This research aims to describe the representation of the climate crisis in both works and analyze its relevance as a literature teaching material in high school class XII. This research uses a comparative descriptive method with a qualitative approach. The source of research data is in the form of the novel Sumur by Eka Kurniawan and the novel Weathering With You by Shinkai Makoto. Data collection techniques are carried out through literature studies, reading techniques, and note-taking techniques. Data analysis is carried out by identifying, classifying, comparing, interpreting, and describing data according to the research focus. The research results show that both works both represent the climate crisis as an environmental problem that has a wide impact on human life. In the Well, the climate crisis is represented through prolonged drought, reduced rainfall, water crisis, declining agricultural yields, food crisis, and population migration. Meanwhile, in Weathering With You, the climate crisis is represented through continuous extreme rains, floods, erratic seasonal changes, disrupted social activities, and rising food prices due to declining agricultural yields. In addition, the results of the analysis show that both works have a strong relevance as literature teaching materials in high school class XII because they are in accordance with the learning achievements of the Merdeka Curriculum.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi perbandingan krisis iklim dalam novelet Sumur karya Eka Kurniawan dan novel Weathering With You karya Shinkai Makoto serta menganalisis relevansinya sebagai bahan ajar sastra di SMA kelas XII. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif komparatif dengan pendekatan kualitatif. Data penelitian berupa kutipan-kutipan yang merepresentasikan perbandingan krisis iklim dalam kedua karya. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, teknik baca, dan teknik catat. Analisis data dilakukan dengan cara mengidentifikasi, mengklasifikasi, membandingkan, menginterpretasikan, dan mendeskripsikan data sesuai fokus penelitian. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kedua karya sama-sama merepresentasikan krisis iklim sebagai permasalahan lingkungan yang berdampak luas terhadap kehidupan manusia. Dalam Sumur, krisis iklim direpresentasikan melalui kekeringan berkepanjangan, berkurangnya curah hujan, krisis air, penurunan hasil pertanian, krisis pangan, dan migrasi penduduk. Sementara itu, dalam Weathering With You, krisis iklim direpresentasikan melalui hujan ekstrem yang berlangsung terus-menerus, banjir, perubahan musim yang tidak menentu, terganggunya aktivitas sosial, serta kenaikan harga pangan akibat menurunnya hasil pertanian. Selain itu, hasil analisis menunjukkan bahwa kedua karya memiliki relevansi yang kuat sebagai bahan ajar sastra di SMA kelas XII karena sesuai dengan capaian pembelajaran Kurikulum Merdeka.