Kemampuan menggunakan tindak tutur ekspresif secara tepat adalah suatu aspek penting dalam membangun komunikasi organisasi yang efektif. Namun, mahasiswa aktivis organisasi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung masih menghadapi permasalahan ketika menyampaikan apresiasi, kritik, permintaan maaf, maupun ungkapan ekspresif lainnya secara santun. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, mahasiswa diharapkan memiliki pengetahuan yang lebih baik serta keterampilan yang meningkat dalam menerapkan tindak tutur ekspresif pada berbagai situasi komunikasi organisasi. Pelaksanaan kegiatan ini menerapkan metode pelatihan berbasis partisipasi yang mencakup ceramah, diskusi dua arah, simulasi, role play, serta dievaluasi melalui pre-test, observasi selama kegiatan, post-test, dan kuesioner refleksi. Sasaran kegiatan adalah anggota Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia (Imabsi) FKIP Universitas Lampung. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan, mahasiswa aktivis organisasi menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap konsep tindak tutur ekspresif, serta meningkatnya kemampuan mereka dalam menerapkan ungkapan terima kasih, permintaan maaf, pujian, kritik, dan apresiasi secara tepat sesuai konteks komunikasi organisasi. Selain itu, pelatihan memberikan dampak positif terhadap keterampilan interpersonal peserta dan mendorong terciptanya komunikasi organisasi yang lebih santun, harmonis, dan kolaboratif. Dengan demikian, pelatihan tindak tutur ekspresif menjadi strategi yang efektif untuk memperkuat kompetensi komunikasi mahasiswa dalam mendukung pengelolaan organisasi yang produktif dan berkelanjutan.