NILAI-NILAI PIIL PESENGGIRI PADA PROSESI ANGKAT NAMA SAIBATIN DALAM ADAT KESAIBATINAN MARGA WAY LIMA
Abstract:
Piil Pesenggiri merupakan pedoman hidup yang dipegang oleh masyarakat Lampung. Pernikahan adat Lampung Saibatin merupakan salah satu aspek penting dalam budaya masyarakat Lampung, yang diatur dengan ketat oleh norma-norma Piil Pesenggiri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai Piil Pesenggiri dalam prosesi angkat nama Saibatin dalam adat kesaibatinan Marga Way Lima, Pesawaran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan observasi. Teknik keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber, sedangkan analisis data dilakukan dengan mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosesi tersebut mengandung seluruh nilai Piil Pesenggiri, yaitu Juluk Adok (bergelar), Nemui Nyimah (suka menerima), Nengah Nyappur (berbaur dan bergaul), dan Sakai Sambaiyan (kebersamaan, gotong royong, dan suka menolong).
Piil Pesenggiri is a guideline of life adopted by the people of Lampung. The Lampung Saibatin traditional marriage is one of the important aspects of Lampung community culture, which is strictly regulated by the norms of Piil Pesenggiri. This research aims to describe the values of Piil Pesenggiri in the Saibatin name-raising procession within the customary clan of Way Lima, Pesawaran. This research uses a descriptive qualitative method, with data collected through interviews and observation. Source triangulation was used to validate the data, while data analysis was carried out through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that the procession contains all the values of Piil Pesenggiri, namely Juluk Adok (titled), Nemui Nyimah (hospitable), Nengah Nyappur (sociable), and Sakai Sambaiyan (mutual cooperation).
Downloads

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Amaliah, D., Sariyatun, S., & Musaddad, A. A. (2018). Values of Piil Pesenggiri: Morality, religiosity, solidarity, and tolerance. International Journal of Multicultural and Multireligious Understanding, 5(5), 179–184.
Anggoroi, B. D. (2023). Harmoni persatuan dalam filsafat Piil Pesenggiri masyarakat Lampung. Sosietas: Jurnal Pendidikan Sosiologi, 12(2), 157–168.
Andriyani, L. (2023). Penerapan nilai-nilai adat dalam pernikahan masyarakat Lampung Saibatin. Jurnal Antropologi Indonesia, 48(1), 21–34.
Ariskha, A. (2016). Peranan lembaga adat dalam melestarikan nilai-nilai Piil Pesenggiri di Desa Gunung Batin Udik Kecamatan Terusan Nunyai Kabupaten Lampung Tengah (Skripsi). Universitas Lampung.
Ariyani, F., dkk. (2015). Konsepsi Piil Pesenggiri menurut masyarakat adat Lampung Waykanan di Kabupaten Waykanan (Sebuah pendekatan discourse analysis). Aura Publishing.
Baharudin, M., & Luthfan, M. A. (2020). Aksiologi religiusitas Islam pada falsafah hidup Ulun Lampung. International Journal Ihya' Ulum al-Din, 21(2), 158–181.
Facruddin, & Haryadi. (1996). Falsafah Piil Pesenggiri sebagai norma tatakrama kehidupan sosial masyarakat Lampung. CV. Arian Jaya.
Fakhrurozi, J., & Puspita, D. (2021). Konsep Piil Pesenggiri dalam sastra lisan Wawancan Lampung Saibatin. Jurnal Pesona, 7(1), 1–13. https://doi.org/10.52657/jp.v7i1.1376
Fernanda, F. E., & Samsuri, S. (2020). Mempertahankan Piil Pesenggiri sebagai identitas budaya suku Lampung. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 22(2), 168–177. https://doi.org/10.25077/jantro.v22.n2.p168-177.2020
Fernando, J., Marta, R. F., & Hidayati, R. K. (2020). Reaktualisasi mahasiswa diaspora Indonesia dalam menjaga identitas budaya bangsa di benua Australia. Jurnal Kajian Komunikasi, 8(2), 194–206.
Fitria, R. (2023). Perkawinan adat dalam masyarakat Lampung Saibatin dan Pepadun. Journal of Civil and Islamic Family Law, 3(1), 55–65.
Hadikusuma, H. (1977). Adat istiadat daerah Lampung. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Hadikusuma, H. (1989). Masyarakat dan adat-budaya Lampung. Mandar Maju.
Hernawan, W., dkk. (2023). Perilaku budaya dalam pernikahan tradisi Lampung Pesisir. Jurnal Media Public Relations (JMP), 3(2), 1–10.
Hidayat, D. (2016). Konstruksi gender dalam perkawinan nyakak dan semanda di masyarakat adat Saibatin Lampung. Jurnal Liski (Lingkar Studi Komunikasi), 2(1), 1–28.
Irianto, S., & Sinaga, R. M. (2011). Piil Pesenggiri: Modal budaya dan strategi identitas Ulun Lampung. Makara, Sosial Humaniora, 15(2), 140–150.
Isnaeni, A., & Hakiki, K. M. (2016). Simbol Islam dan adat dalam perkawinan adat Lampung Pepadun. Kalam, 10(1), 193–222.
Khusairi, H., & Mandala, I. (2022). Perkawinan adat: Analisis hukum dan sistem perkawinan di Kerinci dalam perspektif hukum Islam. Istinbath, 21(2), 227–242.
Kurniawan, M. (2014). Sistem sosial dan adat istiadat masyarakat Lampung. Jurnal Antropologi Indonesia, 35(2), 112.
Kurniawan, R. C. (2017). Piil Pesenggiri: A concept of political power in Lampung culture. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 21(1), 74–86.
Malisi, A. S. (2022). Pernikahan dalam Islam. SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, 1(1), 22–28.
Minandar, C. A. (2018). Aktualisasi Piil Pesenggiri sebagai falsafah hidup mahasiswa Lampung di tanah rantau. Sosietas: Jurnal Pendidikan Sosiologi, 8(2).
Palyanti, M., Ernita, S., & Peranita, R. (2024). Makna nilai Piil Pesenggiri sebagai pendidikan karakter dalam pembelajaran Bahasa Indonesia: Perspektif pendidikan Islam. Bulletin of Community Engagement, 4(2), 482–490.
Salman Al, F., Hafifa Ananda, F., Abdul, H., Dea Resman, P., & Novi Rahma, S. (2025). Tradisi perkawinan adat Lampung Saibatin Bujujogh: Studi kasus di Desa Gedung Dalom, Kecamatan Waylima, Kabupaten Pesawaran. Jurnal SAKA, 5(1).
Sari, M., & Karsiwan, K. (2025). Adok dalam masyarakat Lampung Pepadun berdasarkan perspektif teori struktural fungsional. Balale': Jurnal Antropologi, 6(2), 142–157.
Widodo, dkk. (2023). Tradisi Sedaduwaian: Budaya pernikahan tradisional Saibatin Lampung. Jurnal Pendidikan Geografi, 10(1), 117–130.
- Amaliah, D., Sariyatun, S., & Musaddad, A. A. (2018). Values of Piil Pesenggiri: Morality, religiosity, solidarity, and tolerance. International Journal of Multicultural and Multireligious Understanding, 5(5), 179–184.
- Anggoroi, B. D. (2023). Harmoni persatuan dalam filsafat Piil Pesenggiri masyarakat Lampung. Sosietas: Jurnal Pendidikan Sosiologi, 12(2), 157–168.
- Andriyani, L. (2023). Penerapan nilai-nilai adat dalam pernikahan masyarakat Lampung Saibatin. Jurnal Antropologi Indonesia, 48(1), 21–34.
- Ariskha, A. (2016). Peranan lembaga adat dalam melestarikan nilai-nilai Piil Pesenggiri di Desa Gunung Batin Udik Kecamatan Terusan Nunyai Kabupaten Lampung Tengah (Skripsi). Universitas Lampung.
- Ariyani, F., dkk. (2015). Konsepsi Piil Pesenggiri menurut masyarakat adat Lampung Waykanan di Kabupaten Waykanan (Sebuah pendekatan discourse analysis). Aura Publishing.
- Baharudin, M., & Luthfan, M. A. (2020). Aksiologi religiusitas Islam pada falsafah hidup Ulun Lampung. International Journal Ihya' Ulum al-Din, 21(2), 158–181.
- Facruddin, & Haryadi. (1996). Falsafah Piil Pesenggiri sebagai norma tatakrama kehidupan sosial masyarakat Lampung. CV. Arian Jaya.
- Fakhrurozi, J., & Puspita, D. (2021). Konsep Piil Pesenggiri dalam sastra lisan Wawancan Lampung Saibatin. Jurnal Pesona, 7(1), 1–13. https://doi.org/10.52657/jp.v7i1.1376
- Fernanda, F. E., & Samsuri, S. (2020). Mempertahankan Piil Pesenggiri sebagai identitas budaya suku Lampung. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 22(2), 168–177. https://doi.org/10.25077/jantro.v22.n2.p168-177.2020
- Fernando, J., Marta, R. F., & Hidayati, R. K. (2020). Reaktualisasi mahasiswa diaspora Indonesia dalam menjaga identitas budaya bangsa di benua Australia. Jurnal Kajian Komunikasi, 8(2), 194–206.
- Fitria, R. (2023). Perkawinan adat dalam masyarakat Lampung Saibatin dan Pepadun. Journal of Civil and Islamic Family Law, 3(1), 55–65.
- Hadikusuma, H. (1977). Adat istiadat daerah Lampung. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
- Hadikusuma, H. (1989). Masyarakat dan adat-budaya Lampung. Mandar Maju.
- Hernawan, W., dkk. (2023). Perilaku budaya dalam pernikahan tradisi Lampung Pesisir. Jurnal Media Public Relations (JMP), 3(2), 1–10.
- Hidayat, D. (2016). Konstruksi gender dalam perkawinan nyakak dan semanda di masyarakat adat Saibatin Lampung. Jurnal Liski (Lingkar Studi Komunikasi), 2(1), 1–28.
- Irianto, S., & Sinaga, R. M. (2011). Piil Pesenggiri: Modal budaya dan strategi identitas Ulun Lampung. Makara, Sosial Humaniora, 15(2), 140–150.
- Isnaeni, A., & Hakiki, K. M. (2016). Simbol Islam dan adat dalam perkawinan adat Lampung Pepadun. Kalam, 10(1), 193–222.
- Khusairi, H., & Mandala, I. (2022). Perkawinan adat: Analisis hukum dan sistem perkawinan di Kerinci dalam perspektif hukum Islam. Istinbath, 21(2), 227–242.
- Kurniawan, M. (2014). Sistem sosial dan adat istiadat masyarakat Lampung. Jurnal Antropologi Indonesia, 35(2), 112.
- Kurniawan, R. C. (2017). Piil Pesenggiri: A concept of political power in Lampung culture. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 21(1), 74–86.
- Malisi, A. S. (2022). Pernikahan dalam Islam. SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, 1(1), 22–28.
- Minandar, C. A. (2018). Aktualisasi Piil Pesenggiri sebagai falsafah hidup mahasiswa Lampung di tanah rantau. Sosietas: Jurnal Pendidikan Sosiologi, 8(2).
- Palyanti, M., Ernita, S., & Peranita, R. (2024). Makna nilai Piil Pesenggiri sebagai pendidikan karakter dalam pembelajaran Bahasa Indonesia: Perspektif pendidikan Islam. Bulletin of Community Engagement, 4(2), 482–490.
- Salman Al, F., Hafifa Ananda, F., Abdul, H., Dea Resman, P., & Novi Rahma, S. (2025). Tradisi perkawinan adat Lampung Saibatin Bujujogh: Studi kasus di Desa Gedung Dalom, Kecamatan Waylima, Kabupaten Pesawaran. Jurnal SAKA, 5(1).
- Sari, M., & Karsiwan, K. (2025). Adok dalam masyarakat Lampung Pepadun berdasarkan perspektif teori struktural fungsional. Balale': Jurnal Antropologi, 6(2), 142–157.
- Widodo, dkk. (2023). Tradisi Sedaduwaian: Budaya pernikahan tradisional Saibatin Lampung. Jurnal Pendidikan Geografi, 10(1), 117–130.
Most read articles by the same author(s)
- Yinda Dwi Gustira, Marzius Insani, Siska Meirita, Fatmawati, ANALISIS POLA KALIMAT BAHASA LAMPUNG CERITA ANAK "SI UNIK BEKASAM": KAJIAN SINTAKSIS , J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia: Vol. 13 No. 1 (2025): J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
- Marzius Insani, Syaiful M, Valensy Rachmedita, STRATEGI PENERAPAN PENDEKATAN JOYFUL LEARNING DENGAN BERBAGAI METODE PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR NEGERI 1 TEGINENENG , J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia: Vol. 13 No. 2 (2025): J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
- Muharsyam Dwi Anantama, Rian Andri Prasetya, I Wayan Ardi Sumarta, Ayu Setiyo Putri, Olanasia Kholifatul Jannah, PERJUANGAN PEREMPUAN MENUJU EKSISTENSI DIRI DALAM NOVEL NAMAKU ALAM KARYA LEILA S CHUDORI , J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia: Vol. 13 No. 2 (2025): J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
- Yinda Dwi Gustira, Istiqomah Nurzafira, Rafista Deviyanti, Muhammad Aris, PINCAK KHAKOT SEBAGAI REPRESENTASI NILAI BUDAYA DAN IDENTITAS ADAT SAIBATIN DI PESISIR LAMPUNG , J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia: Vol. 13 No. 2 (2025): J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
- Istiqomah Nurzafira, Aditya Pratama, Atik Kartika, Siska Meirita, KONSTRUKSI MAKNA DALAM UNGKAPAN TRADISIONAL MASYARAKAT ADAT MEGOU PAK: KAJIAN ETNOLINGUISTIK , J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia: Vol. 13 No. 2 (2025): J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
- Munaris Munaris, Rahmat Prayogi, Siska Meirita, Mulyanto Widodo, Indri Andari, DIGITALISASI KERAJINAN TUMBUNG MANUK SEBAGAI UPAYA PEMENUHAN BAHAN AJAR TEKS PROSEDUR DALAM PEMBELAJARAN BAHASA LAMPUNG DI SMP , J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia: Vol. 13 No. 2 (2025): J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
- Arisa Febriyanti, Sri Widayati, Rahmat Prayogi, NILAI BERANI DAN PANTANG MENYERAH TERHADAP ZIONIS ISRAEL DALAM KUMPULAN CERPEN GADIS KOTA JERASH , J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia: Vol. 14 No. 1 (2026): J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
- Muharsyam Dwi Anantama, Ali Mustofa, Siska Meirita, KEMISKINAN DALAM NOVEL KAWI MATIN DI NEGERI ANJING KARYA ARAFAT NUR , J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia: Vol. 14 No. 1 (2026): J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
- Ayu Setiyo Putri, Heru Prasetyo, Apriliani Widya Lumintang, Istiqomah Nurzafira, Septia Uswatun Hasanah, Detia Aulia Oktarina, KESALAHAN PENGGUNAAN EJAAN DALAM TAJUK RENCANA TRIBUN LAMPUNG EDISI APRIL 2024 , J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia: Vol. 14 No. 1 (2026): J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
- I Wayan Ardi Sumarta, Rian Andri Prasetya, Siska Meirita, Atik Kartika, Aditya Pratama, Istiqomah Nurzafira, PENGUATAN VERBAL SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DI KELAS , J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia: Vol. 14 No. 1 (2026): J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia