PELATIHAN MODEL TRIAKSI UNTUK MENINGKATKAN KESIAPAN MENARI MURID DAN GURU SENI BUDAYA
Abstract:
This activity was motivated by the high level of student enthusiasm for the dance extracurricular program at SMA Perintis 1 Bandar Lampung; however, guidance and support for developing artistic achievements—including participation in the FLS2N competition—had not yet been optimized. Objective: To provide training using the TriAksi Model (Activation–Rhythm–Expression) to build students' dance readiness while offering alternative training strategies for Arts and Culture teachers. Method: The community service activity involved training 21 students through a combination of demonstrations, hands-on practice, mentoring, discussions, and evaluations. The "Activation" phase focused on physical readiness; "Rhythm" focused on sensitivity to Rhythm, beats, and tempo; and "Expression" focused on confidence and expressive movement. Results: Participants demonstrated enthusiasm and active engagement throughout the training; they began to understand the importance of physical preparation, successfully followed Rhythm exercises, and showed greater confidence in movement exploration and Expression. The training also provided Arts and Culture teachers with valuable experience and alternative approaches for conducting dance extracurricular activities.
Kegiatan ini dilatarbelakangi tingginya antusiasme siswa terhadap ekstrakurikuler tari di SMA Perintis 1 Bandar Lampung, tetapi pembinaan dan dukungan terhadap pengembangan prestasi seni, termasuk FLS2N, belum optimal. Tujuan: memberikan pelatihan Model TriAksi (Activation–Rhythm–Expression) untuk membangun kesiapan menari siswa sekaligus memberikan alternatif strategi latihan bagi guru Seni Budaya. Metode: pengabdian dilaksanakan melalui pelatihan kepada 21 siswa dengan pendekatan demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, diskusi, dan evaluasi. Activation berfokus pada kesiapan tubuh, Rhythm pada kepekaan terhadap irama, ketukan, dan tempo, sedangkan Expression pada keberanian dan ekspresi gerak. Hasil: peserta menunjukkan antusiasme dan keterlibatan aktif selama pelatihan, mulai memahami pentingnya persiapan tubuh, mampu mengikuti latihan irama, serta lebih berani melakukan eksplorasi dan ekspresi gerak. Pelatihan juga memberikan pengalaman dan alternatif pembinaan ekstrakurikuler tari bagi guru Seni Budaya.
Afrida, A., & Masunah, J. (2020). Pengaruh pembelajaran seni tari terhadap peningkatan kecerdasan kinestetik dan rasa percaya diri siswa. Jurnal Pendidikan Dan Pengajaran Seni, 3(1), 45–56.
Caturwati, E. (2018). Seni tari dalam konteks pendidikan di Indonesia. Sunan Kalijaga Press.
Dimyati, & Mudjiono. (2015). Belajar dan pembelajaran. Rineka Cipta.
H’Doubler, M. N. (2010). Dance: A creative art experience (3rd ed.). University of Wisconsin Press.
Hamalik, O. (2013). Proses belajar mengajar. Bumi Aksara.
Humphrey, D. (2008). Seni menata tari (Terjemahan Sal Murgiyanto). Dewan Kesenian Jakarta.
Jazuli, M. (2016). Pendidikan seni budaya: Konsep dan model pembelajaran. Unnes Press.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Panduan pembelajaran dan asesmen seni budaya pada Kurikulum Merdeka. BSKAP Kemendikbudristek.
Kusumastuti, E. (2014). Penerapan pembelajaran seni tari untuk meningkatkan kreativitas dan motorik anak. Jurnal Harmony, 12(2), 112–123.
Laban, R. (2011). The mastery of movement (4th ed.). Dance Books Ltd.
Magill, R. A., & Anderson, D. I. (2017). Motor learning and control: Concepts and applications (11th ed.). McGraw-Hill Education.
Mulyani, N. (2017). Pengembangan seni tari anak usia sekolah. Gava Media.
Mulyono, Y. (2011). Pembelajaran seni tari di sekolah. PT Remaja Rosdakarya.
Nurlaili, N., & Rohayani, H. (2021). Pembinaan kegiatan ekstrakurikuler seni tari dalam mengembangkan bakat dan minat siswa. Jurnal Pendidikan Seni Tari, 10(2), 88–97.
Pamadhi, H. (2012). Pendidikan seni: Hakikat, kurikulum, dan pembelajaran. UNY Press.
Pratamawati, L., & Suharto, S. (2019). Pelatihan teknik gerak dasar dan ekspresi tari bagi siswa menengah atas. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Seni, 4(1), 30–39.
Sanjaya, W. (2016). Strategi pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan. Kencana.
Smith-Autard, J. M. (2002). The art of dance in education (2nd ed.). A & C Black.
Soedarsono. (2002). Seni pertunjukan Indonesia di era globalisasi. Gadjah Mada University Press.
Subagyo, S. (2015). Pentingnya olah tubuh dan kesiapan fisik dalam seni tari. Jurnal Panggung, 25(3), 241–252.
Sumaryanto, F. T. (2018). Pendekatan musik dan irama dalam pembelajaran tari. Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta.
Sutini, A. (2018). Pembelajaran tari kreatif untuk meningkatkan kepekaan ritmis dan ekspresi anak. Jurnal Kesiapan Dan Pembelajaran Seni, 6(2), 101–110.
United Nations. (2015). Transforming our world: The 2030 agenda for Sustainable Development. United Nations.
Uno, H. B. (2012). Model pembelajaran: Menciptakan proses belajar mengajar yang kreatif dan efektif. Bumi Aksara.
Utami, W. T., Yeni, I., & Yaswinda, Y. (2019). Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler tari tradisional di sekolah. Jurnal Ilmiah Potensia, 4(2), 87–94.
- Afrida, A., & Masunah, J. (2020). Pengaruh pembelajaran seni tari terhadap peningkatan kecerdasan kinestetik dan rasa percaya diri siswa. Jurnal Pendidikan Dan Pengajaran Seni, 3(1), 45–56.
- Caturwati, E. (2018). Seni tari dalam konteks pendidikan di Indonesia. Sunan Kalijaga Press.
- Dimyati, & Mudjiono. (2015). Belajar dan pembelajaran. Rineka Cipta.
- H’Doubler, M. N. (2010). Dance: A creative art experience (3rd ed.). University of Wisconsin Press.
- Hamalik, O. (2013). Proses belajar mengajar. Bumi Aksara.
- Humphrey, D. (2008). Seni menata tari (Terjemahan Sal Murgiyanto). Dewan Kesenian Jakarta.
- Jazuli, M. (2016). Pendidikan seni budaya: Konsep dan model pembelajaran. Unnes Press.
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Panduan pembelajaran dan asesmen seni budaya pada Kurikulum Merdeka. BSKAP Kemendikbudristek.
- Kusumastuti, E. (2014). Penerapan pembelajaran seni tari untuk meningkatkan kreativitas dan motorik anak. Jurnal Harmony, 12(2), 112–123.
- Laban, R. (2011). The mastery of movement (4th ed.). Dance Books Ltd.
- Magill, R. A., & Anderson, D. I. (2017). Motor learning and control: Concepts and applications (11th ed.). McGraw-Hill Education.
- Mulyani, N. (2017). Pengembangan seni tari anak usia sekolah. Gava Media.
- Mulyono, Y. (2011). Pembelajaran seni tari di sekolah. PT Remaja Rosdakarya.
- Nurlaili, N., & Rohayani, H. (2021). Pembinaan kegiatan ekstrakurikuler seni tari dalam mengembangkan bakat dan minat siswa. Jurnal Pendidikan Seni Tari, 10(2), 88–97.
- Pamadhi, H. (2012). Pendidikan seni: Hakikat, kurikulum, dan pembelajaran. UNY Press.
- Pratamawati, L., & Suharto, S. (2019). Pelatihan teknik gerak dasar dan ekspresi tari bagi siswa menengah atas. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Seni, 4(1), 30–39.
- Sanjaya, W. (2016). Strategi pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan. Kencana.
- Smith-Autard, J. M. (2002). The art of dance in education (2nd ed.). A & C Black.
- Soedarsono. (2002). Seni pertunjukan Indonesia di era globalisasi. Gadjah Mada University Press.
- Subagyo, S. (2015). Pentingnya olah tubuh dan kesiapan fisik dalam seni tari. Jurnal Panggung, 25(3), 241–252.
- Sumaryanto, F. T. (2018). Pendekatan musik dan irama dalam pembelajaran tari. Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta.
- Sutini, A. (2018). Pembelajaran tari kreatif untuk meningkatkan kepekaan ritmis dan ekspresi anak. Jurnal Kesiapan Dan Pembelajaran Seni, 6(2), 101–110.
- United Nations. (2015). Transforming our world: The 2030 agenda for Sustainable Development. United Nations.
- Uno, H. B. (2012). Model pembelajaran: Menciptakan proses belajar mengajar yang kreatif dan efektif. Bumi Aksara.
- Utami, W. T., Yeni, I., & Yaswinda, Y. (2019). Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler tari tradisional di sekolah. Jurnal Ilmiah Potensia, 4(2), 87–94.
Most read articles by the same author(s)
- Afrizal Yudha Setiawan, Uswatul Hakim, Pelatihan Etude Czerny dalam Pembelajaran Pianika untuk Guru Seni di Provinsi Lampung , Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Vol. 1 No. 1 (2022): Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
- Afrizal Yudha Setiawan, PELATIHAN MUSIK TRADISIONAL LAMPUNG BAGI REMAJA DI DESA REJOSARI MATARAM KECAMATAN SEPUTIH MATARAM KABUPATEN LAMPUNG TENGAH , Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Vol. 2 No. 1 (2023): Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
- Afrizal Yudha Setiawan, Nabilla Kurnia Adzan, Dwiyana Habsary, PENJURIAN PAWAI BUDAYA DI KECAMATAN SEPUTIH MATARAM KABUPATEN LAMPUNG TENGAH , Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Vol. 3 No. 1 (2024): Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
- Dwi Tiya Juwita, Susi Wendhaningsih, Lora Gustia Ningsih, Ricky Warman Putra, PELATIHAN TARI JAWA KREASI PADA SISWA SMP N 10 BANDAR LAMPUNG , Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Vol. 3 No. 1 (2024): Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
- Goesthy Ayu Mariana Devi Lestari Goesthy Ayu, Dwiyana Habsary, Lora Gustia Ningsih, Susi Wendhaningsih, Agung Kurniawan, PELATIHAN TUTOR SEBAGAI AGEN DISEMINASI SENAM KREASI UNILA BE STRONG BAGI MAHASISWA , Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Vol. 5 No. 1 (2026): Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
- Afrizal Yudha Setiawan, Nabilla Kurnia Adzan, Agung Hero Hernanda, Sasika Suci Rahmadani, Nita Amalia Ramadhani, PENDAMPINGAN TEKNIK VOKAL PRAKTIS GUNA MENGOPTIMALKAN BAKAT MUSIK ANAK USIA SEKOLAH DASAR , Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Vol. 5 No. 1 (2026): Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
