This study aims to develop the Pandai Cawa Lampung Application as an Android-based learning medium to assist elementary school teachers in teaching Lampung Language and Script while strengthening the Pancasila Student Profile through regional language preservation. This development was motivated by the limited availability of Lampung language learning media, students’ low interest in local content subjects, and the importance of technological innovation in elementary education. The application is designed with features including A and O dialect dictionaries, language and script translators, educational games, animated folklore videos, and Lampung oral literature to create a more engaging, interactive, and accessible learning experience. The research method employed was Research and Development (R&D) using the ADDIE model, which includes analysis, design, and development stages. Data were collected through observation, interviews, validation by media experts, Indonesian language experts, Lampung language experts, and limited trials involving 50 elementary school students from five schools. Research instruments consisted of validation questionnaires and student response surveys to measure product feasibility. The results indicate that the application achieved a very high level of validity, with media expert validation reaching 97.5%, Lampung language expert validation 96.44%, and student responses 87.24% (very valid). These findings demonstrate that the Pandai Cawa Lampung Application is highly feasible as an innovative learning medium to enhance Lampung language education, preserve local culture, and support the strengthening of Pancasila Student character.
Penelitian ini bertujuan mengembangkan Aplikasi Pandai Cawa Lampung sebagai media pembelajaran berbasis android untuk membantu guru sekolah dasar dalam pembelajaran Bahasa dan Aksara Lampung sekaligus memperkuat Profil Pelajar Pancasila melalui pelestarian bahasa daerah. Pengembangan ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan media pembelajaran Bahasa Lampung, rendahnya minat belajar siswa terhadap muatan lokal, serta pentingnya inovasi teknologi dalam pendidikan dasar. Aplikasi ini dirancang dengan fitur kamus dialek A dan O, penerjemah bahasa dan aksara, permainan edukatif, video animasi cerita rakyat, dan sastra lisan Lampung agar pembelajaran lebih menarik, interaktif, dan mudah diakses. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi analisis, desain, dan pengembangan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, validasi ahli media, ahli bahasa Indonesia, ahli bahasa Lampung, serta uji coba terbatas kepada 50 siswa sekolah dasar dari lima sekolah. Instrumen penelitian berupa angket validasi dan respons siswa untuk mengukur tingkat kelayakan produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi memiliki tingkat validitas sangat tinggi, dengan penilaian ahli media 97,5%, ahli bahasa Lampung 96,44%, dan respons siswa 87,24% (sangat valid). Temuan ini membuktikan bahwa Aplikasi Pandai Cawa Lampung layak digunakan sebagai media pembelajaran inovatif untuk meningkatkan pembelajaran Bahasa Lampung, melestarikan budaya lokal, dan mendukung penguatan karakter Pelajar Pancasila.