J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Yth. Asesor Akreditasi Jurnal Nasional (Arjuna)
Salam hormat kami kepada Bapak/Ibu.

Yth. Para Penulis Vol.11, No.2, September 2023
Salam maaf kami kepada Bapak/Ibu.
---
Berikut kami sampaikan, sehubungan dengan adanya serangan virus/slot/judi online, maka kami memindahkan lama jurnal kami dari OJS-2 ke OJS-3 untuk lebih menjaga keamanan naskah Bapak/Ibu penulis.

Kami telah melakukan perubahan data alamat laman/website jurnal kami ke Bada... Readmore

Yth. Asesor Akreditasi Jurnal Nasional (Arjuna)
Salam hormat kami kepada Bapak/Ibu.

Yth. Para Penulis Vol.11, No.2, September 2023
Salam maaf kami kepada Bapak/Ibu.
---
Berikut kami sampaikan, sehubungan dengan adanya serangan virus/slot/judi online, maka kami memindahkan lama jurnal kami dari OJS-2 ke OJS-3 untuk lebih menjaga keamanan naskah Bapak/Ibu penulis.

Kami telah melakukan perubahan data alamat laman/website jurnal kami ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan juga Garba Rujukan Digital (Garuda). Semua telah berhasil kami lakukan, sehingga pada saat ini data Jurnal J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia telah sesuai dengan database BRIN maupun Garuda.

Untuk para penulis Vol.11, No.2, September 2023 sebagian masih terpublish pada laman OJS-2 dan sebagian lainnya kami publish di OJS-3 dikarenakan hampir semua backup-an data kami hilang dikarenakan serangan slot gacor/judi online tersebut. 

Selanjutnya, kami berkomitmen untuk terus menjaga kualitas dan integritas jurnal kami serta memastikan data yang terkait akan segera diselaraskan demi kepentingan akreditasi yang lebih baik.
Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya.

ISSN
2355-4061 (printed) | 2830-5256 (online)
Diterbitkan
2026-01-02
sinta-4

Articles

PERAN KECERDASAN BUATAN DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN VIOLIN UNTUK PEMULA

This study aims to examine the role of artificial intelligence (AI) in enhancing the effectiveness of violin learning for beginners. The method used is a qualitative descriptive literature review, collecting and analyzing various credible sources related to the implementation of AI in music education, particularly violin. The findings indicate that AI can provide real-time feedback, personalized learning materials, and increase students' motivation and engagement. Integrating AI with traditional learning methods such as the Suzuki method can accelerate the mastery of basic violin techniques and improve overall learning quality. However, successful AI implementation requires technological infrastructure readiness, teacher training, and student adaptation. This study provides a theoretical foundation and practical recommendations for developing an effective and sustainable AI-based violin learning model.   Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran violin bagi pemula. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif, yang mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber terpercaya terkait implementasi AI dalam pembelajaran musik, khususnya violin. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI mampu memberikan umpan balik secara real-time, personalisasi materi pembelajaran, serta meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa. Integrasi AI dengan metode pembelajaran tradisional seperti metode Suzuki dapat mempercepat proses penguasaan teknik dasar violin dan memperbaiki kualitas pembelajaran secara keseluruhan. Namun, keberhasilan penerapan AI memerlukan kesiapan infrastruktur teknologi, pelatihan guru, dan adaptasi siswa. Penelitian ini memberikan dasar teoritis dan rekomendasi praktis untuk pengembangan model pembelajaran violin berbasis kecerdasan buatan yang efektif dan berkelanjutan.

PENGARUH MUSIK KOREA TERHADAP GAYA HIDUP MAHASISWA DI LAMPUNG

This study explores how Korean music, particularly K-pop, influences the lifestyle of students at the University of Lampung. In recent years, the popularity of K-pop has significantly expanded among Indonesian youth and has started to become a part of daily life, including in campus environments. Using a qualitative case study approach, this research involved several students who actively follow K-pop trends. Data were collected through interviews, observations, and documentation of social media activities. The findings reveal that the influence of Korean music is not only evident in students' musical preferences but also reflected in their fashion choices, entertainment preferences, food consumption, and interest in the Korean language and culture. Their involvement in fan communities also fosters a sense of belonging and strengthens social identity. These results indicate that Korean music has become an integral part of student lifestyles and has a significant impact on shaping their preferences and habits.   Penelitian ini membahas bagaimana musik Korea, khususnya K-pop, memengaruhi gaya hidup mahasiswa di Universitas Lampung. Dalam beberapa tahun terakhir, popularitas K-pop semakin meluas di kalangan generasi muda Indonesia dan mulai menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan kampus. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, penelitian ini melibatkan sejumlah mahasiswa yang aktif mengikuti tren K-pop. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi aktivitas media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh musik Korea tidak hanya terlihat dari selera musik mahasiswa, tetapi juga tercermin dalam gaya berpakaian, pilihan hiburan, makanan yang dikonsumsi, hingga minat terhadap bahasa dan budaya Korea. Keterlibatan mereka dalam komunitas penggemar juga menciptakan rasa kebersamaan dan memperkuat identitas sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa musik Korea telah menjadi bagian dari gaya hidup mahasiswa dan memberikan pengaruh yang cukup besar dalam membentuk preferensi serta kebiasaan mereka.

MAKNA DAN PERAN ALAT MUSIK SHOFAR DALAM IBADAH HARI MINGGU DI GEREJA BETHEL INDONESIA KARTINI

Shofar, an ancient wind instrument made from animal hrns, has deep spiritual meaning in religious traditions and is now adopted in contemporary Christian worship. This study aims to examine the meaning and role of the shofar in Sunday worship at the Indonesian Bethel Church (GBI) Kartini, Bandar Lampung. Using a qualitative interpretive phenomenological approach, data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and audio-visual documentation. The results of the study indicate that the shofar is not only a liturgical instrument, but also a multidimensional symbol that represents a divine call, repentance, historical commemoration, and spiritual transformation. This study also highlights how the meaning of the shofar is contextualized and reinterpreted by worship leaders and congregations, making it a bridge between ancient symbols and modern expressions of faith.   Shofar, alat musik tiup kuno dari tanduk hewan, memiliki makna spiritual yang mendalam dalam tradisi keagamaan dan kini diadopsi dalam ibadah Kristen kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna dan peran shofar dalam ibadah Hari Minggu di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Kartini, Bandar Lampung. Dengan pendekatan kualitatif fenomenologi interpretatif, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi audio-visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa shofar bukan hanya sebagai instrumen liturgi, melainkan simbol multidimensional yang merepresentasikan seruan ilahi, pertobatan, peringatan sejarah, serta transformasi spiritual. Penelitian ini juga menyoroti bagaimana makna shofar dikontekstualisasikan dan diinterpretasi ulang oleh pemimpin ibadah dan jemaat, menjadikannya jembatan antara simbol kuno dan ekspresi iman modern.

MUSIK K-POP DALAM PERSPEKTIF KAJIAN BUDAYA

This study aims to analyze the phenomenon of K-Pop music from a cultural studies perspective, particularly in relation to consumer culture among university students. K-Pop music is not only positioned as entertainment, but also as a form of cultural construction that influences the consumption patterns and lifestyles of fans. Method: This study employs a qualitative approach with data collection techniques including literature review, semi-structured interviews, and the distribution of questionnaires to active students who follow K-Pop developments. Literature data was obtained from academic journals, reference books, and relevant and credible sources to strengthen the analytical framework. Results and Discussion: This study shows that support for K-Pop music is an initial representation of fans' emotional loyalty, which gradually develops into consumption patterns that are ingrained in their self-identity, such as purchasing products released by K-Pop idols and adopting a Korean lifestyle. These findings reveal that the consumerist culture within the K-Pop fanbase is not limited to economic aspects but also reflects social dynamics among teenagers and adults, particularly university students who are K-Pop fans. Implications: This study is expected to contribute to the development of popular music research. The findings open opportunities for further research on the role of music as a cultural medium and its influence on shaping the mindset and lifestyle of the younger generation in the era of globalization.   Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis fenomena musik K-Pop dalam prespektif kajian budaya, khususnya yang berkaitan dengan budaya konsumtif di kalangan mahasiswa. Musik K-Pop tidak hanya diposisikan sebagai hiburan semata, tetapi juga sebagai bentuk kontruksi budaya yang memengaruhu pola konsumsi dan gaya hidup penggemar. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur, wawancara semi-terstruktur, dan penyebadan kuisioner kepada mahasiswa aktif yang mengikuti perkembangan K-Pop. Data literatur diperoleh dari jurnal akademik, buku referensi, serta sumber yang relevan dan kredibel untuk memperkuat kerangka analisis. Hasil dan Pembahasan: Penelitian ini menunjukan bahwa dukungan terhadap musik K-Pop merupakan repsentasi awal dari loyalitas emosional penggemar yang secara bertahap berkembang menjadi pola konsumsi yang melekat pada indentitas diri, seperti pembelian produk yang dirilis oleh idol K-Pop, hingga mengikuti gaya hidup khas Korea. Temuan ini memperlihatkan budaya konsumtif dalam ranah penggemar K-Pop tidak terbatas pada aspek ekonomi, tetapi juga mencerminkan dinamika sosial dikalangan remaja dan dewasa khususnya mahasiswa penggemar K-Pop. Implikasi: Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan kajian musik populer. Hasil penelitian ini membuka peluang untuk kajian lebih lanjut mengenai peran musik sebagai medium budaya serta membentuk pola pikir dan gaya hidup generasi muda di era globalisasi.

TANTANGAN DAN PELUANG GURU MUSIK DALAM MENGIMPLEMETASIKAN KURIKULUM MERDEKA

The Independent Curriculum is a new paradigm in Indonesian education that emphasizes flexibility, differentiation, and learner-centered learning. In the context of arts education, especially music, this curriculum provides challenges and opportunities for teachers. This study aims to identify the various challenges and opportunities faced by music teachers in implementing the Independent Curriculum. The research was conducted using a literature study method. The results of the analysis show that the main challenges include lack of training, limited facilities, low understanding of the curriculum, and difficulties in authentic assessment. However, this curriculum also opens up great opportunities to increase teacher creativity, facilitate project-based learning, and strengthen local cultural identity through music education. This study suggests improving teacher training, strengthening institutional support, and cross-sector collaboration as key strategies.   Kurikulum Merdeka merupakan paradigma baru dalam pendidikan Indonesia yang menekankan fleksibilitas, diferensiasi, dan pembelajaran berpusat pada peserta didik. Dalam konteks pendidikan seni, khususnya musik, kurikulum ini memberikan tantangan dan peluang bagi guru. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai tantangan dan peluang yang dihadapi guru musik dalam menerapkan Kurikulum Merdeka. Penelitian dilakukan dengan metode studi literatur. Hasil analisis menunjukkan bahwa tantangan utama meliputi kurangnya pelatihan, keterbatasan sarana, pemahaman yang rendah terhadap kurikulum, serta kesulitan dalam penilaian autentik. Namun demikian, kurikulum ini juga membuka peluang besar dalam meningkatkan kreativitas guru, memfasilitasi pembelajaran berbasis proyek, dan menguatkan identitas budaya lokal melalui pendidikan musik. Studi ini menyarankan peningkatan pelatihan guru, penguatan dukungan institusional, dan kolaborasi lintas bidang sebagai strategi utama.

TANTANGAN DAN PELUANG PENGGUNAAN AI BAGI GURU MUSIK DI INDONESIA

This study aims to provide an explanation of the challenges and opportunities of using AI (artificial intelligence) for all music teachers in Indonesia. Method: This study uses a literature study research method by analyzing various written data sources, such as scientific journals, books, articles and research reports. Results and Discussion: The results of this study indicate that AI has the potential to increase the effectiveness of music learning in Indonesia, but requires wise use. Although it offers convenience and creativity, challenges such as infrastructure and ethics must be anticipated with the active role of teachers as learning companions. Conclusion: The results of this study can be concluded that the use of AI in music learning in Indonesia presents a great opportunity to improve the quality and creativity of learning. However, challenges such as technological limitations, ethics, and the potential loss of student creativity still need to be considered. With wise use and proper teacher guidance, AI can be an effective supporting tool in music education.   Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemaparan tentang tantangan dan peluang penggunaan AI (Artificial Intelligent) Bagi semua guru musik yang ada di Indonesia . Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber data tertulis, seperti jurnal ilmiah, buku, artikel dan laporan penelitian. Hasil dan Pembahasan: Dari Hasil penelitian ini menunjukan bahwa AI berpotensi meningkatkan efektivitas pembelajaran musik di Indonesia, tetapi memerlukan pemanfaatan yang bijak. Meski menawarkan kemudahan dan kreativitas, tantangan seperti infrastruktur dan etika harus diantisipasi dengan peran aktif guru sebagai pendamping belajar.. Kesimpulan: Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Penggunaan AI dalam pembelajaran musik di Indonesia menghadirkan peluang besar untuk meningkatkan kualitas dan kreativitas pembelajaran. Namun, tantangan seperti keterbatasan teknologi, etika, dan potensi hilangnya kreativitas siswa tetap perlu diperhatikan. Dengan pemanfaatan yang bijak dan pendampingan guru yang tepat, AI dapat menjadi alat pendukung yang efektif dalam pendidikan musik.

PENGGUNAAN TIKTOK DALAM PEMBELAJARAN MUSIK DIKALANGAN MAHASISWA

This study aims to analyze the effectiveness of music learning through the Tiktok application. This research uses a descriptive qualitative method with a literature study approach and analysis of Music Education students at the University of Lampung in using Tiktok as a learning medium. The results and discussion of the research show that the use of Tiktok as a medium for music learning is quite effective among Music Education students. Tiktok has a positive impact as an interactive and easily accessible learning medium, thereby enhancing learning motivation and practical understanding of music concepts. Tiktok not only serves as a source of entertainment but can also function as an effective and enjoyable music learning medium. The use of Tiktok in the context of music education can enhance the cognitive and psychomotor aspects of students, thereby enriching their overall learning experience. Thus, the integration of digital technology such as Tiktok in music education has great potential to be further developed in the world of education as a learning innovation relevant to the times. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pembelajaran musik melalui aplikasi TikTok. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur dan analisis terhadap mahasiswa Pendidikan Musik Universitas Lampung dalam penggunaan TikTok sebagai media pembelajaran. Hasil dan pembahasan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan TikTok sebagai media pembelajaran musik cukup efektif di kalangan mahasiswa Pendidikan Musik. TikTok memberikan dampak positif sebagai media pembelajaran yang interaktif dan mudah diakses, sehingga mampu meningkatkan motivasi belajar serta pemahaman konsep musik secara praktis. Penggunaan TikTok dalam konteks pendidikan musik mampu meningkatkan aspek kognitif dan psikomotorik mahasiswa, sehingga memperkaya pengalaman belajar mereka secara menyeluruh. Dengan demikian, integrasi teknologi digital seperti TikTok dalam pembelajaran musik sangat potensial untuk dikembangkan lebih lanjut dalam dunia pendidikan sebagai inovasi pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman.

MENGINTEGRASIKAN TEKNOLOGI DALAM PEMBELAJARAN MUSIK: TANTANGAN DAN SOLUSI DI KURIKULUM MERDEKA

The integration of technology in music education has become a critical issue in the implementation of the Merdeka Curriculum, which emphasizes contextual, flexible, and student-centered learning. Technology has the potential to enrich the music learning process through various software, online applications, and digital media; however, its implementation still faces several challenges. This study aims to explore the use of technology in music education, identify the obstacles encountered, and formulate solutions that have been implemented in schools applying the Merdeka Curriculum. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through observations, interviews, and documentation involving music teachers, students, and education experts. The findings show that the main challenges include limited infrastructure, low digital literacy among teachers, and unequal access among students. Nevertheless, teacher training in technology, the use of accessible online platforms, and collaboration between schools and communities have proven to be effective solutions in enhancing technology-based music learning. This study highlights the importance of ongoing institutional and policy support to ensure that technology can be holistically integrated into music education—not only in technical aspects but also in developing students’ musical expression.   Integrasi teknologi dalam pembelajaran musik menjadi isu penting dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran kontekstual, fleksibel, dan berpusat pada peserta didik. Teknologi berpotensi memperkaya proses belajar musik melalui berbagai perangkat lunak, aplikasi daring, dan media digital, namun pelaksanaannya masih menghadapi berbagai tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran musik, mengidentifikasi hambatan yang dihadapi, serta merumuskan solusi yang telah diterapkan di sekolah-sekolah yang mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dari guru musik, siswa, dan ahli pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala utama meliputi keterbatasan infrastruktur, rendahnya literasi digital guru, dan kesenjangan akses antar siswa. Namun, pelatihan teknologi bagi guru, pemanfaatan platform daring yang mudah diakses, serta kolaborasi antar sekolah dan komunitas menjadi solusi efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran musik berbasis teknologi. Studi ini menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan dari institusi dan kebijakan pendidikan untuk memastikan teknologi dapat diintegrasikan secara holistik dalam pembelajaran musik—tidak hanya pada aspek teknis, tetapi juga dalam pengembangan ekspresi musikal peserta didik.

Situs Pengindeks