam bidang masak-memasak (kuliner) sehingga bahasa ini banyak diberikan pada lembaga yang bergerak pada bidang pariwisata dan perhotelan. SMKN 3 adalah salah satu sekolah menengah atas yang memberikan mata pelajaran bahasa Prancis sebagai mata pelajaran pilihan. Berdasarkan wawancara dan hasil penelitian yang ada, diketahui bahwa penguasaan bahasa Prancis di sekolah ini masih kurang terutama yang terkait dengan perhotelan seperti bidang kuliner. Mengingat banyaknya kosakata bahasa Prancis dalam bidang ini, siswa khususnya yang mempelajari tata boga perlu menguasainya. Cooking class adalah metode pembelajaran yang dapat diterapkan khususnya untuk pembelajaran bahasa. Metode ini tidak hanya menekankan penguasaan kognitif tapi juga aspek yang lain. Selain itu, cara mengajarkan bahasa melalui memasak yang kaya dengan kosakata di bidang kuliner juga terbukti efektif untuk meningkatkan penguasaan kosakata dan di sisi lain menumbuhkan kememampuan bekerja sama dan motivasi belajar karena menyenangkan. Oleh karena itu, melalui kegiatan diharapkan penguasaan bahasa Prancis siswa dapat meningkat.

PENGEMBANGAN MODUL DAN LKPD BAGI GURU-GURU SD/SMP/SMA SEDERAJAT DI KABUPATEN PRINGSEWU

Pelatihan ini akan menerapkan model penemuan atau discovery learning dan problem based learning, yakni seluruh peserta secara aktif menciptakan modul dan LKPD berdasarkan kriteria penyusunan modul dan LKPD yang sesuai dengan kriteria bahan ajar kurikulum merdeka. Metode penelitian yang digunakan dalam pelatihan ini yakni menggunakan metode tanya jawab, diskusi, demonstrasi, serta penyelesaian masalah berupa dalam bentuk pemberian penugasan. Tempat dilaksanakannya penelitian ini yakni di aula gedung SMK K.H. Ghalib Pringsewu.  Jumlah peserta pelatihan ini ditargetkan sebanyak 30 orang yang terdiri atas guru dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Keberhasilan dari proses pelatihan ini dapat diukur dari proses dan hasil pelatihan. Indikator keberhasilan meliputi, kerjasama, tanggung jawab, kreativitas, keaktifan, yang dinilai melalui pengamatan maupun observasi. Penilaian unjuk kerja dilakukan ketika peserta pelatihan secara berkelompok bergantian mempresentasikan hasil pembuatan lKPD dan Modul yang sesuai dengan kurikulum merdeka. Adapun evaluasi terhadap hasil dari proses pelatihan diukur berdasarkan tingkat penguasaan materi pelatihan yang meliputi hasil penyelesaian pembuatan LKPD dan Modul yang sesuai dengan kriteria.   This training will apply the discovery learning and problem based learning model, namely that all participants actively create modules and LKPD based on the criteria for preparing modules and LKPD that are in accordance with the criteria for independent curriculum teaching materials. The research method used in this training is question and answer methods, discussions, demonstrations, and problem solving in the form of giving assignments. The place where this research was carried out was in the hall of the K.H. Vocational School building. Ghalib Pringsewu.   The number of participants in this training is targeted at 30 people consisting of teachers from elementary, middle and high school levels. The success of this training process can be measured from the training process and results. Indicators of success include cooperation, responsibility, creativity, activeness, which are assessed through observations and observation. Performance assessment is carried out when training participants in groups take turns presenting the results of making worksheet and modules that are in accordance with the independent curriculum. The evaluation of the results of the training process is measured based on the level of mastery of the training material which includes the results of completing the LKPD and Module creation in accordance with the criteria.

PKM PELATIHAN MODEL PEMBELAJARAN PENJAS BERBASIS KARAKTER BAGI GURU PENJAS DI KECAMATAN RAJA BASA KOTA BANDAR LAMPUNG

Masalah yang akan dipecahkan pada PkM ini adalah: (1) Pengetahuan dan pemahaman para guru penjasorkes terhadap model pembelajaran penjasorkes yang berbasis karakter., (2) Perasaan dan tindakan yang berkarakter bagi murid di sekolah dasar melalui penerapan pembelajaran penjasorkes berbasis karakter oleh guru, (3) Kesadaran moral dan etika para murid dalam aktivitas yang dilakukan di sekolah dan di masyarakat. Metode yang digunakan adalah: (1) Materi yang pertama diberikan kepada mitra dengan memberikan materi kelas dengan memakai metode ceramah, (2) Terjadinya peningkatan pemahaman antara sebelum diberikan pelatihan dengan sesudah pelatihan, (3) Dan yang terakhir dilakukan diskusi yaitu melaksanakan diskusi pada penyampaian materi maupun praktik lapangan.. Hasil yang dicapai adalah (1) Kegiatan pelatihan ini dapat terlaksana dengan baik, aman dan lancar, (2) mitra memiliki keterampilan untuk merancang dan menjahit aksesoris, (3) Model Pembelajaran penjasorkes berbasis karakter merupakan salah satu pilar yang harus dilakukan oleh guru-guru penjasorkes melalui RPP nya sehingga murid implementasinya kepada murid dapat terwujud, (4 Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi guru-guru penjasorkes khususunya di kecamatan Mariso, dan (5) Disarankan agar guru-guru lainnya dan juga kepala sekolah diberikan pelatihan tentang pengembangan karakter seperti ini juga.   The problems that will be solved in this PkM are: (1) Physical education teachers' knowledge and understanding of the character-based physical education learning model, (2) Character-based feelings and actions for students in elementary schools through the implementation of character-based physical education learning by teachers, (3) Moral and ethical awareness students in activities carried out at school and in the community. The method used is: (1) The first material is given to partners by providing class material using the lecture method, (2) There is an increase in understanding between before the training is given and after the training, (3) And finally there is a discussion, namely carrying out a discussion on the delivery. material and field practice.. The results achieved are (1) This training activity can be carried out well, safely and smoothly, (2) partners have the skills to design and sew accessories, (3) The character- based physical education learning model is one of the pillars that must be carried out by Physical Education teachers through their RPP so that its implementation for students can be realized, (4 This activity is very useful for Physical Education teachers, especially in Mariso sub-district, and (5) It is recommended that other teachers and also school principals be given training about character development like this too.

Indexer Sites