PELATIHAN MENULIS CERITA ANAK EDUKATIF BAGI GURU SEKOLAH DASAR KOTA BANDAR LAMPUNG

Published: Sep 22, 2025

Abstract:

The literacy skills of Indonesian children remain relatively low, while elementary school teachers play a crucial role in fostering reading interest and shaping students’ character through educational media such as children’s stories. However, many teachers still lack the ability to write engaging and meaningful stories that suit students’ psychological development. To address this issue, this community service program focuses on training elementary school teachers in Bandar Lampung to write educational children’s stories. The training aims to enhance teachers’ creativity and writing competence in producing stories that are not only entertaining but also instill character values such as honesty, responsibility, and cooperation. The activities are conducted through a participatory approach involving material presentation, writing practice, and mentoring sessions. The results indicate an improvement in participants’ understanding, skills, and positive attitudes toward writing educational children’s stories, as reflected in the comparison between pre- and post-training evaluations.

Kemampuan literasi anak-anak Indonesia masih tergolong rendah, sementara guru sekolah dasar memiliki peran penting dalam menumbuhkan minat baca serta membentuk karakter siswa melalui media edukatif seperti cerita anak. Namun, banyak guru belum memiliki keterampilan menulis cerita anak yang menarik, bermakna, dan sesuai dengan perkembangan psikologis siswa. Untuk menjawab permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian ini difokuskan pada pelatihan penulisan cerita anak edukatif bagi guru sekolah dasar di Kota Bandar Lampung. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan kompetensi menulis guru dalam menghasilkan cerita anak yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat nilai-nilai karakter seperti kejujuran, tanggung jawab, dan kerja sama. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif yang meliputi penyampaian materi, praktik penulisan, dan pendampingan. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman, keterampilan, serta sikap positif peserta terhadap penulisan cerita anak edukatif, yang tercermin dari perbandingan hasil evaluasi sebelum dan sesudah pelatihan.

Keywords:
1. literacy
2. educational children’s stories
3. teacher training
4. creativity
5. character education
Authors:
1 . Rian Andri Prasetya
2 . Indah Nevira Trisna
3 . Rafista Deviyanti
4 . Yinda Dwi Gustira
How to Cite
Prasetya, R. A., Trisna, I. N., Deviyanti, R., & Gustira, Y. D. (2025). PELATIHAN MENULIS CERITA ANAK EDUKATIF BAGI GURU SEKOLAH DASAR KOTA BANDAR LAMPUNG. Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 223–230. https://doi.org/10.23960/ela.v4i2.1349
References

    Arifin, M. Z., & Damaianti, V. S. (2018). Model pembelajaran keaksaraan fungsional melalui pendekatan LEA berbasis pola asuh keluarga dalam penuntasan tunaaksara masyarakat miskin perdesaan. Prosiding Seminar Internasional Riksa Bahasa, 239–250.

    Barus, I. (2018). Peningkatan keterampilan menulis cerpen melalui penerapan model pembelajaran discovery learning dengan bantuan media film pendek. Journal of Education Action Research, 2(2), 142–148.

    Endraswara, S. (2016). Ekokritik Sastra: Konsep, Teori, dan Terapan. Yogyakarta: Morfalingua.

    Fuad, M., & Suyanto, E. (2021). Pengembangan modul pembelajaran menulis teks berita berbasis metode karyawisata. Aksara: Jurnal Bahasa dan Sastra, 22(1), 54–77. https://doi.org/10.23960/aksara/v22i1.pp54-77

    Luthfiyanti, L., & Nisa, F. (2017). Peran sastra dalam pengembangan kepribadian anak. Stilistika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 2(2), 118–127.

    Pertiwi, M., Isdianto, Wijayanto, A. V. D., & Prasetyo, E. N. (2021). Peningkatan literasi bagi siswa SMA melalui pelatihan penyusunan literature review. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), 5(6), 2853–2864.

    Rajja, Arifin, M., & Bahri, M. (2020). Pengembangan bahan ajar menulis teks cerpen dengan metode Cerpen-Gram untuk siswa kelas IX. Diglosia: Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia, 3(1), 24–32.

    Saputra, A. (2020). Kompetensi pedagogik guru PAUD dalam meningkatkan nilai-nilai sosial, moral, dan keagamaan melalui metode bercerita. Kindergarten: Journal of Islamic Early Childhood Education, 3(1), 85–91.

    Silitonga, E. A., Simanjuntak, M. R., & Sipayung, T. N. (2022). Pelatihan peningkatan kemampuan literasi-numerasi siswa sekolah dasar sebagai implementasi kegiatan

    Program Kampus Mengajar Angkatan 3. Madaniya: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(3), 623–636.

    Sudarman, P. (2008). Menulis di Media Massa. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

    Tarigan, H. G. (2011). Prinsip-Prinsip Dasar Sastra. Bandung: Angkasa.

    Stanton, R. (1965). An Introduction to Fiction. Holt, Rinehart, and Winston, Inc.

    Sukmawan, S. (2016). Ekokritik Sastra: Menanggap Sasmita Arcadia. UB Press. Sumardjo, J., & K.M, S. (2001). Apresiasi Kesusastraan. Gramedia.

    Tarigan, H. G. (2011). Prinsip-Prinsip Dasar Sastra. Angkasa.

  1. Arifin, M. Z., & Damaianti, V. S. (2018). Model pembelajaran keaksaraan fungsional melalui pendekatan LEA berbasis pola asuh keluarga dalam penuntasan tunaaksara masyarakat miskin perdesaan. Prosiding Seminar Internasional Riksa Bahasa, 239–250.
  2. Barus, I. (2018). Peningkatan keterampilan menulis cerpen melalui penerapan model pembelajaran discovery learning dengan bantuan media film pendek. Journal of Education Action Research, 2(2), 142–148.
  3. Endraswara, S. (2016). Ekokritik Sastra: Konsep, Teori, dan Terapan. Yogyakarta: Morfalingua.
  4. Fuad, M., & Suyanto, E. (2021). Pengembangan modul pembelajaran menulis teks berita berbasis metode karyawisata. Aksara: Jurnal Bahasa dan Sastra, 22(1), 54–77. https://doi.org/10.23960/aksara/v22i1.pp54-77
  5. Luthfiyanti, L., & Nisa, F. (2017). Peran sastra dalam pengembangan kepribadian anak. Stilistika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 2(2), 118–127.
  6. Pertiwi, M., Isdianto, Wijayanto, A. V. D., & Prasetyo, E. N. (2021). Peningkatan literasi bagi siswa SMA melalui pelatihan penyusunan literature review. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), 5(6), 2853–2864.
  7. Rajja, Arifin, M., & Bahri, M. (2020). Pengembangan bahan ajar menulis teks cerpen dengan metode Cerpen-Gram untuk siswa kelas IX. Diglosia: Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia, 3(1), 24–32.
  8. Saputra, A. (2020). Kompetensi pedagogik guru PAUD dalam meningkatkan nilai-nilai sosial, moral, dan keagamaan melalui metode bercerita. Kindergarten: Journal of Islamic Early Childhood Education, 3(1), 85–91.
  9. Silitonga, E. A., Simanjuntak, M. R., & Sipayung, T. N. (2022). Pelatihan peningkatan kemampuan literasi-numerasi siswa sekolah dasar sebagai implementasi kegiatan\
  10. Program Kampus Mengajar Angkatan 3. Madaniya: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(3), 623–636.
  11. Sudarman, P. (2008). Menulis di Media Massa. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  12. Tarigan, H. G. (2011). Prinsip-Prinsip Dasar Sastra. Bandung: Angkasa.
  13. Stanton, R. (1965). An Introduction to Fiction. Holt, Rinehart, and Winston, Inc.
  14. Sukmawan, S. (2016). Ekokritik Sastra: Menanggap Sasmita Arcadia. UB Press. Sumardjo, J., & K.M, S. (2001). Apresiasi Kesusastraan. Gramedia.
  15. Tarigan, H. G. (2011). Prinsip-Prinsip Dasar Sastra. Angkasa.

Most read articles by the same author(s)