ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM PROSES PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS VII DI SMP NEGERI 2 TANJUNG BINTANG

Published: Apr 28, 2025

Abstract:

This study aims to describe the forms and causes of code-switching and code-mixing in Indonesian language learning at seventh grade of SMP Negeri 2 Tanjung Bintang. It is significant in the context of bilingual and multicultural education, focusing on social and linguistic dynamics. Using a descriptive qualitative method, data were collected through free conversational observation, recording, and documentation. The data, sourced from educators’ and students’ utterances containing code-switching and code-mixing, were analyzed and classified by form and cause. The findings reveal 76 code-switching instances, divided into internal and external forms, and 50 code-mixing instances, including words, phrases, hybrids, and word repetition. Code-switching is triggered by speaker characteristics, shifts from informal to formal situations, and topic changes. Code-mixing results from linguistic factors and speakers’ attitudes. The study highlights that language strategies in learning are shaped not only by linguistic structures but also by pragmatic and sociolinguistic factors, emphasizing the complex interplay of language use in educational settings.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskrisikan bentuk-bentuk alih kode dan campur kode serta faktor-faktor penyebabnya dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas VII SMP Negeri 2 Tanjung Bintang. Penelitian ini penting untuk diteliti dan dipahami dalam konteks pendidikan, bilingual, dan mulltikultural karena fokus utama dari penelitian ini adalah dinamika sosial dan lingustik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa simak bebas cakap, rekam, dan catat. Sumber data penelitian ini yakni tuturan pendidik dan peserta didik dan data yang digunakan berupa tuturan yang mengandung peristiwa alih kode dan campur kode, kemudian data dianalisis dan diklasifikasikan berdasarkan bentuk dan faktor penyebabnya. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat 76 data peristiwa alih kode dan 50 data campur kode dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia. Alih kode terbagi menjadi dua bentuk, yaitu alih kode intern dan ekstern. Faktor penyebab alih kode meliputi faktor penutur, perubahan dari situasi informal ke formal, dan perubahan topik pembicaraan. Bentuk campur kode yang ditemukan berupa kata, frasa, baster, dan perulangan kata. Faktor penyebab campur kode diklasifikasikan menjadi dua, yaitu faktor kebahasaan dan sikap penutur. Hasil dari penelitian ini mengindikasikan bahwa strategi berbahasa dalam pembelajaran tidak hanya dipengaruhi oleh struktur linguistik, tetapi juga faktor pragmatis dan sosiolinguistik penutur.

Keywords:
1. code switching
2. code mixing
3. Indonesian language learning
4. sociolinguistics
Authors:
1 . Khusnul Fatimah
2 . Bambang Riadi
3 . Eka Sofia Agustina
How to Cite
Fatimah, K., Riadi, B., & Agustina, E. S. (2025). ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM PROSES PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS VII DI SMP NEGERI 2 TANJUNG BINTANG. J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 13(1), 530–537. https://doi.org/10.23960/simbol.v13i1.837

Downloads

Download data is not yet available.
References

    Agasi, B. A. (2021). Alih Kode dan Campur Kode dalam Film Hujan Bulan Juni Karya Sapardi Djoko Damono dan Implikasinya pada Pembelajaran Drama di SMA. Universitas Lampung.

    Aslinda, & Syafyahya, L. (2010). Pengantar Sosiolinguistik. Refika Aditama.

    Banamtuan, M. F., & Ege, S. (2021). Penggunaan Bahasa Dawan sebagai Bahasa Pengantar Pembelajaran di Kelas. Metodik Didaktik: Jurnal Pendidikan Ke-SD-An, 16(2), 135–142.

    Chaer, A., & Agustina, L. (2014). Sosiolinguistik: Perkenalan Awal. Rineka Cipta.

    Kridalaksana, H. (2008). Kamus Linguistik. Gramedia Pustaka Utama.

    Lexy J, M. (2011). Metodologi Penelitian Kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.

    Muhammad, S., Nainggolan, T. M. D., Hutagaol, M., & Telaumbanua, F. F. (2024). Dampak Penggunaan Bahasa Daerah Terhadap Bahasa Indonesia di Lingkungan Pendidikan, Khususnya di Universitas Negeri Medan. Jurnal Rumpun Ilmu Bahasa Dan Pendidikan, 2(8), 92–102.

    Nisa, A. K., Puspitasari, A., Cahyani, R., Mariska, T., & Sutrimah, S. (2023). Implementasi Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan Kurikulum Merdeka di SMP Negeri 1 Kapas. Prosiding Seminar Nasional Daring: Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 3(1), 259–266.

    Nuryani, N., Isnainah, S., & Eliya, I. (2014). Sosiolinguistik dalam Pengajaran Bahasa Berbasis Multikultural: Teori dan Praktik Penelitian. IN MEDIA.

    Nurzafira, I. (2018). Alih Kode dan Campur Kode pada Film Surga yang Tak Dirindukan 2 Karya Asma Nadia dan Implikasinya pada Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Universitas Lampung.

    Padmadewi, N. N., D., M. P., & Saputra, N. P. . (2014). Sosiolinguistik. Graha Ilmu.

    Sukarni, R., Syam, N. A., & Rahmadani, R. (2025). Pengaruh Penggunaan Bahasa Daerah Terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Muhammadiyah Takkalasi. Jurnal Studi Multidisipliner, 9(1).

    Susylowati, E. (2024). Sosiolinguistik Teori dan Aplikasi. Underline.

    Suwito. (1983). Sosiolinguistik: Teori dan Problema. Henary Offset.

    Suwito. (1985). Pengantar Awal Sosiolinguistik Teori dan Problem. Henary Offset.

    Syamsudin. (2022). Alih Kode dan Campur Kode Interaksi Guru dan Siswa di SMK Negeri 1 Palu. Guru Tua: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 5(2), 7–14.

  1. Agasi, B. A. (2021). Alih Kode dan Campur Kode dalam Film Hujan Bulan Juni Karya Sapardi Djoko Damono dan Implikasinya pada Pembelajaran Drama di SMA. Universitas Lampung.
  2. Aslinda, & Syafyahya, L. (2010). Pengantar Sosiolinguistik. Refika Aditama.
  3. Banamtuan, M. F., & Ege, S. (2021). Penggunaan Bahasa Dawan sebagai Bahasa Pengantar Pembelajaran di Kelas. Metodik Didaktik: Jurnal Pendidikan Ke-SD-An, 16(2), 135–142.
  4. Chaer, A., & Agustina, L. (2014). Sosiolinguistik: Perkenalan Awal. Rineka Cipta.
  5. Kridalaksana, H. (2008). Kamus Linguistik. Gramedia Pustaka Utama.
  6. Lexy J, M. (2011). Metodologi Penelitian Kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.
  7. Muhammad, S., Nainggolan, T. M. D., Hutagaol, M., & Telaumbanua, F. F. (2024). Dampak Penggunaan Bahasa Daerah Terhadap Bahasa Indonesia di Lingkungan Pendidikan, Khususnya di Universitas Negeri Medan. Jurnal Rumpun Ilmu Bahasa Dan Pendidikan, 2(8), 92–102.
  8. Nisa, A. K., Puspitasari, A., Cahyani, R., Mariska, T., & Sutrimah, S. (2023). Implementasi Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan Kurikulum Merdeka di SMP Negeri 1 Kapas. Prosiding Seminar Nasional Daring: Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 3(1), 259–266.
  9. Nuryani, N., Isnainah, S., & Eliya, I. (2014). Sosiolinguistik dalam Pengajaran Bahasa Berbasis Multikultural: Teori dan Praktik Penelitian. IN MEDIA.
  10. Nurzafira, I. (2018). Alih Kode dan Campur Kode pada Film Surga yang Tak Dirindukan 2 Karya Asma Nadia dan Implikasinya pada Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Universitas Lampung.
  11. Padmadewi, N. N., D., M. P., & Saputra, N. P. . (2014). Sosiolinguistik. Graha Ilmu.
  12. Sukarni, R., Syam, N. A., & Rahmadani, R. (2025). Pengaruh Penggunaan Bahasa Daerah Terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Muhammadiyah Takkalasi. Jurnal Studi Multidisipliner, 9(1).
  13. Susylowati, E. (2024). Sosiolinguistik Teori dan Aplikasi. Underline.
  14. Suwito. (1983). Sosiolinguistik: Teori dan Problema. Henary Offset.
  15. Suwito. (1985). Pengantar Awal Sosiolinguistik Teori dan Problem. Henary Offset.
  16. Syamsudin. (2022). Alih Kode dan Campur Kode Interaksi Guru dan Siswa di SMK Negeri 1 Palu. Guru Tua: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 5(2), 7–14.