Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Education, Language, and Art (ELA) merupakan jurnal ilmiah yang menjadi wadah bagi akademisi dan praktisi dalam mempublikasikan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat khususnya dalam bidang pendidikan, bahasa, dan seni. Education, Language, and Art (ELA) diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung. Education, Language, and Art (ELA) ter... Readmore

Education, Language, and Art (ELA) merupakan jurnal ilmiah yang menjadi wadah bagi akademisi dan praktisi dalam mempublikasikan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat khususnya dalam bidang pendidikan, bahasa, dan seni. Education, Language, and Art (ELA) diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung. Education, Language, and Art (ELA) terbit dua kali setahun yaitu Bulan April/Mei dan September/Oktober.

E-ISSN: 2830-5205

Readmore
Published
2023-04-30

Articles

PELATIHAN PENULISAN SURAT DINAS BAGI GURU TK PEMBINA KOTABUMI

Kegiatan berkomunikasi melalui tulisan yang berwujud surat perlu dilakukan secara cermat. Hal ini disebabkan paparan dalam surat tidak didukung konteks yang memperjelas pembicaraan. Agar tujuan tersebut dapat terealisasi diperlukan peningkatan kompetensi melalui keterampilan berbahasa yang dilakukan oleh guru. Metode yang digunakan dalam pelatihan menulis surat dinas bagi guru TK Pembina adalah ceramah, demonstransi, dan praktik. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dibahas sebelumnya, dapat disimpulkan; (1) bentuk kesalahan berbahasa Indonesia yang ditemukan pada surat dinas guru TK Pembina di antaranya kesalahan dalam bidang morfologi, sintaksis, diksi, dan ejaan; (2) bentuk kesalahan berbahasa yang paling banyak dilakukan oleh guru TK Pembina adalah kesalahan ejaan; (3) faktor-faktor penyebab kesalahan berbahasa Indonesia yang terjadi pada guru di TK Pembina, yaitu:  a) motivasi dan sikap berbahasa guru tergolong   rendah, b) belum adanya pelatihan penulisan surat dinas dari pemerintah,  dan c) guru belum terbiasa memanfaatkan komputer atau laptop dalam pendukung penulisan surat dinas.   Communication activities through writing in the form of letters must be done carefully. This is because the explanation in the letter is not supported by a context that clarifies the conversation. For this goal to be realized, it is necessary to increase competence through language skills carried out by the teacher. The methods used in the official letter-writing training for Kindergarten Trustee teachers are lectures, demonstrations, and practice. Based on the results of the research and discussion that have been discussed previously, it can be concluded; (1) the forms of errors in the Indonesian language found in the official letter of the Kindergarten Supervisor teacher include errors in morphology, syntax, diction, and spelling; (2) the most common forms of language errors made by the Kindergarten teachers are spelling errors; (3) the factors that cause errors in the Indonesian language that occur in teachers in TK Pembina, namely: a) the motivation and attitude of the teacher's language are low, b) there is no training in writing official letters from the government, and c) the teacher is not used to using computers or laptop in support of official letter writing.

MINAT SISWA DALAM MENGIKUTI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI

Pengabdian ini merupakan deskriptif kuantitatif, dengan metode survei, adapun teknik pengambilan datanya menggunakan kuisioner atau angket. Survei adalah suatu proses untuk mengumpulkan data (satu atau beberapa variabel) dari anggota populasi. Skor yang diperoleh dari kuisioner atau angket kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik statistik deskriptif kuantitatif yang dituangkan dalam bentuk persentase. Populasi dalam pengabdian ini yaitu seluruh siswa kelas VII SMP negeri 20 Bandar Lampung yang berjumlah 39 siswa. Sedangkan sampel pengabdian ini, peneliti mengambil seluruh populasi yang adamenjadi sampel dalam pengabdian ini yakni berjumlah 39 orang siswa. Instrumen yangdipakai dalam pengabdian ini adalah angket. Sedangkan teknik analisis data menggunakan rumus persentase. Hasil analisis menunjukan bahwa minat siswa kelas VII SMP negeri 20 Bandar Lampung Tahun Ajaran 2022/2023 dalam mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani dalam kategori tinggi, hal ini diketahui dari hasil pengolahan data diketahui ada 22 siswa (56,4%) dalam kategori tinggi, kemudian sebanyak 14 siswa (35,9%) dalam kategori rendah, selanjutnya dalam kategori sangat rendah ada 1 siswa (2,6%).   This service is a quantitative descriptive, with a survey method, while the data collection technique uses a questionnaire or questionnaire. Survey is a process to collect data (one or several variables) from members of the population. Scores obtained from questionnaires or questionnaires are then analyzed using quantitative descriptive statistical techniques as outlined in the form of percentages. The population in this service is all grade VII students of SMP Negeri 20 Bandar Lampung, totaling 39 students. While the sample of this service, the researchers took the entire population as a sample in this service, which amounted to 39 students. The instrument used in this service is a questionnaire. While the data analysis technique uses the percentage formula. The results of the analysis show that the interest of class VII students of SMP Negeri 20 Bandar Lampung in the 2022/2023 academic year in participating in physical education learning is in the high category, it is known from the results of data processing that there are 22 students (56.4%) in the high category, then as many as 14 students (35.9%) were in the low category, then in the very low category there was 1 student (2.6%).

PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBAHASA MELALUI PEMAHAMAN RANAH KESANTUNAN SEBAGAI UPAYA MENGHINDARI KEJAHATAN BERBAHASA

Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk membantu para siswa SMA N 1 Sekampung Udik dalam menerapkan kesantunan berbahasa sebagai upaya menghindari kejahatan berbahasa, mempererat tali persahabatan, dan menghindari bentrok yang berawal dari kesalahan berbahasa. Selanjutnya, pelatihan penerapan kesantunan berbahasa di lingkungan sekolah ini memberikan wawasan dan budaya santun berbahasa baik dengan guru dan utamana bersama teman secara optimal. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah ceramah, tanya jawab, diskusi, dan demonstrasi. Tempat pelatihan ini akan dilaksanakan di SMA N 1 Sekampung Udik. Evaluasi dalam pelatihan ini dilakukan pada tahap awal pelatihan, pada saat proses pelatihan berlangsung, dan ketika pelatihan berakhir.   This community service aims to help students of SMA N 1 Sekampung Udik apply language politeness to avoid language crimes, strengthen friendship ties, and avoid clashes that start from language errors. Furthermore, training in applying politeness in the school environment provides insight and the culture of language politeness both with teachers and especially with friends optimally. The methods used in this training are lectures, questions, and answers, discussions, and demonstrations. The place of this training will be held at SMA N 1 Sekampung Udik. This training is evaluated at the initial stage of the movement, during the training process, and when the activity ends.

PELATIHAN MERANCANG INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI (IPK) DAN TUJUAN PEMBELAJARAN BERDASARKAN KURIKULUM 2013 BAGI GURU-GURU PEMULA BAHASA INGGRIS DI SMP DAN SMA

Pada kurikulum 2013 terdapat Kompetensi Dasar (KD).  KD ini berfungsi sebagai acuan atau rujukan guru dalam menyusun indikator kompetensi pada pembelajaran di kelas. Indikator merupakan tanda yang menunjukkan bahwa tingkat capaian kompetensi dasar bisa mengubah perilaku peserta didik yang dinilai dari sikap, pengetahuan, dan keterampilannya. Indikator inilah sebagai rujukan dalam merumuskan tujuan pembelajaran. Selanjutnya tujuan pembelajaran adalah sebagai rujukan untuk mennentukan langkah-langkah pembelajaran. Sasaran pelatihan ini adalah guru-guru SMP dan SMA yang memiliki pengalaman kerja minimal maksimum 5 tahun dan belum mengikuti PPG sebanyak 20 orang.   Students’ worksheet is nedeed since it can help  the  students to achieve  the optimal learning objectives. However, based on the information gathered from the teachers’ association,  most of the teachers never provide students’ worksheet. Therefore, this public service gave  chance for SMA English teachers in Bandarlampung to create   good students’ worksheet.  This activity was lasted for 3 days, and the steps  are ; 1) explaining the concept of students’ worksheet  by giving the example of students’ workshet, 2) learning community, where the participants work in a small group to produce students’ worksheet based on provided learning objectives, 3)  presenting  the result by the representative of each  group, and 4) individual task. This program showed that 6 participants  (14%)  were able to create students’ worksheet with very good catagory, 30 participants (72%)  with good catagory, and 6  participants (14%)  with good enough catagory. The participants were able to create students’ worksheet because they were directly  given the example, and  were discussed together with the tutor. By involving all students in learning community, they can share their ideas. In addition, presentation of each representative of each group made the participants  have deeper understanding because they got input from peers and tutor.

PELATIHAN MUSIK TRADISIONAL LAMPUNG BAGI REMAJA DI DESA REJOSARI MATARAM KECAMATAN SEPUTIH MATARAM KABUPATEN LAMPUNG TENGAH

Musik tradisional Lampung semestinya dipelajari oleh para remaja sebagai generasi penerus kebudayaan Lampung sebagai bentuk pelestarian. Upaya pelestarian usic tradisional Lampung dapat dilakukan melalui beberapa bentuk kegiatan diantaranya adalah kegiatan sosialisasi dan pelatihan. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian terdahulu, maka dibutuhkan adanya pelatihan usic tradisional Lampung yang berfokus pada alat usic Gamolan bagi remaja di Desa Rejosari Mataram Kecamatan Seputih Mataram Kabupaten Lampung Tengah. Dengan demikian tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan pelatihan usic tradisional Lampung pada remaja di lokasi tersebut. Berdasarkan hasil kegiatan pelatihan yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa pelatihan pelatihan usic tradisional Lampung pada remaja Desa Rejosari Mataram Kecamatan Seputih Mataram Kabupaten Lampung Tengah dapat terlaksana dengan baik. Tujuan kegiatan pelatihan sebagai salah satu bentuk upaya pelestarian usic tradisional Lampung di lokasi tersebut dapat tercapai. Hal tersebut ditunjukkan dengan data bahwa para remaja sebagai peserta pelatihan mampu memainkan 3 Tabuh menggunakan alat usic Gamolan, yaitu Tabuh Layang Kasiwan, Tabuh Alau-Alau, dan Tabuh Semerdung Serlia. Berdasarkan hasil pretest dan posstest keterampilan peserta pelatihan diperoleh peningkatan keterampilan sebesar 19, 50 %.   Lampung traditional music should be learned by teenagers as the next generation of Lampung culture as a form of preservation. Efforts to preserve Lampung traditional music can be carried out through several forms of activity including socialization and training activities. Based on the results of previous service activities, it is necessary to have traditional Lampung music training that focuses on Gamolan musical instruments for teenagers in Rejosari Mataram Village, Seputih Mataram District, Central Lampung Regency. Thus the purpose of this service activity is to provide traditional Lampung music training to youth in that location. Based on the results of the training activities that have been carried out, it can be concluded that traditional Lampung music training for adolescents in Rejosari Mataram Village, Seputih Mataram District, Central Lampung Regency can be carried out well. The purpose of the training activities as a form of efforts to preserve Lampung traditional music at that location can be achieved. This is shown by the data that the youth as trainees were able to play 3 percussion instruments using Gamolan musical instruments, namely the Kasiwan kite tabuh, the Alau-Alau tabuh, and the Semerdung Serlia tabuh. Based on the results of the pretest and posttest skills of the trainees, the skill increase was obtained by 19.50%.

OPTIMALISASI TEKNOLOGI DALAM PENDIDIKAN: CANVA SEBAGAI ALAT PEMBELAJARAN INOVATIF BAGI GURU MI TARBIYATUL WATHAN KRAKSAAN PROBOLINGGO

Pemanfaatan teknologi dalam pendidikan menjadi kebutuhan mendesak di era digital saat ini. Namun, banyak guru di tingkat MI masih menghadapi keterbatasan dalam keterampilan digital, termasuk dalam penggunaan aplikasi desain grafis seperti Canva. Artikel ini membahas program pelatihan dan pendampingan abagi guru di MI Tarbiyatul Wathan Kraksaan Probolinggo dalam menggunakan Canva sebagai alat pembelajaran inovatif. Program ini dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Hasil menunjukkan bahwa pelatihan meningkatkan keterampilan guru dalam mendesain media pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif. Pendampingan berkelanjutan memastikan guru dapat mengimplementasikan Canva dalam pembelajaran sehari-hari, yang berdampak pada meningkatnya keterlibatan dan pemahaman siswa terhadap materi ajar. Meskipun terdapat tantangan seperti keterbatasan akses teknologi dan waktu guru yang terbatas, solusi berupa komunitas berbagi pengetahuan dan pengembangan modul daring membantu mengatasi kendala tersebut. Kesimpulannya, optimalisasi Canva dalam pendidikan madrasah mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, mendukung kreativitas guru, serta mendorong inovasi dalam proses pengajaran. Keberlanjutan program ini sangat penting untuk memperkuat transformasi digital dalam dunia pendidikan.   The use of technology in education is an urgent need in today's digital era. However, many teachers at the MI level still face limitations in digital skills, including in the use of graphic design applications such as Canva. This article discusses a training and mentoring program for teachers at MI Tarbiyatul Wathan Kraksaan Probolinggo in using Canva as an innovative learning tool. This program is implemented through the stages of planning, training implementation, mentoring, and evaluation. The results show that the training improves teachers' skills in designing more interesting and interactive learning media. Continuous mentoring ensures that teachers can implement Canva in daily learning, which has an impact on increasing student engagement and understanding of teaching materials. Although there are challenges such as limited access to technology and limited teacher time, solutions in the form of knowledge sharing communities and online module development help overcome these obstacles. In conclusion, optimizing Canva in madrasah education can improve the quality of learning, support teacher creativity, and encourage innovation in the teaching process. The sustainability of this program is very important to strengthen digital transformation in the world of education.

Indexer Sites