STRUKTUR DAN FUNGSI KIAS KARYA JAMALUDDIN AK KHAJA NITI GAMA DALAM TRADISI LISAN MASYARAKAT LAMPUNG SELATAN

Published: Sep 6, 2025

Abstract:

This study aims to describe the structure of the poem and the functions of kias (a form of traditional poetic expression) in the oral tradition of the South Lampung community, as well as its implications for Lampung language learning at the senior high school level. Kias, as a form of folk poetry, possesses rich aesthetic structures and socio-cultural functions that play an important role in preserving the identity of the Lampung people. This research employs a qualitative approach using descriptive and ethnographic methods. Data were collected through non-participatory observation, in-depth interviews, and documentation, with Jamaluddin AK Khaja Niti Gama, a traditional leader, as the main informant. The findings reveal that kias has structural elements including diction, imagery, concrete words, figures of speech, rhyme and rhythm, theme, tone, mood, message, and overall structure. Furthermore, the study shows that kias serves multiple functions, namely as a medium of entertainment, education, and social interaction.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur puisi dan fungsi dari kias dalam tradisi lisan masyarakat Lampung Selatan serta implikasinya terhadap pembelajaran Bahasa Lampung di jenjang SMA. Kias sebagai salah satu bentuk puisi rakyat memiliki kekayaan struktur estetis dan fungsi sosial budaya yang penting dalam mempertahankan identitas masyarakat Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan etnografi. Data diperoleh melalui observasi non partisipatif yaitu wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan tokoh adat Jamaluddin AK Khaja Niti Gama sebagai informan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kias memiliki struktur meliputi diksi, citraan/imaji, kata konkret, majas/gaya bahasa, rima dan irama, tema, nada, rasa, amanat dan kerangka kias. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukan bahwa kias memiliki fungsi. Pada data ditemukan tiga fungsi kias yang meliputi wahana hiburan, wahana edukasi dan wahana pergaulan silahturahmi.

Keywords:
1. Lampung oral tradition
2. Kias
3. poetic structure
Authors:
1 . Meli Safira
2 . Munaris
3 . Heru Prasetyo
How to Cite
Safira, M., Munaris, & Prasetyo, H. (2025). STRUKTUR DAN FUNGSI KIAS KARYA JAMALUDDIN AK KHAJA NITI GAMA DALAM TRADISI LISAN MASYARAKAT LAMPUNG SELATAN. J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 13(2), 806–817. https://doi.org/10.23960/simbol.v13i2.1283

Downloads

Download data is not yet available.
References

    Agustin, C., Prasetyo, H., & Munaris. (2023). Analisis Puisi “ Sejadah Panjang” Karya Taufiq Ismail Dengan Menggunakan Pendekatan Memetik. Jurnal Cendekia Ilmiah, 40–47. https://pdfs.semanticscholar.org/0485/d430a66866bdc667a148af1a10374b108c61.pdf

    Alaudin, F., & Parry, M. (2019). Sejarah dan Perkembangan Kajian Tradisi Lisan di Indonesia. 1978, 1–6. http://repository.umi.ac.id/2963/1/Text Buku_ISLAM DAN ILMU PENGETAHUAN.pdf#page=55

    Aminuddin. (2014). Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Sinar Baru Algensindo.

    Astriawan, D. (2021). Pelatihan Seni Pertunjukan Sastra Lisan Lampung Kias bagi Muli Mekhanai Desa Kunjir Kabupaten Lampung Selatan. Jurnal Sumbangsih, 2(1), 138–148. https://doi.org/10.23960/jsh.v2i1.45

    Danandjaja, J. (1997). Foklor Indonesia Ilmu Gosip, Dongeng, Dan Lain Lain (V). PT Pustaka Utama Grafiti.

    Dawis, A. M., Meylani, Y., Heryana, N., Alfathoni, M. A. M., Sriwahyuni, E., Ristiyana, R., Januarsi, Y., Wiratmo, P. A., Dasman, S., Mulyani, S., Agit, A., Shoffa, S., & Baali, Y. (2023). Pengantar Metodologi Penelitian. https://scholar.google.com/scholar?cites=5336147857552584627&as_sdt=2005&sciodt=0,5&hl=id

    Ensi, Y. S. (2022). Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Penguasaan Konsep Dan Makna Puisi Yang Terkandung Dalam Antalogi Puisi Yang Dibaca Atau Diperdengarkan Pada Siswa Kelas X Mia1 Sman 2 Kefamenanu Tahun Pelajaran 2021 / 2022 Y. Jurnal Bahasa Sastra Dan Budaya, 4(1), 26–32. https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/optimisme Paparan

    Gorys Keraf, D. (2009). Diksi dan gaya bahasa. Gramedia Pustaka Utama.

    Harun, M. (2018). Pembelajaran puisi untuk mahasiswa: buku untuk mahasiswa. Syiah Kuala University Press.

    Hasanah, L. U. (Universitas 17 A. 1945 surabaya), & Andari, N. (Universitas 17 A. 1945 S. (2021). Tradisi Lisan sebagai Media Pembelajaran Nilai Sosial dan Budaya Masyarakat. Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa Dan Sastra Indonesia, 4(2), 48–66. https://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/pbs/article/download/3232/1594

    Hidayat, R. (2020). Analisis Unsur Intrinsik Dalam Kumpulan Puisi Puisi-Puisi Cinta Karya Ws Rendra Sebagai Alternatif Pemilihan Bahan Ajar .FKIP UNPAS. https://scholar.google.com/scholar?cites=11238303136343581851&as_sdt=2005&sciodt=0,5&hl=id

    P. Spradley, james. (2007). Metode Etnografi (II). Tiara Wacana.

    Rasyid Maulana Fajri, Nur Rahmani, S., Ramadhani, N., & Katlya, Z. (2024). Analisis Puisi Sesudah Dibajak Karya Sutan Takdir Alisjahbana Melalui Pendekatan Struktural. Journal of Education for The Language and Literature of Indonesia, 2(1), 43–51. https://doi.org/10.15575/jelli.v2i1.700

    Septiani, D. (2020). Majas Dan Citraan Dalam Puisi “Mishima” Karya Goenawan Mohamad (Kajian Stilistika). Jurnal Sasindo Unpam, 8(1), 12–24. https://scholar.google.com/scholar?cites=12731291908763922495&as_sdt=2005&sciodt=0,5&hl=id

    Siswantoro. (2020). Metode Penelitian Sastra:Analisis Struktur Puisi (V). Pustaka Pelajar.

    Situmorang, B. P. (1983). Puisi Dan Metodologi Pengajarannya (III). Nusa Indah.

    Syahrial. (2019). Kias Tradisi Lisan Orang Lampung. Penerbit Wedatama Widya Sastra.

    Wati, E. A. (2023). Tradisi Lisan Sebagai Sumber Sejarah. Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah Dan Sejarah, 2(1), 52–59. https://doi.org/10.22437/krinok.v2i1.24049

    Wicaksono, A. (2014). Menulis Kreatif Sastra: dan Beberapa Model Pembelajarannya. Garudhawaca.

  1. Agustin, C., Prasetyo, H., & Munaris. (2023). Analisis Puisi “ Sejadah Panjang” Karya Taufiq Ismail Dengan Menggunakan Pendekatan Memetik. Jurnal Cendekia Ilmiah, 40–47. https://pdfs.semanticscholar.org/0485/d430a66866bdc667a148af1a10374b108c61.pdf
  2. Alaudin, F., & Parry, M. (2019). Sejarah dan Perkembangan Kajian Tradisi Lisan di Indonesia. 1978, 1–6. http://repository.umi.ac.id/2963/1/Text Buku_ISLAM DAN ILMU PENGETAHUAN.pdf#page=55
  3. Aminuddin. (2014). Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Sinar Baru Algensindo.
  4. Astriawan, D. (2021). Pelatihan Seni Pertunjukan Sastra Lisan Lampung Kias bagi Muli Mekhanai Desa Kunjir Kabupaten Lampung Selatan. Jurnal Sumbangsih, 2(1), 138–148. https://doi.org/10.23960/jsh.v2i1.45
  5. Danandjaja, J. (1997). Foklor Indonesia Ilmu Gosip, Dongeng, Dan Lain Lain (V). PT Pustaka Utama Grafiti.
  6. Dawis, A. M., Meylani, Y., Heryana, N., Alfathoni, M. A. M., Sriwahyuni, E., Ristiyana, R., Januarsi, Y., Wiratmo, P. A., Dasman, S., Mulyani, S., Agit, A., Shoffa, S., & Baali, Y. (2023). Pengantar Metodologi Penelitian. https://scholar.google.com/scholar?cites=5336147857552584627&as_sdt=2005&sciodt=0,5&hl=id
  7. Ensi, Y. S. (2022). Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Penguasaan Konsep Dan Makna Puisi Yang Terkandung Dalam Antalogi Puisi Yang Dibaca Atau Diperdengarkan Pada Siswa Kelas X Mia1 Sman 2 Kefamenanu Tahun Pelajaran 2021 / 2022 Y. Jurnal Bahasa Sastra Dan Budaya, 4(1), 26–32. https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/optimisme Paparan
  8. Gorys Keraf, D. (2009). Diksi dan gaya bahasa. Gramedia Pustaka Utama.
  9. Harun, M. (2018). Pembelajaran puisi untuk mahasiswa: buku untuk mahasiswa. Syiah Kuala University Press.
  10. Hasanah, L. U. (Universitas 17 A. 1945 surabaya), & Andari, N. (Universitas 17 A. 1945 S. (2021). Tradisi Lisan sebagai Media Pembelajaran Nilai Sosial dan Budaya Masyarakat. Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa Dan Sastra Indonesia, 4(2), 48–66. https://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/pbs/article/download/3232/1594
  11. Hidayat, R. (2020). Analisis Unsur Intrinsik Dalam Kumpulan Puisi Puisi-Puisi Cinta Karya Ws Rendra Sebagai Alternatif Pemilihan Bahan Ajar .FKIP UNPAS. https://scholar.google.com/scholar?cites=11238303136343581851&as_sdt=2005&sciodt=0,5&hl=id
  12. P. Spradley, james. (2007). Metode Etnografi (II). Tiara Wacana.
  13. Rasyid Maulana Fajri, Nur Rahmani, S., Ramadhani, N., & Katlya, Z. (2024). Analisis Puisi Sesudah Dibajak Karya Sutan Takdir Alisjahbana Melalui Pendekatan Struktural. Journal of Education for The Language and Literature of Indonesia, 2(1), 43–51. https://doi.org/10.15575/jelli.v2i1.700
  14. Septiani, D. (2020). Majas Dan Citraan Dalam Puisi “Mishima” Karya Goenawan Mohamad (Kajian Stilistika). Jurnal Sasindo Unpam, 8(1), 12–24. https://scholar.google.com/scholar?cites=12731291908763922495&as_sdt=2005&sciodt=0,5&hl=id
  15. Siswantoro. (2020). Metode Penelitian Sastra:Analisis Struktur Puisi (V). Pustaka Pelajar.
  16. Situmorang, B. P. (1983). Puisi Dan Metodologi Pengajarannya (III). Nusa Indah.
  17. Syahrial. (2019). Kias Tradisi Lisan Orang Lampung. Penerbit Wedatama Widya Sastra.
  18. Wati, E. A. (2023). Tradisi Lisan Sebagai Sumber Sejarah. Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah Dan Sejarah, 2(1), 52–59. https://doi.org/10.22437/krinok.v2i1.24049
  19. Wicaksono, A. (2014). Menulis Kreatif Sastra: dan Beberapa Model Pembelajarannya. Garudhawaca.

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>