J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia is a biannual journal (April and September) published by the Master of Indonesian Language and Literature Education study program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung.

The journal aims to promote the development of links between research in education, linguistics, applied linguistics, arts, as well as literature and its application in professional and educational settings. Therefore, the journal in... Readmore

J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia is a biannual journal (April and September) published by the Master of Indonesian Language and Literature Education study program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung.

The journal aims to promote the development of links between research in education, linguistics, applied linguistics, arts, as well as literature and its application in professional and educational settings. Therefore, the journal invites researchers, scholars, students to submit their research articles and literature reviews for publication in this journal.

Journal His... Readmore

ISSN
2355-4061 (printed) | 2830-5256 (online)
Published
2025-09-10
sinta-4

Articles

TINDAK TUTUR ILOKUSI PADA ACARA TV STAND UP COMEDY “LAPOR PAK!”

In linguistic studies, pragmatics is a branch of science that studies how context influences the interpretation of the meaning of utterances. One of the key concepts in pragmatics is speech acts. This research aims to analyze the form of illocutionary speech acts with objects in the Stand Up Comedy TV show "Lapor Pak!"  Episode "Beni Becomes a Witness in the Djihan Rianti Case". The research method used was descriptive qualitative with the subject of a Stand Up Comedy TV show Report Pak! On the YouTube platform. Data collection is carried out using documentation techniques, which means collecting data by recording existing data. The research results showed that 54 data were found. From the research results, the form of assertive illocutionary speech acts with the function of stating dominates with 13 data, the function of informing with 8 data, the function of claiming and reporting with 2 data. In the second category, directive illocutionary speech acts, the function of requesting 16 data, the function of commanding 5 data, the function of requesting 4 data, and the function of prohibiting and asking each found 2 data.   Dalam kajian linguistik, pragmatik merupakan cabang ilmu yang mempelajari bagaimana konteks memengaruhi penafsiran makna ujaran. Salah satu konsep kunci dalam pragmatik adalah tindak tutur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk tindak tutur ilokusi dengan objek dalam acara Stand Up Comedy TV “Lapor Pak!” Episode “Beni Jadi Saksi Kasus Djihan Rianti”. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek acara Stand Up Comedy TV ”Lapor Pak!” pada platform YouTube. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik dokumentasi, yaitu mengumpulkan data dengan cara mencatat data-data yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 54 data. Dari hasil penelitian, bentuk tindak tutur ilokusi asertif dengan fungsi menyatakan mendominasi dengan 13 data, fungsi menginformasikan dengan 8 data, fungsi mengklaim dan melaporkan dengan 2 data. Pada kategori kedua, tindak tutur ilokusi direktif, fungsi meminta sebanyak 16 data, fungsi memerintah sebanyak 5 data, fungsi meminta sebanyak 4 data, dan fungsi melarang serta meminta masing-masing sebanyak 2 data.

STRATA SOSIAL DALAM NOVEL RASINA KARYA IKSAKA BANU DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA

This study aims to describe the social stratification in the novel Rasina by Iksaka Banu using a structuralist approach and to identify its implications for the teaching of Indonesian language in senior high schools. The analysis focuses on intrinsic elements such as characters, plot, setting, and theme, as well as their interrelations in shaping meaning and conveying social messages. The method used is content analysis, with data sourced from narrative, dialogue, and social conflicts within the novel. The data were analyzed through three main stages: categorization, interpretation, and synthesis. The findings reveal 312 instances illustrating three social classes: bourgeoisie, middle class, and proletariat. Social inequality is reflected through wage disparity and exploitation of the proletarian class, leading to class consciousness and social struggle among the characters. These findings have pedagogical implications for literature teaching in high schools, particularly through the analysis of intrinsic and extrinsic literary elements. The study also proposes the development of a teaching module based on Rasina to enhance students' critical thinking and social awareness, aligning with the goals of the Merdeka Curriculum and the Pancasila Student Profile.   Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strata sosial dalam novel Rasina karya Iksaka Banu menggunakan pendekatan strukturalisme, serta mengidentifikasi implikasinya terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Analisis dilakukan dengan mengkaji unsur intrinsik seperti tokoh, alur, latar, dan tema, serta keterkaitannya dalam membentuk makna dan pesan sosial. Metode yang digunakan adalah analisis isi dengan data berupa narasi, dialog, dan konflik sosial dalam novel. Data dianalisis melalui tiga tahap: kategorisasi, interpretasi, dan sintesis. Hasil penelitian menunjukkan adanya 312 data yang menggambarkan tiga kelas sosial: borjuis, menengah, dan proletar. Ketimpangan sosial tercermin melalui ketidakadilan upah dan eksploitasi kelas proletar, yang memunculkan kesadaran kelas dan perjuangan sosial dalam diri tokoh-tokohnya. Implikasi dari temuan ini dapat diterapkan dalam pembelajaran sastra di SMA melalui analisis unsur intrinsik dan ekstrinsik. Penelitian ini juga mengusulkan pengembangan modul ajar berbasis Rasina untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan pemahaman sosial siswa, sejalan dengan tujuan Kurikulum Merdeka dan Profil Pelajar Pancasila.

ANALISIS PRESUPOSISI DALAM DEBAT PEMILIHAN PRESIDEN PRANCIS ANTARA EMMANUEL MACRON DAN MARINE LE PEN TAHUN 2022

Presupposition is an important concept in pragmatics that can help explain how the meaning of an utterance can change according to the context and the shared knowledge of the speaker and listener. Therefore, this research aims to identify and analyze the types of presuppositions in the debate between Emmanuel Macron and Marine Le Pen in the 2022 French presidential election. This research uses a qualitative descriptive approach with a note-taking technique to collect and process data systematically. The data analyzed are in the form of utterances from both candidates obtained through the TF1 INFO YouTube channel. Subsequently, the data is analyzed using the presupposition theory proposed by Yule (1996) to identify various types of presuppositions contained in the utterances. Based on the results of the analysis, 269 utterances were found containing various types of presuppositions, namely 67 utterances of existential presuppositions, 139 utterances of factual presuppositions, 24 utterances of lexical presuppositions, 15 utterances of structural presuppositions, 11 non-factive presuppositions, and 13 utterances of counterfactual presuppositions. Thus, the results of this study provide an overview of the presuppositions that emerge in official conversations through political debates.   Presuposisi merupakan konsep penting dalam pragmatik yang dapat membantu menjelaskan bagaimana makna sebuah tuturan dapat berubah tergantung pada konteks dan pengertahuan yang dibagikan oleh penutur dan pendengar. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis jenis-jenis presuposisi dalam debat antara Emmanuel Macron dan Marine Le Pen pada pemilihan presiden Prancis tahun 2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik simak catat untuk mengumpulkan dan mengolah data secara sistematis. Data yang dianalisis berupa tuturan dari kedua kandidat yang diperoleh melalui kanal YouTube TF1 INFO. Selanjutnya, data tersebut dianalisis menggunakan teori presuposisi yang dikemukakan oleh Yule (1996) untuk mengidentifikasi berbagai jenis presuposisi yang terdapat dalam tuturan. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan sebanyak 269 tuturan yang mengandung enam jenis presuposisi, yaitu presuposisi eksistensial 67 tuturan, presuposisi faktif 139 tuturan, presuposisi leksikal 24 tututan, presuposisi struktural 15 tuturan, presuposisi nonfaktif 11, dan presuposisi kontrafaktual 13 tuturan. Dengan demikian, hasil kajian ini memberikan gambaran tentang presuposisi yang muncul dalam percakapan resmi melalui debat politik.  

ANALISIS KESALAHAN PENERJEMAHAN PADA TAKARIR FILM THE INTOUCHABLES

This research discusses translation errors in the movie captions of The Intouchables. The purpose of this study is to identify and describe the types of translation errors in the movie subtitles and their causal factors. This research uses descriptive qualitative method. The source of the data is the French and Indonesian subtitles of The Intouchables. The data in this study are the dialog fragments of the characters of The Intouchables that have translation errors. The data collection technique uses free listening technique and note-taking technique as the follow-up technique. The data were then analyzed using Mossop's (2014) theory of editing and revision parameters. The results show that there are 88 translation errors and it can be summarized that of the twelve parameters, there are three parameters that are the largest, which is accuracy at 29.5%, mechanics at 26.1% and completeness at 15.9%. The other parameters are Sub-language 10.2%, Smoothness 8%, Facts 5.7%, Logic 3.4% and Tailoring 1.1%. The causes of these errors are due to lack of mastery of Source Language, vocabulary, grammatical knowledge of BSa, additional knowledge and lack of focus on the storyline. Penelitian ini membahas tentang kesalahan penerjemahan yang ada pada takarir film The Intouchables. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan jenis-jenis kesalahan penerjemahan pada takarir film beserta faktor-faktor penyebabnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data adalah takarir film The Intouchables dalam bahasa Prancis dan bahasa Indonesia. Data dalam penelitian ini berupa penggalan dialog para tokoh film The Intouchables yang memiliki kesalahan terjemahan, Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat sebagai teknik lanjutannya. Data kemudian dianalisis menggunakan teori parameter penyuntingan dan revisi Mossop (2014). Hasil menunjukkan bahwa terdapat 88 kesalahan terjemahan dan dapat disimpulkan bahwa dari kedua belas parameter tersebut, terdapat tiga parameter yang paling besar, yaitu accuracy sebanyak 29.5%, mechanics sebanyak 26.1% dan completeness 15.9%. Parameter lainnya yaitu Sub-language 10.2%, Smoothness 8%, Facts 5.7%, Logic 3.4% dan Tailoring 1.1%. Adapun penyebab dari terjadinya kesalahan-kesalahan ini adalah karena kurangnya penguasaan BSu, perbendaharaan kosakata, penguasaan gramatikal BSa, pengetahuan tambahan dan kurang fokus pada alur cerita.

EKSISTENSI PEREMPUAN DALAM NOVEL RAGAM NI SI MARIAN KARYA KARTINI SJAHRIR: KAJIAN FEMINISME EKSISTENSIALIS SIMONE DE BEAUVOIR

This research aims to examine the forms of women's existence in the novel "Ragam Ni Si Marian" by Kartini Sjahrir. The method used is qualitative descriptive with the existentialist feminist theory of Simone de Beauvoir. The results of the study in the novel "Ragam Ni Si Marian" by Kartini Sjahrir reveal four forms of women's existence, which include women being able to work, intellectual women, women working to achieve social transformation, and women rejecting their otherness. All four are illustrated through the female characters in the novel, namely Marian, Margriet, and Henrietta. Thus, the novel "Ragam Ni Si Marian" not only showcases but also serves as a social critique of society regarding gender injustice against women and provides insight into the importance of women's existence.   Penelitian ini bertujuan mengkaji bentuk-bentuk eksistensi perempuan dalam novel Ragam Ni Si Marian karya Kartini Sjahrir. Metode yang digunakan ialah deskriptif kualitatif dengan teori feminisme eksistensialis Simone de Beauvoir. Hasil penelitian dalam novel Ragam Ni Si Marian karya Kartini Sjahrir menunjukkan empat bentuk eksistensi perempuan yang mencakup perempuan dapat bekerja, perempuan intelektual, perempuan bekerja untuk mencapai transformasi sosial, dan perempuan menolak keliyanannya. Keempatnya diperlihatkan melalui tokoh-tokoh perempuan dalam novel, yaitu Marian, Margriet, dan Henrietta. Dengan demikian, novel Ragam Ni Si Marian memperlihatkan sekaligus menjadi kritik sosial bagi masyarakat mengenai ketidakadilan gender terhadap perempuan dan menjadi wawasan mengenai pentingnya eksistensi perempuan.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS SURAT DINAS SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 2 ULU IDANOTAE

Based on observations at SMP Negeri 2 Ulu Idanotae, the ability of seventh-grade students to write official letters is still low, especially in terms of structure, language, and content. This study aims to improve students’ skills in writing official letters through the implementation of the Student Teams Achievement Division (STAD) learning model in the 2024/2025 academic year. The research used Classroom Action Research (CAR) with four stages: planning, action, observation, and reflection. The results showed significant improvement. In Cycle I, students’ writing skills increased from 50% in the first meeting to 70% in the second meeting, while in Cycle II, they rose from 80% to 90%. Students’ learning activities also improved from 25%–73% in Cycle I to 80%–87% in Cycle II. Furthermore, the average test score increased from 68.2% in Cycle I to 86.3% in Cycle II. Thus, the STAD model is proven effective in enhancing students’ ability to write official letters. Keywords: Writing, Official Letter, STAD   Abstrak Berdasarkan hasil observasi di SMP Negeri 2 Ulu Idanotae, kemampuan siswa kelas VII dalam menulis surat dinas masih rendah, terutama pada aspek struktur, bahasa, dan isi surat. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan menulis surat dinas melalui penerapan model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) pada tahun ajaran 2024/2025. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan empat tahapan, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan. Pada siklus I, keterampilan menulis siswa meningkat dari 50% pada pertemuan pertama menjadi 70% pada pertemuan kedua, sedangkan pada siklus II meningkat dari 80% menjadi 90%. Aktivitas siswa juga naik dari 25%–73% pada siklus I menjadi 80%–87% pada siklus II. Nilai rata-rata tes belajar siswa meningkat dari 68,2% pada siklus I menjadi 86,3% pada siklus II. Dengan demikian, model STAD terbukti efektif meningkatkan kemampuan menulis surat dinas.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI TEKS NEGOSIASI KELAS X SMA NEGERI 1 GIDO

This study aims to determine the effect of the Problem Based Learning learning model on students' ability to understand negotiation text material in class X of SMA Negeri 1 Gido. The research used a quantitative approach with an experimental design. The research subjects were 30 students in the experimental class X-I and 30 students in the control class X-II. The research instruments were tests, namely pre-tests and post-tests. Data collection techniques included tests, observation sheets, and documentation. Data analysis techniques included normality tests, homogeneity tests, and hypothesis tests. Based on the post-test (final test) results, the control class of 30 students achieved an average score of 70.33, while the experimental class of 30 students achieved an average score of 84. Based on the research results. It can be concluded that there is an effect of the Problem-Based Learning model on negotiation text material in Grade X at SMA Negeri 1 Gido. Recommendations: 1) For teachers, in the learning process, it is advisable to choose a learning model that is appropriate by considering the relevance of the material and learning objectives. 2) For future researchers, it is hoped that the results of this study can be developed and used as a reference or guideline for future researchers.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning terhadap kemampuan peserta didik dalam memahami materi teks negosiasi di kelas X SMA Negeri 1 Gido. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen. Subjek penelitian ini peserta didik kelas eksperimen X-I yang berjumlah 30 dan kelas control X-II berjumlah 30 peserta didik. Instrumen penelitian ini berupa tes, yaitu pre-test dan post-test. Teknik pengumpulan data, yaitu tes, lembar observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data berupa uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Berdasarkan hasil post-test (test akhir) pada kelas kontrol yang berjumlah 30 peserta didik memperoleh dengan rata-rata 70,33 dan hasil post-test (test akhir) kelas eksperimen yang berjumlah 30 peserta didik memperoleh nilai dengan rata- rata 84. Berdasarkan hasil penelitian. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning pada materi teks negosiasi kelas X SMA Negeri 1 Gido, saran 1) Bagi guru, Dalam proses pembelajaran sebaiknya memilih model pembelajaran yang sesuai dengan memperhatikan relevansi materi dan tujuan pembelajaran. 2) Kepada peneliti selanjutnya, diharapkan agar hasil penelitian ini dapat dikembangkan dan dijadikan sebagai acuan ataupun pedoman bagi peneliti selanjutnya.

UNSUR BUDAYA DALAM NOVEL NEGARABATIN: NEGERI DI BALIK BUKIT KARYA UDO Z. KARZI DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA LAMPUNG DI SEKOLAH

This study aims to describe the cultural elements in the novel Negarabatin: Negeri di Balik Bukit by Udo Z. Karzi and their implications for teaching the Lampung language in schools. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through reading and note-taking techniques, then analyzed using content analysis. The results show that six of the seven cultural elements of Lampung are depicted in the novel. Language is reflected in the use of traditional words such as memmang, ugu tegolan, and greetings like pakngah and paklunik. Knowledge elements are evident in traditional healing practices using jerangau and jahhik, as well as the preparation of traditional foods like kekalik. Social organization is seen in the system of greetings and decision-making within families. Tools and technology are depicted through bamboo ladders, stoves, and petromax lamps. Livelihoods are represented through farming activities, nayuh, and belangok, while religion is reflected in rituals such as ngakan menyan and ngebebali. These findings can serve as teaching materials for Lampung language classes in Grade 10 Phase E, particularly the reading and viewing elements of the Merdeka Curriculum.   Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan unsur-unsur budaya dalam Novel Negarabatin: Negeri di Balik Bukit karya Udo Z. Karzi serta implikasinya dalam pembelajaran Bahasa Lampung di sekolah. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui teknik baca dan catat, lalu dianalisis dengan analisis isi. Hasil menunjukkan enam dari tujuh unsur budaya Lampung tergambar dalam novel. Bahasa tercermin dari penggunaan kata tradisional seperti memmang, ugu tegolan, dan sapaan seperti pakngah dan paklunik. Unsur pengetahuan tampak dalam praktik pengobatan dengan jerangau dan jahhik, serta pembuatan makanan khas kekalik. Organisasi sosial terlihat dari sistem sapaan dan keputusan dalam keluarga. Peralatan dan teknologi digambarkan melalui tangga bambu, tungku, dan petromaks. Mata pencaharian muncul lewat aktivitas bertani, nayuh, dan belangok, sedangkan religi melalui ritual ngakan menyan dan ngebebali. Temuan ini dapat dijadikan sebagai bahan ajar Bahasa Lampung kelas X Fase E, khususnya elemen membaca dan memirsa dalam Kurikulum Merdeka.

EKSISTENSI PEREMPUAN TOKOH UTAMA NOVEL RE;NKARNASI KARYA MAMAN SUHERMAN DAN HAYUNING SUMBADRA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA

The research aims to examine and describe the forms of female resistance in the novel as expressions of self-existence, based on Simone de Beauvoir’s existentialist feminist theory. The study employs a descriptive qualitative method with an existential feminist approach. Data were obtained from excerpts in the novel Re;nkarnasi that reflect the main female character's existence. The findings show that Re;nkarnasi presents the female protagonist as an individual who rejects "Otherness." The most prominent indicator of existence is the rejection of subordination. The character expresses various forms of resistance against othering, societal discrimination, and degrading stereotypes toward women. Other indicators—such as social transformation, intellectual engagement, and the ability to work—appear less frequently but reflect the protagonist’s perseverance in facing social and emotional pressures. The study's educational implication lies in teaching novel texts using Indonesian language student worksheets (LKPD) for Grade XII, Phase F. The LKPD is designed with a deep learning and contextual approach to foster students' critical understanding of gender issues.   Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan bentuk-bentuk perlawanan perempuan dalam novel tersebut sebagai wujud eksistensi diri berdasarkan teori Simone de Beauvoir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan feminisme eksistensial. Sumber data diperoleh dari kutipan dalam novel Re;nkarnasi yang mencerminkan eksistensi tokoh utama perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Re;nkarnasi menampilkan tokoh utama perempuan sebagai individu menolak ke-Liyan-an. Indikator eksistensi yang paling banyak ditemukan adalah menolak subordinasi. Tokoh menyajikan berbagai bentuk perlawanan terhadap ke-liyan-an, diskriminasi masyarakat dan pelabelan yang merendahkan perempuan. Indikator lainnya, seperti transformasi sosial di masyarakat, menjadi intelektual, dan dapat bekerja, muncul dengan jumlah lebih sedikit menggambarkan keteguhan tokoh utama dalam menghadapi tekanan sosial dan emosional. Implikasi penelitian ini dalam pembelajaran sastra di SMA materi pembelajaran teks novel dengan pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik Bahasa Indonesia kelas XII fase F. LKPD dirancang dengan pendekatan deep learning dan pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan pemahaman kritis terhadap isu gender.

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN SMART BOX PADA MATERI TEKS BERITA DI KELAS VII SMP NEGERI 1 BOTOMUZOI

This study aims to develop interactive learning media known as Smart Box to improve students' understanding and participation in news text material in grade VII at SMP Negeri 1 Botomuzoi. The background to this problem is the low level of understanding and lack of student participation in the learning process. To achieve this objective, this study adopts a Research and Development (R&D) approach using the Borg and Gall model. This method involves the development of the Smart Box learning media product and its testing. The research sample consisted of two classes, with one class used as the product trial subject (6 students) and the other class for the usage trial (26 students). The results of the study indicate that the Smart Box learning media is proven to be feasible, practical, and effective. The validity of the content, language, and design reached 94%, indicating the product's feasibility. Additionally, the practicality of the product testing results reached 91.5% of the students, while the effectiveness of the usage testing reached an average of 81.12%. Therefore, the Smart Box learning media is recommended for use in news text learning.   Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif yang dikenal sebagai Smart Box untuk meningkatkan pemahaman dan keaktifan siswa pada materi teks berita di kelas VII SMP Negeri 1 Botomuzoi. Latar belakang masalah ini adalah rendahnya pemahaman dan kurangnya partisipasi siswa dalam proses pembelajaran. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini mengadopsi pendekatan penelitian dan pengembangan Research and Development (R&D) dengan menggunakan model Borg and Gall. Metode ini melibatkan pengembangan produk media pembelajaran Smart Box dan pengujiannya. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas di mana satu kelas digunakan sebagai subjek uji coba produk (6 siswa) dan kelas lainnya untuk uji coba pemakaian (26 siswa). Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran Smart Box terbukti layak, praktis, dan efektif. Tingkat validitas materi, bahasa, dan desain mencapai 94%, menunjukkan kelayakan produk. Selain itu, tingkat kepraktisan dari hasil uji coba produk mencapai 91,5% dari siswa, sementara tingkat keefektifan dari uji coba pemakaian mencapai rata-rata 81,12%. Dengan demikian, media pembelajaran Smart Box direkomendasikan untuk digunakan dalam pembelajaran teks berita.

MEMBACA(-ULANG) NARASI FIGUR PEREMPUAN DALAM CERITA LEGENDA INDONESIA

This study examines the construction of the mother figure in Indonesian legends using a motherism perspective. The main issue of this study is how motherhood narratives are presented in legendary texts and what cultural meanings are contained within them. The method used is descriptive qualitative with the research object being five folk tales collected from Lia Nuralia's book entitled Cerita Rakyat Nusantara (2009), namely “Putra Lokan”, “Batu Menangis”, “Cerita Bujang Lengong”, “Nyi Roro Kidul”, and “Putri Pandan Berduri”. The analysis focuses on the description of maternal narratives, their socio-cultural context, and the various representations of mother figures. The results of the study show that the legends of the archipelago represent mother figures in various forms: as a pillar of legitimacy for power (“Putra Lokan”), as a patient and obedient figure (“Batu Menangis”), as the ideal housewife (“Putri Pandan Berduri”), and as a powerful figure through spiritualism and magic (“Cerita Bujang Lengong” and “Nyi Roro Kidul”). These variations in representation confirm that the concept of motherhood in Nusantara legends is not singular, but rather dialectical between domestic obedience and symbolic resistance. Thus, legends are not only a legacy of oral literature, but also an ideological arena that negotiates the position of women in society.   Penelitian ini mengkaji konstruksi figur ibu dalam cerita legenda Nusantara dengan menggunakan perspektif ibuisme. Permasalahan utama penelitian ini adalah bagaimana narasi keibuan dihadirkan dalam teks-teks legenda dan apa makna kultural yang terkandung di baliknya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan objek penelitian berupa lima cerita rakyat yang dihimpun dari buku Lia Nuralia berjudul Cerita Rakyat Nusantara (2009), yakni “Putra Lokan”, “Batu Menangis”, “Cerita Bujang Lengong”, “Nyi Roro Kidul”, dan “Putri Pandan Berduri”. Analisis difokuskan pada deskripsi narasi keibuan, konteks sosial budaya yang melatarinya, serta ragam representasi figur ibu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa legenda-legenda Nusantara merepresentasikan figur ibu dalam bentuk yang beragam: sebagai penopang legitimasi kekuasaan (“Putra Lokan”), sebagai sosok sabar dan patuh (“Batu Menangis”), sebagai ibu rumah tangga ideal (“Putri Pandan Berduri”), serta sebagai figur berdaya melalui spiritualisme-magis (“Cerita Bujang Lengong” dan “Nyi Roro Kidul”). Variasi representasi tersebut menegaskan bahwa konsep ibuisme dalam legenda Nusantara tidak tunggal, melainkan dialektis antara kepatuhan domestik dan perlawanan simbolik. Dengan demikian, legenda bukan hanya warisan sastra lisan, melainkan juga arena ideologis yang menegosiasikan posisi perempuan dalam masyarakat.

STRUKTUR DAN FUNGSI KIAS KARYA JAMALUDDIN AK KHAJA NITI GAMA DALAM TRADISI LISAN MASYARAKAT LAMPUNG SELATAN

This study aims to describe the structure of the poem and the functions of kias (a form of traditional poetic expression) in the oral tradition of the South Lampung community, as well as its implications for Lampung language learning at the senior high school level. Kias, as a form of folk poetry, possesses rich aesthetic structures and socio-cultural functions that play an important role in preserving the identity of the Lampung people. This research employs a qualitative approach using descriptive and ethnographic methods. Data were collected through non-participatory observation, in-depth interviews, and documentation, with Jamaluddin AK Khaja Niti Gama, a traditional leader, as the main informant. The findings reveal that kias has structural elements including diction, imagery, concrete words, figures of speech, rhyme and rhythm, theme, tone, mood, message, and overall structure. Furthermore, the study shows that kias serves multiple functions, namely as a medium of entertainment, education, and social interaction.   Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur puisi dan fungsi dari kias dalam tradisi lisan masyarakat Lampung Selatan serta implikasinya terhadap pembelajaran Bahasa Lampung di jenjang SMA. Kias sebagai salah satu bentuk puisi rakyat memiliki kekayaan struktur estetis dan fungsi sosial budaya yang penting dalam mempertahankan identitas masyarakat Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan etnografi. Data diperoleh melalui observasi non partisipatif yaitu wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan tokoh adat Jamaluddin AK Khaja Niti Gama sebagai informan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kias memiliki struktur meliputi diksi, citraan/imaji, kata konkret, majas/gaya bahasa, rima dan irama, tema, nada, rasa, amanat dan kerangka kias. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukan bahwa kias memiliki fungsi. Pada data ditemukan tiga fungsi kias yang meliputi wahana hiburan, wahana edukasi dan wahana pergaulan silahturahmi.

ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN KATA BAKU DAN TIDAK BAKU DALAM PENULISAN TEKS PIDATO OLEH SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 LOLOWAU

This study aims to analyze errors in the use of standard and non-standard words in writing standard speech texts. The background of this study is students' limited understanding of standard and non standard words in writing speech texts. Many students lack the ability to write speech texts using standard words, resulting in difficulty choosing the right words. The purpose of this study was to analyze errors in the use of standard and non-standard words in speech texts. The author used a qualitative research method with a descriptive approach. Data collection techniques were obtained through observation, portfolios, and documentation. Data analysis techniques used were data reduction, data presentation, and analysis guidelines. From the author's research, in general, many students still lack an understanding of standard and non-standard words. This indicates that students are more accustomed to using informal words they use everyday, such as "nga" (non-standard), "karena" (because), and "pede" (pede). However, the level of errors varies across students, with some students making 2-6 errors, while others make more. These errors indicate a lack of understanding in the use of standard and non-standard words.   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan penggunaan kata baku dan tidak baku  dalam menulis teks pidato baku, dalam latar belakang penelitian ini minimnya pemahaman siswa tentang kata baku dan tidak baku dalam penulisan teks pidato, banyak siswa yang kurang dalam penulisan teks pidato dengan menggunakan kata baku sehingga kesulitan dalam memilih kata yang tepat dalam menulis teks pidato. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kesalahan penggunaan kata baku dan tidak baku dalam teks pidato. Metode penelitian yang digunakan penulis yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi, Portofolio, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan reduksi data, penyajian data dan panduan analisis. Dari penelitian yang dilakukan oleh penulis, secara garis besar masih banyak siswa yang kurang mengerti tentang kata baku dan tidak baku, hal ini menunjukkan bahwa siswa lebih terbiasa menggunakan kata informal yang mereka gunakan sehari-hari seperti kata enggak, karena dan pede. Tetapi tingkat kesalahan pada siswa tersebut berbeda-beda ada siswa yang terdapat kesalahan 2-6 kesalahan dan ada juga yang lebih dari itu. Kesalahan tersebut menunjukkan kurangnya pemahaman dalam penggunaan kata baku dan tidak baku.

ANALISIS KETERAMPILAN MENULIS SURAT DINAS SISWA KELAS VII SMP NEGERI 5 LAHEWA

This research aims to describe the ability of seventh-grade students at SMP Negeri 5 Lahewa in writing official letters. Writing skills are one of the essential aspects of learning Indonesian, as through writing activities, students can express ideas, thoughts, and feelings in written form. The type of letter that becomes the focus of this study is the official letter, which is a formal letter used for official purposes and follows standard rules in its composition. The research method employed is descriptive qualitative. The data sources of this study were 22 seventh-grade students of SMP Negeri 5 Lahewa. Data were collected through a test of writing official letters and analyzed based on the completeness and accuracy of letter structure, including letterhead, date, letter number, attachment, subject, recipient’s address, salutation, body, closing, signature, full name, and copy. The results of the study show that most students were able to write official letters by considering the basic structure of the letter. However, some weaknesses were still found, such as errors in placing letter parts, inappropriate use of language, and incomplete elements such as letter numbers and copies. These findings indicate that students need more intensive practice and more structured learning regarding the rules of writing official letters to be able to produce writings that meet standard conventions.   Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan menulis surat dinas siswa kelas VII SMP Negeri 5 Lahewa. Keterampilan menulis merupakan salah satu aspek penting dalam pembelajaran bahasa Indonesia karena melalui kegiatan menulis siswa dapat mengekspresikan ide, gagasan, dan perasaan secara tertulis. Jenis surat yang menjadi fokus penelitian adalah surat dinas, yaitu surat resmi yang digunakan untuk kepentingan kedinasan dan memiliki aturan baku dalam penulisan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah 22 siswa kelas VII SMP Negeri 5 Lahewa. Data dikumpulkan melalui tes menulis surat dinas, kemudian dianalisis berdasarkan kelengkapan dan ketepatan struktur surat, meliputi kepala surat, tanggal surat, nomor surat, lampiran, perihal, alamat tujuan, salam pembuka, isi surat, salam penutup, tanda tangan, nama terang, dan tembusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa sudah mampu menulis surat dinas dengan memperhatikan struktur dasar surat. Namun, masih ditemukan beberapa kelemahan, di antaranya kesalahan dalam penempatan bagian surat, ketidaktepatan bahasa yang digunakan, serta kurang lengkapnya unsur-unsur tertentu seperti nomor surat dan tembusan. Temuan ini mengindikasikan bahwa siswa perlu mendapatkan latihan intensif serta pembelajaran yang lebih terarah mengenai kaidah penulisan surat dinas agar mampu menghasilkan tulisan yang sesuai dengan aturan baku.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SQ4R UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MEMBACA CERITA FIKSI KELAS VIII DI SMP NEGERI 1 ULUNOYO

Based on the results of interviews with Indonesian language teachers at SMP Negeri 1 Ulunoyo, Mr. Berkat Firdaus Lase, S.Pd., it was explained that students' ability to read fictional stories still needs to be improved. This study aims to improve students' ability to read fictional stories by using the SQ4R model. This type of research is Classroom Action Research (CAR), which consists of four stages, namely: 1) planning, 2) action, 3) observation, and 4) reflection. This study was conducted in 2 cycles. In the first cycle, students' ability to read fictional stories showed an average score of 44%, with the highest score of 85 and the lowest score of 14. In the second cycle, students' ability to read fictional stories increased by 83%, with the highest score of 100% and the lowest score of 42%. The results of this study indicate that using the SQ4R learning model can have a positive impact on improving the ability to read fictional stories. Researchers also recommend that teachers at smp Negeri 1 Ulunoyo use the SQ4R learning model for Indonesian language learning.   Berdasarkan  hasil wawancara dengan guru bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Ulunoyo, Bapak Berkat Firdaus Lase, S.Pd., Dijelaskan bahwa kemampuan siswa dalam membaca cerita fiksi masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca cerita fiksi dengan menggunakan model SQ4R. Jenis penelitian ini adalah penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang terdiri dari empat tahap yaitu: 1) perencanaan, 2) tindakan, 3) observasi, dan 4) refleksi. penelitian ini dilaksanakan 2 siklus.  Pada siklus pertama kemampuan siswa dalam membaca cerita fiksi menunjukkan hasil rata-rata nilai siswa 44%, dengan skor tertinggi  85 dan skor terendah 14. pada siklus kedua, kemampuan siswa dalam membaca cerita fiksi skor menjadi meningkat 83%, dengan skor tertinggi 100% dan skor terendah 42%. hasil penelitian ini menunjukan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran SQ4R dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan kemampuan membaca cerita fiksi. Peneliti juga merekomendasikan agar guru di SMP Negeri 1 Ulunoyo menggunakan model pembelajaran SQ4R terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia.

GURU HEBAT DI ERA DIGITAL: MENELUSURI JEJAK PENGEMBANGAN KOMPETENSI MELALUI STUDI LITERATUR

The transformation of education in the digital era requires teachers to go beyond being mere transmitters of knowledge they must also serve as innovative, adaptive, and tech-savvy learning facilitators. This study aims to analyze the development of teacher competencies in the digital age through a literature review of relevant scholarly sources. The findings reveal that technological mastery is a critical foundation of 21st-century teacher professionalism, especially in the post-COVID-19 context. However, challenges persist, including low digital literacy, infrastructure limitations, and disparities in age and geographic location. Therefore, continuous modular-based training, integration of digital platforms (such as Canva, Google Workspace, and LMS), and the adoption of artificial intelligence (AI) are key strategies for strengthening teacher competence. In addition to national policy support such as the Program Guru Penggerak dan Pendidikan Profesi Guru (PPG) strengthening professional learning communities is necessary to foster a collaborative ecosystem. Thus, great teachers in the digital era are not only those who master technology but also those who possess pedagogical reflection, ethical digital literacy, and a commitment to creating contextual and sustainable learning.   Transformasi pendidikan di era digital menuntut guru tidak hanya sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai fasilitator pembelajaran yang inovatif, adaptif, dan melek teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan kompetensi guru di era digital melalui studi literatur dari berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penguasaan teknologi menjadi fondasi utama dalam profesionalisme guru abad ke-21, terutama pasca pandemi COVID-19. Namun demikian, tantangan masih dihadapi, seperti rendahnya literasi digital, keterbatasan infrastruktur, serta kesenjangan usia dan wilayah. Oleh karena itu, pelatihan berkelanjutan berbasis modular, integrasi platform digital (seperti Canva, Google Workspace, dan LMS), serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) menjadi strategi kunci dalam penguatan kompetensi guru. Selain dukungan kebijakan seperti Program Guru Penggerak dan Pendidikan Profesi Guru (PPG), penguatan komunitas belajar profesional juga diperlukan guna menciptakan ekosistem kolaboratif. Dengan demikian, guru hebat di era digital adalah mereka yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga memiliki refleksi pedagogis, literasi digital yang etis, serta komitmen dalam menciptakan pembelajaran yang kontekstual dan berkelanjutan.

GAYA BAHASA PERBANDINGAN DALAM TEKS PEPACCUR MASYARAKAT TERBANGGI ILIR KARYA AHMAD FAUZI

This study aims to describe the comparative language style in the pepaccur text of the Terbanggi Ilir community as a form of Lampung folk poetry that is rich in linguistic value and plays an important role in maintaining identity and culture. The study used a qualitative approach with descriptive and ethnographic methods. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation with local traditional leaders. The results of the study indicate the presence of three types of comparative language style, namely simile, metaphor, and antithesis. These three language styles function to embellish speech, strengthen traditional messages, facilitate listeners' understanding, and provide an aesthetic effect on the pepaccur. This finding confirms that the comparative language style in pepaccur is not only an aesthetic element, but also a means of inheriting the cultural values of the Lampung community, especially in Terbanggi Ilir.   Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan gaya bahasa perbandingan dalam teks pepaccur masyarakat Terbanggi Ilir sebagai salah satu bentuk puisi rakyat Lampung yang kaya nilai bahasa serta berperan penting dalam mempertahankan identitas dan budaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi bersama tokoh adat setempat. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga jenis gaya bahasa perbandingan, yaitu perumpamaan (simile), metafora, dan antitesis. Ketiga gaya bahasa tersebut berfungsi memperindah tuturan, memperkuat pesan adat, memudahkan pemahaman pendengar, serta memberikan efek estetis pada pepaccur. Temuan ini menegaskan bahwa gaya bahasa perbandingan dalam pepaccur tidak hanya menjadi unsur estetika, tetapi juga sarana pewarisan nilai budaya masyarakat Lampung, khususnya di Terbanggi Ilir.

PENGARUH KOMPETENSI INDIVIDU TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN EFIKASI DIRI SEBAGAI VARIABEL MODERASI

The purpose of this study is to empirically test the influence of individual competence on employee performance. This study uses a quantitative approach method, with a population of 422 and a sample of 81 participants based on the Slovin formula. The data collection technique uses the Linkert scale method and the research instruments used are the scale of individual competence, self-efficacy and employee performance. Data analysis uses MRA (Moderated Regression Analysis). Based on the results of data analysis, it was found that individual competence significantly influences the performance of educational staff at the State Islamic University of Malang. However, self-efficacy cannot moderate the relationship between individual competence and employee performance. Therefore, even though self-efficacy does not moderate the relationship, it is important for institutional leaders to improve employee self-efficacy through education and training to improve overall employee performance. This study supports the theory that individual competence influences employee performance and shows that competent and reliable resources are needed to improve service quality. Thus, the results of this study demonstrate the importance of developing individual competence in improving employee performance and emphasize the important role of institutional leaders in developing quality human resources.   Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji secara empiris pengaruh kompetensi individu terhadap kinerja pegawai. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif, dengan jumlah populasi sebanyak 422 dan sampel 81 partisipan dengan berdasarkan rumus slovin. Teknik pengumpulan data menggunakan metode skala linkert serta Intrumen penelitian yang digunakan adalah skala kompetensi individu, efikasi diri dan kinerja pegawai. Analisis data menggunakan MRA (Moderated Regression Analysis). Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan bahwa kompetensi individu berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai tenaga kependidikan di Universitas Islam Negeri Malang. Namun, efikasi diri tidak dapat memoderasi hubungan antara kompetensi individu dan kinerja pegawai. Oleh karena itu, meskipun efikasi diri tidak memoderasi hubungan tersebut, penting bagi pimpinan lembaga untuk meningkatkan efikasi diri karyawan melalui pendidikan dan pelatihan guna meningkatkan kinerja pegawai secara keseluruhan. Penelitian ini mendukung teori bahwa kompetensi individu mempengaruhi kinerja pegawai, dan menunjukkan bahwa sumber daya yang kompeten dan handal diperlukan dalam meningkatkan mutu layanan. Dengan demikian, hasil penelitian ini memperlihatkan pentingnya pengembangan kompetensi individu dalam meningkatkan kinerja pegawai, dan menekankan pentingnya peran pimpinan lembaga dalam mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas.

PINCAK KHAKOT SEBAGAI REPRESENTASI NILAI BUDAYA DAN IDENTITAS ADAT SAIBATIN DI PESISIR LAMPUNG

The Pincak Khakot tradition represents one of the cultural heritages of the Saibatin community in coastal Lampung, combining elements of martial arts, dance, and spirituality. This traditional performance functions not only as entertainment but also as a representation of cultural values and social identity among coastal communities. This study aims to describe the philosophical meanings, social functions, and cultural values contained in the Pincak Khakot performance, as well as its integration with the Butabuh musical tradition as accompaniment. The research employed a qualitative descriptive approach using observation, in-depth interviews, and literature review, conducted in Pekon Kutadalom, Gisting District, Tanggamus Regency, Lampung. The findings reveal that Pincak Khakot movements such as kumbang datas, kumbang bawah, kumbang layang, and benang kusuk symbolize courage, honor, and balance in life. Meanwhile, Butabuh strengthens the spiritual dimension through rhythmic rebana beats and matan chants. The integration of these two traditions reflects harmony between physical and spiritual strength, as well as between Islamic and local cultural values, thus reinforcing the collective identity of the Saibatin people in coastal Lampung.   Tradisi Pincak Khakot merupakan salah satu warisan budaya masyarakat adat Saibatin di Pesisir Lampung yang memadukan unsur seni bela diri, tari, dan nilai spiritual. Kesenian ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai representasi nilai budaya dan identitas sosial masyarakat pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna filosofis, fungsi sosial, dan nilai budaya yang terkandung dalam pertunjukan Pincak Khakot serta keterpaduannya dengan tradisi musik Butabuh sebagai pengiring. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi, wawancara mendalam, dan studi kepustakaan, yang dilaksanakan di Pekon Kutadalom, Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus, Lampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerakan Pincak Khakot seperti kumbang datas, kumbang bawah, kumbang layang, dan benang kusuk mengandung makna simbolik tentang keberanian, kehormatan, dan keseimbangan hidup. Tradisi Butabuh berperan memperkuat dimensi spiritual melalui lantunan syair matan dan irama rebana. Keterpaduan keduanya mencerminkan harmoni antara kekuatan fisik dan spiritual serta menjadi simbol identitas adat Saibatin yang berlandaskan nilai Islam dan budaya lokal.

THE ANALYSIS CLASS AVERAGE ACQUISITION OF B CLASS NURSING STUDENTS 2022 COHORT IN MOLUCCAS CHRISTIAN UNIVERSITY OF INDONESIA

This paper presents a reality fact about the Acquisition Class Average of B class nursing students 2022 generations in Moluccas Christian University of Indonesia.  This cohort consists of four classes, but the researcher conducts the research only at B class. To achieve the credibi-lity of data for this research, the researcher uses the data of class average from B class average. So, the researcher conducts the analysis of B class average acquisition nursing student 2022 cohort. Finally, through this paper we can prove that there are some factors that can be influenced the class average acquisition of B class 2022 cohort nursing students in Moluccas Christian University of Indonesia. Shortly, we can conclude that B class of 2022 cohort has  higher class average point than the other classes.                                                                                             Penelitian ini membahas sebuah fakta tentang pemerolehan nilai rata-rata kelas dari kelas B Angkatan 2022 mahasiswa Keperawatan Universitas Kristen Indonesia Maluku. Angkatan ini terdiri dari 4 kelas, yaitu kelas A, B, C, dan D. Tetapi peneliti hanya meneliti 1 kelas saja yaitu kelas B. Untuk mencapai kredibilitas data penelitian ini, peneliti menggunakan Data Nilai Pemerolehan Rata Rata Kelas pada kelas B saja. Akhirnya, melalui makalah ini kita dapat membuktikan adanya beberapa faktor yang mempengaruhi pemerolehan rata rata kelas dari kelas B pada mahasiswa keperawatan angkatan 2022 di Universitas Kristen Indonesia Maluku. Ringkasnya, kami dapat menyimpulkan bahwa kelas B Angkatan 2022 mempunyai nilai rata rata kelas yang lebih tinggi daripada pemerolehan rata rata kelas lainnya.

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS MELALUI RADEC DAN CANVA: INOVASI PEMBELAJARAN TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI DI SMK NEGERI 4 SELUMA

This study aims to enhance students’ ability to write Observation Report Texts (LHO) through a student-centered, contextual, and technology-integrated approach. The research involved 40 students of Grade X MPLB and was conducted over two cycles from July to September 2025. Data were collected through video recordings, classroom observations, and written assessments, then analyzed using both qualitative and quantitative methods. The results showed a significant improvement: the average score increased from 66.69 (pre-action) to 74.5 in Cycle I and further to 79.77 in Cycle II, with the classical completeness percentage rising from 32.5% to 85%. The integration of the RADEC model and Canva proved effective in fostering 21st-century skills—such as critical thinking, creativity, collaboration, and communication—and in enhancing students’ motivation and the overall quality of their written work. This study provides practical contributions for teachers and schools in developing technology-based literacy instruction that aligns with the Merdeka Curriculum and the demands of the modern workforce.   Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis teks LHO melalui pendekatan yang berpusat pada siswa, kontekstual, dan memanfaatkan teknologi. Subjek penelitian adalah 40 siswa kelas X MPLB, dengan pelaksanaan selama dua siklus pada Juli–September 2025. Data dikumpulkan melalui rekaman video, observasi, dan penilaian tertulis, lalu dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan: rata-rata nilai meningkat dari 66,69 (pra-tindakan) menjadi 74,5 pada siklus I dan 79,77 pada siklus II, dengan persentase ketuntasan klasikal naik dari 32,5% menjadi 85%. Integrasi RADEC dan Canva terbukti efektif dalam melatih keterampilan abad ke-21—seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi—serta meningkatkan motivasi dan kualitas hasil tulisan siswa. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi guru dan sekolah dalam mengembangkan pembelajaran literasi berbasis teknologi yang relevan dengan Kurikulum Merdeka dan kebutuhan dunia kerja modern.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE (TTW) TERHADAP KEMAMPUAN MENELAAH UNSUR-UNSUR KEBAHASAAN BERITA DI SMP SWASTA KRISTEN TOMOSA 1

The purpose of this study is to determine the effect of the Think Talk Write (TTW) learning model on the ability to analyze the linguistic elements of news at Tomosa 1 Private Christian Junior High School. Thesis. Advisor: Riana, S.Pd., M.Pd. This study uses a quasi-experimental design with a non-equivalent control group design. The research procedures were as follows: 1) Conducting a pretest (initial test), 2) Implementing the treatment or intervention, and 3) Conducting a posttest (final test). The variables in this study were 1) the Think Talk Write learning model as the independent variable, and 2) students' learning outcomes on news language elements as the dependent variable. The population in this study was grade VII, which was divided into two classes, namely class VII-A with 20 students and class VII-B with 20 students, so that the total population was 40 students, and sampling was carried out using the saturated sampling technique. Based on all the tests conducted, it can be concluded that the Think Talk Write (TTW) learning model has an effect on the ability of seventh-grade students to analyze the linguistic elements of news. It can be seen that in the hypothesis test results, the t-value obtained was (2-tailed) <0.001 <0.05, so Ho was rejected and Ha was accepted. However, if the t-value is greater than the critical t-value (11.228 > 2.024), then the null hypothesis (Ho) is rejected and the alternative hypothesis (Ha) is accepted, leading to the conclusion that “There is an influence of the think talk write (TTW) learning model on the ability to analyze the linguistic elements of news in grade VII of Tomosa 1 Private Christian Junior High School.   Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Think Talk Write (TTW) Terhadap Kemampuan Menelaah Unsur-unsur Kebahasaan Berita Di SMP Swasta Kristen Tomosa 1. Skripsi. Pembimbing Riana, S.Pd.,M.Pd. Penelitian ini menggunakan Kuasi (Semu) dengan desain Non-equivalent control group design. Prosedur pelaksanaan penelitian ini yaitu : 1) Melaksanakan Pretest (tes awal), 2) Melaksanakan perlakuan atau tindakan, dan 3) Melaksanakan Postest (tes akhir). Variabel dalam penelitian ini ialah 1) Model Pembelajaran Think Talk Write sebagai variabel bebas (independent), dan 2) Hasil belajar siswa pada materi unsur-unsur kebahasaan berita sebagai variabel terikat (dependent). Populasi dalam penelitian ini adalah kelas VII yang terbagi dalam dua kelas, yakni kelas VII-A yang berjumlah 20 siswa dan kelas VII-B yang berjumlah 20 siswa sehingga total populasi adalah 40 siswa, dan pengambilan sample dilakukan dengan menggunakan teknik sampling jenuh. Berdasarkan seluruh pengujian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Think Talk Write (TTW) memiliki pengaruh terhadap kemampuanh menelaah unsur-unsur kebahasaan berita siswa kelas VII. Dapat diketahui bahwa pada hasil uji hipotesis yang memperoleh hasil thitung dengan hasil (2-tailed) <0,001 <0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Namun, jika dilihat nilai atau thitung > ttabel atau 11,228 > 2,024, maka Ho ditolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa “ Ada pengaruh model pembelajaran  think talk write (TTW) terhadap kemampuan menelaah unsur-unsur kebahasaan berita di kelas VII SMP Swasta Kristen Tomosa 1”.

GENDER DIFFERENCE OF POLITENESS STRATEGIES IN THE EXPRESSION TRAUMA AND TOXICITY: THE HALSEY AND STEVEN BARTLETT PODCAST

This study analyses gender-oriented language politeness strategies in the expression of emotional trauma and toxicity in Halsey and Steven Barlett's podcast. Using Brown and Levinson's (1987) politeness strategy theory, this study explores how participants of different genders choose and use linguistic strategies in talking about intense emotional experiences. Data were collected through episode transcripts, which were analysed qualitatively to identify the face-saving and face-threatening strategies used and the role of gender identity in these communication patterns. This research shows that gender influences the choice of politeness strategies in trauma and toxicity, reflecting power dynamics, empathy, and the construction of self-identity in public communication.

EVALUASI KUALITAS PENGGUNAAN PLATFORM RUANG GTK OLEH GURU DI SMP NEGERI 1 LONG BAGUN MENGGUNAKAN MODEL WEBQUAL 4.0

The utilization of digital technology in the education sector has become a crucial element in improving service quality, including in data management, administration, and teacher performance. This study aims to evaluate the quality of the Ruang GTK platform usage by teachers at SMP Negeri 1 Long Bagun, Mahakam Ulu Regency, East Kalimantan. The evaluation focused on four main aspects: usability (ease of use), user satisfaction (level of acceptance and comfort), efficiency (time and resource savings), and effectiveness (ability to achieve work goals). This research employed a qualitative descriptive approach with data collection through questionnaires filled out by 31 teachers at SMP Negeri 1 Long Bagun. The results indicate that the usability aspect was rated as good, with a platform interface that was easy to understand and features that were relatively quick to master. Regarding efficiency, teachers felt helped in completing tasks in a shorter time without burdening their devices. The effectiveness aspect also showed positive results, as the platform supported the achievement of administrative and learning objectives. Meanwhile, the level of user satisfaction was high, although some difficulties were still found with navigation and searching for specific features. This study recommends improving the interface and enhancing navigation features to improve the overall user experience, especially for teachers in areas with limited digital infrastructure.   Pemanfaatan teknologi digital dalam sektor pendidikan menjadi elemen penting dalam mendukung peningkatan mutu layanan, termasuk dalam hal pengelolaan data, administrasi dan kinerja guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas penggunaan platform Ruang GTK oleh guru di SMP Negeri 1 Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur. Evaluasi dilakukan dengan menitikberatkan pada empat aspek utama, yaitu usability (kemudahan penggunaan), kepuasan pengguna (tingkat penerimaan dan kenyamanan), efisiensi (penghematan waktu dan sumber daya), dan efektivitas (kemampuan mencapai tujuan kerja),. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner yang diisi oleh 31 guru di SMP Negeri 1 Long Bagun. Hasil menunjukkan bahwa aspek usability dinilai baik, dengan tampilan platform yang mudah dipahami dan fitur yang relatif cepat dikuasai. Pada aspek efisiensi, guru merasa terbantu dalam menyelesaikan tugas dengan waktu lebih singkat dan tanpa membebani perangkat. Aspek efektivitas juga menunjukkan hasil positif, karena platform mendukung pencapaian tujuan administratif dan pembelajaran. Sementara itu, tingkat kepuasan pengguna tergolong tinggi, meskipun masih ditemukan kendala pada navigasi dan pencarian fitur tertentu. Penelitian ini merekomendasikan perbaikan antarmuka dan peningkatan fitur navigasi untuk meningkatkan pengalaman pengguna secara menyeluruh, terutama bagi guru di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur digital.

STRATEGI ASATIDZ DALAM MENGEMBANGKAN DISIPLIN SANTRI DI PONDOK PESANTREN MIFTAHUN NAJAH TANGKIT MUARO JAMBI

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang diterapkan oleh para Asatidz dalam membina dan mengembangkan kedisiplinan santri di Pondok Pesantren Miftahun Najah Tangkit. Permasalahan kedisiplinan yang sering terjadi, seperti pelanggaran tata tertib, menjadi tantangan tersendiri yang memerlukan pendekatan strategi dalam pembinaan karakter santri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Subjek penelitian meliputi pimpinan pondok, para ustadz dan ustadzah, mudabbir/mudabbiroh, serta beberapa santri sebagai informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Asatidz dalam menanamkan kedisiplinan meliputi empat aspek utama: keteladanan dalam keyakinan dan berperilaku, pengawasan yang terstruktur dan berkelanjutan, pemberian sanksi yang proporsional sesuai dengan tingkat pelanggaran, serta pelaksanaan monitoring dan evaluasi secara rutin melalui forum bersama antara Asatidz dan organisasi santri. Kesimpulannya, strategi ini terbukti efektif dalam membentuk kedisiplinan santri, tidak hanya dalam hal ketaatan terhadap aturan pondok, tetapi juga dalam menumbuhkan kesadaran pribadi santri akan pentingnya kedisiplinan sebagai nilai-nilai hidup yang harus dijalankan secara konsisten.   This study aims to identify the strategies implemented by Asatidz (Islamic teachers) in fostering and developing student discipline at Pondok Pesantren Miftahun Najah Tangkit. Disciplinary issues, such as violations of rules and regulations, often arise and present challenges that require strategic approaches to character development. The research employed a qualitative method with data collection techniques including observation, interviews, documentation, and literature study. Research subjects consisted of the pesantren leadership, teachers (ustadz/ustadzah), student supervisors (mudabbir/mudabbiroh), and several selected students. The findings reveal that the Asatidz employ four main strategies to instill discipline: serving as role models in attitude and behavior, implementing structured and continuous supervision, providing proportional sanctions based on the level of violations, and conducting regular monitoring and evaluation through joint forums between Asatidz and the student organization. In conclusion, these strategies have proven effective in shaping student discipline not only in terms of obedience to pesantren rules but also in fostering personal awareness of the importance of discipline as a core value in daily life.

ANALISIS KUALITAS PENGGUNAAN GOOGLE FORMULIR DALAM UJIAN KENAIKAN KELAS MENGGUNAKAN SYSTEM USABILITY SCALE (SUS)

This study aims to assess the usability quality of Google Forms as a platform for class promotion exams using the System Usability Scale (SUS). As technology rapidly evolves, Google Forms has become one of the most widely used tools in education, making the process of creating, distributing, and analyzing exam questions online easier. However, it is important to measure how effective this platform is in supporting the learning process. Through a quantitative approach and a questionnaire distributed to teachers who have used Google Forms, the study finds that most respondents rate the platform positively in terms of ease of use and efficiency. Nevertheless, aspects such as data security and grading flexibility still require more attention. This research is expected to provide valuable recommendations to enhance the quality and effectiveness of Google Forms in the education sector.   Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas penggunaan Google Formulir sebagai platform untuk ujian kenaikan kelas menggunakan pendekatan System Usability Scale (SUS). Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Google Formulir telah menjadi salah satu alat yang banyak digunakan dalam dunia pendidikan untuk mempermudah proses pembuatan, distribusi, dan analisis soal ujian secara online. Meski demikian, penting untuk mengukur sejauh mana platform ini efektif dalam mendukung proses pembelajaran. Melalui pendekatan kuantitatif dan desain kuesioner yang disebarkan kepada para guru yang telah menggunakan Google Formulir, penelitian ini menemukan bahwa sebagian besar responden memberikan penilaian positif terhadap kemudahan penggunaan dan efisiensi platform ini. Meskipun demikian, beberapa aspek seperti keamanan data dan fleksibilitas dalam penilaian masih perlu mendapatkan perhatian lebih. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi yang berguna untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas penggunaan Google Formulir di dunia pendidikan.

PENGEMBANGAN E-LKPD INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS PROSEDUR: PENDEKATAN PROJECT BASED LEARNING DENGAN MEDIA LIVEWORKSHEETS PADA PESERTA DIDIK SMP

This urgency prompted research on the development of interactive e-LKPD (Learning Worksheets) based on Project-Based Learning (PjBL) and Liveworksheets to improve junior high school students' procedural text writing skills. This study aims to describe the effectiveness of this media in supporting the language learning process, particularly writing skills. The research method used was research and development (R&D) with the ADDIE model, which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. Data were collected through observations, interviews, questionnaires, and writing skills tests. Data were then analyzed descriptively using qualitative and quantitative methods to assess student improvement. The results showed that the use of interactive e-LKPD based on Liveworksheets in PjBL learning significantly improved students' procedural text writing skills. This media was considered more engaging, practical, and capable of providing instant feedback while facilitating collaborative learning. These findings align with constructivism and multimodal learning theories and reinforce previous research on the effectiveness of digital media in learning.   Urgensi ini mendorong penelitian tentang pengembangan E-LKPD interaktif berbasis Project Based Learning (PjBL) dengan media Liveworksheets untuk meningkatkan keterampilan menulis teks prosedur siswa SMP. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas media tersebut dalam mendukung proses pembelajaran bahasa, khususnya keterampilan menulis. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, serta tes keterampilan menulis, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif untuk melihat peningkatan kemampuan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan E-LKPD interaktif berbasis Liveworksheets dalam pembelajaran PjBL secara signifikan meningkatkan keterampilan menulis teks prosedur siswa. Media ini dinilai lebih menarik, praktis, dan mampu memberikan umpan balik instan, sekaligus memfasilitasi pembelajaran kolaboratif. Temuan ini sejalan dengan teori konstruktivisme dan pembelajaran multimodal, serta memperkuat penelitian sebelumnya terkait efektivitas media digital dalam pembelajaran.

KONSTRUKSI MAKNA DALAM UNGKAPAN TRADISIONAL MASYARAKAT ADAT MEGOU PAK: KAJIAN ETNOLINGUISTIK

This study aims to ethnolinguistically examine the traditional expressions of the Megou Pak indigenous people in West Tulang Bawang as an effort to conserve and revitalize the language. The Megou Pak indigenous people, which historically consisted of four main clans—Buay Bulan, Buay Tegamoan, Buay Umpu, and Buay Aji—have a wealth of oral expressions rich in meaning and cultural values. However, amidst the current of modernization, the vitality of these expressions has the potential to decline. This study uses a qualitative approach with an ethnolinguistic and descriptive-analytical design. Data will be collected through in-depth interviews with traditional leaders (penyimbang) and elderly community figures, participatory observation in traditional activities, and documentation studies. The research location is centered in villages that are pockets of the Megou Pak indigenous people in West Tulang Bawang. The collected data will be analyzed semantically and contextually to identify the meaning, function, and values ​​contained in the expressions. The results show that the traditional expressions of the Megou Pak community function as self-management, social responsibility, sincerity, and mental resilience. Specifically, the phrase emphasizes the principle of flexibility as true strength, the importance of taking time to prepare, and the need for self-control and empathy.   Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara etnolinguistik ungkapan tradisional masyarakat adat Megou Pak di Tulang Bawang Barat sebagai upaya konservasi dan revitalisasi bahasa. Masyarakat adat Megou Pak, yang secara historis terdiri dari empat marga utama—Buay Bulan, Buay Tegamoan, Buay Umpu, dan Buay Aji—memiliki kekayaan ungkapan lisan yang sarat makna dan nilai budaya. Namun, di tengah arus modernisasi, vitalitas ungkapan-ungkapan ini berpotensi menurun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnolinguistik dan deskriptif-analitis. Data akan dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemuka adat (penyimbang) dan tokoh masyarakat sepuh, observasi partisipatif dalam kegiatan adat, serta studi dokumentasi. Lokasi penelitian berpusat di desa-desa yang menjadi kantong masyarakat adat Megou Pak di Tulang Bawang Barat. Data yang terkumpul akan dianalisis secara semantik dan kontekstual untuk mengidentifikasi makna, fungsi, dan nilai-nilai yang terkandung dalam ungkapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ungkapan tradisional masyarakat Megou Pak berfungsi sebagai manajemen diri, tanggung jawab sosial, keikhlasan, dan ketahanan mental. Secara spesifik, ungkapan tersebut menekankan prinsip kelenturan sebagai kekuatan sejati, pentingnya memanfaatkan waktu untuk persiapan, serta perlunya kontrol diri dan empati.

KRITIK SOSIAL DALAM FILM TUHAN IZINKAN AKU BERDOSA KARYA HANUNG BRAMANTYO: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA

This article presents an analysis of the social criticism contained in the film Tuhan Izinkan Aku Berdosa (God, Allow Me to Sin) directed by Hanung Bramantyo. This film was selected because its storyline reflects various social issues that are closely connected to the realities of Indonesian society. The purpose of this study is to identify and analyze the forms of social criticism presented in the film. This research is classified as qualitative research with content analysis of scenes that convey social messages, using a literary sociology approach. The results of the analysis show that the film contains criticism of various social problems in accordance with the theory of Gillin and Gillin (Soekanto, 2013), covering the areas of politics, economy, education, morality, family, gender, customs, technology, and religion. The film serves as a medium to express concerns about the erosion of human values and justice in society. This study is expected to enhance understanding of the importance of social criticism in literary works and contribute to the field of literary studies.   Artikel ini menyajikan analisis kritik sosial yang terkandung dalam film Tuhan Izinkan Aku Berdosa karya Hanung Bramantyo. Film ini dipilih karena cerita yang disajikan mampu merefleksikan berbagai isu sosial yang dekat dengan realitas kehidupan masyarakat Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk-bentuk kritik sosial yang ditampilkan dalam film Tuhan Izinkan Aku Berdosa. Penelelitian ini termasuk pada jenis penelitian kualitatif dengan analisis isi terhadap adegan-adegan yang memuat pesan sosial pendekatan yang digunakan adalah pendekatan sosiologi sastra. Hasil analisis menunjukkan bahwa film ini memuat kritik terhadap berbagai permasalahan sosial sesuai dengan pendapat Gillin dan Gillin (Soekanto 2013) dalam bidang politik, ekonomi, pendidikan, moral, keluarga, gender, kebiasaan, teknologi dan agama. Film ini dapat digunakan sebagai media untuk menyampaikan kritik terhadap lunturnya nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan dalam kehidupan bermasyarakat. Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan tentang pentingnya kritik sosial dalam karya sastra serta memberikan kontribusi dalam kajian sastra.

BENTUK TINDAK TUTUR ILOKUSI DIREKTIF DAN TINDAK TUTUR EKSPRESIF PADA NOVEL GADIS KRETEK

This study aims to describe the forms and functions of illocutionary speech acts, specifically directives and expressives, in the novel Gadis Kretek by Ratih Kumala. The background of this research is the significance of understanding how speech acts are used in literature to depict social dynamics, character relationships, and psychological expressions within novel dialogues. The research employed a descriptive qualitative method using documentary study and content analysis. Data were analyzed thoroughly based on pragmatic theory of illocutionary speech acts. The findings reveal that directive speech acts in the novel take the form of commands, prohibitions, invitations, and requests which serve as tools to influence characters’ actions and reflect social hierarchy. Meanwhile, expressive speech acts function to convey emotions, attitudes, and personalities of characters through expressions of gratitude, apologies, praise, and complaints. Both types of speech acts enrich character development and represent cultural values and social norms. In conclusion, the illocutionary speech act analysis in Gadis Kretek elucidates how language operates as a tool for communication and expression within literary and socio-cultural contexts. This study contributes significantly to the fields of pragmatics and contemporary Indonesian literature.   Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi tindak tutur ilokusi direktif dan ekspresif dalam novel Gadis Kretek karya Ratih Kumala. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya memahami bagaimana tindak tutur digunakan dalam karya sastra untuk menggambarkan dinamika sosial, relasi antar tokoh, serta ekspresi psikologis yang terkandung dalam dialog novel. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi dokumenter dan analisis isi. Data dianalisis secara mendalam berdasarkan teori pragmatik mengenai tindak tutur ilokusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur direktif dalam novel ini muncul dalam bentuk perintah, larangan, ajakan, dan permintaan yang berfungsi sebagai alat pengaruh untuk mengontrol tindakan tokoh lain serta mencerminkan hierarki sosial. Sementara itu, tindak tutur ekspresif berperan mengekspresikan emosi, sikap, dan kepribadian tokoh melalui ungkapan terima kasih, permintaan maaf, pujian, dan keluhan. Kedua bentuk tindak tutur ini tidak hanya memperkaya karakterisasi tokoh tetapi juga merepresentasikan nilai budaya dan norma sosial dalam masyarakat. Kesimpulannya, analisis tindak tutur ilokusi pada novel Gadis Kretek membantu memahami cara bahasa sebagai alat komunikasi dan ekspresi dalam konteks sastra dan sosial budaya. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi kajian pragmatik dan sastra Indonesia kontemporer.

PENGARUH METODE DEMONSTRASI TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PUISI SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 HILISERANGKAI

This study aims to determine the effect of the demonstration method on the poetry reading skills of eighth-grade students at SMP Negeri 2 Hiliserangkai. The research problem is the low level of expressive poetry reading skills, as evidenced by a lack of appreciation, monotonous expression, unvarying intonation, and unclear pronunciation. The demonstration method was chosen because teachers can provide direct examples of good poetry reading. This study employs a quasi-experimental quantitative approach with a pretest-posttest control group design. The research sample consists of two eighth-grade classes selected through total sampling, with VIII-1 as the experimental class and VIII-2 as the control class. The instrument used is a performance test covering empathy, expression, intonation, and pronunciation. The t-test results showed a significance value of 0.001 < 0.05, indicating a significant difference between the experimental and control classes. It was concluded that the demonstration method had a positive effect on improving expressive poetry reading skills.   Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh metode demonstrasi terhadap kemampuan membaca puisi siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Hiliserangkai. Permasalahan penelitian adalah rendahnya keterampilan membaca puisi secara ekspresif, terlihat dari kurangnya penghayatan, ekspresi monoton, intonasi tidak bervariasi, dan lafal kurang jelas. Metode demonstrasi dipilih karena guru dapat memberi contoh langsung membaca puisi dengan baik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimen semu dengan desain pretest-posttest control group. Sampel penelitian adalah dua kelas VIII yang ditentukan dengan total sampling, VIII-1 sebagai kelas eksperimen dan VIII-2 sebagai kontrol. Instrumen berupa tes performatif mencakup penghayatan, ekspresi, intonasi, dan lafal. Hasil uji-t menunjukkan nilai signifikansi 0,001 < 0,05, sehingga terdapat perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kontrol. Disimpulkan bahwa metode demonstrasi berpengaruh positif dalam meningkatkan kemampuan membaca puisi secara ekspresif.

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN SIMULASI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS PIDATO SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 MoRO’O

Based on an interview with the Indonesian language teacher at SMP Negeri 2 Moro'o, Ms. Rosdewi Gulo, S.Pd., it was explained that students' speech writing skills still need improvement. This study aims to improve students' speech writing skills using a simulation method. This type of research is Classroom Action Research (CAR), consisting of four stages: 1) planning, 2) action, 3) observation, and 4) reflection. This study was conducted in two cycles. In the first cycle, students' speech writing skills showed an average score of 58%, with a highest score of 83 and a lowest score of 34. In the second cycle, students' speech writing skills increased to 85%, with a highest score of 97 and a lowest score of 77. These results indicate that using a simulation learning method can have a positive impact on improving speech writing skills. The researcher also recommends that teachers at SMP Negeri 2 Moro'o use simulation learning methods in Indonesian language learning.   Berdasarkan  hasil wawancara dengan guru bahasa Indonesia di SMP Negeri 2 Moro’o, Ibu Rosdewi Gulo, S.Pd., Dijelaskan bahwa kemampuan siswa dalam menulis teks pidato masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks pidato dengan menggunakan metode simulasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang terdiri dari empat tahap yaitu: 1) perencanaan, 2) tindakan, 3) observasi, dan 4) refleksi. Penelitian ini dilaksanakan 2 siklus.  Pada siklus pertama kemampuan siswa dalam menulis teks pidato menunjukkan hasil rata-rata nilai siswa 58%, dengan skor tertinggi  83 dan skor terendah 34. pada siklus kedua, kemampuan siswa dalam menulis teks pidato skor menjadi meningkat 85%, dengan skor tertinggi 97 dan skor terendah 77. hasil penelitian ini menunjukan bahwa dengan menggunakan metode pembelajaran simulasi dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan kemampuan menulis teks pidato. Peneliti juga merekomendasikan agar guru di SMP Negeri 2 Moro’o menggunakan metode pembelajaran simulasi terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS TEKS BERITA SMP NEGERI 1 AFULU

This study was motivated by the low skills of students in writing news texts in Indonesian language subjects and learning activities are still dominantly teacher-centred. The purpose of the study was to determine the effect of Discovery Learning model on the skill of writing news text at SMP Negeri 1 Afulu. The research method used was quantitative method with experimental approach. The research design used was Nonequivalent Control Group Design. The research sample consisted of 2 classes, namely: Class VII-A as the experimental class with 25 students, while Class VII-B as the control class with 22 students. The results of the study: (1) The average score of students on news text writing skills in the Experimental Class was 82.20 with good criteria while in the Control Class it was 68.18 with sufficient criteria. (2) There is an effect of the Discovery Learning learning model on news text writing skills at SMP Negeri 1 Afulu according to the results of hypothesis testing with the tcount value (5.413) ≥ the ttable value (1.680) then the conclusion is accepted Ha and rejected H0.   Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan siswa dalam menulis teks berita pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan kegiatan pembelajaran masih dominan berpusat kepada guru. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Discovery Learning terhadap keterampilan menulis teks berita di SMP Negeri 1 Afulu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Desain penelitian yang digunakan yaitu Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas 2 kelas, yaitu: Kelas VII-A sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa sebanyak 25 orang, sedangkan Kelas VII-B sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa sebanyak 22 orang. Hasil penelitian: (1) Nilai rata-rata siswa terhadap keterampilan menulis teks berita di Kelas Eksperimen sebesar 82,20 dengan kriteria baik sedangkan di Kelas Kontrol sebesar 68,18 dengan kriteria cukup. (2) Adanya pengaruh model pembelajaran Discovery Learning terhadap keterampilan menulis teks berita di SMP Negeri 1 Afulu sesuai hasil uji hipotesis dengan nilai thitung (5,413) ≥ nilai ttabel (1,680) maka kesimpulannya diterima Ha dan ditolak H0. 

MODEL REGENERASI TARI PIRING 12 TANGGAMUS: STUDI KASUS DI KABUPATEN TANGGAMUS LAMPUNG

Tari Piring 12 merupakan salah satu warisan budaya yang ada di Kabupaten Tanggamus. Dengan berkembangnya kehidupan yang modern dan globalisasi, perlu adanya telaah proses regenerasi dan implikasinya terhadap generasi muda. Oleh sebab itu, penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan proses regenrasi tari Piring 12 di Kabupaten Tanggamus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologis. Subjek dalam penelitian ini adalah masyarakat yang berhubungan dengan tari piring 12 Tanggamus, yaitu keturunan ratu, guru seni budaya, pelatih tari, dan penari. Lokasi penelitian berada di Kabupaten Tanggamus Propinsi Lampung. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Sedangkan teknik analisis data dalam penelitian ini terdiri dari reduksi data (data reductions), display data (data display) dan kesimpulan atau verifikasi (conclution drawing/verification). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model regenerasi yang berjalan yaitu regenerasi miring (diagonal transmissions) oleh pelatih tari dan regenerasi mendatar (horizontal transmissions) oleh teman sebaya. Sedangkan regenrasi tegak (vertical transmissions) tidak berjalan.   The Piring 12 Dance is one of the cultural heritages in Tanggamus Regency. With the development of modern life and globalization, it is necessary to examine the regeneration process and its implications for the younger generation. Therefore, this study aims to describe the regeneration process of the Piring 12 dance in Tanggamus Regency. The method used in this study is a qualitative research type with a phenomenological approach. The subjects in this study are the community related to the Piring 12 dance in Tanggamus, namely the descendants of the queen, arts and culture teachers, dance trainers, and dancers. The research location is in Tanggamus Regency, Lampung Province. Data collection techniques used observation, interviews, documentation and literature studies. Meanwhile, data analysis techniques in this study consist of data reductions, data display and conclusions or verification (conclusion drawing/verification). The results of the study indicate that the regeneration model that is running is diagonal transmissions regeneration by dance trainers and horizontal transmissions regeneration by peers. While vertical transmissions regeneration does not work.

STUDI EFEKTIVITAS METODE RADEC TERHADAP PEMBELAJARAN MENULIS TEKS ANEKDOT PADA SISWA KELAS X SMK DARUSSALAM KARANGPUCUNG

The effectiveness of the RADEC approach in enhancing class X students' anecdotal writing skills at SMK Darussalam Karangpucung is the main subject of this study. This study employed a quantitative approach by administering a pre-test and a post-test. There were 32 pupils in each of the experimental and control groups. The study's findings demonstrate how well the RADEC method works to help class X students at SMK Darussalam Karangpucung produce anecdotal texts. When compared to the control class, the experimental class's average post-test score demonstrated better outcomes. As a result, the RADEC approach can be applied as an alternate teaching strategy to enhance writing abilities, particularly when it comes to creating anecdotal writings.   Efektivitas pendekatan RADEC dalam meningkatkan keterampilan menulis anekdot siswa kelas X di SMK Darussalam Karangpucung menjadi pokok bahasan utama dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memberikan tes awal dan tes akhir. Jumlah siswa dalam masing-masing kelompok eksperimen dan kontrol adalah 32 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode RADEC berhasil membantu siswa kelas X di SMK Darussalam Karangpucung dalam menghasilkan teks anekdot. Jika dibandingkan dengan kelas kontrol, nilai rata-rata tes akhir kelas eksperimen menunjukkan hasil yang lebih baik. Dengan demikian, pendekatan RADEC dapat digunakan sebagai salah satu alternatif strategi pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan menulis, khususnya dalam hal menulis anekdot.  

ANALISIS TEKNIK PENERJEMAHAN GENERALISASI DAN KESEPADANAN PADA TAKARIR FILM SERI LUPIN

This study aims to identify and analyze the use of the generalization translation technique and the level of equivalence in the subtitles of the Lupin series. The data were obtained from the French source text and the Indonesian target text taken from the official subtitles. The research employed a descriptive qualitative method, using documentation techniques for data collection, and was analyzed using Molina and Albir’s (2002) framework for generalization as well as the equivalence scale theory proposed by Nababan, Nuraeni, and Sumardiono (2012). The analysis reveals that the generalization technique was applied to simplify cultural terms and specific expressions that might be difficult for the target audience to comprehend. In terms of equivalence, most translations achieved semantic correspondence, although several shifts occurred due to insufficient consideration of the situational context within the film. These findings emphasize that the generalization technique can help maintain the comprehensibility of subtitles without eliminating the core message; however, its application should be balanced with fidelity to the original meaning to ensure the overall quality of the translation.   Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis penggunaan teknik penerjemahan generalisasi serta tingkat kesepadanan pada takarir film seri Lupin. Data diperoleh dari teks sumber berbahasa Prancis dan teks sasaran berbahasa Indonesia yang diambil dari takarir resmi. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik dokumentasi untuk mengumpulkan data, kemudian dianalisis menggunakan kerangka teori teknik penerjemahan Molina dan Albir (2002) untuk generalisasi serta teori skala kesepadanan yang dikemukakan oleh Nababan, Nuraeni, & Sumardiono (2012). Hasil analisis menunjukkan bahwa teknik generalisasi digunakan untuk menyederhanakan istilah budaya dan ungkapan khusus yang berpotensi sulit dipahami penonton sasaran. Dari segi kesepadanan, sebagian besar terjemahan mencapai kesepadanan makna, meskipun terdapat beberapa pergeseran akibat kurangnya pertimbangan konteks situasional dalam film. Temuan ini menegaskan bahwa teknik generalisasi dapat membantu menjaga keterpahaman takarir tanpa menghilangkan inti pesan, namun penerapannya perlu mempertimbangkan kesetiaan terhadap makna asli agar kualitas terjemahan tetap terjaga.

RANCANG BANGUN MEDIA PEMBELAJARAN «FRANÇAIS DES MÉDIAS» BERBASIS SOSIAL MEDIA INSTAGRAM

The purpose of this research is to present learning materials for Français des Médias (French for Media) at the beginner level (A0) by implementing the 4D development model (Define, Design, Develop, and Disseminate) by Thiagarajan (1974) as a social media-based learning medium on Instagram, presented on the Instagram account @francais. The research method used is qualitative descriptive, with data collection techniques including literature review and expert judgment instruments (Expert Judgment) based on the assessment aspects of the Learning Object Review Instrument (LORI) by Nesbit (2004). Based on the analysis conducted by expert evaluators (Expert Judgment), the average score for the material was 70%, and the average score for the media was 84%. These findings indicate that the Français des Médias learning media based on Instagram social media meets the feasibility criteria and can be used as learning media. The results of this study are expected to provide theoretical benefits, contributing to the development of Français des Médias studies and adding to the academic references in this field. Practically, this study is expected to increase the knowledge of students and the general public regarding terms in the Français des Médias course and serve as a reference for further research.   Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan materi pembelajaran Français des Médias (Bahasa Prancis untuk Media) pada tingkatan pemula (A0) dengan pengimplementasian penggunaan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, and Disseminate) oleh Thiagarajan (1974) sebagai media pembelajaran berbasis media sosial Instagram yang disajikan pada akun instagram @francais.medias dan hasil evaluasi penilaian materi dan media oleh penilai ahli (Expert Judgement). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data meliputi studi pustaka serta instrumen uji kelayakan ahli (Expert Judgement) mengacu pada aspek-aspek penilaian Learning Object Review Instrument (LORI) oleh Nesbit (2004). Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan oleh penilai ahli (Expert Judgement) presentase nilai rata-rata sebesar 70% untuk materi dan presentase nilai rata-rata sebesar 84%. Temuan ini menunjukkan bahwa media pembelajaran Français des Médias berbasis sosial media Instagram memenuhi kriteria kelayakan dan dapat digunakan sebagai media pembelajaran. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat teoretis berupa kontribusi terhadap pengembangan kajian Français des Médias serta menambah referensi akademik dalam bidang ini. Secara praktis, penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan wawasan mahasiswa dan masyarakat umum mengenai istilah-istilah dalam mata kuliah Français des Médias serta menjadi rujukan bagi penelitian selanjutnya.

CHARACTERIZATION OF THE MAIN CHARACTER IN THE NOVEL LESSONS IN CHEMISTRY BY BONNIE GARMUS

This study aims to describe the characterization of the main character, Elizabeth Zott, in the novel Lessons in Chemistry by Bonnie Garmus. The research employs a descriptive qualitative method with note-taking and close reading techniques, using Orson Scott Card’s (2010) theory of characterization as the analytical framework. The data consist of narrative and dialogue excerpts reflecting the traits, attitudes, and actions of the main character. The findings show that the most dominant aspect of Elizabeth’s characterization is her past, followed by motives, reputation, stereotypes, and social networks. Elizabeth is depicted as rational, independent, critical, and resilient. Her challenging past, reputation as a scientist, and struggles as a single mother reinforce her position as a symbol of a modern woman who refuses to submit to gender stereotypes. This study highlights the importance of characterization techniques in building a strong and inspiring protagonist in literary works.   Penelitian ini membahas karakterisasi tokoh utama, Elizabeth Zott, dalam novel Lessons in Chemistry karya Bonnie Garmus. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan teknik dan proses pembentukan karakter utama dalam novel tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat, serta analisis berdasarkan teori karakterisasi Orson Scott Card (2010). Data berupa kutipan narasi dan dialog yang mencerminkan sifat, sikap, dan tindakan tokoh utama. Hasil penelitian menunjukkan karakterisasi Elizabeth paling dominan pada aspek masa lalu, diikuti motif, reputasi, stereotip, dan jaringan pertemanan. Elizabeth digambarkan sebagai sosok rasional, mandiri, kritis, dan penuh daya juang. Pengalaman masa lalunya, reputasi sebagai ilmuwan, serta perjuangannya sebagai ibu tunggal memperkuat posisinya sebagai simbol perempuan modern yang menolak tunduk pada stereotip gender. Penelitian ini menegaskan pentingnya teknik karakterisasi dalam membangun citra tokoh utama yang kuat dan inspiratif dalam karya sastra.

EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MENULIS TEKS HIKAYATDENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN OSBORN DI KELAS X SMK DARUSSALAM KARANGPUCUNG TAHUN AJARAN 2024-2025

This study used a quasi-experimental design of one group pretest-posttest type and involved grade X students of SMK Darussalam Karangpucung. Two classes, experimental and control, each consisting of 29 students, participated in this study. With a quantitative approach, this study measured the effectiveness of the Osborn learning model in improving the ability to write fable texts. Data collection was carried out through an initial test (pre-test) and a final test (post-test). The results of the study showed that the application of the Osborn learning model significantly improved the ability of students in the experimental class in writing fable texts. This finding is supported by the average post-test score of the experimental class which was higher than the control class, as well as the results of the t-test which showed a value of t> ttable.   Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen jenis one group pretest-posttest dan melibatkan siswa kelas X SMK Darussalam Karangpucung. Dua kelas, eksperimen dan kontrol, masing-masing terdiri dari 29 siswa, turut serta dalam studi ini. Dengan pendekatan kuantitatif, penelitian ini mengukur efektivitas model pembelajaran Osborn dalam meningkatkan kemampuan menulis teks hikayat. Pengumpulan data dilaksanakan melalui tes awal (pre-test) dan tes akhir (post-test). Hasil studi memperlihatkan bahwa implementasi model pembelajaran Osborn secara signifikan menyempurnakan kemampuan siswa kelas eksperimen dalam menulis teks hikayat. Temuan ini didukung oleh rata-rata nilai post-test kelas eksperimen yang lebih tinggi jika dibanding dengan kelas kontrol, serta hasil uji-t yang membuktikan nilai thitung​>ttabel​.

IDENTIFIKASI KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS DAN KOMUNIKASI PADA SISWA SDS SOEKARNO HATTA MELALUI METODE TBLA

Kemampuan berpikir kritis merupakan aspek penting yang perlu dimiliki oleh setiap siswa dalam proses pembelajaran agar dapat memperoleh pemahaman yang mendalam serta meningkatkan kualitas pengetahuan. Selain itu, keterampilan komunikasi juga menjadi kebutuhan esensial siswa dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kemampuan berpikir kritis serta keterampilan komunikasi siswa di SDS Soekarno Hatta melalui metode TBLA. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menguraikan secara menyeluruh kemampuan tersebut. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V Arrazaq beserta guru wali kelas mereka proses pengumpulan data digunakan dokumentasi foto dan video kemudian data yang diperoleh ditranskrip dan dianalisis menggunakan metode TBLA.  Berikut Adalah hasil transkripsi berfikir kritis menurut model FRISCO, dengan rincian sebagai berikut: focus sebesar 70%, reason 11%, inferences 7%, situation 4%, clarity 4%, dan overview 4%. kemudian, dalam aspek komunikasi, siswa  menampilkan seluruh indikator yang diamati, meliputi: menerima perasaan (accepts feelings) sebesar 10%, memberikan pujian atau dorongan (praises or encourages) 10%, menerima atau menggunakan ide siswa (accepts or uses ideas of pupils) 7%, mengajukan pertanyaan (ask question) 15%, memberi penjelasan (lecturing) 12%, memberikan arahan (giving directions) 10%, mengkritik atau membenarkan otoritas (criticizing or justifying authority) 5%, inisiasi pembicaraan oleh siswa (pupil talk initiation) 7%, respons siswa dalam pembicaraan   Critical thinking skills are an important aspect that every student needs to have in the learning process in order to gain a deep understanding and improve the quality of knowledge. In addition, communication skills are also an essential need for students in everyday life. This study aims to identify the critical thinking skills and communication skills of students at Soekarno Hatta Elementary School through the TBLA method. This study uses a qualitative descriptive approach that aims to thoroughly describe these abilities. The subjects of this study were fifth-grade Arrazaq students and their homeroom teachers. The data collection process used photo and video documentation, then the data obtained were transcribed and analyzed using the TBLA method. The following are the results of critical thinking transcription according to the FRISCO model, with the following details: focus 70%, reason 11%, inferences 7%, situation 4%, clarity 4%, and overview 4%. Then, in the communication aspect, students displayed all the observed indicators, including: accepting feelings (10%), giving praise or encouragement (10%), accepting or using ideas of pupils (7%), asking questions (15%), giving explanations (lecturing), giving directions (10%), criticizing or justifying authority (5%), initiating conversation by students (pupil talk initiation), and student responses in conversation.

MEDIA PEMBELAJARAN TARI (MENTARI) BERBASIS VIDEO INTERAKTIF BAGI ANAK DOWNSYNDROM

Abstrak Tari memegang peranan signifikan dalam menstimulasi kecerdasan kinestetik dan meningkatkan perkembangan motorik anak dengan Down Syndrome. Lebih jauh lagi, sifat tari yang ekspresif dan melibatkan gerakan tubuh yang menyenangkan berpotensi besar sebagai media terapi yang efektif bagi anak-anak Down Syndrome. Dengan demikian, implementasi pembelajaran tari yang tepat menjadi krusial. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa mayoritas guru seni di Sekolah Luar Biasa (SLB) Provinsi Lampung tidak memiliki kualifikasi pendidikan formal di bidang seni dan budaya. Kondisi ini dapat mengakibatkan pembelajaran seni, termasuk tari, tidak berjalan sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Untuk mengatasi kendala ini, penelitian ini berfokus pada pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis video. Penelitian menghasilkan media berupa video tutorial yang dirancang khusus untuk mengajarkan tari kepada anak Down Syndrome. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa metode pembelajaran menari melalui stimulus audio, khususnya penggunaan lagu yang mengintegrasikan instruksi gerakan, sangat efektif bagi kelompok sasaran ini. Pendekatan ini kemudian diwujudkan dalam produk media pembelajaran yang telah melalui serangkaian pengujian. Hasil uji validitas oleh ahli materi dan ahli media, serta uji kepraktisan dan daya tarik oleh pengguna, menunjukkan bahwa media ini berada pada kategori "Sangat Layak". Implikasi dari temuan ini adalah perlunya sosialisasi media pembelajaran ini secara luas kepada masyarakat, khususnya pihak-pihak yang berkecimpung dalam pendidikan anak berkebutuhan khusus.   Dance plays a significant role in stimulating kinesthetic intelligence and enhancing motor development in children with Down Syndrome. Furthermore, its expressive nature and enjoyable physical movements offer substantial potential as an effective therapeutic medium for these children. Therefore, the appropriate implementation of dance instruction is crucial. However, the reality in the field reveals that most arts teachers in Special Schools (SLB) in Lampung Province lack formal educational qualifications in arts and culture. This situation can hinder arts learning, including dance, from achieving its intended objectives. To address this challenge, this research focuses on developing an interactive video-based learning medium. The study produced a tutorial video specifically designed to teach dance to children with Down Syndrome. Research findings indicate that teaching dance through audio stimuli, particularly using songs that integrate movement instructions, is highly effective for this target group. This approach was then realized in a learning media product that underwent a series of tests. Validity tests by material and media experts, as well as practicality and attractiveness tests by users, showed that this medium falls into the "Very Feasible" category. The implication of these findings is the necessity for widespread dissemination of this learning medium to the public, particularly to those involved in the education of children with special needs.

PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO TUTORIAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PUISI SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 BOTOMUZOI

This study aims to apply video tutorial learning media to improve the reading skills of eighth-grade students at SMP Negeri 1 Botomuzoi. The research methods used in this study were qualitative and quantitative with classroom action research (CAR) aimed at improving learning implementation with implementation procedures. The results of the study concluded that there was an increase in students' ability to write poetry texts using video tutorial learning media, as seen in the results of cycle I, where the lowest score was 44 and the highest was 75, with an average score of 61.32%, while in cycle II, the lowest score was 75 and the highest was 94, with an average of 82%. Meanwhile, the results of the student observation sheets for cycle I were 43% for the first meeting and 56% for the second meeting. Meanwhile, the results of the student observation for cycle II were 73% for the first meeting and 93% for the second meeting. The results of the researcher's observation for cycle I were 67% for the first meeting and 75% for the second meeting. Meanwhile, the results of the researcher's observation for cycle II were 83% for the first meeting and 92% for the second meeting. Based on these results, it can be concluded that the application of video tutorial learning media to improve the poetry reading skills of Grade VIII students at SMP Negeri 1 Botomuzoi in the 2025/2026 academic year is effective.   Penelitian ini bertujuan untuk Penerapan media pembelajaran video tutorial untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Botomuzoi. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu kualitatif dan kuantitatif dengan Janis penelitian tindakan kelas (PTK) yang bertujuan untuk memperbaiki pelaksaan pembelajaran dengan prosedur pelaksanaan. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa, terdapat peningkatan kemapuan siswa dalam menulis teks puisi media pembelajaran video tutorial dapat dilihat hasil siklus I nilai terendah 44 dan tertinggi 75 dengan rata-rata nilai 61,32% sedangkan pada siklus II nilai terendah 75 dan nilai tertinggi 94 dengan rata-rata 82%. Sedangkan hasil lembar observasi siswa siklus I pertemuan pertama  43% dan pertemuan kedua 56%. Sedangkan hasil observasi siswa siklus II pertemuan pertama 73% dan pertemuan kedua 93% . hasil observasi peneliti siklus I pertemuan pertama 67% dan pertemuan kedua 75%. Sedangkan hasil observasi peneliti pada siklus II pertemuan pertama 83% dan pertemuan kedua 92%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa, penerapan media pembelajaran video tutorial untuk meningkatkan kemampuan membaca puisi siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Botomuzoi tahun pembelajaran 2025/2026.

STRATEGI PENERAPAN PENDEKATAN JOYFUL LEARNING DENGAN BERBAGAI METODE PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR NEGERI 1 TEGINENENG

This study aims to describe the strategy of implementing the Joyful Learning approach with various learning methods at SD Negeri 1 Tegineneng. Using a qualitative approach with a case study design, this study involved three teachers of grades IV–VI and 90 students, with data obtained through observation, interviews, and document studies. The results show that teachers implemented educational games (85%), group discussions (72%), simple experiments (68%), storytelling (65%), and simple projects (60%), which were proven to increase student motivation, participation, and engagement. The main obstacles encountered were limited media, variations in student abilities, and time allocation, but these could be overcome through the creativity of teachers in utilising local materials. These findings are in line with constructivist, sociocultural, and humanistic theories and recommend Joyful Learning as an effective strategy that can be replicated in other primary schools.   Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi penerapan pendekatan Joyful Learning dengan berbagai metode pembelajaran di SD Negeri 1 Tegineneng. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, penelitian ini melibatkan tiga guru kelas IV–VI dan 90 siswa, dengan data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan permainan edukatif (85%), diskusi kelompok (72%), eksperimen sederhana (68%), storytelling (65%), dan proyek sederhana (60%) yang terbukti meningkatkan motivasi, partisipasi, serta keterlibatan siswa. Kendala utama yang ditemui adalah keterbatasan media, variasi kemampuan siswa, dan alokasi waktu, namun dapat diatasi melalui kreativitas guru memanfaatkan bahan lokal. Temuan ini selaras dengan teori konstruktivisme, sosiokultural, dan humanistik, serta merekomendasikan Joyful Learning sebagai strategi efektif yang dapat direplikasi di sekolah dasar lain.

PENINGKATAN KEMAMPUAN SISWA MENGULAS KARYA FIKSI DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING KELAS VIII SMP NEGERI 1 ALASA TALUMUZOI

Fiction is a literary work that is imaginative, although it can be inspired by real facts or events. This study aims to improve students’ ability to review fiction works through the application of the guided inquiry learning model in class VIII of SMP Negeri 1 Alasa Talumuzoi. The problem found is the low ability of students to analyze elements of fiction such as theme, character, plot, setting, and message. This is caused by the lack of active student involvement and the use of less effective learning models. The study employed Classroom Action Research (CAR) with two cycles. The research subjects consisted of 21 students, including 12 males and 9 females. Data were collected through observation, tests, field notes, and documentation. The findings show an increase in students’ ability from an average of 63.14% in the first cycle to 81.67% in the second cycle. In cycle I, the achievement improved from 47% to 67%, while in cycle II it increased from 80% to 87%. Student observation results also rose from 40% to 94%. Thus, the guided inquiry learning model proved effective in enhancing students’ ability to review fiction works.   Karya fiksi merupakan karya tulis yang bersifat imajinatif meskipun dapat berangkat dari fakta atau peristiwa nyata. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan siswa dalam mengulas karya fiksi melalui penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing di kelas VIII SMP Negeri 1 Alasa Talumuzoi. Permasalahan yang ditemukan adalah rendahnya kemampuan siswa dalam menganalisis unsur fiksi, seperti tema, tokoh, alur, latar, dan amanat. Hal ini disebabkan kurangnya keterlibatan aktif siswa serta penggunaan model pembelajaran yang kurang efektif. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus. Subjek penelitian berjumlah 21 siswa, terdiri dari 12 laki-laki dan 9 perempuan. Data diperoleh melalui observasi, tes, catatan lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan siswa, dari rata-rata 63,14% pada siklus I menjadi 81,67% pada siklus II. Pada siklus I, capaian meningkat dari 47% ke 67%, sedangkan pada siklus II meningkat dari 80% ke 87%. Hasil observasi siswa juga naik dari 40% menjadi 94%. Dengan demikian, model pembelajaran inkuiri terbimbing terbukti efektif meningkatkan kemampuan siswa dalam mengulas karya fiksi.

PERJUANGAN PEREMPUAN MENUJU EKSISTENSI DIRI DALAM NOVEL NAMAKU ALAM KARYA LEILA S CHUDORI

Namaku Alam by Leila S. Chudori holds an important position as a novel that not only portrays the dark history of the nation, especially the 1965 political tragedy and its long legacy. This novel highlights the discrimination and struggles of female characters wrapped in trauma and social stigma. Amidst pressure and injustice, the female characters in Namaku Alam is not silent. They refuse to submit and be passive as women who are also victims. They speak out and create space to exist. This study aims to describe the problems of women's existence in the novel Namaku Alam by Leila S. Chudori. The research method used is descriptive qualitative with an existentialist feminist perspective. The data collection technique applied is documentation. The data obtained were analyzed using content analysis techniques based on existentialist feminist theory. The results of the study show that the female characters in the novel Namaku Alam, namely Ibu, Kenanga, and Bulan, play an active role in three important areas: work, intellectualism, and fighting for social transformation. These female characters are able to show their existence even though they are from families considered traitors to the state.   Namaku Alam karya Leila S. Chudori menempati posisi penting sebagai novel yang tidak hanya memotret sejarah gelap bangsa, khususnya tragedi politik 1965 dan warisan panjang yang menyertainya. Novel ini banyak menyoroti diskriminasi dan perjuangan tokoh perempuan dalam balutan trauma dan stigma sosial. Dalam tekanan dan ketidakadilan, tokoh-tokoh perempuan dalam Namaku Alam tidak diam. Mereka menolak tunduk dan pasif sebagai perempuan yang juga sebagai korban. Mereka bersuara dan membuka ruang untuk eksis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan permasalahan eksistensi perempuan di dalam novel Namaku Alam karya Leila S. Chudori. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan tinjauan feminisme eksistensialis. Teknik pengumpulan data yang diaplikasikan adalah dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis isi berdasarkan teori feminisme eksistensialis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh perempuan dalam novel Namaku Alam, yakni Ibu, Kenanga, dan Bulan, berperan aktif dalam tiga ranah penting: bekerja, berintelektual, dan berjuang untuk transformasi sosial. Tokoh-tokoh perempuan tersebut mampu menunjukkan eksistensi diri meskipun mereka adalah keluarga yang dianggap sebagai pengkhianat negara.

MODEL SINEKTIK DAN STRATEGI KESANTUNAN BERBAHASA PENDIDIK DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMP

Sebagai pendidik yang profesional, guru harus memiliki kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional (UU No.14 Tahun 2005). Kompetensi profesional mengharuskan guru memiliki penguasaan materi pembelajaran, kurikulum, serta struktur dan metodologi keilmuannya. Di dalam kompetensi kepribadian, guru mampu dewasa, arif, berwibawa, berakhlak mulia, serta menjadi teladan bagi peserta didik. Kompetensi pedagogik mensyaratkan guru agar memiliki pemahaman terhadap peserta didik, mengembangkan potensi peserta didik, merancang dan melaksanakan pembelajaran. Selanjutnya, kompetensi sosial menghendaki guru mampu berkomunikasi dan bergaul dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik serta masyarakat sekitar. Sehubungan dengan hal, tulisan ini memerikan strategi kesantunan berbahasa pendidik dalam pembelajaran Bhs. Indonesia; dan strategi kesantunan berbahasa dalam pembelajaran BI yang berbasis model pembelajaran sinektik. Untuk ini dilakukan pemerian sebagai  berikut: (1) formulasi strategi kesantunan bertutur pendidik dan (2) struktur pembelajaran BI berbasis kesantunan berbahasa dengan model sinektik. Model sinektik digunakan dalam pembelajaran BI dengan berbasis kesantunan berbahasa pendidik dan peserta didiknya karena pembelajaran yang efektif dan inovatif dapat dicapai jika sesuai dengan prinsip-prinsip dalam model sinektik.   As professional educators, teachers must have pedagogical, personality, social, and professional competencies (Law No. 14 of 2005). Professional competency requires teachers to have mastery of learning materials, curriculum, and scientific structure and methodology. In personality competency, teachers are able to be mature, wise, authoritative, have good morals, and be role models for students. Pedagogical competency requires teachers to have an understanding of students, develop students' potential, design and implement learning. Furthermore, social competency requires teachers to be able to communicate and socialize with students, fellow educators, education personnel, parents/guardians of students and the surrounding community. In connection with this, this paper describes the language politeness strategies of educators in learning Indonesian; and language politeness strategies in learning BI based on the synectic learning model. For this purpose, the following descriptions are carried out: (1) formulation of the teacher's speech politeness strategy and (2) the structure of BI learning based on language politeness with the synectic model. The synectic model is used in Indonesian Language (BI) learning, based on politeness between educators and students. Effective and innovative learning can be achieved if it adheres to the principles of the synectic model.

ACADEMIC STRESS REVIEWED FROMSELF-EFFICACY AND SELF-CONCEPT WITH GENDERAS A MODERATOR AT MAHASANTRI

Academic stress is an imbalance between the demands of a task and a person's ability to complete it. Academic stress in higher education often occurs among students, especially those who are also students (students). The inability to complete a final assignment, which leads to academic stress, is caused by several factors. Self-efficacy and self-concept the low ones are owned by students, gender also influences the high or low levels of academic stress experienced by students. This study aims to determine academic stress from a perspective self-efficacy and self-concept with gender as a moderator for the students. The type of research used was explanatory correlational, with a sample of 100 students of Ma'had Darul Qur'al wal Hadits NWDI Pancor using the technique purposive sampling. The instrument used in data collection uses a scale Self-Efficacy, Self-Concept, and academic stress. Data analysis techniques using moderated regresion analysis (MRA) and one way anova. The research results show self-efficacy has a significant relationship with academic stress, self-concept has a significant relationship with academic stress, self-efficacy and self-concept simultaneously have a significant relationship to academic stress, and gender has a strong influence on academic stress in terms of self-efficacy and self-concept, this shows that gender has a significant relationship with academic stress when viewed from self-efficacy and self-concept. The research results obtained in this study indicate a relationship between each variable separately and academic stress, while this study confirms that the combination of the two provides a significant contribution related to the level of academic stress and its influence gender against academic stress.

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN SCRAPBOOK PADA MATERI MENELAAH TEKS BIOGRAFI SISWA SMK NEGERI 1 IDANOGAWO

The purpose of this study is to develop Scrapbook learning media on the material of reviewing biographical texts that are feasible, practical and effective. The type of research used is Research and Development (R&D) with a development model (ADDIE) consisting of five stages of development: Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation. The trial subjects in this study were 31 students of class X AKL 1 SMK Negeri 1 Idanogawo and were divided into 2 groups, consisting of a small group trial of 6 people and a large group trial of 25 people. Based on the results of research and development, through the Validation test by material and content experts in revision II showed a percentage of 90%. Validation by language experts in revision II showed a percentage of 100%. Validation by design experts in revision II showed a percentage of 90%. The practicality test of Scrapbook learning media in small group trials reached 93%. Large group trials reached 84%. In addition, the effectiveness test conducted on small groups reached 71 and the large group test reached 76. Students achieved learning completion according to the Minimum Completion Criteria (KKTP) ≥70. The results of this study demonstrate that the Scrapbook learning medium is highly feasible and practical. Recommendations for schools and future researchers include research and development of Scrapbook learning media to ensure it can make a more significant contribution.   Tujuan dari penelitian ini adalah untuk pengembangan media pembelajaran Scrapbook pada materi menelaah teks biografi yang layak, praktis dan efektif. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan (ADDIE) yang terdiri dari lima tahapan pengembangan: Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation.  Subjek Uji coba pada penelitian ini adalah siswa kelas X AKL 1 SMK Negeri 1 Idanogawo yang berjumlah 31 orang dan dibagi menjadi 2 kelompok, yang terdiri dari Uji coba kelompok kecil berjumlah 6 orang dan Uji coba kelompok besar berjumlah 25 orang. Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan maka melalui ji Validasi oleh ahli materi dan isi pada revisi II menunjukkan presentase 90%. Validasi oleh ahli bahasa pada revisi II menunjukan presentse 100%. Validasi ahli desain pada revisi II menunjukan presentse 90%. Uji kepraktisan media pembelajaran Scrapbook pada Uji coba kelompok kecil mencapai 93%. Uji coba kelompok besar mencapai 84%. Selain itu, Uji keefektifan yang dilakukan pada kelompok kecil mencapai 71 dan Uji kelompok besar mencapai 76. Siswa mencapai ketuntasan belajar sesuai dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKTP) ≥70. Dapat disimpulkan dari hasil penelitian ini membuktikan bahwa media pembelajaran Scrapbook sangat layak dan praktis. Saran untuk Sekolah dan peneliti selanjutnya pada penelitian dan pengembangan media pembelajaran Scrapbook agar dapat memberikan kontribusi yang lebih signifikan.

PEMANFAATAN APLIKASI SEESAW UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN KOMPETENSI MAHASISWA PADA MATA KULIAH STRATEGI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

This study aims to develop teaching materials assisted by the Seesaw application and to examine the effectiveness of these teaching materials in improving the creativity and competence of students in the Indonesian Language Learning Strategies course at the Indonesian Language and Literature Education Study Program, Unimed. This study was motivated by the lack of varied and innovative teaching materials for Indonesian Language Learning Strategies that can stimulate creativity and positive character development in students. Additionally, lecturers and students have not maximized the use of Seesaw application-assisted teaching materials. This study employed the Research and Development method, which consists of seven stages: needs analysis, resource identification, product specification, product development, validation, product testing, and product. Based on the analysis of research data, the following results were obtained: (1) expert content validation results of 86.5%, which falls into the valid category, (2) expert design validation results with a score of 85.5%, which is also valid. Additionally, the effectiveness test results for this instructional material achieved a score of 87.4%, which falls into the high category. Therefore, it can be concluded that this Seesaw app-assisted instructional material is suitable for use in learning and can stimulate students' creativity and competencies.     Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar berbantuan aplikasi Seesaw dan melihat efektivitas pemanfaatan bahan ajar tersebut untuk meningkatkan kreativitas dan kompetensi mahasiswa pada mata kuliah Strategi Pembelajaran Bahasa Indoensia di Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Unimed. Penelitian ini dilatarbelakangi kurangnya bahan ajar Strategi Pembelajaran Bahasa Indonesia yang variatif dan inovatif serta mampu menstimulasi kreativitas dan karakter positif pada diri mahasiswa. Selain itu, dosen dan mahasiswa belum memanfaatkan bahan ajar berbantuan aplikasi Seesaw dengan maksimal. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development yang terdiri atas tujuh tahapan yaitu analisis kebutuhan, identifikasi sumber daya, identifikasi spesifikasi produk, pengembangan produk, validasi, uji produk, dan produk. Berdasarkan hasil analisis data penelitian diperoleh: (1) hasil validasi ahli materi sebesar 86,5 % yang termasuk kategori valid, (2) hasil validasi ahli desain dengan nilai 85,5% yang termasuk valid. Selain itu, hasil uji efektivitas bahan ajar ini memperoleh nilai 87,4% yang termasuk kategori tinggi sehingga dapat disimpulkan bahwa bahan ajar berbantuan aplikasi seesaw ini layak digunakan dalam pembelajaran serta dapat menstimulasi kreativitas dan kompetensi mahasiswa.

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BAHASA ARAB BERBASIS BUKU DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH

This study aims to develop digital Arabic language teaching materials based on the KSKK Book for Madrasah Ibtidaiyah (MI) students by utilizing the Canva platform and Flip PDF application. The research employed a modified Research and Development (R&D) method, combining the Borg and Gall model with the ADDIE model. The product was developed through stages of needs analysis, design, development, expert validation, and limited trials involving first-grade students at MI Darul Qur’an Al-Anwariyah Tulehu, Central Maluku. Expert validation results from content and media specialists indicated an average score above 3.7 on a 4-point Likert scale, categorized as highly feasible. The trial results revealed a significant improvement in student learning outcomes in the experimental group compared to the control group, with an average score difference of 22 points (p < 0.05). Furthermore, students responded enthusiastically to the visual and audio-interactive features of the digital media. Thus, the developed teaching material is valid, practical, and effective, with high potential for broader application in madrasahs as an engaging and relevant Arabic learning medium in the digital age.   Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar digital Bahasa Arab berbasis Buku KSKK untuk siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) dengan memanfaatkan platform Canva dan aplikasi Flip PDF. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model Borg and Gall yang dimodifikasi dan dikombinasikan dengan model ADDIE. Produk dikembangkan melalui tahapan analisis kebutuhan, desain, pengembangan, validasi ahli, dan uji coba terbatas pada siswa kelas I MI Darul Qur’an Al-Anwariyah Tulehu, Maluku Tengah. Hasil validasi oleh ahli materi dan media menunjukkan skor rata-rata di atas 3,7 dari skala 4, yang termasuk kategori sangat layak. Hasil uji coba menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam hasil belajar siswa pada kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol, dengan selisih skor rata-rata sebesar 22 poin (p < 0,05). Selain itu, respon siswa menunjukkan antusiasme tinggi terhadap fitur visual dan audio interaktif dalam media digital. Dengan demikian, bahan ajar ini terbukti valid, praktis, dan efektif serta memiliki potensi untuk diterapkan lebih luas di madrasah sebagai media pembelajaran Bahasa Arab yang menarik dan relevan di era digital.

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN BAHAN AJAR DIGITAL FLIPBOOK DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA SISWA SMA NEGERI 5 MAGELANG

This study aims to analyze the effectiveness of Flipbook-based digital learning materials in improving adolescents' reproductive health knowledge among students of SMA Negeri 5 Magelang. Using a quasi-experimental design, data were collected through pre-test and post-test instruments from 64 students divided into experimental and control groups. The results showed no statistically significant difference in gain scores between the two groups (p = 0.090), but a small-to-medium effect size (Cohen's d = 0.417) was observed, indicating the potential of Flipbooks as an innovative learning tool. Constraints included limited internet access, scheduling misalignment with the curriculum, and technical barriers. These findings suggest that with optimized implementation and larger samples, Flipbooks could contribute meaningfully to reproductive health education.   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas bahan ajar digital berbasis Flipbook dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja pada siswa SMA Negeri 5 Magelang. Dengan desain kuasi-eksperimen, data dikumpulkan melalui instrumen pre-test dan post-test dari 64 siswa yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Hasil menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan secara statistik dalam gain score antara kedua kelompok (p = 0,090), tetapi effect size kecil hingga medium (Cohen's d = 0,417) terobservasi, mengindikasikan potensi Flipbook sebagai alat pembelajaran inovatif. Kendala meliputi akses internet terbatas, ketidaksesuaian jadwal dengan kurikulum, dan hambatan teknis. Temuan ini menyiratkan bahwa dengan implementasi yang dioptimalkan dan sampel yang lebih besar, Flipbook dapat berkontribusi signifikan dalam pendidikan kesehatan reproduksi.

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL STORYTELLING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS HIKAYAT PESERTA DIDIK KELAS X SMK KH. AHMAD DAHLAN CIMANGGU TAHUN AJARAN 2024-2025

The purpose of this study is to investigate how well tenth-grade students at SMK KH. Ahmad Dahlan Cimanggu can write hikayat writings using digital storytelling.  Students' poor writing skills and lack of enthusiasm for studying hikayat literature serve as the foundation for this study.  In order to improve students' comprehension and engagement, digital storytelling was selected as a teaching tool that combines narrative, images, and sound.  A pretest-posttest quasi-experimental design with an experimental and control group is the study methodology employed.  Writing assessments both before and after the intervention, together with student motivation surveys, were used to gather data.  According to the findings, students who utilised digital storytelling in their instruction demonstrated a noticeably higher level of writing ability growth than those who employed traditional teaching techniques.  Students' motivation to learn and level of engagement were also raised by this medium.    Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki sejauh mana siswa kelas X SMK KH. Ahmad Dahlan Cimanggu mampu menulis karya hikayat menggunakan Digital storytelling. Kemampuan menulis yang rendah dan kurangnya minat siswa dalam mempelajari sastra hikayat menjadi landasan penelitian ini. Untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan siswa, Digital storytelling dipilih sebagai alat bantu pembelajaran yang menggabungkan narasi, gambar, dan suara. Desain quasi-eksperimental dengan kelompok eksperimen dan kontrol, disertai dengan pretest dan posttest, digunakan sebagai metodologi penelitian. Penilaian menulis sebelum dan setelah intervensi, bersama dengan survei motivasi siswa, digunakan untuk mengumpulkan data. Berdasarkan hasil penelitian, siswa yang menggunakan Digital storytelling dalam pembelajaran menunjukkan peningkatan kemampuan menulis yang signifikan dibandingkan dengan siswa yang menggunakan metode pengajaran tradisional. Motivasi belajar dan tingkat keterlibatan siswa juga meningkat melalui media ini.. 

NARSISME DAN HASRAT CINTA PEREMPUAN: KAJIAN FEMINISME EKSISTENSIALIS NOVEL “CANTIK ITU LUKA” KARYA EKA KURNIAWAN

The problem in this study is related to the narcissistic nature and the desire for love conception that Alamanda has as a reflection of existentialist feminism in the novel "Cantik Itu Luka" by Eka Kurniawan. The method used in this study is descriptive qualitative with the Miles and Huberman model data analysis technique which consists of three stages: 1) data reduction, 2) data presentation (display), and 3) conclusion. The data described are in the form of narratives or quotes that show narcissistic nature and the form of women's love desire in the novel "Cantik Itu Luka". The results show that Alamanda shows narcissistic traits both in terms of thoughts and behavior. Alamanda has the ambition to become a seducer of men who are amazed by her beauty and uses them to fulfill all her desires. In the conception of love, Alamanda chooses men with high positions in the hope of strengthening her existence as a woman. The behavior shown by Alamanda makes her get a lot of attention and looks different from other women.   Masalah dalam penelitian ini terkait sifat narsisme dan hasrat konsepsi cinta yang dimiliki Alamanda sebagai cermin feminisme eksistensialis dalam novel “Cantik Itu Luka” karya Eka Kurniawan. Metode yang digunakan dalam penelitian yakni deskriptif kualitatif dengan teknik analisis data model Miles dan Huberman yang terdiri atas tiga tahap 1) reduksi data, 2) penyajian data (display), dan 3) kesimpulan. Data yang dianalisis berupa narasi atau kutipan yang menunjukkan sifat narsistik dan bentuk hasrat cinta perempuan dalam novel Cantik Itu Luka. Hasil menunjukkan bahwa tokoh Alamanda menunjukkan sifat narsistik baik dari segi pikiran maupun perilaku. Alamanda memiliki ambisi menjadi perayu laki-laki yang kagum dengan kecantikannya dan memanfaatkan mereka untuk menuruti semua keinginannya. Pada konsepsi cinta, Alamanda memilih laki-laki dengan posisi yang tinggi dengan harapan memperkuat eksistensi keberadaannya sebagai perempuan. Perilaku yang djtunjukkan Alamanda membuat ia mendapatkan banyak perhatian dan tampak berbeda dengan perempuan lain.

DESA WISATA BERBASIS KONSERVASI SEBAGAI MEDIA EDUKASI LINGKUNGAN: STUDI KASUS DESA LABUHAN RATU 7

Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan desa wisata berbasis konservasi sebagai media edukasi lingkungan di Desa Labuhan Ratu VII, Lampung Timur, yang merupakan desa penyangga Taman Nasional Way Kambas. Konsep desa wisata dengan prinsip ecovillage dan community-based edutourism tidak hanya menekankan aspek pelestarian alam, tetapi juga berfungsi sebagai sarana edukasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melalui wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan desa wisata ini mampu mengintegrasikan kegiatan konservasi, edukasi, dan ekonomi melalui berbagai aktivitas seperti jungle trekking, pengelolaan limbah terpadu, produksi biogas, ecoprint, dan budidaya lebah trigona. Partisipasi aktif masyarakat melalui Kelompok Tani Hutan (KTH) menjadi faktor penting dalam pengelolaan wisata dan pelestarian lingkungan. Dampak positif yang dihasilkan mencakup peningkatan kesadaran wisatawan terhadap konservasi, terbukanya peluang ekonomi hijau, serta penguatan kapasitas masyarakat dalam menjaga kelestarian alam. Namun demikian, tantangan yang dihadapi meliputi konflik manusia–satwa, potensi eksploitasi sumber daya alam, serta rendahnya kesadaran sebagian warga terhadap lingkungan. Dengan demikian, desa wisata berbasis konservasi edukatif di Labuhan Ratu VII terbukti berperan sebagai model ekowisata edukatif yang dapat mendukung pelestarian ekosistem, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat praktik pariwisata berkelanjutan. This study aims to analyze the implementation of conservation-based tourism villages as a medium for environmental education in Labuhan Ratu VII Village, East Lampung, which is a buffer village for Way Kambas National Park. The concept of tourism villages based on the principles of ecovillages and community-based edutourism not only emphasizes nature conservation but also serves as a means of environmental education and local community empowerment. The research uses a qualitative approach with a case study method, through interviews, participatory observation, and documentation. The results show that the development of this tourism village is able to integrate conservation, education, and economic activities through various activities such as jungle trekking, integrated waste management, biogas production, ecoprinting, and trigona bee cultivation. Active community participation through the Forest Farmers Group (KTH) is an important factor in tourism management and environmental conservation. The positive impacts include increased tourist awareness of conservation, the opening up of green economic opportunities, and the strengthening of community capacity to preserve nature. However, challenges include human-animal conflicts, potential exploitation of natural resources, and low environmental awareness among some residents. Thus, the educational conservation-based tourism village in Labuhan Ratu VII has proven to be an educational ecotourism model that supports ecosystem preservation, improves community welfare, and strengthens sustainable tourism practices.

IMPLEMENTASI INOVASI DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ANAK USIA DINI: ANALISIS PRAKTIK GURU, RESPON ANAK, DAN TANTANGAN DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0

This research aims to analyze the implementation of digital innovation in early childhood language learning, focusing on teacher practices, children's responses, and the challenges faced. Using a qualitative case study approach at BA Aisyiyah Karanglewas, data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and document analysis, and analyzed using thematic analysis. The results identified three main themes: (1) interactive digital media significantly increases children's motivation and vocabulary acquisition; (2) teacher practices show efforts to integrate technology, but are still limited to the role of operator and facilitator, not yet reaching the level of innovative learning design (TPACK); and (3) main challenges include children's limited attention span, infrastructure limitations, and the need for digital literacy for parents. The study concludes that while digital innovation has great potential, its success depends on the teacher's ability to design learning, the availability of appropriate content, and support from the ecosystem (school and parents). This study recommends continuous teacher training based on the TPACK framework and the development of school policies that support the wise use of technology.   Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi inovasi digital dalam pembelajaran bahasa anak usia dini, dengan fokus pada praktik guru, respon anak, serta tantangan yang dihadapi. Menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif di BA Aisyiyah Karanglewas, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen, serta dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga tema utama: (1) media digital interaktif secara signifikan meningkatkan motivasi dan pemerolehan kosakata anak; (2) praktik guru menunjukkan adanya upaya integrasi teknologi, namun masih terbatas pada peran sebagai operator dan fasilitator, belum sepenuhnya mencapai level desain pembelajaran inovatif (TPACK); dan (3) tantangan utama meliputi durasi konsentrasi anak yang terbatas, keterbatasan infrastruktur, dan perlunya literasi digital bagi orang tua. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun inovasi digital berpotensi besar, keberhasilannya bergantung pada kemampuan guru dalam merancang pembelajaran, ketersediaan konten yang sesuai, serta dukungan ekosistem (sekolah dan orang tua). Penelitian ini merekomendasikan pelatihan berkelanjutan bagi guru berbasis kerangka TPACK dan pengembangan kebijakan sekolah yang mendukung penggunaan teknologi yang bijaksana.

UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN BACAAN SISWA PADA MATERI KARYA FIKSI MELALUI METODE CLOSE READING DI UPTD SMP NEGERI 4 GUNUNGSITOLI IDANOI

Based on initial observations at the Technical Implementation Unit (UPTD) of SMP Negeri 4 Gunungsitoli Idanoi, it was found that students' comprehension of fictional works was still low. This study aimed to determine the application of the Close Reading method to improve students' reading comprehension of fictional works in grade VIII of the UPTD of SMP Negeri 4 Gunungsitoli Idanoi in the 2024/2025 academic year. This study used a classroom action research (CAR) method conducted in two cycles, each consisting of planning, implementation, observation, and reflection. The researcher's observations showed an increase in reading comprehension of 53.33% in the first meeting and 60% in the second meeting, while in cycle II, the reading comprehension of 80% in the first meeting and 93.33% in the second meeting. The results of the student observation sheets also showed an increase, with reading comprehension of 40.10% in the first meeting and 53.02% in the second meeting, followed by 76.09% in the first meeting and 91.20% in the second meeting. The results of the student learning test in Cycle I showed an average score of 46%, while in Cycle II this increased to an average of 94.73%. Based on these results, it can be concluded that the Close Reading method is effective in improving students' reading comprehension in fictional works. Therefore, it is recommended that teachers use this method as an alternative in the learning process and as a reference in efforts to improve the quality of learning in schools.   Berdasarkan hasil observasi awal di UPTD SMP Negeri 4 Gunungsitoli Idanoi, ditemukan bahwa kemampuan siswa dalam memahami suatu bacaan karya fiksi masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode Close Reading dalam meningkatkan pemahaman bacaan siswa pada materi karya fiksi di kelas VIII UPTD SMP Negeri 4 Gunungsitoli Idanoi tahun pembelajaran 2024/2025. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus, masing-masing melalui tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil observasi peneliti menunjukkan peningkatan pada siklus I pertemuan pertama sebesar 53,33% dan pertemuan kedua 60%, sedangkan pada siklus II pertemuan pertama sebesar 80% dan pertemuan kedua 93,33%. Hasil lembar observasi peserta didik juga menunjukkan peningkatan, yaitu pada siklus I pertemuan pertama sebesar 40,10% dan pertemuan kedua 53,02%, kemudian pada siklus II pertemuan pertama 76,09% dan pertemuan kedua 91,20%. Hasil tes belajar siswa pada siklus I menunjukkan rata-rata nilai sebesar 46% sementara pada siklus II meningkat menjadi rata-rata 94,73%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa metode Close Reading efektif dalam meningkatkan pemahaman bacaan siswa pada materi karya fiksi, sehingga disarankan agar guru menjadikan metode ini sebagai alternatif dalam proses pembelajaran serta sebagai referensi dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah.

PENGEMBANGAN MEDIA OUTDOOR LEARNING ACTIVITY PADA MATA KULIAH KEPANDUAN HIZBUL WATHAN DI FIP UMJ

This study aims to determine: 1) The development of learning media for knot-tying materials based on Google Forms services in the Hizbul Wathan guidance course at FIP UMJ. 2) The feasibility of the learning media product development for knot-tying materials based on Google Forms services in the Hizbul Wathan guidance course at FIP UMJ. 3) The effectiveness of using learning media for knot-tying materials based on Google Forms services in the Hizbul Wathan guidance course at FIP UMJ. This research approach is Research and Development (RnD). The results of thisestudy indicate that the development of learning media based on Google Forms is based on the ASSURE model and is deemed "FEASIBLE." This is evidencedeby several research results, including Media Expert Validation, Material Expert Validation, Initial Field Trials, and Field Implementation Trials. Current students have understood and practiced knot-tying through online modules.   Tujuan penelitian ini adalah mengetahui: 1) Mengembangkan media pembelajaran meteri tali-temali berbasis layanan Google form pada mata kuliah kepanduan Hizbul Wathan di FIP UMJ. 2) Mengetahui kelayakan produk pengembangan media pembelajaran meteri tali-temali berbasis layanan Google form pada mata kuliah kepanduan Hizbul Wathan di FIP UMJ. 3) Mengetahui tingkat efektivitas penggunaan pembelajaran meteri tali-temali berbasis layanan Google form pada mata kuliah kepanduan hizbul wathan di FIP UMJ. Pendekatan penelitian ini adalah Reseach and Development (R&D). Hasil penelitian ini yaitu pengembangan media pembelajaran berbasis google form berdasarkan model ASSURE dan dinyatakan “LAYAK”. Hal tersebut dibuktikan dengan beberapa hasil penelitian yaitu hasil Validasi Ahli Media, Ahli Materi, Uji Coba Lapangan Awal dan Uji Pelaksanaan Lapangan. Kemampuan mahasiswa saat ini sudah memahami dan mempraktikkan tali-temali melalui modul online, media pembelajaran online berbasis Google form sejauh ini dapat diterima mahasiswa dengan mudah, praktis, dan efektif kapan saja dan di mana saja.

ANALISIS PERUBAHAN PERILAKU PADA ANAK USIA DINI YANG KECANDUAN GAWAI: SEBUAH TINJAUAN PUSTAKA SISTEMATIK

Penetrasi teknologi dalam kehidupan sehari-hari membawa pengaruh signifikan pada berbagai aspek, termasuk perilaku anak usia dini (AUD). Fenomena kecanduan gawai pada AUD menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya perubahan perilaku yang merugikan perkembangan mereka. Artikel ini bertujuan untuk melakukan tinjauan pustaka sistematik untuk menganalisis perubahan perilaku yang terjadi pada AUD akibat kecanduan gawai, serta mengkaji implikasi psikologis dan sosial yang menyertainya. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka sistematik dengan mengkaji 45 artikel ilmiah terkait dari berbagai database seperti Google Scholar, Scopus, dan SINTA yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa kecanduan gawai pada AUD berkorelasi kuat dengan beberapa perubahan perilaku utama, yaitu: (1) penurunan kemampuan interaksi sosial dan empati; (2) peningkatan perilaku agresif dan emosional yang tidak stabil; (3) gangguan kognitif seperti penurunan fokus dan konsentrasi; serta (4) penurunan aktivitas fisik dan gangguan pola tidur. Implikasi dari temuan ini menunjukkan adanya urgensi bagi orang tua dan pendidik untuk melakukan intervensi dini melalui pengasuhan yang responsif dan pengaturan waktu layar yang ketat. Artikel ini merekomendasikan perlunya kebijakan tingkat mikro (rumah tangga) dan makro (sekolah dan pemerintah) untuk mitigasi dampak negatif gawai pada AUD.   The penetration of technology into daily life has significantly influenced various aspects, including the behavior of early childhood children (ECC). The phenomenon of gadget addiction in ECC raises concerns about detrimental behavioral changes that may hinder their development. This article aims to conduct a systematic literature review to analyze the behavioral changes occurring in ECC due to gadget addiction and to examine the accompanying psychological and social implications. The method employed is a systematic literature review by examining 45 related scientific articles from various databases such as Google Scholar, Scopus, and SINTA published in the last 10 years. The review indicates that gadget addiction in ECC is strongly correlated with several major behavioral changes: (1) a decline in social interaction skills and empathy; (2) an increase in aggressive behavior and emotional instability; (3) cognitive disturbances such as decreased focus and concentration; and (4) reduced physical activity and sleep pattern disturbances. The implications of these findings highlight the urgency for parents and educators to implement early interventions through responsive parenting and strict screen time management. This article recommends the need for policies at both the micro (household) and macro (school and government) levels to mitigate the negative impacts of gadgets on ECC.

DIGITALISASI KERAJINAN TUMBUNG MANUK SEBAGAI UPAYA PEMENUHAN BAHAN AJAR TEKS PROSEDUR DALAM PEMBELAJARAN BAHASA LAMPUNG DI SMP

Kerajinan Tumbung Manuk merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Lampung Abung yang mulai terpinggirkan dan kurang dikenal oleh generasi muda. Oleh karena itu, melalui pemanfaatan kerajinan ini dalam pembelajaran, diharapkan peserta didik tidak hanya mampu memahami struktur dan kaidah kebahasaan teks prosedur kompleks, tetapi juga terlibat langsung dalam pelestarian budaya lokal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif etnografi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan Tumbung Manuk terdiri atas tiga tahapan utama, yaitu tahap persiapan, tahap inti, dan tahap penutup, yang tersusun secara sistematis dan logis. Proses ini kemudian dirumuskan ke dalam bentuk teks prosedur kompleks yang memuat ciri kebahasaan seperti penggunaan konjungsi temporal, kalimat imperatif, serta kalimat deklaratif. Teks tersebut dinilai layak digunakan sebagai bahan ajar karena memenuhi unsur kebahasaan, struktur, serta relevan dengan muatan lokal dan Kurikulum Merdeka. Dengan demikian, pemanfaatan kerajinan Tumbung Manuk dalam pembelajaran Bahasa Lampung tidak hanya mengembangkan keterampilan berbahasa peserta didik, tetapi juga memperkuat identitas budaya daerah.   Tumbung Manuk crafts are a cultural heritage of the Lampung Abung community that is increasingly marginalized and less well-known among the younger generation. Therefore, by utilizing these crafts in learning, it is hoped that students will not only be able to understand the structure and linguistic rules of complex procedural texts but also become directly involved in preserving local culture. This research employed qualitative methods with a descriptive ethnographic approach. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. Data were analyzed through stages of reduction, presentation, and conclusion drawing. The results indicate that the Tumbung Manuk making process consists of three main stages: preparation, core, and closing, arranged systematically and logically. This process was then formulated into a complex procedural text that incorporates linguistic features such as the use of temporal conjunctions, imperative sentences, and declarative sentences. The text was deemed suitable for use as teaching material because it meets the linguistic elements and structure, and is relevant to local content and the Merdeka Curriculum. Thus, the use of Tumbung Manuk crafts in Lampung language learning not only develops students' language skills but also strengthens regional cultural identity.

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS BERITA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BRAINSTROMING KELAS VII UPTD SMP NEGERI 1 GUNUNGSITOLI UTARA

This research aims to determine the improvement in the ability to write news texts through the Brainstroming learning model. The type of research that will be used in carrying out this research is classroom action research (PTK). In the first cycle, the results of the researcher's observations were 53.33%, 46.66% were not carried out, and 72.22% of the second meetings were held, and 27.77% were not held. Meanwhile, in cycle II, the results of the researcher's observations were 86.66% of the first meeting which was held, 13.33% of which was not held and 94.45% of the second meeting which was held, 5.55% of which were not held. Based on the results of the test for the ability to write news texts through the brainstorming learning model, it can be seen that cycle I obtained an average score of 56.1% in the fair category with the lowest score being 37.5 and the highest score being 81. Meanwhile, in cycle II there was an increase in the ability to write news texts, students obtained an average score of 83% in the good category with the lowest score being 62.5 and the highest score being 93. It can be concluded that the use of the Brainstorming model can improve students' ability in writing news texts in class VII UPTD SMP Negeri 1 North Gunungsitoli. Researchers suggest to subject teachers to apply the Brainstorming model in teaching.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan menulis teks berita melalui model pembelajaran Brainstroming. Jenis penelitian yang akan digunakan dalam pelaksanaan penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) atau Classroom Action Research. Pada siklus I pertemuan hasil observasi peneliti yang terlaksana 53,33%, yang tidak terlaksana 46,66% dan pertemuan kedua yang terlaksan 72,22%, yang tidak terlaksa 27,77%. Sedangkan pada siklus II hasil observasi peneliti pertemuan pertamayang terlaksana 86,66%, yang tidak terlaksana 13,33% dan pertemuan kedua yang terlaksana 94,45%, yang tidak terlaksana 5,55%. Berdasarkan hasil tes kemampuan menulis teks berita melalui model model pembelajaran brainstorming dapat dilihat siklus I memperoleh nilai rata-rata 56,1% berkategori cukup dengan nilai terendah 37,5 dan nilai tertinggi 81. Sedangkan pada siklus II adanya peningkatan kemampuan menulis teks berita peserta didik memperoleh nilai rata-rata 83% berkategori baik dengan nilai terendah 62,5 dan nilai tertinggi 93. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan model Brainstorming dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menulis teks berita di kelas VII UPTD SMP Negeri 1 Gunungsitoli Utara. Peneliti menyarankan kepada guru mata pelajaran untuk dapat menerapkan model Brainstorming dalam mengajar.

REPRESENTASI KEMISKINAN DALAM NOVEL SISI TERGELAP SURGA KARYA BRIAN KHRISNA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA

This study aims to describe the representation of poverty in the novel Sisi Tergelap Surga by Brian Khrisna and its implications for literature learning in senior high school. The research employs a qualitative descriptive method using Ian Watt’s sociological approach to literature and Chambers’ theory of poverty forms. The primary data source is the novel itself, with data collected through literature review and content analysis techniques. The study identified 89 instances of poverty representation that align with the social realities of Jakarta, based on data from Statistics Indonesia (BPS) from 2022–2025 and various online news sources. The most dominant form of poverty represented is absolute poverty, followed by relative, structural, and cultural poverty. These portrayals reflect the complex social conditions faced by urban communities. The findings are applied in the teaching of novel appreciation for 12th-grade students through the Bahasa Indonesia teaching module in the Kurikulum Merdeka. The module supports the development of the Pancasila Student Profile, particularly in instilling values such as faith, piety, noble character, social empathy, gratitude, and problem-solving abilities related to poverty. Thus, the novel serves not only as reading material but also as an educational tool to foster students’ social awareness.   Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan representasi kemiskinan dalam novel Sisi Tergelap Surga karya Brian Khrisna serta implikasinya dalam pembelajaran sastra di SMA. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra oleh Ian Watt, serta teori bentuk-bentuk kemiskinan dari Chambers. Sumber data utama adalah novel tersebut, dengan teknik pengumpulan melalui studi pustaka dan analisis isi. Hasil penelitian menemukan 89 data yang merepresentasikan kemiskinan sesuai dengan realitas sosial Kota Jakarta, berdasarkan data BPS (2022–2025) dan berbagai media daring. Bentuk kemiskinan yang paling dominan adalah kemiskinan absolut, diikuti oleh kemiskinan relatif, struktural, dan kultural. Representasi ini menunjukkan kompleksitas sosial yang dihadapi masyarakat urban. Temuan ini diimplikasikan dalam pembelajaran apresiasi teks novel di kelas XII SMA melalui modul ajar Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka. Modul ini mendukung penguatan Profil Pelajar Pancasila, khususnya dalam menanamkan nilai keimanan, ketakwaan, akhlak mulia, empati sosial, rasa syukur, dan upaya solutif terhadap permasalahan kemiskinan. Dengan demikian, novel tidak hanya menjadi bahan bacaan, tetapi juga sarana edukatif dalam membangun kesadaran sosial siswa.

KONFLIK BATIN TOKOH-TOKOH DALAM NOVEL HINGGA UJUNG CAKRAWALA KARYA TITI SANARIA SERTA REKOMENDASI SEBAGAI BAHAN AJAR TEKS NOVEL KELAS XII

This study focuses on the inner conflicts that disturb the mental or psychological state of the characters in the novel Hingga Ujung Cakrawala by Titi Sanaria. The purpose of this study is to describe the inner conflicts of the characters in the novel Hingga Ujung Cakrawala by Titi Sanaria. This study uses Sigmund Freud's literary psychology theory, which is based on the personality structure of the id, ego, and superego. This type of research employs a qualitative descriptive method. The data collection techniques in this study include observation, documentation, attentive reading, and note-taking. The data analysis techniques used in this study involve four stages: data collection, data reduction, data presentation, and conclusion. The results of this study found 144 pieces of data indicating 44 id, 53 ego, and 47 superego. Overall, the characters in the novel are dominated by ego. The presence of ego can influence a person's behavior in doing something. The findings of this study are used in teaching materials for twelfth-grade novel texts. Inner Conflict, Recommendations, Teaching Materials   Penelitian ini berfokus pada konflik batin yang menganggu kejiwaan atau psikologis tokoh-tokoh dalam novel Hingga Ujung Cakrawala karya Titi Sanaria. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan konflik batin tokoh-tokoh dalam novel Hingga Ujung Cakrawala karya Titi Sanaria. Penelitian ini menggunakan teori psikologi sastra Sigmund Freud yang berlandaskan pada struktur kepribadian id, ego, dan superego. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, dokumentasi, simak, dan catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini, menggunakan empat tahapan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan.  Hasil penelitian ini ditemukan 144 data yang menunjukkan 44 id, 53 ego, dan 47 superego. Secara keseluruhan, tokoh-tokoh dalam novel didominasi oleh ego. Adanya ego dapat mempengaruhi perilaku seseorang yang dalam melakukan sesuatu. Temuan penelitian ini digunakan dalam bahan ajar teks novel kelas XII.

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI BERPRESTASI MAHASISWA BARU

This study aims to identify the structure and determinants of achievement motivation among first-year university students using a sequential explanatory mixed-methods design. The qualitative phase, employing Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), explored students’ subjective experiences of motivational sources, barriers, and self-regulation dynamics in academic settings. The quantitative phase applied second-order Confirmatory Factor Analysis (CFA) to the Academic Motivation Scale (AMS) to assess the contribution of each motivational dimension. A total of 171 first-year students participated in the study. IPA results revealed five superordinate themes reflecting a multidimensional motivational profile shaped by intrinsic enjoyment, competence orientation, social pressures, academic stress, and contextual influences. CFA findings further indicated that Intrinsic Motivation toward Accomplishment, Introjected Regulation, Intrinsic Motivation to Know, and Intrinsic Motivation to Experience Stimulation were the strongest contributors to achievement motivation. Overall, the study demonstrates that student motivation emerges through the interaction of autonomous and controlled regulatory processes embedded within the higher education context. These findings provide a conceptual basis for designing instructional strategies and institutional support aimed at strengthening autonomous motivation among first-year students.   Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi struktur dan faktor-faktor yang membentuk motivasi berprestasi mahasiswa baru melalui pendekatan mixed methods dengan model sequential explanatory. Tahap kualitatif menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) untuk menggali pengalaman subjektif mahasiswa mengenai sumber motivasi, hambatan, serta dinamika regulasi diri dalam konteks akademik. Tahap kuantitatif menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA) second-order terhadap Academic Motivation Scale (AMS) untuk memetakan kontribusi masing-masing dimensi motivasi. Sebanyak 171 mahasiswa baru berpartisipasi dalam penelitian ini. Hasil IPA menunjukkan lima tema inti yang menggambarkan motivasi berprestasi sebagai kombinasi antara dorongan intrinsik, orientasi kompetensi, tekanan sosial, stres akademik, dan pengaruh kontekstual. Hasil CFA menegaskan bahwa dimensi Intrinsic Motivation toward Accomplishment, Introjected Regulation, Intrinsic Motivation to Know, dan Intrinsic Motivation to Experience Stimulation merupakan kontributor terbesar terhadap motivasi berprestasi. Secara keseluruhan, temuan menunjukkan bahwa motivasi mahasiswa baru bersifat multidimensional, mencerminkan interaksi antara motivasi otonom dan terkontrol yang berkembang dalam konteks pendidikan tinggi. Temuan ini memberikan dasar untuk mengembangkan strategi pembelajaran dan dukungan institusional yang mampu memperkuat motivasi otonom mahasiswa.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING TERHADAP PENINGKATAN KONSENTRASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS IV SDS BUJUNG DEWA TAHUN PELAJARAN 2025

Fenomena yang kerap terjadi dalam dunia pendidikan adalah kurangnya konsentrasi siswa dalam proses pembelajaran di kelas. Fenomena ini termasuk kedalam problematika pembelajaran yang harus di kritisi dan diberikan alternatif tindakan. Oleh karena itu, penulis meneliti mengenai pengaruh model pembelajaran Project based learning terhadap peningkatan konsentrasi belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia guna menghadapi problematika tersebut. Model pembelajaran model pembelajaran Project based learning diartikan sebagai model pembelajaran yang menempatkan siswa sebagai pusat kegiatan belajar dan memberikan mereka kesempatan untuk memecahkan masalah nyata melalui proyek. Selain itu, pendekatan PjBL juga bertujuan mengembangkan berbagai keterampilan penting, seperti kemampuan berpikir kritis, bekerja sama, berkreasi, serta dapat mengatur waktu dan menyelesaikan tanggung jawab yang diberikan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Project based learning terhadap konsentrasi belajar siswa dan keakuratan metode tersebut sehingga dapat direkomendasikan atau tidak untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Metode atau langkah-langkah penelitian data yang dipakai dalam penelitian tersebut adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research).   One of the phenomena that occurs in the world of education is the lack of student concentration in the learning process in the classroom. This phenomenon is included in the learning problems that must be criticized and given alternative actions. Therefore, the author examines the influence of the Project based learning model to improve student learning concentration in the Indonesian language subject in order to deal with these problems. The Project based learning model is a learning model that places students as the center of learning activities and gives them the opportunity to solve real problems through projects. In addition, the PjBL approach also aims to develop various important skills, such as critical thinking skills, collaboration, creativity, and being able to manage time and complete the responsibilities given. The purpose of this study is to determine the effect of the Project based learning model on student learning concentration and the accuracy of the method so that it can be recommended or not for use in the learning process. The method or steps of data research used in the study are This study is a classroom action research.

DAMPAK PENGGUNAAN APLIKASI CANVA DALAM PEMBELAJARAN TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS PUISI SISWA SMP

This study analyzes the impact of using the Canva application in learning on the poetry writing skills of junior high school students. The use of AI-based applications such as Canva in poetry writing learning can be an alternative solution in learning. This study uses a descriptive qualitative approach, aiming to describe in depth the impact of using the Canva application on the poetry writing skills of junior high school students. The main method used is a written test, namely observation and interviews to measure students' writing skills before and after using the Canva application. This study was conducted in junior high schools in the 2024/2025 academic year with research subjects of grade VIII students. This study found that the use of the Canva application had a significant impact on improving students' poetry writing skills. The Canva application is effective in improving the linguistic aspects and structure of students' writing.   Penelitian ini menganalisis bagaimana dampak penggunaan aplikasi canva dalam pembelajaan terhadap keterampilan menulis puisi siswa SMP. Pemanfaatan aplikasi berbasis AI seperti Canva dalam pembelajaran menulis puisi dapat menjadi solusi alternatif dalam pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, bertujuan untuk menggambarkan secara mendalam dampak penggunaan aplikasi Canva terhadap keterampilan menulis puisi siswa SMP. Metode utama yang digunakan adalah tes tulis, yaitu berupa observasi dan wawancara untuk mengukur keterampilan menulis siswa sebelum dan sesudah menggunakan aplikasi Canva. Penelitian ini dilaksanakan di SMP pada tahun ajaran 2024/2025 dengan subjek penelitian siswa kelas VIII. Pada penelitian ini diperoleh temuan bahwa pemafaatan aplikasi canva memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan keterampilan menulis puisi siswa. aplikasi canva efektif dalam meningkatkan aspek kebahasaan dan strukur tulisan

ANALISIS KALIMAT DEKLARATIF MAKNA DENOTASI DAN KONOTASI DALAM FILM FROM THE ASHES

This study analyzes the denotative and connotative meanings of declarative sentences in the film From the Ashes. Denotative and connotative meanings are forms of meaning elaboration used to gain a deeper understanding of the messages contained in a work. Through denotative analysis, this study focuses on the literal meanings directly conveyed in the utterances, while connotative meaning is used to examine additional meanings that arise from the context of the dialogue and the situation in the story. This study employs a qualitative method with observation and note-taking techniques, namely observing and recording dialogues that contain declarative sentences for in-depth analysis. The analysis process is conducted by relating the characters’ utterances to the context of the scenes in the film. Based on the observation and note-taking results, seven declarative sentence data were identified as the objects of analysis. The findings show that declarative sentences in From the Ashes function to convey factual information while also representing the emotional and social dimensions of the characters, such as feelings of guilt and social pressure experienced within the narrative.   Penelitian ini menganalisis makna denotasi dan konotasi pada kalimat deklaratif dalam film From The Ashes. Makna denotasi dan konotasi merupakan penjabaran makna yang digunakan untuk memahami secara lebih mendalam pesan-pesan yang terdapat dalam sebuah karya. Melalui analisis makna denotasi, penelitian ini menitikberatkan pada makna literal yang tampak secara langsung dalam tuturan, sedangkan makna konotasi digunakan untuk melihat makna tambahan yang muncul berdasarkan konteks dialog dan situasi cerita. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik simak dan catat, yaitu mengamati serta mencatat dialog yang mengandung kalimat deklaratif untuk dianalisis secara mendalam. Proses analisis dilakukan dengan mengaitkan tuturan tokoh dengan konteks adegan dalam film. Berdasarkan hasil pengamatan dan pencatatan, ditemukan sebanyak tujuh data kalimat deklaratif yang menjadi objek analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kalimat deklaratif dalam film From The Ashes kalimat deklaratif berfungsi menyampaikan informasi faktual sekaligus merepresentasikan dimensi emosional dan sosial karakter, seperti rasa bersalah dan tekanan sosial yang dialami oleh tokoh dalam alur cerita.

KAJIAN SEMIOTIKA FILM “AKU PENGGERAK MIMPI” PADA BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis film "Aku Penggerak Mimpi" melalui pendekatan semiotika dan mengevaluasi relevansinya sebagai bahan ajar dalam pengajaran Bahasa Indonesia di sekolah. Film Aku Penggerak Mimpi menjadi wacana sebagai kajian semiotika dalam pembelajaran bahasa Indonesia, alasan tersebut diperkuat dengan berbagai elemen komunikasi, seperti visual, verbal dan auditori. Hal ini memberikan peluang untuk menganalisis tanda-tanda dan makna yang terkandung didalamnya yang merupakan inti dari kajian semiotika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode analisis semiotika yang dikembangkan oleh Roland Barthes dan Ferdinand de Saussure untuk mengidentifikasi tanda-tanda yang terdapat dalam film. Melalui analisis elemen-elemen visual, seperti karakter, setting, dan simbol, penelitian ini menemukan bahwa film tidak hanya menyampaikan cerita, tetapi juga menggambarkan nilai-nilai pendidikan, harapan, dan perjuangan dalam menggapai mimpi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film "Aku Penggerak Mimpi" mengandung makna denotatif dan konotatif yang dapat dipergunakan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran, serta membantu pengembangan keterampilan berpikir kritis dan analitis siswa dalam konteks budaya dan sosial. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pengajar Bahasa Indonesia dalam memanfaatkan film sebagai alat pembelajaran yang efektif.   This study aims to analyze the film "Aku Penggerak Mimpi" through a semiotic approach and evaluate its relevance as teaching material in teaching Indonesian in schools. The movie "Aku Penggerak Mimpi" becomes a discourse as a semiotic study in Indonesian language learning, the reason is reinforced by various communication elements, such as visual, verbal and auditory. This provides an opportunity to analyze the signs and meanings contained therein which is the core of semiotic studies. This research uses a qualitative approach and semiotic analysis method developed by Roland Barthes and Ferdinand de Saussure to identify the signs contained in the movie. Through the analysis of visual elements, such as characters, settings, and symbols, this study found that the movie not only conveys the story, but also illustrates the values of education, hope, and struggle in achieving dreams. The results show that the movie "Aku Penggerak Mimpi" contains denotative and connotative meanings that can be used to improve students' understanding of learning materials, as well as help develop students' critical and analytical thinking skills in cultural and social contexts. The findings are expected to provide insights for Indonesian language teachers in utilizing films as effective learning tools.

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS AUDIO VISUAL PADA MATERI MENULIS PUISI SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 5 BOTOMUZOI

This study aims to develop audio-visual learning media for poetry writing for eighth-grade students at SMP Negeri 5 Botomuzoi. The background of this study is the low interest and ability of students in writing poetry due to the lack of variety in the learning media used by teachers in the classroom. The research method used is the Research and Development (R&D) method with the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) Development model. The validation results for the Subject Matter Expert were 36.67% for Revision I and 83.33% for Revision II, while for the Media Expert Validation, Revision I was 36.67% and Revision II at 76.67%. For Media Expert Validation, Revision I scored 33.33% and Revision II scored 80%. The total scores for Revision I were 32 and for Revision II were 72. The overall percentage for Revision I was 35.56% and for Revision II was 80%. Thus, this audio-visual-based learning media is effective as an alternative medium for teaching poetry writing in Grade VIII junior high school, particularly at SMP Negeri 5 Botomuzoi. This study is expected to serve as a reference for Indonesian language teachers in developing creative and innovative learning media.   Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis audio visual pada materi menulis puisi untuk siswa kelas VIII di SMP Negeri 5 Botomuzoi. Latar belakang dari penelitian ini adalah rendahnya minat dan kemampuan siswa dalam menulis puisi yang disebabkan oleh kurangnya variasi media pembelajaran yang digunakan guru di dalam kelas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Hasil validasi untuk Ahli Materi Revisi I dengan tiingkat presentase 36,67% dan Revisi II Sebesar 83,33% kemudian untuk Validasi Ahli Media Revisi I sebesar 36,67% dan Revisi II sebesar 76,67% dan untuk Validasi Ahli Desain Revisi I sebesar 33,33% daan Revisi II sebesar 80% dan jumlah semua skor Revisi I sebesar 32 dan Revisi II 72 Dan tingkat presentase untuk keseluruhan Revisi I 35,56% dan Revisi II 80%.Dengan demikian, media pembelajaran berbasis audio visual ini efektif digunakan sebagai alternatif media dalam pembelajaran menulis puisi di kelas VIII SMP, khususnya di SMP Negeri 5 Botomuzoi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi guru Bahasa Indonesia dalam mengembangkan media pembelajaran kreatif dan inovatif.

ANALISIS WACANA KRITIS PEMBERITAAN BBC NEWS ARABIC TENTANG PENGHAPUSAN DATA KORBAN GAZA: KAJIAN MODEL TEUN A VAN DIJK

Critical Discourse Analysis of BBC News Arabic Reporting on the Removal of Victim Data in Gaza Using Teun van Dijk’s Model. This study aims to examine the discourse strategies used by international online media in framing conflict-related issues, focusing on a BBC News Arabic report titled “لماذا حذفت وزارة الصحة في غزة مئات الأسماء من أحدث قوائم الضحايا؟” (“Why Did the Ministry of Health in Gaza Remove Hundreds of Names from the Latest List of Victims?”). This research applies Teun A. van Dijk’s critical discourse analysis model, which consists of three levels: macrostructure, superstructure, and microstructure. Data were collected through documentation of the news text and analyzed using a qualitative descriptive approach. The findings show that at the macrostructural level, the report highlights the issue of removing victim data and frames it as a question of institutional credibility. At the superstructural level, the news is organized in an investigative structure that begins with doubt toward local data, followed by clarification from local authorities and supporting commentary from experts. At the microstructural level, the report employs evaluative diction, syntactic arrangement, technical expressions, and selective quotations to shape readers’ interpretation. The study concludes that international media do not merely deliver information, but also construct representations and ideological meanings through language in conflict reporting.   Analisis Wacana Kritis BBC News Arabic tentang Penghapusan Data Korban di Gaza dengan Model Teun van Dijk. Penelitian ini bertujuan mengkaji strategi wacana yang digunakan media daring internasional dalam membingkai isu konflik, dengan fokus pada laporan BBC News Arabic berjudul “لماذا حذفت وزارة الصحة في غزة مئات الأسماء من أحدث قوائم الضحايا؟” (“Mengapa Kementerian Kesehatan di Gaza Menghapus Ratusan Nama dari Daftar Korban Terbaru?”). Penelitian menggunakan model Analisis Wacana Kritis Teun A. van Dijk yang mencakup tiga tingkat analisis, yaitu struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro. Data diperoleh melalui teknik dokumentasi teks berita dan dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat struktur makro, teks menonjolkan tema penghapusan data korban serta membangun keraguan terhadap kredibilitas institusi lokal. Pada tingkat superstruktur, berita disusun dengan pola investigatif yang menampilkan kecurigaan terhadap data korban terlebih dahulu, lalu diikuti klarifikasi otoritas setempat serta komentar ahli. Pada tingkat struktur mikro, ditemukan penggunaan diksi evaluatif, pilihan sintaksis, gaya teknis, dan kutipan selektif untuk mengarahkan persepsi pembaca. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa media internasional tidak hanya menyampaikan informasi, melainkan juga membentuk makna, ideologi, dan representasi konflik melalui bahasa.

PENINGKATAN KEMAMPUAN SISWA MEMBACA BUKU CERITA ANAK DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI PQ4R SISWA SMP KELAS VII

Reading children's stories is the activity of processing reading materials to obtain information about children's stories (fairy tales), which generally aim to entertain, provide benefits, and educate children through the moral messages within them. This study aimed to improve the ability of seventh-grade junior high school students (27 students) in reading children's stories using the PQ4R strategy. The method used was Classroom Action Research with two cycles, following the procedures of planning, action, observation, and reflection. The results showed an improvement in students' abilities. In Cycle I, the lowest score was 40 and the highest was 85, with an average of 60.56. In Cycle II, the lowest score increased to 65 and the highest to 90, with an average of 74.63. Student observation results increased from 71.95% to 96.82%, while researcher observation results increased from 81.94% to 90.28%. In conclusion, the PQ4R strategy can improve the ability to read children's stories and provide good learning motivation. It is recommended that these findings serve as a basis for developing reading instruction theories, increase students' reading interest, and be used as a reference for future researchers.   Membaca cerita anak adalah kegiatan memproses bahan bacaan untuk memperoleh informasi tentang cerita anak (dongeng), yang umumnya bertujuan menghibur atau memberi manfaat serta mendidik anak melalui pesan moral di dalamnya. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan siswa kelas VII SMP (27 siswa) dalam membaca cerita anak dengan strategi PQ4R. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan dua siklus melalui prosedur perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi.Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan siswa. Pada Siklus I, nilai terendah 40 dan tertinggi 85 dengan rata-rata 60,56. Pada Siklus II, nilai terendah naik menjadi 65 dan tertinggi 90 dengan rata-rata 74,63. Hasil observasi siswa meningkat dari 71,95% menjadi 96,82%, sedangkan observasi peneliti meningkat dari 81,94% menjadi 90,28%. Simpulannya, strategi PQ4R dapat meningkatkan kemampuan membaca cerita anak dan memberikan motivasi belajar yang baik. Rekomendasinya, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar pengembangan teori pembelajaran membaca, meningkatkan minat baca siswa, serta menjadi referensi bagi peneliti selanjutnya.

PENDIDIKAN KARAKTER ANAK PADA CERPEN AT-TILMĪŻU WA ASY-SYĀHBALŪṬ DALAM BAḤR AL-ADAB: KAJIAN SASTRA ANAK DENGAN PENDEKATAN PRAGMATIK

Character education plays a crucial role in shaping children’s attitudes from an early age, one of the ways to convey it is through children’s literature. Short stories can present moral messages in a simple way that is close to children’s experiences. This study aims to describe the intrinsic elements, examine moral values, and explain character education in the short story At-Tilmīżu wa asy-Syāhbalūṭ in the Kitab Baḥr al-Adab. Using a pragmatic literary approach with a qualitative descriptive method, the data were obtained through library research and analyzed based on story elements, moral values, and the speech acts of characters. The results show that the short story has a simple structure, characters relatable to children, and a coherent plot. The moral values identified include honesty, patience, responsibility, discipline, humility, and the importance of manners and knowledge. The language and speech acts of the characters convey moral messages subtly. The short story in Kitab Baḥr al-Adab is effective as children’s literature for instilling character education relevant to modern life.   Pendidikan karakter sangat penting dalam membentuk sikap anak sejak usia dini, salah satunya dapat disampaikan melalui sastra anak. Cerpen mampu menghadirkan pesan moral secara sederhana dan dekat dengan pengalaman anak. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan unsur intrinsik, mengkaji nilai moral, serta menjelaskan pendidikan karakter dalam cerpen At-Tilmīżu wa asy-Syāhbalūṭ dalam Kitab Baḥr al-Adab. Menggunakan pendekatan pragmatik sastra dengan metode deskriptif kualitatif, data diperoleh melalui studi pustaka dan dianalisis berdasarkan unsur cerita, nilai moral, dan tindak tutur tokoh. Hasil menunjukkan cerpen memiliki struktur sederhana, tokoh dekat dengan anak, dan alur runtut. Nilai moral yang muncul meliputi kejujuran, kesabaran, tanggung jawab, kedisiplinan, rendah hati, serta pentingnya adab dan ilmu. Bahasa dan tindak tutur tokoh menyampaikan pesan moral secara halus. Cerpen dalam Kitab Baḥr al-Adab efektif sebagai media sastra anak untuk menanamkan pendidikan karakter yang relevan dengan kehidupan modern.

PERAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBENTUK KARAKTER DAN SPIRITUAL PESERTA DIDIK DI ERA MODERN

Islamic Religious Education (PAI) plays a strategic role in shaping the character and spirituality of students amidst the dynamics of modern life, marked by globalization, digitalization, and changing social values. This article aims to analyze the role of Islamic Religious Education in the process of character formation and strengthening students' spiritual values. This research uses a literature review method, reviewing various scientific journals, books, and relevant documents related to Islamic Religious Education, character education, and spirituality. The results of the study indicate that PAI, implemented systematically, contextually, and adaptively to current developments, can serve as an important foundation for shaping students' religious character, morals, and spiritual awareness. Therefore, optimizing the role of PAI needs to be supported by curriculum strengthening, learning innovation, and teacher competency enhancement to achieve educational goals holistically.   Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan spiritual peserta didik di tengah dinamika kehidupan era modern yang ditandai oleh globalisasi, digitalisasi, dan perubahan nilai sosial. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran Pendidikan Agama Islam dalam proses pembentukan karakter dan penguatan nilai spiritual peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menelaah berbagai jurnal ilmiah, buku, dan dokumen relevan yang berkaitan dengan Pendidikan Agama Islam, pendidikan karakter, dan spiritualitas. Hasil kajian menunjukkan bahwa PAI yang dilaksanakan secara sistematis, kontekstual, dan adaptif terhadap perkembangan zaman mampu menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter religius, moral, dan kesadaran spiritual peserta didik. Oleh karena itu, optimalisasi peran PAI perlu didukung melalui penguatan kurikulum, inovasi pembelajaran, serta peningkatan kompetensi guru agar tujuan pendidikan dapat tercapai secara holistik.

ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MATA KULIAH UMUM BAHASA INDONESIA DI UNIVERSITAS LAMPUNG

This study aims to analyse the need for the development of interactive learning media based on digital technology in the Indonesian Language General Course (MKU) at the University of Lampung. The method used is descriptive with a qualitative approach, through the distribution of online questionnaires to 24 students from various faculties. The data were analysed descriptively by calculating the frequency and percentage of respondents' answers, then interpreted qualitatively. The results showed that 54.2% of students considered the learning materials insufficient for their learning needs, 70.8% had difficulty finding relevant learning resources, and 50% felt that their learning time was taken up by searching for references. In addition, 66.7% of respondents were more motivated to learn with interactive visual media, while 83.5% considered the development of e-learning applications to be effective in supporting learning. These findings emphasise the need to develop digital-based interactive learning media that can increase motivation, learning effectiveness, and access to credible learning resources. Such media innovations are expected to support adaptive learning in line with the demands of the Society 5.0 era and contribute to improving the quality of higher education in Indonesia.   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis teknologi digital pada Mata Kuliah Umum (MKU) Bahasa Indonesia di Universitas Lampung. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif, melalui penyebaran kuesioner daring kepada 24 mahasiswa dari berbagai fakultas. Data dianalisis secara deskriptif dengan menghitung frekuensi dan persentase jawaban responden, kemudian diinterpretasikan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 54,2% mahasiswa menilai materi pembelajaran belum mencukupi kebutuhan belajar, 70,8% mengalami kesulitan mencari sumber belajar yang relevan, dan 50% merasa waktu belajar tersita untuk mencari referensi. Selain itu, 66,7% responden lebih termotivasi belajar dengan media visual interaktif, sementara 83,5% menilai pengembangan aplikasi e-learning efektif untuk mendukung pembelajaran. Temuan ini menegaskan perlunya pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis digital yang mampu meningkatkan motivasi, efektivitas belajar, dan akses terhadap sumber belajar yang kredibel. Inovasi media tersebut diharapkan dapat mendukung pembelajaran adaptif sesuai tuntutan era Society 5.0 dan berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.

Indexer Sites