This study aims to describe the forms and causes of code-switching and code-mixing in Indonesian language learning at seventh grade of SMP Negeri 2 Tanjung Bintang. It is significant in the context of bilingual and multicultural education, focusing on social and linguistic dynamics. Using a descriptive qualitative method, data were collected through free conversational observation, recording, and documentation. The data, sourced from educators’ and students’ utterances containing code-switching and code-mixing, were analyzed and classified by form and cause. The findings reveal 76 code-switching instances, divided into internal and external forms, and 50 code-mixing instances, including words, phrases, hybrids, and word repetition. Code-switching is triggered by speaker characteristics, shifts from informal to formal situations, and topic changes. Code-mixing results from linguistic factors and speakers’ attitudes. The study highlights that language strategies in learning are shaped not only by linguistic structures but also by pragmatic and sociolinguistic factors, emphasizing the complex interplay of language use in educational settings.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskrisikan bentuk-bentuk alih kode dan campur kode serta faktor-faktor penyebabnya dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas VII SMP Negeri 2 Tanjung Bintang. Penelitian ini penting untuk diteliti dan dipahami dalam konteks pendidikan, bilingual, dan mulltikultural karena fokus utama dari penelitian ini adalah dinamika sosial dan lingustik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa simak bebas cakap, rekam, dan catat. Sumber data penelitian ini yakni tuturan pendidik dan peserta didik dan data yang digunakan berupa tuturan yang mengandung peristiwa alih kode dan campur kode, kemudian data dianalisis dan diklasifikasikan berdasarkan bentuk dan faktor penyebabnya. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat 76 data peristiwa alih kode dan 50 data campur kode dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia. Alih kode terbagi menjadi dua bentuk, yaitu alih kode intern dan ekstern. Faktor penyebab alih kode meliputi faktor penutur, perubahan dari situasi informal ke formal, dan perubahan topik pembicaraan. Bentuk campur kode yang ditemukan berupa kata, frasa, baster, dan perulangan kata. Faktor penyebab campur kode diklasifikasikan menjadi dua, yaitu faktor kebahasaan dan sikap penutur. Hasil dari penelitian ini mengindikasikan bahwa strategi berbahasa dalam pembelajaran tidak hanya dipengaruhi oleh struktur linguistik, tetapi juga faktor pragmatis dan sosiolinguistik penutur.