PINCAK KHAKOT SEBAGAI REPRESENTASI NILAI BUDAYA DAN IDENTITAS ADAT SAIBATIN DI PESISIR LAMPUNG
Abstract:
The Pincak Khakot tradition represents one of the cultural heritages of the Saibatin community in coastal Lampung, combining elements of martial arts, dance, and spirituality. This traditional performance functions not only as entertainment but also as a representation of cultural values and social identity among coastal communities. This study aims to describe the philosophical meanings, social functions, and cultural values contained in the Pincak Khakot performance, as well as its integration with the Butabuh musical tradition as accompaniment. The research employed a qualitative descriptive approach using observation, in-depth interviews, and literature review, conducted in Pekon Kutadalom, Gisting District, Tanggamus Regency, Lampung. The findings reveal that Pincak Khakot movements such as kumbang datas, kumbang bawah, kumbang layang, and benang kusuk symbolize courage, honor, and balance in life. Meanwhile, Butabuh strengthens the spiritual dimension through rhythmic rebana beats and matan chants. The integration of these two traditions reflects harmony between physical and spiritual strength, as well as between Islamic and local cultural values, thus reinforcing the collective identity of the Saibatin people in coastal Lampung.
Tradisi Pincak Khakot merupakan salah satu warisan budaya masyarakat adat Saibatin di Pesisir Lampung yang memadukan unsur seni bela diri, tari, dan nilai spiritual. Kesenian ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai representasi nilai budaya dan identitas sosial masyarakat pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna filosofis, fungsi sosial, dan nilai budaya yang terkandung dalam pertunjukan Pincak Khakot serta keterpaduannya dengan tradisi musik Butabuh sebagai pengiring. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi, wawancara mendalam, dan studi kepustakaan, yang dilaksanakan di Pekon Kutadalom, Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus, Lampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerakan Pincak Khakot seperti kumbang datas, kumbang bawah, kumbang layang, dan benang kusuk mengandung makna simbolik tentang keberanian, kehormatan, dan keseimbangan hidup. Tradisi Butabuh berperan memperkuat dimensi spiritual melalui lantunan syair matan dan irama rebana. Keterpaduan keduanya mencerminkan harmoni antara kekuatan fisik dan spiritual serta menjadi simbol identitas adat Saibatin yang berlandaskan nilai Islam dan budaya lokal.
Downloads
Ariyani, F., Yufrizal, H., Agustina, E. S., & Mustofa, A. (2015). Konsepsi Piil Pesenggiri Menurut Masyarakat Adat Lampung Waykanan Di Kabupaten Waykanan. Aura Printing & Publishing.
Creswell, J. W. (2019). Research design: Pendekatan metode kualitatif, kuantitatif dan campuran.
Daryanti, F., & Saputra, B. (2022). Tari Khakot: Seni pertunjukan tradisi masyarakat Lampung sebagai wadah pembentukan nilai karakter. Aksara Jurnal Bahasa Dan Sastra, 23(1).
Durkheim, E. (2016). The elementary forms of religious life. In Social theory re-wired (pp. 52–67). Routledge.
DWBT. (2019). Pincak Khakot dari Lamban Balak Kuripan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.
Ediyono, S., & Widodo, S. T. (2019). Memahami makna seni dalam pencak silat. Panggung, 29(3).
Fernanda, F. E., & Samsuri. (2020). Mempertahankan Piil Pesenggiri Sebagai Identitas Budaya Suku Lampung. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 22(2), 168–177. https://doi.org/10.25077/jantro.v22.n2.p168-177.2020.
Geertz, C. (1973). Cultures. New York: Basic Books, Inc.
Hadikusuma, H. (1989). Masyarakat dan adat-budaya Lampung. Mandar Maju.
Hobsbawn, E., & Ranger, T. (1983). The invention of tradition. Cambridge: Cambridge University Press.
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. In Rineka Cipta.
Komaruddin, K. (2024). Falsafah Piil Pesenggiri Dalam Pendidikan Islam: Kajian Atas Nilai Moralitas dan Pembentukan Karakter. JURNAL KEPENDIDIKAN Учредители: UIN Prof. KH Saifuddin Zuhri, 12(2), 209–220.
Kurniawan, H. (2019). Nilai-Nilai Kearifan Lokal Tradisi Betabuh Dalam Perspektif Moralitas Islam (Analisis Deskriptif Masyarakat Kecamatan Way Khilau Kabupaten Pesawaran). Tesis. UIN Raden Intan Lampung.
Moleong, L. J., & Surjaman, T. (2014). Metodologi penelitian kualitatif.
Muzakki, A. (2017). Introducing Local Genius-Based Harmony Education (Piil Pesenggiri) Among The Indigenous People Of Lampung. Penamas, 30(3), 261–280.
Perdana, Y. (2022). Implementasi Nilai-Nilai Piil Pesenggiri Sebagai Pencegahan Degradasi Sosiokultural di Era Revolusi Industri 5.0. Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial, 9(2), 231–245.
Rajabasa, D. L. (2022). Pincak Khakot, Seni Bela Diri Khas Lampung Iringi Bupati pada Pembukaan Musrenbangcam Rajabasa. Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.
Spradley, J. P., & Elizabeth, M. Z. (2007). Metode etnografi.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kunatitatif kualitatif dan R&D. Alfabeta, Bandung.
Wendhaningsih, S., Habsary, D., Kurniawan, A., & Bulan, I. (2022). Pelatihan Gerak Tari Lampung Karakter Putra Pada Guru Seni Tari Se-Bandar Lampung. Nuwo Abdimas, 1(2), 111–117.
- Ariyani, F., Yufrizal, H., Agustina, E. S., & Mustofa, A. (2015). Konsepsi Piil Pesenggiri Menurut Masyarakat Adat Lampung Waykanan Di Kabupaten Waykanan. Aura Printing & Publishing.
- Creswell, J. W. (2019). Research design: Pendekatan metode kualitatif, kuantitatif dan campuran.
- Daryanti, F., & Saputra, B. (2022). Tari Khakot: Seni pertunjukan tradisi masyarakat Lampung sebagai wadah pembentukan nilai karakter. Aksara Jurnal Bahasa Dan Sastra, 23(1).
- Durkheim, E. (2016). The elementary forms of religious life. In Social theory re-wired (pp. 52–67). Routledge.
- DWBT. (2019). Pincak Khakot dari Lamban Balak Kuripan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.
- Ediyono, S., & Widodo, S. T. (2019). Memahami makna seni dalam pencak silat. Panggung, 29(3).
- Fernanda, F. E., & Samsuri. (2020). Mempertahankan Piil Pesenggiri Sebagai Identitas Budaya Suku Lampung. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 22(2), 168–177. https://doi.org/10.25077/jantro.v22.n2.p168-177.2020.
- Geertz, C. (1973). Cultures. New York: Basic Books, Inc.
- Hadikusuma, H. (1989). Masyarakat dan adat-budaya Lampung. Mandar Maju.
- Hobsbawn, E., & Ranger, T. (1983). The invention of tradition. Cambridge: Cambridge University Press.
- Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. In Rineka Cipta.
- Komaruddin, K. (2024). Falsafah Piil Pesenggiri Dalam Pendidikan Islam: Kajian Atas Nilai Moralitas dan Pembentukan Karakter. JURNAL KEPENDIDIKAN Учредители: UIN Prof. KH Saifuddin Zuhri, 12(2), 209–220.
- Kurniawan, H. (2019). Nilai-Nilai Kearifan Lokal Tradisi Betabuh Dalam Perspektif Moralitas Islam (Analisis Deskriptif Masyarakat Kecamatan Way Khilau Kabupaten Pesawaran). Tesis. UIN Raden Intan Lampung.
- Moleong, L. J., & Surjaman, T. (2014). Metodologi penelitian kualitatif.
- Muzakki, A. (2017). Introducing Local Genius-Based Harmony Education (Piil Pesenggiri) Among The Indigenous People Of Lampung. Penamas, 30(3), 261–280.
- Perdana, Y. (2022). Implementasi Nilai-Nilai Piil Pesenggiri Sebagai Pencegahan Degradasi Sosiokultural di Era Revolusi Industri 5.0. Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial, 9(2), 231–245.
- Rajabasa, D. L. (2022). Pincak Khakot, Seni Bela Diri Khas Lampung Iringi Bupati pada Pembukaan Musrenbangcam Rajabasa. Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.
- Spradley, J. P., & Elizabeth, M. Z. (2007). Metode etnografi.
- Sugiyono. (2019). Metode penelitian kunatitatif kualitatif dan R&D. Alfabeta, Bandung.
- Wendhaningsih, S., Habsary, D., Kurniawan, A., & Bulan, I. (2022). Pelatihan Gerak Tari Lampung Karakter Putra Pada Guru Seni Tari Se-Bandar Lampung. Nuwo Abdimas, 1(2), 111–117.
Most read articles by the same author(s)
- Yinda Dwi Gustira, Marzius Insani, Siska Meirita, Fatmawati, ANALISIS POLA KALIMAT BAHASA LAMPUNG CERITA ANAK "SI UNIK BEKASAM": KAJIAN SINTAKSIS , J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia: Vol. 13 No. 1 (2025): J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
- Istiqomah Nurzafira, Aditya Pratama, Atik Kartika, Siska Meirita, KONSTRUKSI MAKNA DALAM UNGKAPAN TRADISIONAL MASYARAKAT ADAT MEGOU PAK: KAJIAN ETNOLINGUISTIK , J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia: Vol. 13 No. 2 (2025): J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
- Ayu Setiyo Putri, Heru Prasetyo, Apriliani Widya Lumintang, Istiqomah Nurzafira, Septia Uswatun Hasanah, Detia Aulia Oktarina, KESALAHAN PENGGUNAAN EJAAN DALAM TAJUK RENCANA TRIBUN LAMPUNG EDISI APRIL 2024 , J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia: Vol. 14 No. 1 (2026): J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
- I Wayan Ardi Sumarta, Rian Andri Prasetya, Siska Meirita, Atik Kartika, Aditya Pratama, Istiqomah Nurzafira, PENGUATAN VERBAL SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DI KELAS , J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia: Vol. 14 No. 1 (2026): J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
- Yinda Dwi Gustira, Marzius Insani, Siska Meirita, Rian Andri Prasetya, Rahmat Prayogi, Septia Uswatun Hasanah, Tri Kuryanti, NILAI-NILAI PIIL PESENGGIRI PADA PROSESI ANGKAT NAMA SAIBATIN DALAM ADAT KESAIBATINAN MARGA WAY LIMA , J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia: Vol. 14 No. 1 (2026): J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia